"jangan om, aku masih perawan, "!! kata seorang gadis yang sudah berada di bawah kungkungan seorang laki laki tampan ,namun terlihat bagitu arogan.
"siapa yang menyuruhmu kesini ,"! sahut laki laki tersebut dengan suara yang terdengar paro, sambil menahan sesuatu yang sudah ingin meledak saat itu juga.
"om, jangan macam-macam atau aku tendang itu ular arab mu ya"!! ancam gadis tersebut yang masih mencoba mempertahan kan dirinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon giyonk17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 3
Masih di malam yang sama tepatnya di sebuah apartemen mewah di kota tersebut.
Devan yang baru saja selesai membersihkan diri dan lukanya ,kini terlihat duduk di sofa dengan Jo yang duduk di hadapannya.
"Boss ,apa perlu saya panggilkan dokter Vero"! Tanya Jo yang begitu khawatir dengan keadaan boss nya itu.
"Tidak usah,Jo"! Pulanglah,, " kata Devan yang ingin sendiri malam itu.
"Baik boss,kalau ada apa apa cepat hubungi saya"! Jawab Jo sebelum benar benar beranjak dari duduknya.
"Jo,, cari tahu tentang seorang gadis yang berada di kos tempat ku menunggu mu tadi,no.7 paling pojok"! Sahut Devan sambil menatap serius ke arah sang asisten.
"Apaaa"?! Pekik Jo yang sudah kaget setengah ingin semaput.
"Apakah indra pendengaran ku ,bermasalah," gumam jo di dalam hati sambil menatap aneh ke arah boss nya itu.
"Apa kqu budek,Jo"!.
"Tidak boss,,baik"! Sahut jo akhirnya sebelum benar benar pergi meninggalkan apartemen tersebut.
"Apa benturan di kepalanya tadi terlalu kuat ya,hingga membuat otaknya geser,baru pertama kali selama hampir 10 tahun aku bekerja dengannya ,dia menyuruhku mencari tahu tentang seorang gadis". Gumam Jo di sela sela perjalanan nya menuju basement apartemen tersebut.
Devan masih setia duduk di sofa yang sama mata nya menatap langit langit ruangan tersebut,di benahnya bukanya terpikirkan tentang orang yang ingin mencelakainya tadi, malah bayangan gadis cantik yang sudah menamparnya.
"Shit"!! Pekiknya sambil mengusap wajahnya kasar.
Dengan pikiran yang sedang kacau ,Devan segara bangkit dari duduknya dan berjalan menuju kamarnya untuk istirahat.
Namun pikiranya tetap terjaga meskipun matanya sudah begitu mengantuk dan badanya yang terasa lelah.
"Siapa sebenarnya gadis cantik itu"! Kata kata tersebut pun lolos begitu saja pada bibir seksinya.
Pagi pun tiba..
Tok. Tok. Tok..
Terdengar Pintu kamar kos yang di tempati Clara di ketuk dari luar.
Sayup sayup Clara yang sudah terusik tidurnya perlahan menggeliatkan tubuhnya merenggangkan otot ototnya.
Huaaamm"!!
Clara menutupi mulutnya yang sedang menguap tersebut.
" Tunggu," ucapnya sambil beranjak dari tidurnya dan menggaruk garuk kepalanya.
Ceklek"!!
Pintu pun di buka dari dalam oleh Clara ,terlihat Tania yang sedang berdiri di depan kosan Clara sambil tersenyum manis.
"Ya tuhan,baru bangun tidur saja sudah cantik ,apalagi kalau sudah mandi"! Gumam Tania yang malah sibuk menatap ke arah Clara yang juga sedang berdiri di ambang Pintu.
Hemmm"!!
Hehehe"! Sahut Tania sambil nyengir kuda.
"Ini aku bawakan nasi bungkus,kamu belum makan kan "! Kata Tania sambil mengangkat kantong plastik berisi dua buah nasi bungkus ke udara.
Clara hanya mengangguk lalu melenggang masuk ke dalam kamar mandi ,membiarakan Tania masuk kedalam kamar kosan tersebut.
Mata Tania pun tak sengaja melihat sebuah bingkai foto yang tergeletak di atas kasur lantai.tania pun mengambil dan melihatnya dengan jelas.
"Anjir,,ini Clara bukan sih,keren sekali "! Kata Tania sambil terkagum kagum menatap foto yang berada di genggaman nya.
Clara yang baru saja keluar dari kamar mandi pun hanya menyandarkan tubuhnya pada dinding menatap ke arah teman barunya itu yang sedang cengengesan tidak jelas ,sambil melihat ke arah fotonya ,dimana dia sedang berpose dengan motor ninja kesayangannya yang telah terjual untuk pegangan saat berada di kota metropolitan tersebut.
