NovelToon NovelToon
ASI Anak SMA

ASI Anak SMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan rahasia / Perjodohan / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: Malamfeaver

___Folow Ig:gaabriiellaaa12

"Vanya Gabriella" memiliki kelainan saat menginjak usia 18 tahun,dimana dia sudah mengeluarkan as* padahal dia tidak hamil.
dan disekolah barunya dia bertemu dengan ketua OSIS, "Aiden Raditya", dan mereka adalah jodoh.

"lo ngelawan sama gua? "
bentak Aiden marah

"nggak kak...maaf"
jawab vanya sambil menunduk ketakutan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Malamfeaver, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab. 24

Malam Sabtu di penthouse Mahesa terasa jauh lebih intim. Setelah insiden nasi goreng gosong yang berakhir dengan Aiden mengambil alih dapur, suasana jadi lebih rileks.

Vanya duduk di sofa ruang tengah, memakai piyama satin tipis berwarna merah muda yang ia pilih sendiri meskipun sebenarnya ia menyesal memakainya karena tatapan Aiden sejak tadi tidak bergeser sedikit pun dari area dadanya.

​Aiden datang membawa dua gelas jus jeruk dingin, lalu duduk tepat di samping Vanya. Terlalu mepet, sampai Vanya bisa merasakan panas tubuh suaminya itu.

​"Tangan lo masih sakit?"

tanya Aiden sambil meraih jemari Vanya, memeriksa bekas cipratan minyak tadi sore.

​"Dikit... tapi udah nggak perih kok. Kak Aiden jago banget masaknya, aku kenyang banget!" ucap Vanya sambil nyengir lebar, mencoba mengalihkan pembicaraan sebelum Aiden mulai membahas pembayaran nasi goreng tadi.

​Aiden meletakkan gelasnya, lalu tangannya mulai merayap ke pinggang Vanya.

"Kenyang ya? Bagus deh. Soalnya tenaga lo bakal kepake banyak malam ini."

​Vanya langsung tegang,Waduh sinyal bahaya.

"Eh, Kak! Anu... aku baru inget! Tadi sore Elsa chat, katanya ada tugas Matematika Pak Bambang yang harus dikumpulin Senin! Aku belum ngerjain sama sekali!"

​Aiden menaikkan satu alisnya, tatapannya skeptis banget.

"Tugas? Hari Sabtu besok libur, Vanya. Dan gue ketua OSIS, gue tahu jadwal semua guru. Pak Bambang lagi dinas ke luar kota."

​"I-iya kah? Duh, mungkin aku salah liat grup kelas..."

Vanya tertawa canggung, matanya lari ke sana kemari.

"Oh! Aku mau nonton drakor yang baru rilis! Seru banget tau, Kak, drakornya tentang detektif gitu, masa"

​Sret!

​Aiden menarik tubuh Vanya hingga gadis itu terduduk di pangkuannya. Vanya memekik kecil, tangannya reflek nemplok di bahu Aiden.

"Vanya, listen. Lo udah pake alasan haid, alasan tugas, sekarang drakor? Lo takut sama gue?"

​Vanya menunduk, memainkan kancing kemeja Aiden yang terbuka dua di bagian atas.

"Bukannya takut... tapi... aku belum siap kalau itu, Kak. Katanya sakit banget kayak dibelah..." cicit Vanya jujur, matanya mulai berkaca-kaca karena bayangan horor soal malam pertama.

​Aiden menghela napas panjang. Dia nggak tega juga liat muka istrinya yang udah kayak anak kucing mau dibuang itu. Aiden menarik kepala Vanya ke dadanya, mengelus rambut panjangnya dengan lembut.

​"Gue nggak bakal paksa lo buat itu kalau lo belum siap mental,"

ucap Aiden pelan, suaranya terdengar tulus.

"Gue pengen kita ngelakuinnya pas lo emang mau, bukan karena terpaksa aja"

​Vanya mendongak, matanya berbinar.

"Beneran, Kak?!"

​"Iya. Tapi..."

Aiden menyeringai miring, tatapan mesumnya balik lagi.

"Asupan gue nggak boleh telat. Dan malam ini gue mau lebih lama dari biasanya. Lo harus layanin gue sampe gue bener-bener kenyang"

​Vanya langsung mengangguk semangat.

"Kalau cuma itu mah boleh banget! Asal jangan yang itu dulu ya!"

​Akhirnya, malam Sabtu itu dihabiskan dengan cara yang unik.

Bukannya melakukan ritual malam pertama seperti pasangan pengantin baru pada umumnya, mereka justru bergelung di bawah selimut tebal sambil menonton film horor di TV besar kamar mereka.

​Posisi mereka sangat intim Vanya bersandar di dada Aiden, sementara Aiden dengan santai menjalankan rutinitasnya. Vanya sesekali memekik karena filmnya seram, dan setiap kali dia takut, dia akan merapat ke pelukan Aiden, yang tentu saja disambut dengan senang hati oleh suaminya.

​"Kak... hiks... setannya muncul!"

Vanya menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Aiden.

​"Manja banget sih,"

ejek Aiden, tapi tangannya malah makin erat meluk pinggang Vanya.

"Lagian siapa yang minta nonton horor? Tadi katanya mau nonton drakor."

​"Ya kan seru kalau bareng Kakak!"

​Lama-kelamaan, rasa kantuk mulai menyerang Vanya.

