NovelToon NovelToon
Milik Sang Kapten

Milik Sang Kapten

Status: tamat
Genre:Fantasi / Menyembunyikan Identitas / Romansa / Tamat
Popularitas:134.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ra H Fadillah

​"Dulu ia bersembunyi di balik masker karena dihina, kini ia berdiri di puncak dunia karena luka."

​Karline Dharmawijaya memulai segalanya sebagai gadis SMA yang pemalu dan selalu menyembunyikan wajah di balik masker. Ia menjadi sasaran empuk keangkuhan Dean, cowok populer yang menghinanya sebagai "kasta terendah" sebelum akhirnya terobsesi saat melihat kecantikan asli Karline.
​Namun, cinta masa SMA itu hanyalah racun yang berujung pengkhianatan pahit.
​Kini, Karline bukan lagi gadis lemah itu. Ia melarikan diri ke Paris, bertransformasi menjadi calon chef profesional yang dingin dan tak tersentuh. Di Le Cordon Bleu, ia harus bertarung melawan sabotase rekan kampus dan ujian mematikan dari koki legendaris untuk membersihkan nama besar ayahnya. Di saat ia hampir mencapai mimpinya, Dean kembali muncul dengan sejuta penyesalan di tengah hidupnya yang mulai hancur.

​Akankah Karline kembali pada luka lamanya, atau terus melangkah menuju masa depan yang jauh lebih bersinar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ra H Fadillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33 Jarak Yang Tiba-Tiba

Beberapa hari setelah kejadian di gudang olahraga, kehidupan di sekolah perlahan kembali terlihat normal. Para siswa menjalani aktivitas seperti biasa, seolah tidak ada sesuatu yang pernah terjadi. Namun bagi Dean, ada satu hal yang terasa sangat berbeda.

Karline.

Gadis itu tiba-tiba berubah.

Pagi itu Dean sudah berdiri di dekat gerbang sekolah sejak lama. Ia bersandar di motornya sambil sesekali melihat ke arah jalan, menunggu mobil yang biasa mengantar Karline datang.

Tak lama kemudian mobil hitam keluarga Dharmawijaya berhenti di depan gerbang.

Dean langsung berdiri tegak.

Karline turun dari mobil dengan seragam sekolah yang rapi. Rambut panjangnya tergerai seperti biasa, dan wajahnya terlihat jauh lebih sehat dibanding beberapa hari lalu.

Namun saat matanya bertemu dengan Dean, gadis itu justru menunduk.

Ia berjalan melewati Dean begitu saja.

“Karline,” panggil Dean sambil melangkah mendekat.

Karline berhenti sebentar, tapi tidak benar-benar menoleh.

“Kamu sudah lebih baik?” tanya Dean pelan.

Karline hanya mengangguk.“Sudah.”

Jawabannya singkat.

Terlalu singkat.

Dean menunggu beberapa detik, berharap Karline mengatakan sesuatu lagi. Biasanya gadis itu akan tersenyum kecil atau setidaknya menanyakan kabarnya.Namun kali ini tidak.“Aku masuk dulu,” ucap Karline pelan.

Setelah itu ia berjalan menuju gedung sekolah tanpa menoleh lagi.Dean berdiri diam di tempatnya.

Perasaan aneh mulai muncul di dadanya.

Di kelas pun keadaan tidak jauh berbeda.

Karline duduk di bangkunya seperti biasa, membaca buku dengan tenang. Namun setiap kali Dean mencoba berbicara dengannya, jawabannya selalu pendek dan seperlunya.

Saat istirahat pertama, Dean mencoba menghampirinya lagi.“Karline, kamu tidak ke kantin?” tanyanya.Karline menggeleng.“Aku mau ke perpustakaan.”

“Sendiri?”Karline mengangguk.

Dean ingin mengatakan sesuatu lagi, tapi Karline sudah berdiri dan berjalan keluar kelas.Dean hanya bisa menatap punggungnya dengan bingung.

Di kantin, Raka memperhatikan wajah Dean yang murung.“Ada apa denganmu?” tanya Raka sambil menggigit roti.

Dean menghela napas.“Karline aneh.”

“Aneh bagaimana?”

“Dia menjauh dariku.”Raka mengerutkan dahi.

“Bukannya kemarin kalian baik-baik saja?”

“Itu yang membuatku bingung.”jawab dean murung.

Dean menatap meja dengan kesal.“Sejak pagi dia seperti menghindar.”

Raka berpikir sebentar.“Mungkin dia masih trauma.”

Dean terdiam.Kemungkinan itu memang masuk akal.Namun tetap saja ada sesuatu yang terasa berbeda.

Sore hari setelah sekolah selesai, Dean berdiri di dekat parkiran sambil menunggu Karline.

Beberapa menit kemudian gadis itu keluar dari gedung sekolah.Dean langsung menghampirinya.

“Karline.”

Karline berhenti berjalan.

Dean menatapnya serius.“Ada sesuatu yang ingin aku tanyakan.”Karline tampak ragu, tapi akhirnya mengangguk.

“Apa?”

Dean menarik napas pelan.“Kenapa kamu menjauh dariku?”

Karline terlihat terkejut.“Aku tidak menjauh.”

“Kamu menjauh.”Dean menatapnya lurus.“Sejak pagi kamu bahkan tidak mau menatapku.”

Karline terdiam beberapa detik.“Aku hanya… sibuk.”

Dean menghela napas kesal.

“Karline, kita sudah saling kenal cukup lama. Aku tahu saat kamu berbohong.”

Gadis itu menggigit bibirnya pelan.“Dean…”

“Apa aku melakukan sesuatu yang salah?”Karline langsung menggeleng.“Tidak.”

