NovelToon NovelToon
Mendadak Jadi Ibu Tiri Putra CEO Lumpuh

Mendadak Jadi Ibu Tiri Putra CEO Lumpuh

Status: tamat
Genre:Menikah Karena Anak / Ibu Tiri / CEO / Orang Disabilitas / Ibu Pengganti / Tamat
Popularitas:3.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Aisyah Alfatih

Kinara, seorang gadis berusia 24 tahun, baru saja kehilangan segalanya, rumah, keluarga, dan masa depan yang ia impikan. Diusir ibu tiri setelah ayahnya meninggal, Kinara terpaksa tinggal di panti asuhan sampai akhirnya ia harus pergi karena usia. Tanpa tempat tujuan dan tanpa keluarga, ia hanya berharap bisa menemukan kontrakan kecil untuk memulai hidup baru. Namun takdir memberinya kejutan paling tak terduga.

Di sebuah perumahan elit, Kinara tanpa sengaja menolong seorang bocah yang sedang dibully. Bocah itu menangis histeris, tiba-tiba memanggilnya “Mommy”, dan menuduhnya hendak membuangnya, hingga warga sekitar salah paham dan menekan Kinara untuk mengakui sang anak. Terpojok, Kinara terpaksa menyetujui permintaan bocah itu, Aska, putra satu-satunya dari seorang CEO muda ternama, Arman Pramudya.

Akankah, Kinara setuju dengan permainan Aksa menjadikannya ibu tiri atau Kinara akan menolak?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 10

Aksa melangkah pelan mendekati kursi roda itu. Setiap langkah terasa berat, seolah ia takut jika terlalu dekat, semuanya akan berubah jadi mimpi.

“Daddy…” suaranya kecil, hampir tak terdengar. Arman menoleh, tatapan mereka bertemu. Arman melihat sesuatu di mata putranya yang belum pernah ia lihat sebelumnya, bukan kenakalan, bukan pembangkangan. Melainkan ketakutan ditinggalkan.

“Daddy marah sama Aksa?” tanya Aksa lirih.

Arman terdiam, Aksa menunduk cepat. “Aksa cuma … cuma nggak mau Daddy dihina. Mereka bilang Daddy cacat…” suaranya patah. “Aksa marah…”

Dia mengusap matanya dengan punggung tangan, kasar, seperti ingin menghapus air mata sebelum terlihat siapa pun.

“Tapi Aksa jahat ya…” bisiknya. “Daddy pasti benci Aksa lagi.”

Ruangan terasa terlalu sunyi, Kinara menahan napas. Arman menatap anaknya lama. Terlalu lama. Ada sesuatu yang mencengkeram dadanya, perasaan asing yang selama ini ia kubur dalam-dalam.

Arman mengulurkan tangannya. Tangan besar itu berhenti di udara sejenak, ragu lalu akhirnya menyentuh kepala Aksa. Sentuhan itu kaku dan terasa begitu canggung.

“Tidak,” ucap Arman, suaranya rendah dan berat. “Daddy tidak membenci kamu.”

Aksa terkejut, matanya membelalak. “Ben … beneran?”

Arman menelan ludah.

“Daddy hanya … marah karena kamu melindungi Daddy.”

Aksa terisak kecil, tubuhnya gemetar, lalu tanpa sadar ia memeluk lengan Arman erat-erat.

“Daddy…” suaranya pecah. “Aksa takut Daddy nggak mau Aksa lagi.”

Untuk sesaat, Arman menutup mata. Lalu, dengan gerakan pelan namun tegas, ia menarik Aksa lebih dekat ke dadanya, sebuah pelukan canggung, singkat, tapi cukup untuk membuat dunia kecil Aksa runtuh dan tersusun kembali.

Kinara memalingkan wajah, matanya basah. Dia tahu ada seorang ayah yang baru saja belajar bagaimana cara mencintai lagi.

Beberapa detik setelah keputusan itu dijatuhkan, pria tersebut seperti kehilangan seluruh kekuatannya. Ia melangkah goyah, lalu, tanpa peduli pandangan siapa pun berlutut tepat di depan kursi roda Arman.

“Tuan … Tuan Arman, tolong,” suaranya pecah. “Saya mohon … beri saya satu kesempatan lagi. Saya punya keluarga. Saya punya anak…”

Tangannya gemetar menopang lantai. Kinara menatapnya tanpa simpati sedikit pun. Sudut bibirnya terangkat tipis dan sangat dingin.

“Kamu tahu?” ucapnya tajam. “Sekarang kamu bahkan lebih rendah dari kata hinaan yang kamu ucapkan ke anakku tadi.”

Pria itu mendongak, matanya merah. “Nyo … Nyonya…”

Ia merangkak setapak, lalu refleks mengulurkan tangan, berusaha meraih tangan Kinara.

“Mohon … saya salah. Tolong bantu saya...”

"Menjauh dari istri saya!" Suara Arman menggelegar, semua orang tersentak. Bahkan, Rudi membeku dan para guru terdiam. Kepala sekolah menutup mulutnya kaget. Tak satu pun dari mereka pernah mendengar suara itu, suara Arman yang benar-benar marah. Tatapan Arman tajam, dingin, penuh peringatan. Tangannya mencengkeram sandaran kursi roda kuat-kuat.

