Kimmy mencoba berusaha melupakan Jasson, laki-laki yang sudah ia sukai sejak dari kecil. Ia memilih fokus dengan pendidikannya untuk menjadi calon dokter.
Setelah tiga tahun, Kimmy kembali menjadi wanita dewasa dan mendapat gelar sebagai seorang dokter muda. Namun pertemuannya kembali dengan Jasson, pria yang memiliki sikap dingin itu justru malah membuat usahanya selama ini menjadi sia-sia.
Sebuah jebakan memerangkap mereka berdua dalam sebuah ikatan pernikahan. Namun pernikahan mereka berdua semata hanya tertulis di atas kertas dan di depan keluarga saja. Perjanjian demi perjanjian mereka sepakati bersama. Meskipun dalam hubungan ini Kimmy yang paling banyak menderita karna memendam perasaannya.
Banyak sekali wanita yang ingin mendapatkan hati Jasson, tak terkecuali teman sekaligus sekretaris pribadinya. Lantas, akankah Kimmy mampu meluluhkan hati laki-laki yang ia sukai sejak kecil itu?
Kisah ini bagian dari My Introvert Husband 3
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nona lancaster, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menghilang dari hidupnya
"Kimmy, ayo berdirilah, Nak." Louis menyuruh anaknya tersebut untuk berdiri. Kimmy menurutinya, ia segera beranjak berdiri dengan wajah yang memelas.
"Kimmy tidak mau menjadi dokter, Kimmy mau menikah saja!" ucapnya.
"Memangnya kau mau menikah dengan siapa?" tanya Louis. Kimmy terdiam sejenak.
"Nah, itu masalahnya, Pa. Siapa yang mau menikah dengan Kimmy?" tanyanya dengan polos. Louis tersenyum sambil menggeleng-gelengkan pelan kepalanya.
"Sayang, menikah adalah pekerjaan seumur hidup. Pekerjaan dokter adalah pekerjaan yang paling mulia, tinggal selangkah lagi, jangan menyerah seperti ini," tutur Louis.
"Kimmy tidak mau menjadi dokter spesialis. Kimmy lelah Pa jika harus menempuh pendidikan lagi," ujarnya dengan mengerucutkan bibir.
Louis mengembuskan napasnya dengan berat dan kecewa akan apa keinginan putrinya itu. "Nak, Papa ingin sekali kau menjadi dokter ahli jantung. Tapi kalau kau tidak mau, Papa tidak akan memaksamu. Kau boleh menjadi dokter umum saja," tutur Louis.
"Tapi kau harus benar-benar menjalani masa koasmu dengan sungguh-sungguh," sambungnya.
"Baiklah, Pa..."saut Kimmy dengan raut wajah yang sama, ia mengiyakan apa yang dikatakan oleh ayahnya tersebut.
***
Kediaman Gio Moen.
Malam itu, semua orang tengah berkumpul dan sibuk mempersiapkan jamuan makan malam untuk merayakan anniversary pernikahan Merry dan Gio yang ke 28 tahun. Ken dan si kembar Jesslyn dan Jasson berkumpul ikut serta akan perayaan anniversary pernikahan kedua orang tuanya tersebut, tak tertinggal Alana dan juga Elga, si balita menggemaskan kesayangan Kakek dan juga Neneknya.
Malam itu, keluarga Merry dan Gio hanya mengundang teman dan sahabat terdekat mereka, dan itu pun tak banyak. Bisa dihitung dengan hitungan jari.
Ting... Tong...
Suara bell berbunyi.
"Sayang, aku akan membuka pintu." Alana yang kala itu sedang menggendong Elga, segera mengajaknya menuju ke pintu utama dan membuka pintu yang terlihat tertutup rapat itu.
"Alana..." teriakan seorang wanita yang tak lain ialah Kimmy mengejutkannya, dirinya tak datang sendiri, Ia datang bersama kedua orang tuanya,
"Astaga, Kimmy." Alana menggelengkan kepalanya akan kehebohan sahabatnya tersebut.
"Elga, Bibi sangat merindukanmu..." Kimmy mencubit dengan gemas kedua pipi Alana.
"Hey, salah. Kenapa kau mencubit pipiku..." seru Alana.
"Oh, iya... kenapa aku jadi mencubit mamimu." Kimmy terkekeh dan mengalihkan cubitannya ke kedua pipi bulat Elga. Balita itu seketika tertawa menunjukan giginya yang baru beberapa tumbuh dan menjulurkan kedua tangannya kepada Kimmy, berharap wanita itu mau menggendongnya. Kimmy dengan senang hati mengambil Elga dari tangan Alana dan segera menggendong balita yang usianya baru saja menginjak 12 bulan itu.
