NovelToon NovelToon
Takdir Kaisar Primordial

Takdir Kaisar Primordial

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Fantasi
Popularitas:17k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Lin Xuan, seorang pemuda dari keluarga cabang Klan Lin di Benua Azure yang memiliki "Akar Spiritual Cacat", selalu dihina dan ditindas. Saat sekarat karena dikhianati oleh tunangannya sendiri demi merebut harta peninggalan orang tuanya, darahnya tanpa sengaja membangkitkan Mutiara Kekacauan Primordial yang bersemayam di kalung usangnya. Mutiara ini tidak hanya memperbaiki akar spiritualnya, tetapi juga memberinya warisan teknik terlarang dari era sebelum alam semesta terbentuk. Inilah awal perjalanannya menentang Surga, membelah galaksi, dan menapaki jalan menuju keabadian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24: Di Balik Bayangan Sang Dewi dan Amarah Naga Emas

​Keheningan di alun-alun Puncak Utama terasa begitu mencekik. Ribuan pasang mata menatap tak percaya pada Token Teratai Es yang melayang di udara, memancarkan fluktuasi energi yang mampu membekukan jiwa seorang kultivator Inti Emas sekalipun.

​Wajah Master Puncak Lei Jiantian berubah pucat pasi, amarahnya dipadamkan paksa oleh teror absolut. Istana Es Surgawi bukanlah faksi yang bisa diajak bercanda. Jika Nona Suci terluka di sini, besok pagi Sekte Pedang Bintang hanya akan menjadi dongeng reruntuhan berlapis es abadi.

​"M-Mundur, Lei Jiantian!" Suara Pemimpin Sekte Jian Wuji akhirnya memecah keheningan. Ia bergegas turun dari takhtanya, wajah tuanya dipenuhi keringat dingin. "Nona Suci Mu, mohon tenangkan amarah Anda. Jika pemuda ini adalah penyelamat Anda, maka membunuhnya tentu adalah sebuah ketidaksopanan yang besar bagi sekte kami."

​Mu Qingxue menarik kembali tokennya. Suhu di alun-alun perlahan kembali normal, meski hawa dingin masih tersisa di hati para tetua.

​Gadis itu menoleh sedikit, menatap Lin Xuan dari balik cadar esnya. Ada sorot kekhawatiran yang disembunyikan dengan rapi di mata kristal ungunya.

​Namun, sebelum Lin Xuan bisa mengucapkan sepatah kata pun untuk membalas budi gadis itu, sebuah tawa pelan yang penuh dengan nada meremehkan terdengar dari deretan kursi VIP.

​Prok. Prok. Prok.

​Seseorang bertepuk tangan lambat sambil berjalan menuruni tangga pualam.

​Itu adalah seorang pemuda bertubuh tinggi tegap, mengenakan jubah sutra emas bermotif naga biru. Mahkota giok menghiasi kepalanya, dan auranya... memancarkan fluktuasi menakutkan dari Tahap Inti Emas (Golden Core) tingkat 2! Usianya baru pertengahan dua puluhan, namun ia sudah menapak ke ranah yang dicapai Lei Jiantian setelah ratusan tahun.

​"Luar biasa. Sungguh sebuah drama yang menyentuh hati," ucap pemuda berjubah emas itu, senyum sinis terukir di bibirnya yang tipis.

​Melihat pemuda itu, puluhan jenius muda di alun-alun langsung menundukkan kepala. Ia adalah Huangfu Yun, Putra Mahkota Kekaisaran Naga Azure, faksi penguasa fana terkuat di benua ini yang memiliki koneksi langsung dengan sekte-sekte kelas atas.

​Huangfu Yun telah mengejar Mu Qingxue selama lima tahun. Ia menganggap dirinya sebagai satu-satunya naga sejati yang pantas bersanding dengan dewi es tersebut. Namun hari ini, melihat dewi pujaannya rela menjadikan Istana Es Surgawi sebagai musuh demi melindungi seorang pemuda sekte pinggiran yang berpakaian compang-camping? Kecemburuan mematikan langsung membakar kewarasannya.

​"Nona Suci Mu," Huangfu Yun berhenti sepuluh langkah dari mereka, membungkuk sopan pada Mu Qingxue sebelum menatap tajam ke arah Lin Xuan. "Kebaikan hati Anda untuk membalas budi memang patut dipuji. Namun... menyelamatkan nyawa seekor semut dan membiarkan semut itu berlindung di balik gaun indah Anda adalah dua hal yang berbeda."

​Huangfu Yun menunjuk Lin Xuan dengan kipas lipat emasnya.

​"Kau. Lin Xuan, benar? Membantai sesama murid di belakang layar, lalu bersembunyi di punggung seorang wanita ketika ketahuan. Apakah ini ajaran jalan pedang dari Sekte Pedang Bintang? Jika kau benar-benar seorang kultivator pria, berdirilah di atas kakimu sendiri!"

