Dylan adalah seorang dokter bedah ilegal. Banyak orang di dunia bawah tanah mengandalkannya ketika ada anggota kelompok mereka yang terluka.
Masa kecilnya begitu kelam, seluruh harta kekayaan ibunya dijual oleh ayahnya untuk membangun sebuah perusahaan. Tapi ternyata, pengorbanan ibunya dibalas dengan pengkhianatan yang sangat menyakitkan.
Setelah ibunya meninggal, ayahnya terpaksa harus membuang Dylan, karena selingkuhannya tidak mau menerima kehadirannya.
Dylan berjanji, suatu hari nanti dia akan membalas perbuatan ayahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DF_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33
"Apa syaratnya?" tanya Bianca pada Dylan yang hendak keluar dari ruangan VVIP di Restoran Barack.
Pertanyaan dari Bianca membuat Dylan menghentikan langkahnya. Dia menjawab dengan tenang, "Aku dengar kamu memiliki saham di Rumah Sakit Pratama. Aku ingin bekerja disana."
Bianca sama sekali tidak mencurigai dengan rencana Dylan untuk bekerja disana. Dia pikir karena Dylan memang memiliki bakat dalam dunia medis, sehingga tertarik bekerja ke rumah sakit tersebut. Tak heran, memang banyak dokter dari berbagai daerah yang bermimpi ingin bekerja di rumah sakit elite tersebut.
Bianca menyilangkan tangan di dada. "Hanya itu? Oke, aku bisa mempekerjakanmu dengan mudah."
Dylan pun tersenyum smirk. Memang itu tujuan dia menerima tawaran Bianca untuk menjadi suami bayarannya. Dia bisa memanfaatkan kekuasaan Bianca agar dia bisa dengan mudah masuk ke dalam Rumah Sakit Pratama.
Meskipun keputusan ini sangat tidak mudah untuknya, karena dia harus bisa tahan hidup bersama dengan gadis galak seperti Bianca.
"Tapi kamu harus ingat, kamu harus mematuhi semua persyaratan yang aku ajukan!" ucap Bianca sambil menyodorkan selembar kertas agar Dylan mau menandatanganinya.
Tanpa ragu, Dylan segera berjalan mendekati Bianca. Dia langsung menandatanganinya. "Tentu saja, aku pasti akan mematuhinya."
Bianca memperingatkan, "Terutama poin keempat. Tidak boleh ada sentuhan fisik diantara kita. Kamu harus ingat itu!"
Dylan menghela napas dalam-dalam. "Kamu tenang saja. Kamu bukan tipeku. Jadi aku tidak akan pernah tergoda untuk menyentuhmu."
Entah mengapa Bianca menjadi kesal mendengarnya, sampai dia menatap tajam pada Dylan. Tapi kalau dipikir-pikir, dia rasa justru karena dia bukan tipenya Dylan, bisa merasa aman jika hidup bersama dengan pria itu.
Bianca tak mau kalah. "Oke, baguslah. Kamu juga bukan tipeku."
...****************...
Bianca telah tiba di mansion, disana ada ayahnya yang telah menunggunya di ruang tengah. "Bianca, Papa ingin bicara penting dengan kamu."
Bianca segera duduk di sofa yang satunya lagi, dia bertanya dengan nada datar, "Papa mau bicara apa?"
Antonio menatap tajam pada putrinya. "Papa sudah menyelidiki latar belakang calon suamimu itu. Ternyata, dia hanyalah seorang tukang galon. Kenapa bisa kamu berpacaran dengan pria seperti itu?"
Bianca terpaksa berbohong. "Karena aku sangat mencintainya."
Antonio semakin marah. "Di dunia ini ada banyak pria yang menginginkanmu, mereka sepadan dengan kita. Begitu juga dengan Pram. Selama ini dia sangat mengharapkan kamu. Kenapa bisa-bisanya kamu memilih pria miskin seperti Dylan?"
Bianca menjawab dengan tenang, "Itu karena aku sudah memiliki segalanya. Aku sudah tidak butuh pria mapan lagi. Jadi, yang aku butuhkan seorang pria baik-baik yang bisa membahagiakanku."
Antonio masih tidak setuju dengan keputusan putrinya untuk menikah dengan Dylan. "Tapi Papa tetap tidak setuju."