"Paman, Bibi... silahkan masuk." Alana mempersilahkan kedua orang tua Kimmy untuk segera masuk. Dan saat Kimmy dan Alana hendak masuk, seseorang terlihat bertamu juga di sana.
"Permisi..." Kimmy dan Alana seketika menghentikan langkah kakinya, menoleh bersamaan ke asal suara tersebut.
"Alea..." sapa Alana.
"Apa Jasson ada?" tanyanya.
"Alea..."
Jasson terlihat keluar dari dalam rumah dan menghampiri mereka berdua . Alea tersenyum kepada laki-laki yang kini menjadi atasannya tersebut.
"Jasson... maaf aku mengganggumu malam-malam seperi ini, kau besok pagi akan menemui client penting, aku sudah menyiapkan proposal ini supaya kau tidak terburu-buru besok pagi." Alea menyodorkan beberapa berkas kepada Jasson. Ia pun segera menerimanya.
"Terimakasih banyak, maaf aku jadi merepotkanmu," ujar Jasson sembari mengambil berkas tersebut.
"Tidak sama sekali,karna ini tugasku, kalau begitu aku permisi pulang," pamit Alea.
"Tunggu, Alea!" suara Jasson menghentikan langkah kaki wanita itu.
"Iya?"
"Masuklah dulu, kebetulan sekali malam ini perayaan hari jadi pernikahan orang tuaku, kau bisa ikut bergabung bersama kami," ajak Jasson.
"Tapi, Jasson--?"
"Masuklah... ini perintah!" paksaan Jasson tak bisa membuat Alea menolak. Ia pun segera menuruti perintah atasanya tersebut. Jasson dan Alea melewati Kimmy dan juga Alana begitu saja tanpa menegur atau menyapanya. Raut wajah Kimmy yang semula begitu riang dan penuh semangat, kini berubah seketika saat melihat kehadiran wanita itu.
"Kimmy, are you okay?" tanya Alana.
"Iya, Alana. Aku baik-baik saja. Ayo kita masuk," ajak Kimmy.
***
Pesta perayaan kecil hari jadi pernikahan Merry dan Gio terlihat begitu meriah meskipun tak banyak orang yang menghadirinya, karna memang Merry dan Gio tak begitu benyak mengundang orang. Semua orang menikmati jamuan makan malam yang disediakan oleh keluarga Gio.
Suara musik mengiringi beberapa orang yang memiliki pasangan untuk ikut berdansa saat Merry dan Gio memulai berdansa di sana. begitu pula Ken yang mengajak anak dan istrinya ikut berdansa. Elga begitu senang saat melihat banyakanya orang di sana, hingga bayi itu tak henti melebarkan senyumnya sambil menggerak-gerakan kedua tangannya saat mendengar suara alunan musik.
Jesslyn menarik tangan Kimmy, mengajaknya untuk menghampiri Jasson yang sedang berkumpul bersama Daven, Harry dan juga Alea. Mereka semua terlihat tertawa melihat tingkah Elga yang masih menggerak-gerakan tangannya saat diajak berdansa oleh Ken dan juga Alana.
Namun, entah disengaja atau tidak. Saat Kimmy dan Jesslyn baru saja menghampiri Jasson dan yang lainnya, tiba-tiba hal yang mengejutkan terjadi. Alea tiba-tiba menarik tangan Jasson dan mengajaknya untuk berdansa juga.
"Alea, maaf. Aku tidak bisa berdansa..." tolak Jasson.
"Kau bisa... aku akan mengajarkanmu, ini seru." Alea menuntun salah satu tangan Jasson dan meletakan tangan tersebut di pinggang rampingnya.
"Ikuti kakiku bergerak..." perintah Alea. Jasson tak memiliki alasan untuk menolak, hingga mengiyakan apa kata wanita yang saat ini menjadi sekretaris pribadinya tersebut.
Kimmy bisa melihat kedekatan di antara mereka berdua dengan sangat jelas, entah kenapa hatinya begitu sesak melihat pemandangan yang taj menyenangkan itu. Hingga akhirnya dirinya memilih untuk berpindah posisi agar tak melihat pemandangan mereka berdua yang hanya membuat hatinya semakin sakit.
"Kimmy, kau mau berdansa denganku?" Daven tiba-tiba menghampirinya dan mengaknya untuk berdansa.
"Maaf, Daven. Aku tidak menyuakai dansa." Kimmy hendak belalu pergi meninggalkan adik dari sahabatnya itu. Namun Daven segera menarik tangan Kimmy. Hingga wanita itu menghentikan langkah kakinya.
"Lalu apa yang kau suka?" Daven menatap kedua bola mata Kimmy secara bergantian.
"Jasson?"
