NovelToon NovelToon
Dia Bukan Janda

Dia Bukan Janda

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Tamat / Cintamanis / Duda / Anak Kembar
Popularitas:31.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: emmarisma

Lusiana menemukan kardus yang berisi bayi kembar, ia pun membawanya pulang dan berinisiatif untuk merawatnya.

Delano Wibisana harus kehilangan istri dan kedua anaknya tepat di hari kelahiran bayi kembarnya. Entah mengapa hari itu setelah melahirkan, istri Delano membawa kedua bayi kembarnya pergi hingga kecelakaan itu terjadi dan menewaskan Karina istri Delano. Lalu dimana anak-anak Delano? sedangkan pada saat evakuasi hanya di temukan Karina seorang diri.


Dilarang plagiat Ok!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon emmarisma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DBJ 2. Kenapa ini Terjadi

********

"Apa kau serius, ini melanggar hukum Lusi."

"Lusi mohon, Bu. Lusi terlanjur sayang sama mereka. Asal ibu dan Lisa tidak mengatakan pada orang lain tentang ini maka semuanya aman bu. Setelah ini Lusi akan pindah cari kontrakan baru," kata Lusi meyakinkan.

Wajah ibu Lisa tampak berpikir lama. Ini melanggar kode etik kebidanan. Tapi bagaimana? dia juga kasihan pada Lusi yang menatapnya penuh permohonan.

"Tapi berjanjilah, kau benar-benar akan menjaga anak-anak ini," kata Ibu Lisa akhirnya menyerah.

Dia berusaha keras melawan kata hatinya dan mencoba mempercayai sahabat dari putrinya itu. Lusiana mengangguk antusias dengan senyum lebar.

Tak lama Lisa datang dengan baju yang sedikit basah karena hujan masih turun meski berupa gerimis.

"Untung udah nyampai sini," ujar Lisa seraya mengangkat kepalanya, karena hujan tiba-tiba turun dengan lebat. Lisa membawa masuk kresek berisi susu, dan juga dot bayinya.

"Nih kembaliannya." Lisa mengulurkan lembaran pecahan kecil, Lusi melambaikan tangannya.

"Udah bawa aja," kata Lusi tak acuh, dia sekarang sedang memperhatikan ibu Lisa yang memegang dot bayinya.

"Kamu masak air dulu, jika sudah mendidih botol-botol ini harus disterilkan. Lalu cara membuat susu, kamu tuang air biasa dulu baru air panas setelah itu susu. Jangan terbalik-balik Lusi ingat."

"Iya, Bu." Lusi berdiri mengambil air di wastafel lalu merebusnya.

Ibu Lisa tersenyum melihat semangat Lusi, gadis belia sahabat putrinya itu sudah mandiri sejak usia dini dan tidak diragukan lagi. Hanya saja dia masih sedikit ragu, untuk mengurus dua bayi sendirian bukanlah hal yang mudah.

"Bu nanti Lisa tidur disini menemani Lusi ya," kata Lisa berinisiatif. Dia merasa enggan meninggalkan dua bayi itu.

"Ibu juga akan menginap di sini, sekalian ibu akan ajari langkah-langkah merawat bayi, biar saat Lusi pindah dia tidak kerepotan mengurus mereka."

"Kamu mau pindah Lus? kenapa?" Tanya Lisa dengan tatapan mata berubah sendu.

"Aku harus pindah, Lisa. Aku harus cari lingkungan baru, dimana ga ada orang yang kenal sama aku. Ga mungkin aku tetap disini, kan? Yang ada orang-orang bakalan bertanya-tanya tentang mereka," kata Lusi memberi penjelasan.

Ibu Lisa merasa sedikit lebih yakin jika anak ini mungkin bisa mengemban tanggungjawab membesarkan bayi-bayi itu.

"Lisa boleh ikut Lusi ya, Bu, nanti Lisa janji bakalan sering-sering tengokin ibu. Lisa mau bantu Lusi rawat si kembar," kini Lisa ikut ikutan ingin merawat si kembar.

Ibu Lisa mendesah berat. Memang susah memisahkan putrinya dengan Lusi. Karena mereka sudah bersahabat sejak pertama duduk di bangku kelas satu.

