Bayangkan di sebuah kehidupan indah Bumi, terdapat teror yang di rahasiakan pemerintah semua umat manusia. Teror Iblis, siluman, dan Kaiju.
Umat manusia yang memiliki kekuatan khusus disebut Exorcist mampu melawan 3 musuh besar umat manusia. Tapi umat manusia tidak bisa selamanya menang atau di bilang selalu kalah.
Kekuatan Iblis jauh lebih kuat dari pada Exorcist disebabkan kasta Level, sehingga umat manusia hanya bisa menutupi kekalahan dari teror mengerikan.
Akan tetapi itu tidak selamanya, karena Reyhan seorang siswa SMA biasa di Jakarta mendapatkan sebuah Sistem Pembunuh Iblis. Tugas Sistem itu memberi Reyhan sebuah misi dan kekuatan untuk mengalahkan Iblis-iblis lawan manusia.
Akan tetapi saat Reyhan melangkah lebih jauh sebagai Exorcist, Reyhan semakin tahu bahwa kekuatannya bukan apa-apa untuk Iblis atau Exorcist lainnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kacarealitas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
12. Ikut Campurnya Organisasi
Beberapa jam yang lalu sebelum perang di mulai....
Tepat pada jam 11 malam 50 Exorcist berjubah merah dari organsiasi Exorcist Eropa Utara datang.
50 orang ini termasuk Zahra yang paling Elite di antara pemula di pimpin oleh Zeke. Tapi misi ini lebih ke arah banyak melibatkan Exorcist senior.
Ular uang bersemayam di ruang guru menbuka matanya karena tak senang datangnya tamu tak di undang.
Ular Crystal merah itu bergerak melata di atas atap sekolah lalu memadatkan energinya dan energi alam agar tercipta tubuh fisiknya.
"Sah!" Desisnya keras pada semua orang yang datang.
Zeke menyipitkan matanya, tangan kanannya terangkat ke atas. "20 Exorcist siapkan mantra Rantai jiwa!"
"Baik!" 20 orang segera berbaris rapi lalu melempar kertas berisi simbol lalu dari kertas itu keluarlah 20 rantai besar menjerat ular itu.
"Sring!"
"Sah!" Ular Crystal merah membanting tubuhnya dengan keras namun rantai itu tidak bisa lepas semudah itu.
Zeke menyeirngai. "Ini saatnya! Kita serang bersama-sama!" Raunt Zeke dengan tangan memegang pisau angin.
"Sapuan angin!" Zeke menyerang duluan dengan sapuan angin membuat tornado angin yang di dalamnya berisi hal-hal tajam.
Zahra berlari cepat dengan tombak apinya. "Kuda api!" Panggil Zahra lalu naik ke atas kuda dan memacu. "Domain api!" Teriak Zahra.
Wush!, sekolah itu terkena api ganas Zahra tapi api itu hanya membakar target Zahra saja.
Zahra tersenyum tipis melihat ular itu seperti panik. "Lautan api!" Zahra menghantam tubuh ular dengan ombak api dari domain.
Tidak hanya serangan Zeke dan Zahra, tapi serangan senior-senior lainnya membuahkan hasil.
Namun ular Crystal merah adalah ular iblis level 10 dan raksasa. Tentu saja dia tidak akan kalah semudah itu.
"Sah!" Ular itu sekali lagi berteriak hingga menyebabkan gelombang suara yang menganggu.
Namun itu tak bertahan lama, sampai suara itu berhenti dan mata di dahi Ular itu terbuka.
Zeke merasakan firasat buruk melihat mata merah dan tajam dari ular itu.
.....
Akan tetapi, raungan ular Crystal merah itu bukanlah sekedar ruangan. Di penjara Jakarta Timur. Devan yang tidur terbangun karena di panggil.
Mata di dahi Devan muncul seperti mata di dahi Ular Crystal merah. Devan merobek ruang di depannya membentuk gate lalu masuk.
"Lindungi tuan, buat dunia baru" ucapnya sebelum masuk.
...
Tidak hanya Devan saja, Lumine gadis tercantik di sekolah terkena racun Medusa sehingga Lumine bisa di bilang medusa itu sendiri.
Lumine mendesis kan lidahnya karena rauman ular Crystal merah terdengar. "Tuan butuh bantuan saya" Lumine masuk ke Gate untuk teleportasi.
Gate level 8 di ruang guru terbuka sempurna, aura iblis yang luar biasa kuat membuat iblis di sekitar berevolusi dan memasuki mode berserk.
Ular Crystal merah menggerakan sisik di kepalanya, menjulurkan lidah untuk mendesis serta mata merah untuk menunjukkan iblisnya sekarang.