Efek disedot tenaganya oleh Aiden ditambah suasana kamar yang dingin bikin matanya berat. Sebelum benar-benar terlelap, Vanya sempat membisikkan sesuatu.

​"Kak Aiden... makasih ya udah sabar sama aku..."

​Aiden hanya tersenyum tipis, mencium puncak kepala istrinya.

tidur...Besok pagi kita jalan-jalan, gue mau beliin lo semua barang yang lo mau."

pagi harinya

​Vanya bangun dengan perasaan sangat segar. Ini pertama kalinya dia bangun di hari Sabtu tanpa teriakan Mama dari bawah. Dia menoleh ke samping, Aiden masih tidur dengan posisi miring menghadapnya. Wajah Aiden kalau lagi tidur kelihatan kalem banget, nggak sejahat kalau lagi di sekolah.

​Vanya iseng menyentuh bulu mata Aiden yang lentik.

"Ganteng banget sih suaminya gweh..." gumamnya pelan.

​Tiba-tiba tangan Aiden menangkap pergelangan tangan Vanya. Matanya masih tertutup, tapi senyumnya muncul.

"Ganteng ya? Baru sadar?"

​"Ihh! Kak Aiden mah pura-pura tidur!"

Vanya berusaha narik tangannya tapi malah ditarik balik sampe dia jatuh di atas dada Aiden.

​"Pagi, Istriku yang manja,"

bisik Aiden dengan suara berat khas bangun tidur.

Dia langsung nyium pipi Vanya berkali-kali sampe Vanya ketawa kegelian.

​"Kak! Geli taukk! Ayo bangun, katanya mau jalan-jalan!"

​"Mandi bareng dulu baru jalan,"

tawar Aiden nakal.

​"ENGGAK! Mandi sendiri-sendiri!"

Vanya langsung lompat dari kasur dan lari ke kamar mandi, tapi kali ini dia nggak lupa ngunci pintunya rapat-rapat.

"Gweh mandi duluan! Kakak nunggu di luar!"

​Aiden cuma ketawa di balik selimut.

Hidup bareng Vanya ternyata bikin hari harinya nggak ngebosenin lagi Meskipun tujuannya belum tercapai.

1
Bunda Silvia
sukurin impas itu cuman 1 laki2 lah lo 2 cewek sekaligus nempel2 di biarin aja
Bunda Silvia
bego giliran ketahuan sama istri baru marah meluap2 tadi ngapain aja diem di pepet 2 perempuan emang ngga peka lo jadi laki2 aiden
Bunda Silvia
bidoh aiden emang keterlaluan egois kemauan dia maunya di turutin tapi dia ngga peka anter jemput istri sekolah selagi libur apa salahnya
Haryati Atik Atik
masa anak sma gak bisa bedain gula manja boleh bodoh jgn
Haryati Atik Atik
benci dgn sifat nya Aiden yg gak jujur kan biar sekli masuk penjara
Bunda Silvia
bukanya else dateng ke pernikahan vanya ko dia ngga tau kan ijut sama bagas juga
Qaisaa Nazarudin
Makanya tau masih kecil udah main JANJI2 aja sampe2 sengaja beliin CINCIN BERLIAN pula,bukan EMAS biasa yah..
Qaisaa Nazarudin
Waahh baru SMP aja udah di kasih CINCIN BERLIAN,bukan kaleng2 gaya pacaran nya anak SULTAN,aku dulu main kawin kawinan di kasih CINCIN dari daun singkong yg disimpul gitu lho, Apa kabar ya SUAMI masa KECIL ku sekarang yah?? 🤔🤔🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Udah kayak Baby aja ya punya insting saat ibunya ada..😄
Qaisaa Nazarudin
Nah kan bener situasi seperti ini selalu berhasil meluluhkan si wanitanya..
Qaisaa Nazarudin
Biasanya situasi kek gini yang dijadiin Alesan biar si Wanitanya LULUH, biasanya kan gitu..
Qaisaa Nazarudin
Salah kalian para ORTU juga sih,Tau Anak2 masih pada Labil malah di Nikahkan hanya dengan ALASAN karena Anak kalian Butuh ASI demi MENYAMBUNG hidupnya ckk Egois banget.
Qaisaa Nazarudin
Tujuan awal NIKAH aja udah SALAH,Hanya untuk kesehatan dirinya demi asupan untuk menyambung hidupnya doang..
Qaisaa Nazarudin
Lumayan
Qaisaa Nazarudin
Seolah Aiden Nikahin Vanya hanya untuk manpaatin Vanya demi kesejatannya doang..
Qaisaa Nazarudin
Waah LICIK Aiden dia tau Vanya Marah ke dia,Dan pasti gak mau ketemu sama dia,Makanya dia bawak adeknya biar Vanya busa luluh..
Qaisaa Nazarudin
Kan bukan salah kamu,Munta aja utk diliat CCTV nya..kamu kan cuman membela diri..Aiden juga maunya kamu bersikap TEGAS dan jangan Manja..
Qaisaa Nazarudin
Karena Aiden pengen luat sampai dimana Vanya mau ditindas..
Qaisaa Nazarudin
Woowww niat banget Aiden mau nina ninu ,udah persiapan aja,emangnya Vanya mau? 🤣🤣🤭🤭
Qaisaa Nazarudin
Ku pikir Aiden itu tulus, ternyata ada udang di balik bakwan,Makanya aku sempat heran,Baru aja ketemu tapi sikapnya udah kayak orang udah pacaran lama aja kan..😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!