Merlin yang merupakan seorang genius dari dunia bumi mati tewas karena kelelahan dan juga kebosanan di dunia asalnya, dan terlahir kembali ke Avalond yang mana berada di galaksi Andromeda, di sana dia menyadari kalau Avalond telah mengembangkan tehnik sihir yang mana mereka lakukan untuk bertahan hidup dari serangan 10.000 ras monster. Namun bukanya putusasa ataupun bertekad untuk menjadi penyelamat dunia, Merlin malah lebih tertarik untuk mulai meneliti tehnik sihir yang ada di dunia Avalond.
Ini adalah kisahnya seorang peneliti gila yang jenius, yang akan melakukan apapun untuk penelitiannya, baik itu legal maupun ilegal dan akan menghancurkan siapapun yang menghalangi jalannya baik itu manusia, monster, Demon ataupun Dewa itu sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rafli Ananda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22 Snake Hunting bagian 2
Snake Hunting adalah misi yang di buat oleh ke 5 keluarga besar pengendali Kerajaan Nera, mereka menciptakan misi tersebut untuk membantu markas militer no 5 dari serangan para Snake Man yang membuat sarang di wilayah gurun. Para Snake Man yang keluar dari dimensi mereka akan membawa beberapa telur-telur Giant Snake yang mana dapat menetas dengan cepat dengan jika mendapatkan sejumlah besar darah dari manusia yang mereka buru.
Giant Snake memiliki kemampuan untuk berkembang biak dengan sangat cepat, karena hal itulah Giant Snake menjadi salah satu senjata utama para Snake Man untuk menyerang markas militer no 5. Walaupun begitu ke 5 keluarga besar sebenarnya memiliki tujuan sendiri dalam membantu markas militer no 5, dan itu adalah telur dari Giant Snake.
Telur dari Giant Snake adalah bahan obat berharga yang baru di temukan, mereka dapat memperkuat energi force dan juga bisa menjadi obat untuk berbagai macam racun, dan karena Giant Snake bertelur sebanyak ratusan bahkan ribuan dalam pada periode setahun sekali, hal itu membuat banyak Mage yang ingin mengambil kesempatan tersebut untuk menjadi kaya raya dengan cepat.
“Telur Giant Snake, mungkin aku bisa mencoba itu nanti… kebetulan sekali adalah tehnik sihir kegelapan level 2 yang membutuhkan sebuah wadah dengan nutrisi tingkat tinggi” pikir Merlin.
Pada saat itu Merlin dan yang lainnya sedang berada di gua bawah tanah, tempat itu di temukan para warga desa saat sedang mengawasi area sekitar mereka, dan dari gua itu terdapat bau darah yang cukup menyengat. Saat ini Merlin yang di pimpin oleh Blace sedang berjalan masuk kedalam gua tersebut, walaupun tempat itu adalah gua bawah tanah, akan tetapi gua itu sangatlah lebar dan luas sehingga para Mage penjelajah dan kelompok dari markas militer lain juga ikut memasuki gua itu.
Kemudian di tengah-tengah perjalanan, Blace yang berada di depan memberikan isyarat tangan untuk berhenti, melihat isyarat tangan itu semua yang ada di sana langsung mulai berhenti bergerak dan melihat ke sekitar mereka. Dengan menggunakan isyarat tangannya, Blace memanggil Merlin yang berada di tengah barisan, Merlin kemudian berjalan mendekati Blace dengan hati-hati dan tenang.
“Kau lihat di sana, terdapat tumpukan tulang monster dan juga manusia, nampaknya ada 2 ekor Snake Man yang menjaga di sana…. akan tetapi tidak ada satupun telur Giant Snake yang di letakkan di sana” kata Blace sambil berbisik.
“Aku juga tidak melihat adanya cangkang terlur dari para Giant Snake, kemungkinan kalau tempat ini baru di siapkan… dan para Snake Man itu belum memindahkan telur-telur itu kesini, atau ada ruangan lain yang khusus di buat untuk menyimpan telur-telur tersebut” balas Merlin.
“Kau benar dan kita akan memeriksa hal itu, Merlin aku ingin kau bersiap dengan tehnik sihir level 1 milikmu… buat mereka lumpuh dan tidak bisa bergerak, dengan begitu mungkin kita bisa menangkap mereka hidup-hidup” kata Blace.
Merlin kemudian mulai mengeluarkan energi forcenya, dia mengalirkan energi force ke pergelangan kakinya untuk mempercepat gerakannya, dengan gerakan yang cepat dan juga lincah Merlin dapat bergerak mendekati ke 2 Snake Man tersebut dengan hitungan detik. Kemudian dengan cepat Merlin langsung mengaktifkan tehnik sihir miliknya.