Zeke, Zahra dan Exorcist lainnya menatap sekitar dengan tak percaya. Ada banyak iblis level 5 ke atas, dan memasuki mode berserk.
Yang membuat Zahra terkejut bukan iblis tapi Devan, dan Lumine yang benar-benar siluman dan level mereka adalah level 7.
"Kalian berdua, aku tidak menyangka ini akan terjadi" desis Zahra.
Devan berdiri diam dengan tenang, ia hanya melihat dengan mata di dahinya sedangkan kedua matanya terpejam. "Aku tidak kenal kau, karena aku mengendalikan tubuh ini sekarang"
Zeke berdiri di depan Zahra lalu menatap tajam Ular Crystal merah itu. "Dia terus menetap di atap, aku merasakan firasat buruk"
Zahra mendongak ke atap, ular Crystal merah mendesis ke atas langit lalu hal aneh terjadi.
Gelombang aneh melahap sekolah ke Gate atau dunia lain dari sang ular itu.
Begitu semuanya masuk ke dalam wilayah nya, ular itu mendesis keras kepada mereka untuk memerintah menyerang.
"Haa!"
"Geh!"
"Hi!"
"Huhaaa!"
Ratusan iblis berbagai macam menyerang frontal, Devan dan Lumine di garis depan merobek setiap Exorcist di depannya.
Zeke mengepal erat tangannya di tengah pertempuran. "Jangan bercanda" gumam nya dengan gigi terkatup.
Zahra yang mendengar gumanan itu jadi sedikit khawatir, Zahra menebas satu iblis yang mendekat lalu memegang punggung Zeke.
"Senior, sekarang waktunya kita menyerang balik. Dan jangan menyerah sampai berakhir"
Zeke menoleh lalu mengangguk. "Terimakasih Zahra tapi aku benar-benar marah sekarang"
Zeke meluapkan energi angin di tubuhnya lalu melesat mengendari angin di sekitarnya dan meledakan setiap iblis dengan tornado atau sapuan angin.
Zahra tersenyum lalu menatap Devan yang membunuh satu Exorcist dengan meremas jantung mereka.
"Tidak akan kubiarkan!" Zahra berlari dan mendorong Devan mundur menjauh dari garis depan Exorcist.
Devan menaikan wajahnya lalu menendang paha Zahra. Zahra tersentak tapi dengan cepat, Zahra berguling ke belakang.
"Lautan api!" Zahra mengibas tombaknya dan lautan api rendah menerpa Devan. Zahra memanfaatkan itu untuk mundur dan menunggangi kuda api.
Devan melangkah maju seperti tak terluka saat terkena api Zahra. Zahra mendesisi tajam.
"Yah, sudah kuduga tapi aku tidak akan berhenti!" Zahra memajukan kudanya.
Devan menghindari serangan tombak Zahra, akan tetapi begitu Zahra kembali. Devan melakukan gerakan cepat dan memukul wajah Zahra dengan keras.
"Ahak!" Zahra menabrak iblis lain sampai tersungkur, kuda api, tombaknya, dan domain lenyap.
Devan berjalan dengan cepat untuk membunuh Zahra lebih cepat. Akan tetapi Zahra berdiri dengan cepat dan melakukan pertarungan adu tinju.
Akan tetapi bagaimana pun Devan jauh lebih kuat dan Zahra terpukul mundur saat dia di tendang ke depan.
Zeke melihat kondisi Zahra sudah tak sanggup lagi, dia juga melihat sekitar juga sudah tidak bisa berubah pun pasrah.
"Zahra!" Zeke masuk ke pertarungan dan menembakan tornado angin hingga Devan terbawa mundur sementara waktu.
"Zahra!" Zeke membantu Zahra berdiri, dia segera membawa ke belakang dimana 5 Exorcist ahli kartu berusaha membuka gate dengan paksa.
Sisanya kurang dari 20 orang bertahan semaksimal mungkin agar robekan terbuka.
Saat robekan terbuka, Zeke memegang bahu Zahra. "Zahra, dengar. Carilah bantuan, kami akan tunggu disini oke?"
Crash!, robekan pecah dan semuanya kembali ke dunia asli.
Zeke mendorong Zahra agar pergii, tapi Zahra melebarkan matanya melihat Devan dan Lumine menerobos garda pertahanan dan Zeke melawan sendirian.
"Senior Zeke!" Panggil Zahra dengan air mata, akan tetapi Ular Crystal merah memulihkan Gate-nya dan mereka kembali masuk ke dimensi nya.
Zahra memukul tanah dengan keras dan berteriak-teriak. "Sial sial sial! Aku! Ahh!"
