NovelToon NovelToon
Iman Yang Tak Terbeli

Iman Yang Tak Terbeli

Status: sedang berlangsung
Genre:Keluarga / Cintapertama / Cinta Murni
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Malolo

seorang gadis muslimah Shafira Azzahra 25 tahun yang taat, tinggal dengan orang tuanya dan seorang adik laki yang masih SMA. Ayahnya seorang tukang bersih di rumah Dave dan ibunya adalah ibu rumah tangga. Dave 30 tahun adalah CEO kaya raya, arogan dan antipati dengan wanita yang berhijab. Pertemuan mereka di perusahaan Dave yaitu Mahesa grup. Shafira adalah karyawan di perusahaan itu di divisi keuangan. Dave diminta untuk mencari istri tapi blm ada yang cocok. Orang tuanya selalu mendesak. Dave tidak terlalu paham agama nya meskipun dia adalah muslim. Karena jarang di ajarkan orng tuanya yang sibuk berbisnis. Dave datang di perusahaan itu untuk menggantikan ayahnya yang sdh ingin istirahat. Sebelumnya Dave memimpin perusahaan di luar negeri. Dave tidak suka melihat karyawannya yg berhijab. Menurut dia semua wanita sama hanya menyukai uang. Dia ingin Shafira menanggalkan hijabnya jika msh ingin bekerja di perusahaannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Malolo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 22. Jerat Rahasia Dua Dekade

Malam semakin larut, namun lampu-lampu di lantai teratas gedung Mahesa Group menyala terang, seolah-olah menjadi mercusuar di tengah badai yang sedang berkecamuk. Di dalam ruang rapat utama, suasana sangat dingin. Para pemegang saham senior duduk melingkari meja jati besar, sementara Bu Sarah berdiri di ujung ruangan dengan sebuah map berwarna merah di tangannya.

Pintu ganda ruangan itu terbuka dengan dentuman keras. Dave melangkah masuk, masih dengan kemeja yang sedikit kusut dan tanpa dasi—penampilan yang sangat tidak biasa bagi seorang pria yang hidupnya diatur oleh presisi.

"Tepat waktu, Dave," ujar Bu Sarah, suaranya mengandung racun yang dibungkus dengan nada tenang. "Kami baru saja akan memulai pemungutan suara untuk menentukan apakah kau masih layak memimpin perusahaan ini setelah semua kekacauan yang kau timbulkan demi putri seorang tukang kebun."

Dave menarik kursi dan duduk dengan tenang. "Kekacauan yang kau maksud adalah pengungkapan kebenaran, Ma? Jika itu alasannya, maka perusahaan ini memang butuh pemimpin yang lebih berani daripada pengecut yang bersembunyi di balik fitnah."

Salah satu komisaris senior berdehem. "Dave, ini bukan hanya soal skandal publik. Ibumu membawa bukti baru yang sangat mengkhawatirkan. Ini menyangkut integritas keluarga Mahesa dan Pak Rahman sendiri."

Bu Sarah melemparkan map merah itu ke hadapan Dave. "Buka, Dave. Lihatlah siapa sebenarnya pria tua yang kau puja-puji itu. Pak Rahman bukan sekadar korban kecelakaan yang malang. Dia adalah pria yang telah memeras ayahmu selama dua puluh tahun."

Dave membuka map tersebut. Di dalamnya terdapat salinan rekening bank selama dua dekade terakhir. Setiap bulan, ada aliran dana tetap dari rekening pribadi Pak Devan ke rekening Pak Rahman. Jumlahnya jauh melebihi gaji seorang tukang kebun.

"Ayahmu membayarnya untuk tutup mulut, Dave," lanjut Bu Sarah, matanya berkilat penuh kemenangan. "Dua puluh tahun yang lalu, Pak Rahman adalah pengawas gudang kita di Surabaya. Terjadi kecelakaan kerja yang menewaskan tiga orang karena kelalaian Pak Devan. Rahman mengetahuinya, dan alih-alih melapor, dia meminta 'tunjangan seumur hidup' dengan kedok menjadi tukang kebun agar bisa memantau kita. Shafira? Dia hanya alat baru untuk memastikan aliran uang itu tidak berhenti sekarang setelah ayahmu sakit."

Dunia di sekitar Dave seolah berputar. Ia menatap deretan angka di kertas itu. Logika bisnisnya mulai bekerja:

Jika Dana \ Pensiun > Gaji \ Standar, maka ada variabel tersembunyi.

Namun, hatinya menolak. Ia teringat sorot mata Pak Rahman yang teduh dan keteguhan iman Shafira. Apakah semua itu hanya akting yang dipoles dengan sangat rapi?

"Ini fitnah baru lagi, Ma?" tanya Dave, suaranya parau.

"Tanyakan pada ayahmu jika dia sudah bangun. Atau lebih baik lagi, tanyakan pada gadismu itu. Kenapa dia begitu gigih bertahan di sini meskipun dihina? Karena dia tahu Mahesa Group adalah 'tambang emas' keluarganya," desis Bu Sarah.

