NovelToon NovelToon
Maaf , Aku Pergi

Maaf , Aku Pergi

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mengubah Takdir / Romansa Fantasi
Popularitas:7.1k
Nilai: 5
Nama Author: Aliya sofya Putri

"Kak, hari ini jadikan pulang bareng?"
"Nggak bisa, Viona lagi sakit Gue harus segera bawah dia pulang."
"Kak, boleh nggak kerumah, Aku takut Kak."
"Imlie bisa nggak, nggak usah manja Gue lagi jagain Viona di rumah sakit. Lo sendiri dulu aja ya. Kan ada pembantu Sayang. Ingat! Jangan begadang ya."
"Hiks.. Aku juga sakit Kak. Tapi mengapa dia yang selalu menjadi prioritasmu."
Anak pembawa sial, Saya nyesal udah lahirin Kamu. Kenapa bukan Kamu saja yang mati hah?"
"Ck, anak sialan. Saya muak lihat Kamu."
"Mati aja sana Li, nggak guna juga. Papa sama Mama aja udah nggak anggap Lo anak."
"Mimpi apa Gue. Punya Adik berhati busuk kayak Lo."
"Aku memang gadis pembawa sial. Aku tidak pantas hidup. Tapi, tidak pantaskah Aku mendapatkan pelukan kasih sayang itu? Hahaha siapa juga yang akan memeluk gadis pembawa sial seperti Aku."
kisah ini tentang seorang gadis yang dengan ikhlas menerima segalah kebencian yang di berikan kepadanya. ingin tahu kelanjutannya yang penasaran bisa langsung baca🤭

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliya sofya Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18

Happy reading<<<<<<<<<

<

 

"Kode nih? Yasudah setelah lulus Gue halalin Lo deh." ujar Aryan.

"Kak, Aku serius tau." ujar Imlie.

"Apa sayang, mau di seriusin secepatnya, hmm?" goda Aryan

semakin gencar untung mereka berbicara dengan suara pelan. Kalau tidak sudah di pastikan banyak murid yang pingsan.

"AR." sedang asyik menggoda Imlie. Eh, suara campreng yang terdengar dari Viona langsung memasuki indra pendengaran dua kekasih itu.

"Ya. Udah ada lagi sih Ulat bulu." batin Imlie.

"Yaudah Gue ke kelas dulu.... Masuk gih." ujar Aryan dan Imlie mengangguk kemudian Aryan pergi menuju Viona dan merangkul gadis itu menuju kelasnya.

"Aryan brengsek. Bisa bisanya

Gue masih Cinta sama Pria itu." batin Imlie kesal. Dia tidak bisa berbuat apa apa karena rasa cinta tidak bisa dia kendaliin macam supir angkot yang mengendarai Angkotnya.

Mereka semua pun berlajar dengan serius. Sesekali Imlie bertanya pada sang Guru. Atau sang Guru melemparkan pertanyaan dan kabanyakan di balas oleh Imlie.

"Baik, pelajaran hari ini sampai di sini dulu.. Dan Kamu Imlie nanti ikut Saya ke kantor." ujar Ibu Intan si Guru matematika.

"Maaf Buk, apa Saya buat kesalah.....

"Tidak Imlie, Kepala sekolah ingin membicarakan sesuatu yang penting denga mu." ujar Buk Intan.

"Baik Buk." jawab Imlie.

"Segerah ya." ujar Buk Intan lagi dan Imlie mengangguk mengerti.

"Guys, nanti habis ini kan penjas. Ada praktek main Voli kan?" tanya Imlie pada sahabatnya.

"Sebentar.. EH, PARA MURID KELAS IPA I YANG CANTIK GANTENG GANTENG DAN IMUT IMUT. APAKAH SETELAH INI ADA PRAKTEK MAIN VOLI DI LAPANGAN?" tanya Yoyo berteriak.

"Astagfirullah.. Anjelinaa.. Lo

bisa nggak sih kagak usah teriak teriak macam orang hutan aja." kesal seorang Siswi.

