NovelToon NovelToon
Penguasa Yang Sesungguhnya

Penguasa Yang Sesungguhnya

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Siti Marina

"Cepat cari cucuku, bagaimanapun caranya ,cucu perempuan ku harus berada disini ...." teriak kakek Suhadi pada pengawalnya...setelah mengetahui kebenarannya dan mimpi-mimpi yang selalu menghantuinya.... kemungkinan besar,ia memiliki seorang cucu perempuan yang tersembunyi.
Najwa...., sepupu Rukayyah, gadis belia yang baru lulus SMA dan lulusan terbaik seorang Hafizah ternyata seorang Cucu konglomerat... almarhumah ibunya, tidak mengatakan siapa ayah Najwa. Najwa di titipkan pada kyai Rahman dan istrinya saat Najwa baru di lahirkan, setelah ibunya menghembuskan nafas terakhirnya.bahkan, Ibu Najwa sendiri tidak mengatakan siapa ayah dari Najwa...namun satu yang perlu Najwa ketahui, ia bukan anak haram, ibunya sempat menikah sirih dan kabur setelah mengetahui bahwa suaminya ternyata menjadikannya istri kedua....





yuk...ikuti cerita nya Saat Najwa bertemu dengan kakek dan ayah kandungnya, serta kehidupan Najwa setelah hidup bersama keluarga ayahnya, sedangkan di sana ada ibu tirinya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ke-dua puluh delapan.

Ruang bawah tanah itu terasa lembap dan dingin, hanya diterangi oleh satu lampu bohlam yang berayun pelan, menciptakan bayangan-bayangan panjang yang menari di dinding beton. Alendra berdiri mematung di sudut ruangan, napasnya tertahan. Ia baru saja menyaksikan sisi lain dari Kakek Suhadi, sisi yang selama ini terkubur di balik setelan jas mahal dan senyum wibawanya.

Kakek Suhadi duduk di sebuah kursi kayu tua, tangannya bertumpu pada tongkat kepala singa peraknya. Di depannya, Bagas bersimpuh dengan tubuh gemetar hebat, dikelilingi oleh kesunyian yang mencekam.

Kakek Suhadi menatap tajam Bagas , lalu berkata dengan suara yang rendah, serak, namun penuh tekanan yang mematikan. "Bagas... kau sudah bekerja denganku selama sepuluh tahun. Aku memberimu rumah, menyekolahkan anak-anakmu, bahkan menanggung biaya operasi ibumu. Begitukah caramu membayar napas yang aku berikan pada keluargamu?"

Bagas menjawabnya dengan suara parau karena ketakutan "Tuan... saya... saya terdesak... Tuan Suryo mengancam akan menghancurkan karir saya..."

Kakek Suhadi terkekeh dingin, sebuah tawa yang membuat bulu kuduk Alendra berdiri. "Menghancurkan karirmu? Itu lucu. Kau lebih takut pada ancaman Suryo daripada murka seorang Suhadi? Kau tahu apa yang terjadi pada pengkhianat di era ayahku dulu? Mereka tidak akan pernah ditemukan, Bagas. Bahkan selembar rambutnya pun tidak. Mereka semua pulang hanya tinggal nama saja, bahkan polisi pun tidak bisa melacaknya"

Alendra menelan ludah. Ia menatap Kakeknya dengan ngeri. Ia tidak pernah tahu bahwa kakeknya bisa bicara sekejam itu. Namun, kejutan yang lebih besar datang dari arah sampingnya.

Najwa melangkah maju dari kegelapan. Wajahnya yang polos kini tampak seperti batu es yang dingin. Ia tidak menunjukkan rasa takut . Ia justru terlihat sangat terkendali.dan menikmati nya.

Najwa menyodorkan sebuah ponsel hitam ke depan wajah Bagas "Cukup bicaranya, Pa Bagas. Waktu Bapak sudah habis. Hubungi Suryo sekarang. Katakan Bapak sudah memegang sertifikat asli lahan Kalimantan dan chip enkripsi datanya." ujar Najwa dengan tegas nya.