Jedar!, petir keras berbunyi di langit dan Zahra teringat satu orang yang bisa membantunya. Itu adalah Reyhan.
....
Begitu Reyhan sampai dan Zeke turun bersama puluhan Exorcist yang selamat. Mata Zahra berkaca-kaca lalu memeluk Zeke dengan senang.
"Aku senang kau selamat senior Zeke, aku tidak mau kehilangan sosok seperti kakakku" isak Zahra.
Reyhan tercengang karena baru kali ini dia melihat sisi Zahra yang seperti ini.
Zeke tersenyum kecil lalu membelai rambut Zahra. "Sebenarnya aku dan lainnya bisa keluar karena bantuan dari seseorang"
"Bantuan?" Zahra melepas pelukannya lalu menoleh ke tatapan Zeke berada.
Seketika, mata Zahra terbelakak dan tidak percaya apa yang dia lihat. Reyhan juga menoleh lalu dia tersentak.
"Hei apa ini nyata? Ini bukan mimpi kan?!" Teriak Reyhan tapi hatinya berdebar-debar bersemangat.
Yang keduanya lihat adalah, Flower memakai jubah putih dan simbol matahari setengah warna emas yang indah.
Tidak hanya itu, Flower membawa banyak Exorcist sampai cukup untuk memenuhi setengah lapangan bola sekolah.
Flower tersenyum lalu melompat tinggi ke depan Reyhan. "Reyhan aku tak menyangka jika kamu seorang Exorcist juga"
Reyhan tersenyum canggung. "Y-ya ini..."
Zahra berdehem. "Flower kamu orang Organsiasi Exorcist Barat Selatan?"
Raut muka Flower jadi sedih dengan kepalanya tertunduk. Zeke menepuk punggung Zahra.
"Jangan seperti itu Zahra, dia telah menyelamatkan kita karena aku ada hubungan denganmu" tegas Zeke.
Zahra menghela nafas lalu mengangguk. "Baiklah, tapi senior apa ketua divisi 167 tidak memberi kita bantuan?"
Zeke menggeleng. "Aku kurang informasi jadi ketua tidak berniat berikan bantuan"
"Waw waw, coba lihat pria tua Paylor ada dua organsiasi berkumpul disini" Daniel memakai jubah hitam dengan logo setengah bulan berdiri warna emas.
Paylor menghela nafas panjang. "Baiklah Daniel terserah kamu"
Asuna menatap jubah mereka yang berbeda-beda seperti beda kubu. "Apa kalian teman atau lawan"
Flower dan Zahra saling pandang kemudian Flower menjelaskan semuanya pada Asuna dan Reyhan perbedaan organsiasi.
Tapi di tengah penjelasan, tanah bergetar dan sekolah mulai ambruk perlahan. Mata Daniel bergetar.
"Oi, kenapa bisa hancur?! Itu mahal!" Bentak Daniel dan menembakan pistol api.
Tapi peluru api Daniel di pegang sosok familiar baginya. Devan memegang peluru Daniel dengan santai.
Daniel terkejut anaknya di rasuki iblis. "Devan!"
Zahra menyeringai lalu menatap ke depan dimana ular Crystal merah sudah memasukkan semuanya ke domain. Iblis makin bertambah jadi lebih banyak karena ketertarikan energi Gate.
Michael datang dengan wujud manusia serigala yang besar. "Flower anak Daimen, semua siap"
Flower mengangguk lalu merentangkan tangannya ke depan. "Misi pemusnahan Gate level 8 dan ular Crystal merah level 10 di mulai!"
"Haa!" Teriak Exorcist dari organisasi berbeda tapi itu cukup untuk memberikan intimidasi.
Bahkan Reyhan merasa berbedar karena dia di garis depan.
"Untung saja aku bawa pedang petirku" Reyhan mengeluarkan pedangnya dan siluet petir dari bilahnya muncul.
Asuna memposisikan kedua tangannya seperti pegulat karena kekuatan Asuna yang di utamakan fisik.
Zahra memakai kuda api dan tombaknya, Flower naik dahan bunga mawar. Michael bersama Exorcist darah binatang lainnya di sayap kiri.
Zeke membawa Exorcist lainnya untuk dijadikan pendukung di belakang. Daniel dengan pistol apinya, dan Paylor dengan pisaunya.
"Serang!" Teriak Reyhan.
Lalu tanah bergetar, semuanya bergerak maju untuk menyerang.
Devan menunjuk ke depan, Iblis-iblis maju dan bentrokan awal di menangkan iblis namun para Exorcist akan menang jika bekerja sama.
Akan tetapi Devan, dan Lumine terlalu banyak membantai Exorcist di awal peperangan.
....