​Kata-kata Huangfu Yun bagaikan pedang tak kasat mata yang mencoba menghancurkan mental Lin Xuan sekaligus mempermalukan Sekte Pedang Bintang di depan para tamu. Beberapa murid yang iri dengan kedekatan Lin Xuan dan Mu Qingxue mulai berbisik-bisik menyetujui.

​Mu Qingxue mengerutkan kening. Hawa dingin kembali menguar dari tubuhnya. "Huangfu Yun, jaga mulutmu! Dia membunuh monster Setengah Langkah Inti Emas di—"

​Tiba-tiba, sebuah tangan yang hangat dan kokoh menyentuh lembut bahu Mu Qingxue.

​Gadis itu terperanjat. Seluruh tubuhnya menegang. Sebagai Nona Suci, pria mana pun yang berani menyentuhnya biasanya akan langsung kehilangan tangannya. Namun, sentuhan ini familiar, membawa kehangatan ganjil yang sama seperti malam di lembah itu.

​"Cukup, Nona Mu," suara Lin Xuan terdengar tenang tepat di belakang telinganya, membuat jantung Mu Qingxue berdetak satu ketukan lebih cepat. "Terima kasih atas niat baikmu. Tapi jika aku membiarkan wanita sepertimu menghalangi anjing yang menggonggong padaku, pedangku akan menertawakanku seumur hidup."

​Lin Xuan melangkah maju, melewati Mu Qingxue, dan berdiri berhadapan langsung dengan Huangfu Yun.

​Jarak mereka kini hanya lima langkah. Aura Inti Emas tingkat 2 dari Putra Mahkota itu mencoba menekan Lin Xuan bagaikan gunung baja, namun Lin Xuan—yang baru saja menyerap esensi Kera Iblis Darah—berdiri tegak tanpa berkedip. Tubuh Tulang Besi Kulit Giok-nya bahkan tidak mengeluarkan setetes keringat pun.

​"Kau memanggilku semut yang bersembunyi di balik rok?" Lin Xuan memiringkan kepalanya, matanya yang kelabu menatap Huangfu Yun layaknya menatap orang mati. "Putra Mahkota Huangfu, sejak lahir kau disuapi pil spiritual oleh kaisarmu, dilatih oleh puluhan jenderal, dan memakai artefak tingkat tinggi. Kau bangga menindas kultivator Pembentukan Fondasi dengan kultivasi Inti Emas-mu?"

​"Lalu kenapa?" Huangfu Yun mendengus arogan. "Sumber daya adalah bagian dari kekuatan! Jika kau tidak terima, salahkan takdirmu yang terlahir miskin!"

​"Aku tidak menyalahkan takdir," Lin Xuan tersenyum menyeringai, senyum yang sama saat ia mencabut setengah Inti Emas dari dada monster di lembah. "Aku hanya sedang berpikir... jika seekor semut miskin ini mematahkan tulang naga emasku dengan satu ayunan pedang, seberapa keras kau akan menangis di depan ayahmu?"

​Seketika, alun-alun meledak dalam kekacauan.

"Gila! Dia menantang Putra Mahkota Kekaisaran Naga Azure!"

"Bocah ini benar-benar tidak tahu huruf 'Mati' itu ditulis bagaimana!"

​Wajah Huangfu Yun memerah padam. Urat-urat di dahinya menonjol. "KAU MENCARI KEMATIAN!"

​Huangfu Yun tidak peduli lagi dengan status tamunya. Ia menghentakkan kaki kanannya, dan lantai giok alun-alun seketika retak membentuk pola jaring laba-laba. Seekor naga emas ilusi yang terbuat dari Qi murni melingkari lengan kanannya, memancarkan raungan naga yang memekakkan telinga.

​"Seni Tinju Naga Kerajaan: Penghancur Langit!"

​Huangfu Yun melesat maju, mengayunkan tinju kanannya tepat ke arah dada Lin Xuan. Kekuatan dari tinju Inti Emas tingkat 2 ini cukup untuk meratakan sebuah gunung kecil. Udara di sekitarnya terbakar oleh gesekan Qi ekstrem.

​"Lin Xuan, awas!" jerit Mu Qingxue tanpa sadar, melangkah maju bersiap memanggil perisai esnya.

​Namun Lin Xuan tidak mundur sehelai rambut pun.

​Di dalam Dantiannya, Sang Demon Venerable tertawa buas. "Bocah, ajari anak manja ini apa arti sesungguhnya dari kehancuran absolut!"

​Lin Xuan mengangkat tangan kanannya. Lempengan besi raksasa berkarat di bahunya—Pedang Pembelah Kekacauan—berayun turun dengan kecepatan yang jauh melampaui logika bentuknya yang besar dan tumpul.