"Kau ini bicara apa? lepaskan aku!" Kimmy menepis tangan Daven dan sgera berlalu pergi meninggalkannya.
***
Setelah sesi berdansa, semua orang kembali menikmati jamuan makan malam.
Sementara Kimmy, Ia terlihat mengobrol dan bercanda bersama Jesslyn dan juga Alana. Namun, lagi-lagi Kimmy melihat pemandangan yang tak menyenangkan antara Jasson dan Alea yang sedaritadi terlihat begitu dekat. Mereka berdua nampak mengobrol di ujung ruangan sambil menikmati cocktail di masing-masing tangan mereka, tak lepas, keduanya saling tertawa. Entah apa yang sedang mereka obrolkan, keramaian tak bisa membuat Kimmy mendengar obrolan mereka dengan jelas.
"Apa yang sedang kau lihat?" pertanyaan Jesslyn membuyarkan pandangan Kimmy.
"Tidak melihat apa-apa," jawab Kimmy sambil tersenyum.
"Kau pasti memperhatikan Jasson?"
Kimmy terdiam sejenak. Menundukan kepalanya, lalu mengangkatnya kembali. "Alea dan Jasson sangat dekat sekali, ya, Jesslyn."
"Kau cemburu ya?" tanya Jesslyn.
"Tidak... aku hanya iri saja, apa Jasson sebegitunya tidak menyukaiku? bahkan dia tidak pernah sedekat itu denganku seperti dia dekat dengan Alea," ujarnya dengan tatapan sendu.
"Dia bukan tidak menyukaimu, hanya saja kau kurang pintar merebut perhatiannya, kau kan tau Jasson seperti apa orangnya. Dia sama sekali tidak mudah dekat dengan wanita, denganku saja dia tidak dekat!" tutur Jesslyn. Kimmy hanya terdiam, lalu tersenyum mengiyakannya.
"Suatu saat, dia pasti mau dekat denganmu seperti dirinya dekat dengan Alea. Aku akan membantumu untuk dekat dengan Jasson," ujar Jesslyn.
"Itu tidak perlu, Jesslyn. Jika Jasson memang merasa tidak nyaman denganku, aku akan pergi dari hidupnya, aku tidak akan mengganggunya lagi," ujarnya.
"Apa maksudmu berbicara seperti itu?" tanya Jesslyn dengan mengernyit bingung.
"Aku--"
"Kimmy, ayo, Nak. Kita pulang, ini sudah larut malam." Louis menghentikan percakapan antara Jesslyn dan Kimmy.
"Aku permisi pulang, ya, Jesslyn. Mungkin untuk beberapa saat aku akan fokus koas dan tidak akan bisa bertemu denganmu dan juga Alana lagi." Kimmy memeluk Jesslyn. "Aku akan sangat merindukanmu," imbuhnya dengan berat sambil memejamkan kedua matanya.
"Kimmy, aku juga akan sangat merindukanmu... nanti setelah masa koasmu selesai, kita bermain lagi ya... "ucap Jesslyn. Kimmy terdiam sejenak, lalu mengiyakannya, sebelum bergantian memeluk Alana.
"Aku akan merindukanmu Alana."
"Aku juga akan merindukanmu, fokuslah dengan masa koasmu." Alana mengusap-usap punggung sahabatnya tersebut. Lalu mereka berdua saling melepasakan pelukannya.
"Ayo, Pa." Kimmy segera mengiyakan ajakan kedua orang tuanya untuk pergi dari sana. Namun sebelumnya. Ia berpamitan kepada semua orang yang ada di sana, kecuali Jasson. Kimmy tak berpamitan kepadanya hingga membuat laki-laki itu merasa heran.
"Kenapa dia tidak berpamitan denganku?" gumam Jasson menatap gerak tubuh Kimmy yang berjalan menjauh dari pandangannya, meninggalkan tempat tinggalnya tersebut.
***
Kimmy masuk ke dalam mobil dan duduk di belakang kursi kemudi. Kedekatan antara Jasson dan Alea di pesta itu terekam sangat jelas di kepalanya. Bukankah Alea baru saja bekerja di tempat Jasson? lantas kenapa mereka berdua bisa sedekat itu?
"Aku tidak pernah berharap bisa memiliki hati Jasson. Tapi aku hanya bisa berharap menjadi temannya, tapi sepertinya Jasson tidak mau akan hal itu." Kimmy menatap rumah sahabat kecilnya itu dari dalam mobil sambil tersenyum getir.
"Mulai sekarang, aku harus melupakan Jasson, aku harus memulai hidupku yang baru. Karna terlalu lama memendam perasaan dengannya, aku sulit membuka hatiku untuk siapapun," gumam Kimmy sembari memejamkan kedua matanya.
🥰🥰🥰