"Apa kamu akan kenyang hanya menatap foto itu"! Kata Clara yang sudah capek melihat tingkah Tania yang seperti orang gila dadakan.
"Eeeh, cla. Ini beneran kamu kan,,wah bener bener keren kamu cla"! Kata Tania memuji sosok Clara .
Clara hanya tersenyum sambil mendudukan bongkong nya di atas lantai ,mengambil sebotol air mineral yang dibawa Tania dan meneguknya hingga sisa setengah.
"Ayo makan ,aku sudah sangat lapar,berapa nasi bungkus ini,biar aku mengganti uangnya"! Kata Clara sambil membuka satu ansi bungkus begitu saja.
"Sudah kagak usah di pikirkan, cuman 10 ribu saja ,masih aman"! Jawab Tania sambil ikut meraih nasi bungkus dan ikut membukanya.
"Cla,,"!!
"Emmm"!! Jawab Clara sambil melirik sekilas ke arah Tania lalu kembali menyuapkan nasi kedalam mulutnya.
"Apa rencana mu datang ke ibu kota"! Tanya Tania yang sangat penasaran dengan sosok gadis cantik di hadapannya ini.
"Aku ingin meneruskan kuliah disini,aku juga ingin mencari pekerjaan sampingan jika ada"! Jawab Clara dan ,seketika otaknya teringat jika dia belum menghubungi keluarganya yang ada dikampung sejak dia tiba di kota.
Clara segera meraih ponsel yang sedari semalam tertancap pada charger.
"Tunggu,biar aku menghubungi keluargaku dulu"! Kata Clara mencegah Tania yang ingin melontarkan pertanyaan kembali kepada Clara.
"Okey"!! Sahut Tania sambil mengunci mulutnya dengan satu jarinya.
Tut. Tut. Tut .
"Hallo,bik"! Sapa clara saat sambungan telpon sudah terhubung.
"Clara, bagaimana keadaanmu ,nak apa kamu baik baik saja ,"! Beberapa pertanyaan bik Titin lontarkan kepada Clara menandakan jika wanita paruh baya diseberang sana begitu mengkhawatirkan keadaan keponakan ya itu.
"Bibik tenang saja,Clara baik baik saja bik,,salam untuk paman ,jangan terlalu memikirkan Clara"! Kata Clara sedikit memberikan rasa tenang kepada sang bibik.
"Baiklah nak,yang penting kamu jaga diri baik baik disana ya"!
" Baik bik"!! Jawab Clara lalu mematikan. Sambungan telpon setelahnya.
Ribuan pertanyaan Tania pikirkan saat Tania mengubungi sang bibik nya bukan ibunya.
"Sampai mana tadi pertanyaan mu"! Tanya Clara sambil menatap ke arah Tania yang masih terdiam.
"Lupakan ,jadi kamu ingin mencari pekerjaan paruh waktu disini"! Tanya Tania dengan serius.
"Yaa"!! Jawab nya tak kalah serius.
"Nanti aku coba tanyakan di caffe tempatku bekerja ya,siapa tahu menerima pekerja paruh waktu"! Kata Tania yang mencoba membantu teman barunya itu.
"Benarkah"! Sahut Clara dengan mata yang berbinar.
Tania pun mengangguk antusias.
" Ok , thanks ya sebelumnya"!
"Jangan tertawa Cla,, kau membuat ku terpesona saja"!
Bugh'"!!
Clara memukul lengan Tania begitu saja.
"Jangan gila ya"!! Pekiknya sambil tertawa terbahak .
Diwaktu yang sama di belahan bumi yang berbeda.
Di sebuah perusahaan Arganta Company.seorang laki laki tampan sedang duduk di meja kerjanya dengan beberapa berkas dihadapanya.
Tok. Tok. Tok.
Terdengar Pintu ruang CEO tersebut di ketuk dari luar.
"Masuk"!! Kata seseorang di dalam ruangan tersebut yang tak lain adalah devandra arganta. Pemilik sekaligus CEO perusahaan tersebut.
"Boss ini data gadis yang anda minta semalam"! Kata Jonathan sambil menyerahkan sebuah tab di tanganya,biodata lengkap tentang gadis yang sudah berani menamparnya tadi malam.
"Clara azelina,usia 19 tahun,tinggal bersama paman dan bibik nya dari sebuah desa yang lumayan jauh dari ibu kota, mendapatkan nilai 2 besar dari 10 besar kelulusan sekolahnya,mendapatkan biaya siswa satu semester di kampus elit di ibu kota ini," begitulah yang tertulis pada tab tersebut serta disematkan sebuah foto kelulusan dengan senyum yang begitu manis.
Senyum tipis pun terukir sempurna pada sudut bibir Devandra saat memandang wajah cantik yang tertera pada layar tab tersebut.