"Terserah Gue dong." ujar Yoyo dengan gaya gemulainya.

"Dih."

"Dih, dih. Kagak usah jutek Lo sama Gue Julehaa.. Nanti jatuh cinta Lo sama Gue baru tau rasa. Ingat! Ya di saat itu terjadi Gue Anjelina kagak bakal terima cinta Lo.. Karena yang Gue mau cuman babang Asep." ujar Yoyo mengedipkan sebelah matanya pada Pria di samping gadis tadi yang berbicara. Ya, Yoyo suka mengganti ganti nama orang.

"Najisss Gue." ujar Pria itu.

"Jangan gitu babang ganteng.. Adek bakal setio kok." ujar Yoyo membuat kiss bay pada Pria itu membuat sang Pria bergidik ngeri.

Semua orang pun tertawa melihat itu.

"Hahahah.... Anjelinn stop deh Lo. Buat malu aja." tawa Emina.

"Hitung hitung ngumpul pahala buat kalian bahagia gini.. terutama babang Asep Aku itu." ujar Yoyo lagi.

"Hahahhaha."

"Oke, Lili.. Nanti Kamu pergi aja ya ke kantor guru. Nanti Emak

yang bakal izinin Kamu ke Pak Bondan." ujar Anjelina.

"Siap, makasih Emaaaak." jawab Imlie membuat mereka semua tertawa.

.

.

.

Imlie pun berjalan menuju ruang guru lebih tepatnya ruang kepala sekolah. Dia melewati depan kelasnya Aryan kelas IPA 2.. Karena belum ada guru yang masuk. Di depan kelas mereka terlihat ketiga temannya Aryan yang sedang

beryanyi di depan ada juga yang menjahili para gadis lebih tepatnya mereka di juluki para playboy. Yakni Ravel dan Mio.

"H... ADA BU BOSSS." ucap obop yang sedang memukul meja yang di jadikan tipa.

Aryan yang sedang mengusap kepala Viona yang bersandar di pundaknya langsung mengangkat kepalanya dengan tatapan bertanya.

"Eh, Gue pikir Bu Bos mau ke kelas Kita. Ternayata cuman numpang lewat." ujar Mio.

Aryan hanya diam di tempat dan kembali mengusap kepalanya Viona.

"Ck, brengsek banget nih Bos dan Viona tolol banget." batin Xavier menatap jengah Aryan dan Viona yang seperti sepasang kekasih.

Sedangkan di tempat Imlie kini dia sudah sampai di depan kantor kemudian mengetok pintunya.

"Assalamualaikum." salam Imlie setelah masuk ke dalam.

"Waalaikumsalam, Imlie sini masuk." ujar Bu Intan sudah berada di ruang kepala sekolah.

"Silahkan duduk Nak.." ujar Pak kepala sekolah.

"Terimakasih Pak." ujar Imlie

dan duduk berhadapan dengan Pak Kepala sekolah.

"Jadi, seperti ini Nak. Tahun akan di adakan lomba sains dan setiap sekolah memilih dua peserta. Jadi, Bapak minta kesiapan mu. Untuk mengikuti Lomba ini karena ini sangat bagus untuk sekolah kita jika kita bisa menang." ujar Pak Kepala Sekolah.

"Baik Pak, Insyaallah Saya akan belajar sebaik mungkin untuk bisa membanggakan sekolah ini Pak." ujar Imlie karena tahun kemarin dia juga memenangkan Lomba sains juga.

"Terimakasih Nak.. Buk Intan nanti tolong bimbing lagi Imlie ya dan juga Daffa anak IPA 3." ujar Pak kepala sekolah membuat Imlie terkejut.

"Jadi, tahun ini Saya dan Daffa yang mengikuti lomba itu Pak?" tanya Imlie.

"Ya Nak Imlie. Karena Daffa juga cukup mampu.. Yang penting kalian berdua saling support saja. Baik yakin kalian akan pulang dengan kemenangan." ujar Pak Kepala Sekolah.