"Nona Najwa... tolong... jika dia tahu saya menjebaknya, dia akan membunuh saya!" kilah Bagas dengan wajah ketakutan.

Najwa berlutut di depan Bagas, menatap langsung ke mata pria itu dengan sorot yang kosong "Bapak punya dua pilihan. Pertama, Bapak mati di tangan Suryo karena gagal dan memberikan penderitaan pada keluarga Bapak, atau Kedua, Bapak hidup di penjara seumur hidup karena saya sudah mengirimkan bukti transaksi kripto dan foto-foto pertemuan Bapak ke markas besar kepolisian. Mana yang lebih Bapak sukai? Kematian yang cepat, atau penderitaan yang lambat?"

Alendra spontan berteriak pelan "Najwa! Apa yang kau katakan?!" Alendra tidak menyangka adiknya bisa sekejam itu.

Najwa tidak menoleh. Ia tetap mengunci tatapannya pada Bagas.

tekan nomornya, Pak Bagas. Katakan padanya untuk bertemu di gudang tua Pelabuhan jam satu malam ini. Jika Bapak melakukan satu kesalahan kecil saja dalam nada bicara Bapak... saya sendiri yang akan memastikan Bapak tidak akan pernah melihat matahari besok pagi." tegasnya, kakek Suhadi mengangkat sedikit sudut bibirnya melihat darahnya yang memang mengalir pada cucu perempuan nya itu.

Sedangkan Alendra semakin terkejut mendengar kata-kata kejam yang keluar dari mulut manis adiknya.

Bagas dengan tangan gemetar meraih ponsel itu. Di bawah tatapan dingin Kakek Suhadi dan ancaman tanpa emosi dari Najwa, ia menekan nomor Suryo.

***

Setelah Bagas dibawa pergi oleh orang-orang kepercayaan Kakek ke ruang isolasi, Alendra menarik lengan Najwa, membawanya ke sudut ruangan yang lebih sepi.

Alendra berbisik namun penuh tekanan "Najwa! Apa-apaan tadi itu?! Kau mengancam akan membunuhnya? Sejak kapan kau menjadi begitu mengerikan? Di mana Najwa yang lembut dari pesantren?!"

Najwa menatap Alendra dengan tenang, melepaskan cengkraman kakaknya perlahan. "Najwa yang lembut itu masih ada, Kak Alen. Tapi dia sedang tidur. Yang Kakak lihat sekarang adalah Najwa yang sedang melindungi sisa-sisa kehormatan Ibu dan Kakek. Kakak pikir dunia bisnis ini tempat bermain petak umpet? Ini medan perang." jawab Najwa dengan lembut. Kadang sebuah ancaman itu perlu untuk membuat musuh tunduk, bahkan dengan tindakan sekalipun kalau memang di perlukan.

"Tapi Kakek... dan ruangan bawah tanah ini... kenapa Kakek memberitahumu tentang tempat ini? Kenapa bukan aku atau Adrian?" tanya Alendra yang merasa tidak di hargai, ia juga sama seperti Najwa, sama-sama cucunya.

"Karena Kakek tahu, Kak Alen masih punya hati yang terlalu baik. Kak Alendra dan kak Adriansyah terlalu mudah untuk di hasut, dan Lawan kita kali ini adalah Raisa, orang yang pernah Kakak sayangi. Kakek tahu Kakak akan ragu untuk menghancurkan mereka. Tapi Najwa tidak. Bagi Najwa, mereka bukan keluarga. Mereka adalah parasit yang mencoba memutus garis keturunan Suhadi."

jawab Najwa dengan suara lembut.

" dan apa kakak selama ini bertanya pada kekek tentang seluk beluk perusahaan atau isi fungsi masing-masing ruangan di gedung ini" lanjutnya...