​Seratus ribu kati beban murni.

Dua puluh ribu kati kekuatan fisik Tulang Besi Kulit Giok.

Dan aliran Qi Kekacauan dari Pembentukan Fondasi tingkat 6 yang padatnya melampaui Qi fana!

​Tidak ada teknik. Tidak ada ilusi naga yang megah. Hanya ayunan murni ke bawah yang merobek kekosongan!

​WUUUUUSSSSHHHHH!

​BBOOOOOOOOOOOOMMM!

​Saat lempengan besi raksasa itu berbenturan dengan ilusi naga emas Huangfu Yun, gelombang suara yang dihasilkan membuat puluhan murid di sekitar alun-alun memuntahkan darah dan pingsan. Angin puyuh raksasa meledak, menghancurkan ratusan meja perjamuan menjadi debu berkeping-keping.

​Waktu seolah melambat.

​Mata Huangfu Yun yang dipenuhi kesombongan tiba-tiba melebar dipenuhi kengerian mutlak. Ia merasakan tinjunya seolah baru saja menghantam bintang jatuh yang terbuat dari besi kosmik murni! Ilusi naga emas kebanggaan kekaisarannya hancur berkeping-keping dalam sepersepuluh detik!

​KRAAAAK!

​Suara tulang yang patah terdengar sangat jelas di tengah hiruk-pikuk badai.

​"AARRRGGGHHH!"

​Tubuh Huangfu Yun terpental ke belakang dengan kecepatan meriam. Ia meluncur sejauh lima puluh meter, menghancurkan pilar giok raksasa di pinggir alun-alun sebelum akhirnya berhenti. Lengan kanannya yang tadi digunakan untuk meninju kini terkulai lemas dengan tulang menembus kulit sutranya, berlumuran darah segar.

​Asap debu perlahan menipis di tengah alun-alun.

​Lin Xuan masih berdiri di titik yang sama. Kaki kanannya sedikit tergeser ke belakang, meninggalkan parit sedalam sepuluh sentimeter di lantai pualam yang diklaim tak bisa dihancurkan. Namun punggungnya tetap lurus, dan napasnya tenang.

​Ia mengangkat Pedang Pembelah Kekacauan dan menancapkannya ke tanah dengan santai.

​DUAARR. Seluruh Puncak Utama bergetar.

​Lin Xuan menatap ke arah Huangfu Yun yang sedang memuntahkan darah di reruntuhan pilar, lalu menoleh ke arah Pemimpin Sekte dan tamu-tamu VIP yang kini berdiri mematung dengan rahang nyaris jatuh ke lantai.

​Pemuda di Tahap Pembentukan Fondasi tingkat 6... baru saja mengalahkan jenius Inti Emas tingkat 2 dalam satu bentrokan kekuatan frontal?! Mitos kultivasi di Benua Azure baru saja dijungkirbalikkan di depan mata mereka!

​"Tampaknya," suara Lin Xuan memecah keheningan absolut itu, menggema dengan nada bosan yang mendalam. "Naga sejati dari kekaisaran hanya setangguh cacing tanah yang diberi cat emas."

​Lin Xuan menoleh ke arah Mu Qingxue, yang kini menatapnya dengan pupil ungu yang bergetar. Sebuah senyum tipis yang tulus mengembang di sudut bibir Lin Xuan.

​"Nona Mu, aku sangat berterima kasih atas niatmu. Tapi seperti yang kau lihat..." Lin Xuan menepuk gagang pedang raksasanya, "...pedangku jauh lebih suka menyelesaikan masalahnya sendiri."

​Di sudut alun-alun yang sepi, Feng Wuchen menenggak sisa arak di labunya hingga tetes terakhir. Pria tua itu tertawa parau, matanya menyipit penuh antisipasi.

1
Nanik S
Pasti Lin Feng
Nanik S
Dibalik kesulitan pasti ada kemudahan
Nanik S
Mantap sekali tampar giginya rontok
Nanik S
Hadir semoga menjadi cerita yang bagus
hahaahaha
Luar biasa
Fatur Fatur
cepat bantai jendral long teng dengan cara paling kejam thor ambil semua sumber dayanya
Fatur Fatur
cepat bantai chukang beserta keluarga dan leluhurnya thor serap semua kultivasi mereka untuk ranah kultivasi mcnya naik
Hendri Doenan
Hancuuuuuuurkaaaaaaaaan..
Aji Note
bagus
dan kalau bisa update nya jangan lama lama
MelodyStar
lagi 😆
Fatur Fatur
cepat bikin mcnya bantai kaisar itu dengan cara paling kejam bikin mcnya ambil alih Kekaisaran naga Azure thor bikin kaisar itu mengutuk putranya karena berani mengusik mcnya
Fatur Fatur
cepat bantai Kekaisaran naga Azure thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!