"Oke, Buk Intan silahkan daftar nama mereka berdua." ujar Pak Kepala sekolah.

"Baik Pak.. Imlie Krafina dan

Daffa Abril." ujar Buk Intan. Ya, memang tidak ada yang tau bahwa Imlie bermarga Candrawinata yang mereka tau Imlie adalah gadis dari keluarga sederhana yang mendapatkan beasiswa.

Atas kemauan siapa lagi kalau bukan orang Tuanya Imlie, dan Jika nama Imlie di panggil maka yang pergi selalu Bik Ajeng yang mereka tau adalah Ibunya Imlie.

Dreeet

"Halo, Pak tolong panggilkan Daffa ke ruangan Saya." Pak Kepala sekolah memilih untuk memanggil Daffa yang memang sejak kemarin sudah setuju.

Dan berakhirlah Daffa dan Imlie di ruangan kepala sekolah itu dan membahas lebih lanjut mengenai lomba olimpiade ini.

.

.

.

Karena tidak ada Guru di kelas IPA2 para Pria memilih untuk ke lapangan. Mereka berniat ingin bermain Voli tetapi karena kelas IPA1 sedang memakainya maka Aryan dan teman temannya memilih duduk di podium sambil melihat ke bawah.

"Loh, Bu Bos kagak ada ya?"

tanya Bobop.

"Ya, mungkin lagi ke kamar mandi atau kemana gitu." ujar Ravel sedangkan Aryan dan Xavier hanya diam menatap ke bawah.

"Kemana gadis Gue pergi." batin Aryan saat ingin membuka ponselnya untuk menelfon Imlie. Tapi......

"Eh, Itu Bu Bos.. Kok sama Daffa." ujar Mio menunjuk Imlie dan Daffa yang baru saja bergabung dengan teman temannya.

"Imlie, Kamu bergabung dengan tim Wardah." ujar Pak Bondan.

"Yasudah Li. Gue balik ke kelas dulu ya." ujar Daffa mengangkat tangannya Imlie pun paham dan mereka bertos. Saat Daffa ingin pergi Imlie memanggilnya dan berlari kecil ke arah Daffa.

"Topi Lo masih ada di Gue tuh. Nanti Gue kasih ya." ujar Imlie dan Daffa mengangguk.

"Semangat prakteknya Li." ujar Daffa mengusap kepala Imlie.

"Sialan." desis Aryan yang sejak tadi memperhatikan interaksi keduanya.

"Sabar bro.. Dia lagi mau praktek nanti dulu setelah praktek biar ngomong baik baik." tahan

Xavier yang ingin menuju Daffa dan Imlie.

Imlie pun dengan cepat kembali ke timnya, yaitu Tim Wardah yang sedang pemanasan.

"Yaaa.. Pak, Kok kedua bestie Aku di pisah sih sama Aku Pak..kan nggak adil." ujar Emina.

"Nggak usah protes bedak Emina. Cepat pemanasan dan kalian mulai." ujar Pak Bondan dan mereka tertawa.

"Eh, Pak.. Bisa Saya ganti baju sebentar?" tanya Imlie.

"Baiklah!! Cepat Imlie. Saya hitung sampai seratus." ujar Pak

Bondan dan dengan cepat Imlie berlari. Dan di hitungan ke Lima puluh Imlie kembali datang..

"Woy!! Lo ganti baju ala gimana? Cepat banget." ujar salah seorang Siswi.

"Gue pake magic. Heheheh." canda Imlie.

Saat ini Imlie memakai baju basket warna oren khusus cewek. Baju lengan setengah pendek sebatas siku dan celana pendek di bawah lutut. Tapi, Imlie lupa mengikat rambutnya.

"Li, nih ikat rambut Lo. Biar kagak gerah. Dan ini juga tali untuk di ikat di kepala. Biar Tim kita

tambah menyala." ujar Wardah Imlie mengambilnya dan mengikat rambutnya.