"Terserah, yang jelas pesan ibu hanya satu kalian harus serius merawat mereka berdua ini."

Percakapan mereka terhenti saat terdengar bunyi nyaring dari suara ketel yang berisi air mendidih. Lusi menuang ke sebuah wadah lalu merendam 2 dot terlebih dahulu.

"Siapa nama bayi-bayi ini? biar nanti sekalian ibu yang urus."

"Namanya Devano dan Davino." Kata Lusiana entah mendapat ide dari mana tapi hanya dua nama itu yang terlintas di pikirannya.

***

Jika di kontrakan Lusiana sedang belajar mengurus si kembar, beda halnya di mansion keluarga Alexander. Suasana duka masih tampak kental menyelimuti kediaman Delano. Setelah pemakaman istrinya, Delano tidak pernah terlihat lagi.

Pria itu mengurung dirinya di kamar tanpa ingin bertemu dengan siapapun, ia terlihat sangat mengerikan. Penampilannya yang biasanya elegan dan menawan berubah menjadi berantakan.

"Kenapa kau pergi membawa anak-anak kita, Karina, kenapa kamu harus pergi secepat ini, dimana anak-anak kita sekarang?" Pekik Delano, tak lama ia melemparkan semua barang-barang yang ada di dekatnya ke dinding hingga menimbulkan suara kegaduhan.

Pintu kamar Delano diketuk seseorang. "Delano buka pintunya. Kita semua disini juga sama-sama kehilangan, jangan mengurung diri seperti ini," ujar Karisa. Namun, tak ada sahutan dari dalam. Karisa mendesah berat ia tampak kecewa.

"Bagaimana, Sayang, apa Delano mau membuka pintu?" tanya Diana ibu dari Delano.

Karisa menggeleng, wajahnya terlihat sembab dan letih. Diana mengusap bahu kembaran menantunya itu.

"Sabar ya, Sayang, kalau ada apa-apa kamu kesini saja. Pintu rumah ini akan selalu terbuka untukmu." Kata Diana, Karisa mengangguk dan tersenyum samar.

"Karisa pulang dulu, Tante," kata Karisa seraya mencium punggung tangan Diana.

"Panggil mama saja, seperti Karina manggil saya," ucap mama Diana lembut.

"Terima kasih, Mah." Karisa pergi dari kediaman Delano, senyum tipis tersungging dibibirnya.

Sementara itu Lusi dan Lisa terlihat menikmati peran mereka. Apalagi pelajaran yang ibu Lisa berikan kepadanya membuat Lusi merasa bersemangat mengurus bayi-bayi itu.

"Kalian sudah mengerti kan ..?" tanya ibu Lisa, dia dikenal di kampung itu dengan nama bidan Yuyun. Padahal nama asli ibu Lisa adalah Wahyuni.

"Mengerti, Bu." Lusi dan Lisa menjawab secara bersamaan.

"Baiklah, besok ibu akan mengurus surat lahir dan akte mereka. Semoga urusannya di lancarkan besok," ujar ibu Lisa sedikit ragu. Dia berharap tidak akan ada halangan apapun.

"Kamu bakalan kasih tahu ibumu soal mereka?" tanya Lisa, Lusi menggeleng. Ia tak ingin memberitahu ibunya saat ini. Bahkan dia juga tidak memberitahu ibunya soal dia melakukan banyak pekerjaan untuk mengumpulkan uang.

"Ya sudah, kalian sekarang istirahat saja dulu, biar ibu yang jaga mereka," Kata bu Yuyun pada kedua gadis belia itu.

Namun, tak lama salah satu bayi menangis, Lusi dengan semangat mendekat dan dengan hati-hati mengangkat tubuh bayi mungil itu.

"Aduh, anak emak bangun," ujar Lusi yang langsung mendapat toyoran dari Lisa.

"Bisa ga sih udiknya di tinggal aja. Jangan dibawa sampai sini. Geli tau masak mahmud (mamah muda) minta di panggil emak.

"Mommy, mami, umi, bunda, kan banyak, tuh. Masak iya emak, ga kelas banget," gerutu Lisa.