Alendra terdiam. Ia merasa asing dengan adiknya sendiri. Najwa seolah-olah memiliki dua jiwa, satu yang mendoakannya di atas sajadah, dan satu lagi yang mampu mengatur strategi pemusnahan musuh tanpa berkedip. Dan Alendra sadar, ini salah ia sendiri karena tidak pernah mau tahu tentang perusahaan.sehingga kakeknya tidak pernah mempercayai nya.

Kakek Suhadi mendekati mereka, menepuk bahu Alendra "Jangan takut pada adikmu, Alendra. Takutilah orang-orang yang memaksa adikmu menjadi seperti ini. Najwa hanya melakukan apa yang seharusnya kau lakukan sebagai laki-laki tertua. Dia adalah perisai yang sesungguhnya."

Alendra mengangguk, ia paham sekarang, dari awal bertemu Najwa juga ia melihat , dari sorot matanya yang tajam ada keberanian tersembunyi di sana.berbeda dengan ia dan Adriansyah, .

"Malam ini adalah puncaknya, Kak. Raisa akan mengambil berkas itu di ruangan kerja kakek, nanti kita akan memantau nya." kata Najwa.

"Lalu bagaimana dengan Mama Monica?" tanya Alendra yang teringat dengan mamanya

Najwa tersenyum tipis yang menyayat hati. "Tante Monica akan menonton penangkapan putri kesayangannya melalui layar televisi di rumah sederhananya. Itu adalah hukuman yang lebih sakit daripada penjara, melihat semua mimpinya hancur berkeping-keping di tangan gadis yang selalu dia hina. Bahkan tanpa kakak ketahui, Raisa sudah memutuskan hubungan pada mama dan papa barusan"

Lagi-lagi Alendra terkejut, bagaimana adiknya bisa tahu, sedangkan dari tadi adiknya selalu bersama dirinya.

" bagaimana kau tahu?" tanya Alendra penasaran.

" kalau kakak tidak percaya, kakak bisa melihatnya setelah pulang dari sini" jawab Najwa tersenyum.

" jangan lupa ajak kak Adriansyah juga" lanjutnya.

" Ayo kita pulang,dan persiapkan diri untuk nanti malam" ajak kakek Suhadi.

Alendra berjalan gontai di belakang Najwa.

1
Kamiem sag
teringstnya ancaman Najwa pd Richard tentang bisnisnya udah terealisasi belum thor!?
Kamiem sag
teringatnya bang Ishak itu yg kena peluru kan bahu kiri ya thor!?
tapi kenapa harus duduk dikuri roda!?
apakah paha atau betisnya juga kena peluru!?!?
Diana Dwiari
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/alasan yang diluar Nurul...mencuci helikopter...ya Allah perutku sakit nahan tawa
Hana Nisa Nisa
🤣🤣🤣🤣🤣
Deni Susanti
bikin cerita komedi yg seru turr,tp tetap ada unsur mafia nya seru kali tur,
Diana Dwiari
itulah hasil didikan mu monica
Erni andi arifuddin
ya Allah apa jadinya kl mereka menikah apakah ada perang terus di dalam rumah mereka 😂😂
mahira
terima kasih kk
❀∂я🪷𝐄𝐥𝐜𝐚𝐧
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Erni andi arifuddin
semoga tidak jadi bulan bulanan di monica😂
Diana Dwiari
ah,jangan macam2 kau Monica jgn sampai apa yg kamu sembunyikan akan terungkap di pesta najwa
Kamiem sag
Astagfirulloh... Najwa..... rindu balapan ya
Kamiem sag
Keren Rukayah
Kamiem sag
tante Saras kau gak tau siapa musuhmu
Kamiem sag
Astagfirulloh... Clarissa...
begitulah makhluk yg hanya punya kalkulator dlm hidupnya
Deni Susanti
bucin yg taktertolong🤭🤭🤭
Kamiem sag
pantaslah bang Ishak sombong wong emaknya sesombong itu
Kamiem sag
makin seru
Kamiem sag
dipinang aja Najwa itu bang Ishak
Kamiem sag
luarbiasa manjanya bang Ishak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!