Sedangkan Aryan yang sejak tadi terpesona dengan penampilan Imlie malah di buat salfok dengan Imlie yang ingin mengikat rambutnya.

"kagak usah protes Bro.. Itu untuk sementara doang." ujar Xavier menghentikan Aryan yang ingin protes.

Imlie nampak keren dengan wajah cantik nan imutnya dengan fashion yang seperti Cowok ini. Membuat teman teman Cowok sekelasnya malah tatapan mereka

tak beralih dari Imlie.

"Iih tim kalian keren banget... Kagak bisa Gue harus membuat tim lebih keren dengan mengalahkan pertandingan ini." ujar Emina.

"Semangat guys." teriak Emina.

"Semangaaat." jawab Rimnya Emina.

"Lebih kerass." teriak Emina lagi.

"Semangatttt." teriak mereka menyahuti.

"Kita lihat aja Girl." ujar Imlie menampilkan senyum devil yang nampak berbeda.

Menampilkan aura badannya membuat para Pria melongoh.

"WOY!! SI IMLIE CAKEEP BENER." teriak para Cowok yang melihat senyuman Imlie.

"Senyuman devilnya itu loh. Lebih keren dari pada senyuman Gue." teriak seorang Pria yang di soraki teman temannya. Membuat Aryan ingin selaih membuat para Pria itu masuk rumah sakit. Untung dia masih bersabar.

Pruuuullll

Pak Bondan mulai memberikan aba ba.

Dan dengan cepat merek bergerak. Wardah dan Emina berada di tengah tengah dengan Wardah memegang bolanya.

"Kali ini nggak ada yang namanya sahabat ya Cantik." ujar Emina.

"Baiklah!! Mari kita lihat." ujar Wardah mereka sok sokan serius. Sebagai awalan Wardah langsung melempar bola itu ke atas. Dan dengan Cepat Wardah menangkapnya.

"Imlie." ujar Wardah dan memberikan bola itu pada Imlie yang dekat dengannya. Kemudian Imlie langsung memainkan Bola itu dengan lihai nan keren kadang

mengoper ke Wardah lagi ke teman temannya kemudian terkahiiirr....

Bugh

"Huuuu... Tim kita menang woy." teriak para timnya Imlie karena sejak tadi mereka sudah mencetak banyak. Dan ini yang terakhir kemenangan mereka.

"Baik kalian sangat keren Tim wardah. Dan Tim Emina pun juga jago, kalian berhasil mencetak 10 poin. Dan itu juga sangat bagus untuk nilai kalian. Terutama Imlie sangat lihai sekali dalam main basket apa sebelumnya pernah ikut kursus basket?" ujar Pak Bondan.

"Tidak pernah Pak, tapi

sesekalih main basket aja di rumah." ujar Imlie dan Pak Bondan mengangguk.

Imlie dan teman temannya pun memilih beristirahat sembari menonton giliran para Cowok yang bermain Basket.

"Allahuakbar." kaget Imlie karena tiba tiba sebuah benda dingin di tempelkan di pipinya yang panas nan memerah.

"Kak, bikin kaget aja tau nggak." kesal Imlie.

"Minum." ujar Aryan tanpa menghiraukan kekesalan Imlie.

"Makasih Kak." jawab Imlie dan

meminum air mineral yang di berikan Aryan itu.

"Gue mau ngomong." ujar Aryan akhirnya.

"Emangnya penting banget ya Kak? Nggak bisa di undur dulu? Aku masih capek Kak." keluh Imlie.

"Jalan sendiri atau di gendong, hmm?" ujar Aryan santai.

"Ehh.. Enak aja. Ini di tempat umum Kak, jaga sikap." ujar Imlie malu.

"Cieee." ujar Emina dan Yoyo.

"Kalau Gue jadi Imlie sihn tanpa di minta pun Gue mah gas aja langsung meluk Aryan." bisik

teman teman sekelasnya Imlie.

"Yasudah!! Guys Gue ke sana dulu ya.. Nanti ketemu di kelas aja." ujar Imlie.