“Lalu kenapa?”Karline menunduk.

Tangannya mengepal pelan.

Beberapa detik berlalu dalam keheningan.

“Aku hanya berpikir,” akhirnya Karline berkata pelan, “mungkin lebih baik kita tidak terlalu dekat.”

Dean langsung mengernyit.“Maksudmu?”

Karline masih tidak menatapnya.“Kejadian kemarin terjadi karena aku.”

“Apa?”

Dean terlihat tidak percaya.

“Rio marah padamu karena aku,” lanjut Karline dengan suara pelan. “Kalau aku tidak ada, mungkin semua itu tidak akan terjadi.”

Dean menatapnya tajam.“Jadi kamu menjauh dariku karena itu?”

Karline tidak menjawab.

“Karline, dengarkan aku,” kata Dean serius. “Kejadian itu bukan salahmu.”

“Tapi tetap saja aku yang membuat mereka membencimu.”

“Tidak.”

Suara Dean terdengar tegas.

“Aku yang memilih menjauh dari mereka. Itu keputusanku.”

Karline akhirnya menatapnya.

Matanya terlihat sedikit berkaca-kaca.

“Aku tidak ingin kamu terluka lagi karena aku.”

Dean terdiam sejenak.

Kemudian ia berkata pelan,

“Karline… menjauh dariku tidak akan membuat semuanya lebih baik.”

Gadis itu menunduk lagi.

“Setidaknya kamu akan lebih aman.”

Dean menghela napas panjang.

Ia merasa frustrasi.

Namun sebelum ia bisa mengatakan sesuatu lagi, suara mobil berhenti di dekat mereka.

Mobil hitam yang sama seperti pagi tadi.

Pintu belakang terbuka.

Andhika keluar dari dalam mobil.

Tatapannya langsung tertuju pada Dean.

Ia sudah melihat seluruh percakapan mereka dari dalam mobil.

Beberapa detik mereka saling menatap.

Dean bisa merasakan aura tegang dari pria itu.

Namun Andhika hanya berkata singkat,

“Karline.”

Karline langsung berjalan mendekat.

Dean masih berdiri di tempatnya.

Sebelum masuk ke mobil, Karline sempat menoleh sebentar ke arah Dean.

Tatapannya terlihat ragu.

Namun akhirnya ia tetap masuk ke mobil.

Pintu tertutup.

Mobil itu perlahan meninggalkan halaman sekolah.

Dean berdiri diam di tempatnya.

Sementara itu, di dalam mobil, Andhika melirik ke arah adiknya.

“Kamu sengaja menjauh darinya?”

Karline terdiam.

Beberapa detik kemudian ia mengangguk pelan.

Andhika tidak berkata apa-apa lagi.

Namun pikirannya dipenuhi satu hal.

Dean.

Pria itu menatap jalan di depan dengan tenang.

Dalam hatinya, sebuah keputusan mulai terbentuk.

Jika Dean benar-benar serius menjaga adiknya…

Maka ia harus membuktikannya.

Dan Andhika sendiri yang akan mengujinya.

1
Zakia Ulfa
paling males udah konfliknya begini,ujungnya mau mau aja balikan sama dean lagi😡
Zakia Ulfa
udah fokus aja pada hidup masing masing karl,kamu berhak bahagia.g papa dingin ,tapi pastikan kamu tetep bahagia .
Sunny Kwok
ih jl cerita nya jd kok serem sih
Ariany Sudjana
sungguh beruntung karline memiliki suami yang bijak seperti David
Ariany Sudjana
kamu beruntung Dean punya sahabat sebaik karline dan David
Ariany Sudjana
puji Tuhan, congrats yah Raka and Teressa
Ariany Sudjana
puji Tuhan, congrats yah Raka dan Teresa 😄🙏
Ariany Sudjana
welcome back to jakarta Teresa 😄🙏
Ariany Sudjana
asli part ini 🤣🤣😂😂
brawijaya Viloid
ceritanya bagus dan menarik author kesayangan
brawijaya Viloid
mantap thorr😎
brawijaya Viloid
aku udh ktinggln bnyk cerita
Lucyana H
setuju kak Andhika .hukum aja mereka,biar kapok....jd ikut kesel
Lucyana H
Rio..Arlan sm Clarissa harus di hukum thor,keluarin dari sekolah,kasian karline,
Ariany Sudjana
semoga hubungan Raka dan Teresa semakin membaik
Ariany Sudjana
kamu bodoh Raka, kamu dulu ga tegas, percaya penuh dengan omongan si pelacur murahan itu, sampai kamu kehilangan Teresa
Sunny Kwok
Ceritanya bagus
Ra H Fadillah: Terima kasih sudah memberi ⭐⭐⭐⭐⭐! Dukungan kalian membuat saya semakin semangat untuk terus menulis. Semoga cerita ini bisa menghibur dan berkesan untuk kalian. 💕
total 1 replies
Ariany Sudjana
ah ga seru jadinya, Teresa dan Raka jadinya bersaing karena bergabung dalam firma hukum yang saling bersaing
Ariany Sudjana
bodoh kamu Raka, kamu pengacara hebat, tapi dengan bodohnya kamu percaya dengan omongan si pelacur murahan itu, dan mengakibatkan Teresa sakit hati
Ariany Sudjana
Amara Amara kamu ini istrinya konglomerat, tapi bodohnya kebangetan, dan kamu percaya begitu saja dengan pelacur murahan kesayangan kamu itu ? bodoh kamu, kamu kan punya anak buah, kenapa kamu bukannya cari kebenarannya dulu, sebelum menelan mentah-mentah omongan si pelacur murahan itu?
Ra H Fadillah: sabar y kak 😉
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!