Bianca mengingatkan perjanjian yang telah mereka sepakati. "Papa sudah berjanji padaku, jika aku membawa calon suamiku ke hadapan Papa, Papa akan membatalkan perjodohan aku dengan Pram dan merestui hubungan aku dengan pria pilihanku. Jadi, tidak ada alasan lagi untuk Papa tidak merestui hubungan kami."
Setelah berkata seperti itu, Bianca segera berdiri, lalu masuk ke dalam lift, ingin segera pergi ke kamarnya.
Antonio terdiam. Dia sangat menyadari bahwa dia telah termakan oleh janjinya sendiri. Suka tidak suka, dia harus merestui pernikahan Bianca dan Dylan. Dan dia juga harus membatalkan perjodohan Bianca dengan Pram.
...****************...
Hari ini Bianca sangat merasa lelah, setelah minum obat dia segera merebahkan dirinya di atas ranjang. Kemudian dia menghela napas dengan pelan, membayangkan dia yang akan tinggal satu atap dengan seorang pria.
"Bagaimana rasanya tinggal satu rumah dengan seorang pria asing?" gumamnya dengan hati gelisah.
Bianca menjadi teringat dengan tingkah Dylan yang polos tapi menyebalkan. Tapi dia tidak memiliki pilihan lain, karena waktunya sangat mepet, sehingga hanya Dylan satu-satunya kandidat yang memenuhi kriterianya
Namun, saat mengingat bakat Dylan dalam dunia medis, membuat dia teringat pada Raka. Raka juga memiliki cita-cita sebagai dokter.
Seandainya jika Raka masih hidup, Bianca sangat berharap cita-citanya akan tercapai. Menjadi seorang dokter yang hebat.
Bianca bergumam di dalam hati. "Andai saja aku bisa menemukannya. Aku pasti tidak akan capek-capek mencari calon suami. Aku pasti akan menikah dengannya. Sayangnya sampai kini aku tidak tahu dia ada dimana. Bahkan aku tidak tahu dia masih hidup atau sudah tiada."
Selamat menunaikan ibadah puasa juga yaa buat othor..
Semoga masih diberi kesehatan dan usia yang berkah..
Bisa kagak sih otaknya lempeng dikit biar tetap eling 😅...
Memangnya Bianca mengajakmu ke kamarnya buat ngapain...
Dia sekedar mau bilang jangan sampai salah masuk kamar, kalau nasibmu masih pengen hidup lebih lama Dy 😅😅..
Seru juga kalau dihadirkan pihak ketiga ala khodamnya mereka berdua yang ngereog 😅😅...
Tentu lebih berpengalaman bin friendly 😅😅....
Harap maklum inner child mereka berdua masih terbawa sampai dewasa /Sob/...
Ada satu kepingan puzle tidak sempurna bahkan hilang yang seharusnya melengkapi masa kecil mereka 🤧...
Bagian yang bilang itu baru ditemukan setelah mereka dewasa...
Meski mereka berdua belum menyadarinya...
Enaknya dimulai dari mana dulu Dy 😅...
Dia punya mata lhoo Bi, makanya memanfaatkan kesempatan dalam kelonggaran melihat dirimu 😅😅...
Mbok yang manis gitu lhoohh sama suami 😅...
Ini bukan kisah tentang Cinderella yang kehilangan sepatu kaca /Sob//Facepalm/..
Jangan2 sandal jepitnya jadi mahar juga 😅😅..
Atau malah seserahan untuk mempelai perempuan 😅😅😅😅...
Biar anti mainstream /Sob/...
Buruan pamerin ke Yoga tapi jangan pamer ke Author DF_14 😅...
Buruan tobat giihh sebelum pindah alam /Sob/...
Mumpung masih ada kesempatan dalam kelonggaran...
Dengan tidak memilih Pram sebagai calon menantu, telah menyelamatkan jalan hidup Bianca di masa depan..
Sekaligus melindungi aset Keluarga Antonio 🙌...
Dylan kandidat calon suami yang mendekati kriteria paling sempurna diantara yang lain...
Dan perlu diingat rival terpilih adalah putra kandung semata wayangmu Bob 👌...
Sempatnya jadi stalker ...
Jangan suka ingin tahu urusan orang lain, itu bisa membu-nuhmu 🤸♀️...