“Dark Magic Level 1… Abyss Gaze”
Cahaya gelap hitam langsung membekukan sistem saraf dari ke 2 Snake Man tersebut, kegelapan yang terang menutupi mata mereka dan membuat mereka tidak bisa berbuat apapun. Mengambil kesempatan itu Blace langsung keluar, dia menggunakan Magic item berbentuk tali hitam dengan cepat “Traask… Taask…” mengikat ke 2 Snake Man tersebut.
Dengan senyuman di wajahnya Blace melihat kearah Merlin dan berkata.
“Kerja bagus Merlin, sekarang kita bisa mendapatkan beberapa informasi tentang sarang para Snake Man itu”
Beberapa menit kemudian, Blace dan para Mage prajurit memulai introgasi mereka, para Mage prajurit itu menunjukkan kekejaman mereka terhadap ke 2 Snake Man tersebut. Para murid Mage yang ada di sana kebanyakan tidak tahan dengan siksaan yang di lakukan oleh para Mage prajurit itu, akan tetapi Merlin terlihat tenang dan bahkan menyaksikan dengan seksama proses penyiksaan ke 2 Snake Man itu.
Setelah mendapatkan beberapa informasi penting dari ke 2 Snake Man tersebut, “Srranggss…” dengan mata dingin, Blace membunuh ke 2 Snake Man tersebut menggunakan pedang yang terbuat dari api. Pedang api itu sangat tajam dan panas, bahkan ke 2 Snake Man yang telah tersiksa itu sama sekali tidak merasakan rasa sakit begitu pedang milik Blace memotong leher mereka.
“Tunjukkan petanya” kata Blace.
Blace dan para Mage prajurit yang lainnya kemudian memberikan tanda pada beberapa tempat di wilayah gurun, dan di tempat yang di tandai adalah sarang dari para Snake Man, dan di setiap satu sarang terdapat ribuan telur dari Giant Snake yang akan menetas dalam waktu kurang dari 1 minggu.
“Kita tidak mungkin bisa menghancurkan semua sarang itu hanya dalam waktu satu minggu” kata salah satu Mage prajurit yang ada disana.
“Tunggu sebentar, misi kami adalah untuk mengambil seratus telur Giant Snake… dan kami tidak akan bisa menyelesaikan misi kami kalau kalian menghancurkan sarang dan juga telur-telur itu” kata para Mage penjelajah.
Para Mage prajurit ingin menghentikan invasi para Snake Man dengan menghancurkan sarang-sarang mereka, akan tetapi di sisi lain para Mage penjelajah ingin menuntaskan misi mereka yang memerlukan bukti yaitu 100 telur Giant Snake. Kedua kubuh kemudian saling berseteru satu sama lainnya, dan pada saat itu salah satu Mage penjelajah ingin mengeluarkan tehnik sihir miliknya, namun “Crraaak…” dengan cepat Anastasya membekukan tubuhnya.
“Jangan coba-coba berbuat yang aneh-aneh, jika tidak maka jangan salahkan aku kalau kau mati membeku” kata Anastasya dengan tatapan dingin.
Anastasya pada awalnya adalah seorang murid Mage yang ikut menjalankan misi bersama dengan seorang Mage prajurit berlevel 3, dia bersama dengan para murid Mage lainnya terlihat melewati beberapa wilayah sebelum sampai di wilayah gurun. Akan tetapi saat singgah sebentar untuk mengisi persedian, dia bertemu dengan seorang tuan muda kaya raya yang berasal dari keluarga Mage penjelajah, dan kedua orang tuannya adalah seorang Mage dengan level 5.
Tuan muda itu kemudian memerintahkan para bawahannya untuk mengawal Anastasya dalam misinya, dan sampai saat itulah mereka mulai mengawal Anastasya sambil memanfaatkan kesempatan untuk mengambil misi yang di buat oleh ke 5 keluarga besar. Dan saat ini ketika Anastasya mulai mengancam mereka, para Mage penjelajah tersebut tidak bisa berbuat apapun karena terikat oleh kontrak sihir yang membuat mereka tidak bisa melanggar perintah yang telah di berikan.
Lalu pada saat itu secara tiba-tiba Merlin mengangkat tangannya dan berkata.
“Heii… aku punya sebuah cara agar kalian bisa menyelesaikan misi kalian, dan juga mencegah invasi dari para Snake Man… apa kalian tertarik ingin mendengarkan”
.
.
.
.
Bersambung…..