Di rumah sakit, Shafira duduk di samping ranjang ayahnya yang mulai sadar. Pak Rahman perlahan membuka mata, menatap putrinya dengan tatapan layu.

"Shafira..." bisik Pak Rahman.

"Iya, Yah. Shafira di sini," jawabnya lembut sembari menggenggam tangan ayahnya yang kasar.

"Tuan Devan... bagaimana kondisinya?" tanya Pak Rahman, sebuah pertanyaan yang terasa ganjil di tengah kondisinya yang kritis.

"Tuan Devan sedang beristirahat, Yah. Jangan pikirkan itu dulu."

Pak Rahman menggeleng lemah. "Ada sesuatu yang harus Ayah katakan. Rahasia yang Ayah simpan terlalu lama... tentang kenapa kita sebenarnya berada di rumah Mahesa. Ayah tidak ingin pergi dengan membawa beban ini."

Shafira terdiam. Perasaannya mendadak tidak enak. Sebelum Pak Rahman sempat melanjutkan, pintu kamar terbuka. Rio, asisten Dave, masuk dengan wajah tegang. Ia menatap Shafira dengan pandangan yang sulit diartikan.

"Nona Shafira, Pak Dave meminta Anda ke kantor pusat sekarang juga," ujar Rio.

"Ada apa, Rio? Ayah saya baru saja sadar," protes Shafira.

"Ini mendesak, Nona. Ini menyangkut masa depan Pak Dave... dan kehormatan Ayah Anda."

Kembali ke ruang rapat, Dave berdiri tegak menghadapi para komisaris. Ia tidak tampak seperti pria yang baru saja dikhianati; ia tampak seperti singa yang sedang terpojok namun siap menyerang.

"Jika benar Pak Rahman memeras Ayah, kenapa Ayah menempatkannya di posisi yang begitu dekat? Kenapa Ayah tidak memecatnya saja?" tanya Dave tajam.

"Karena ayahmu lemah!" bentak Bu Sarah. "Dia merasa bersalah. Tapi aku tidak. Aku akan mengakhiri parasit ini malam ini juga."

Tepat saat itu, Shafira melangkah masuk ke ruang rapat. Ia tampak kecil di hadapan para penguasa harta itu, namun ia berdiri dengan kepala tegak. Ia melihat Dave, dan untuk pertama kalinya, ia melihat keraguan di mata pria itu.

"Shafira," ujar Dave pelan. "Katakan padaku... apa kau tahu tentang uang bulanan yang dikirim ayahku ke rekening ayahmu selama dua puluh tahun?"

Shafira tertegun. Ia teringat kata-kata ayahnya di rumah sakit baru saja. Ia teringat bagaimana mereka selalu memiliki uang untuk biaya sekolahnya meskipun ayahnya hanya seorang tukang kebun.

"Saya... saya tidak tahu jumlah pastinya, Pak Dave. Ayah hanya bilang itu adalah 'tunjangan kesetiaan' dari Tuan Devan," jawab Shafira jujur, namun kejujurannya justru terdengar seperti pengakuan bagi para komisaris yang sudah curiga.

Bu Sarah tertawa. "Tunjangan kesetiaan? Sebut saja sesuai namanya: Uang Tutup Mulut."

Suasana semakin memanas. Para komisaris mulai berbisik, bersiap untuk memberikan suara pemecatan. Dave menatap Shafira, mencari setitik kebohongan di matanya. Di saat yang sama, ia harus memutuskan: menyelamatkan kursinya dengan mengorbankan Shafira dan ayahnya, atau kehilangan segalanya demi sebuah keyakinan yang mungkin saja salah.

1
Novita Sari
saudara kembar bersatu....
Meghawati: lanjut
total 1 replies
Novita Sari
semangat thor, tambah seru..
.
Meghawati: menegangkan
total 1 replies
Novita Sari
Alhamdulillah thor update banyak terimakasih thor n semangat 💪💪💪
Meghawati: selalu semangat
total 1 replies
Novita Sari
dave ada saudara, lanjut thor....
Meghawati: lanjut
total 1 replies
Novita Sari
lanjut thor...
Meghawati: lanjuuut
total 1 replies
Novita Sari
astaghfirullah bu sarah udah mau mati gak sadar sadar..
Meghawati: hahaha belum dapat hidayah
total 1 replies
Novita Sari
jangan liat dari masa lalu safira 😭😭😭😭 Alhamdulillah update banyak terimakasih thor, semangat 💪💪💪💪
Meghawati: terimakasih supportnya
total 2 replies
Novita Sari
semangat dave safira
Meghawati: terimakasih
total 1 replies
Siti Naimah
keren Shafira 👍
Meghawati: matap
total 1 replies
Novita Sari
jangan jangan dave bukan anak kandung bu sarah
Meghawati: jahat banget
total 1 replies
Novita Sari
terus berjuang di jalan Allah Safira..
Meghawati: aamiin
total 1 replies
Novita Sari
tambah seru, ditunggu kebucinan dave sama safira thor
Meghawati: lanjut
total 1 replies
Novita Sari
terus berkarya thor, cerita nya bagus..
Novita Sari
cerita bagus,..
Meghawati: makasih
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!