“Jangan pernah,” lanjut Arman dengan suara bergetar menahan amarah, “menyentuh Kinara.”

Pria itu langsung mundur tergopoh, wajahnya pucat pasi. Arman menghela napas panjang, lalu suaranya turun, dan sedikit tenang, tetapi mematikan.

“Kita pulang.” Singkatnya.

Kinara menoleh padanya, untuk sesaat, amarah di matanya luruh dan dia mengangguk. Ia menggenggam tangan Aksa erat. Anak itu membalas genggaman itu, seolah takut melepaskannya.

Arman menoleh ke Rudi. “Urus sisanya.”

“Baik, Tuan,” jawab Rudi cepat, masih terkejut.

Tanpa menoleh lagi, Kinara berdiri di belakang kursi roda Arman dan mulai mendorongnya keluar ruangan. Setiap langkah terasa berat, penuh gema peristiwa barusan. Saat mereka keluar menuju mobil, Kinara bisa merasakan sesuatu yang berbeda.

Pria yang ada di kursi roda mendadak mulai peduli dan Kinara merasakan sesuatu di dalam dadanya terasa hangat.

'Apa yang ku lakukan? Jangan sampai gadis ini berpikir macam-macam,'

1
Lily Formosa Lily
dasar gilo
Lies Atikah
ah jadi geuleuh ka si Arman kayanya dia menik mati juga bukti nya sama2 telan jank pura2 nyesel tapi gak marah sama si jalang nya . gak ada nelakukan apa2
Lies Atikah
si Arman juga menikmati bukti nya di pegang dan di peluk kamu diam dsar tikus got
Sri Peni
cerita yg bagus , logika ada itu yg paling aq suka
Ummee
cobaan apa lagi?
Lies Atikah
semoga Arman dan Kinara lebih peka dan pintar menghadapi si gatel mira dan si bodoh bagas yang mau aja di bohongi dasar laki pecundang otak udang
Lies Atikah
itu kan bukan kesalahan Arman dia hanya berusaha menyelamat kan diri kenapa si kinara benci sama Arman jangan bodoh mikir yang waras jangan bedegong yang jahat nya siapa yang di benci nya siapa . jelas2 si widia pakta nya ah au ah jadi geuleuh
Lies Atikah
mak lampir baru nyadar lantas selama ini kemana saja euyyyy
Sri Afrilinda
🤣🤣🤣🤣
Dinatha
menurutku malah Kinara egois..
bukankah Rudi sudah jelaskan detail termasuk alasan suaminya menempuh jalur itu.
tidak memberi tau bukan berarti khianat atau apapun..
ada yg harus diberi tau dan ada yg tidak dengan alasan kebaikan. apalagi wanita hamil.
Pengaruh kehamilan... it's oke.
jutaan wanita hamil di dunia ini. mereka bisa negatif thinking, egois juga..
tapi semua itu kalah dengan akal bersih...
kehamilan hanya merubah mood tapi tidak mengakibatkan kebodohan..
sebaiknya ini menjadi pemahaman dan pembelajaran..
terutama yg muslim.. makanya Islam menganjurkan wanita hamil memperbanyak ibadah.. terutama baca Al-Qur'an
Dinatha
iya sihh..
Author tegaan.. sakit mental kok di borgol.. tega banget 😔
di pasung aja Napa?🫣🫣🫣😁
Dinatha
Dan karena pertemuan pandangan itu mereka jatuh cinta.
cerita Tamat..
ehhh.. kabur ah.. sebelum author ngamuk 🏃🏃🏃🏃🫣🫣😁
Dinatha: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Dinatha
Jangan jangan Amira bukan keponakan..
tapi anak kandung sendiri Atika sebelum menikah dengan papa Rome🫣🫣😁😁
mungkin lhooo 😁😁..
jangan dihujat... kirim saya THR saja 🤣
Sri Peni
wl hny cerita tp logika hrs tetep ada. contoh kl settingnya seklh TK guru hrs tetep ada di ruang. sehngga tdk terjd cerita yg msk akal🙏
Dinatha
Ahhh...
seandainya Keahlian Rudi bisa berlaku di polisi Kanoha 🤣
Dinatha
mungkin Pelampung lebih cocok Thor..
atau sekoci tempat dia bertahan hidup..
kalau jangkar kan emang untuk ditenggelamkan..
maaf jika salah 🙏
mimief
dasar ibu ga punya hati nurani
ngorbanin calon anaknya karena ambisi dan drama ga mutu 🥹🥹
Dinatha
Saran Thor
Sebaiknya lain x gunakan istilah "Ibu Sambung" itu lebih terdengar bersahabat dan menyentuh daripada Ibu Tiri, walaupun maknanya sama..
Dinatha: maafkan Thor.
bukan menggurui.. cuma saran
sukses selalu 🙏
total 2 replies
Lies Atikah
kaya nya Rome lebih baik dari pada si batu Arman yang munafik dan sombong
say't
aduh jngn2 istrinya sair ni si kartika nih 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!