Imlie pun berjalan mengikuti Aryan dan mereka sampai di sebuah kursi taman.

"Ada apa?" tanya Imlie.

"Duduk dulu." perintah Aryan.

"Tadi sama Si Dadar kemana aja?" tanya Aryan membuat Imlie heran.

"Hah? Dadar? Maksudnya telur dadar? Mana ada telur dadar bisa jalan?" tanya Imlie bingung.

"Makanya dengar dulu jangan main nyerocos kaya rel kereta." ujar Aryan mencubit pipi Imlie.

"Yaudah, terus maksudnya apa? Cepat Aku jadi penas......

"Nyerocos terus Gue cium Lo sama nggak bisa nafas." ancam Aryan karena Imlie nyerocos mulu dari tadi. Imlie yang mendengar itu langsung terdiam dan mengangguk membuat Aryan gemes sendiri.

"Si Daffa." ujar Aryan singkat.

"Daffa? Daffa kenapa?" tanya Imlie kesel karena Aryan kalau ngomong suka sinkat.

"Dari mana?"

"Maksudnya gimana sih Kak. Ngomongnya yang panjangin dikit kok. Kagak ada pajak buat yang ngomongnya terlalu banyak." kesal Imlie sendiri.

"Lo sama Daffa dari mana tadi?" tanya Aryan dan Imlie langsung terkekeh kecil.

"Daffa, jadi Kaka manggil Daffa jadi Dadar? Kak, namanya bagus jangan di ubah ubah." ujar Imlie dan Aryan menatapnya tajam.

"Berani lagi Lo muji dia, Gue patahin lehernya." ujar Aryan.

"Iya, iyaaa. Sorry." jawab Imlie.

"Jadi, tadi Aku sama Daffa dari

ruang kepala sekolah.......

"Buat apa?"

"Ck, jangan di potong Kak. Nanti Aku jelasin." kesal Imlie.

"Buat ikut lomba olimpiade, nah, dan Aku sama Daffa yang wakili sekolah Merdeka bangsa." jawab Imlie.

"Oke, tapi ingat! Jangan terlalu dekat." ujar Aryan.

"Kalau Aku minta Kakak sama Viona jangan terlalu dekat. Boleh nggak?" tanya Imlie.

"Nggak, Gue nggak boleh jauh dari dia." jawab Aryan santai membuat tangan Imlie mengepal.

"Yasudah, kalau gitu Aku ke kelas dulu." ujar Imlie kesel dan berdiri dari tempat duduknya.

"Oke, hati hati ya.." jawab Aryan tapi Imlie tidak membalasnya.

"Ck, nggik bili jiuh diri dii.. Alay banget sih. Emang kalau ngejauh Si Viona bakal isdet?" batin Imlie.

1
Indah Puspia Sari
peran cewek terlalu bodoh kak,
Sari Nilam
mmg ada ya ibu kandung sejahat itu? kk2 dan ayahnya juga ?lha mendingan imlie ade kandungnya abian aja. sedihlah duanggap pemawa sial
Padang Lua
kapan ubdatenya
Aliya sofya Putri: sabar ya kak aku masih nyelesain novel aku yang berjudul Antara cinta atau balas dendam
total 1 replies
Aliya sofya Putri
maaf ya kak kalau novelnya kurang memuaskan
falea sezi
novel pret
falea sezi
novel jelek
falea sezi
novel apaanmenye menye gini
falea sezi
kabur jauhh anjing
falea sezi
pergi jauh oon
falea sezi
cwek lemah menye menye
falea sezi
pergi jauh imli trs cari krja gpp susah asal bahagia bebas dr manusia toxic
Thuty Natasya
seperti gk asing ceritanya🤭
Adek Denu
upp dong thor😍
Aliya sofya Putri: oke tapi jangan lupa like ya🙏🙏
total 1 replies
Nadia Ulfani
karakter ceweknya terlalu menye menye, gasuka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!