"Ya sudah panggilnya bunda aja, ya, Sayang Devan, Devin dan itu onty Lisa yang bawel," kata Lusi seraya menggoyangkan tubuh Devan.

"Trus cara bedain mereka dari mana?" tanya Lisa penasaran.

"Lihat ini, ga?" Lusiana menunjukkan telinga kiri Devan ada semacam tanda lahir sedangkan Davin tidak.

"Ok deh, berati yang ada tanda lahirnya Devan yang ga ada tanda lahirnya Davin." Tanya Lisa untuk memastikan dan Lusiana mengangguk.

Delano melaju dengan kecepatan diatas rata-rata dijalanan dimana sang istri ditemukan meninggal. Rasanya saat ini dia ingin menyusul belahan jiwanya dan anak-anaknya.

Namun sekelebat bayangan Karina berdiri di pembatas jalan membuat Delano menghentikan laju mobilnya.

"Karina ...." Delano membuka pintu mobilnya ia mendekat ke arah Karina.

"Karina ...." Delano menatap wajah pucat dan sendu itu. "Katakan dimana kamu meninggalkan anak-anak kita Karina?" Saat Delano akan meraih tubuh Karina tubuh itu menghilang bagai asap. Delano berlutut disana dan menangis sejadi-jadinya.

"Karina, kenapa kamu tinggalin aku," teriak Delano histeris pria itu sudah seperti orang gila. Seorang pria menghampirinya dan membantunya berdiri. Pria itu sejak tadi mengikuti kemanapun tuannya pergi.

"Tuan ... " Pria itu mendekati Delano dengan tatapan iba.

"Kenapa dia tega meninggalkanku seperti ini, Regan? Dimana dia menyembunyikan anak-anakku?" tanya Delano sambil menangis. Baru kali ini Regan melihat atasannya sehancur ini.

"Tuan, selagi jasad kedua putra anda belum ditemukan, percayalah mereka berati masih hidup, Tuan." Ujar Regan berusaha menguatkan atasannya itu.

"Kenapa ini harus terjadi padaku? Baru saja aku akan merasakan kebahagiaan bersama mereka. Kenapa takdir begitu kejam padaku? aku tidak pernah menyakiti siapapun, Regan. Kenapa ini harus terjadi padaku, katakan apa salahku?" Delano kalap ia mencengkeram kerah baju Regan asisten setianya.

🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

jangan lupa like komen dan gift buat othor Ya. Vote juga setiap senin biar othor semangat menghibur kalian.. 😘😘😘😘😘

1
Sri I
Luar biasa
Fb.Ig. Panggung Sandiwara
Kamu Islam
maka kamu tidak mengenal dan tidak boleh mempercayai karma..
karena itu ajaran agama lain..
lakum dinukum waliadin..
Fb.Ig. Panggung Sandiwara
Kemarin aku juga lihat tanda merah positif juga Thor..
pas dipegang kok malah nyetrum ya Thor?🤔🤔🤔😁😁
Fb.Ig. Panggung Sandiwara
Thor
tolong jelaskan dengan seksama arti atau maksud perkataan Regan "memakanmu"
kalau dulu Belajar biologi.. kayaknya punya Regan yang kena makan🤣🤣🤣
fitria linda
peluk kaki masuk berbagi kehangatan
Alfa Kristanti
Luar biasa
Fb.Ig. Panggung Sandiwara
Bukan Asam folat Thor
kata Gibran yang benar asa sulfat 😁😁😁
Fb.Ig. Panggung Sandiwara
wkwkwkwk 🤣
maniac dan hasrat Aditya ugal ugalan 🤣🤣
Fb.Ig. Panggung Sandiwara
orang hamil terjadi perubahan hormonal itu benar.
tapi orang hamil tidak disita KPK otak dan pikirannya lho🤣🤣🤣
Jasni Erianti
cerita nya 👍👍👍👍
Fb.Ig. Panggung Sandiwara
Magister mengangkang ya?🤔🤣🤣
Fb.Ig. Panggung Sandiwara
part ini membuat pembacanya jadi boros tisu 🤣
Fb.Ig. Panggung Sandiwara
Pantesan Lusi trauma berkepanjangan..
ternyata Lusi tidak ikhlas dengan takdir dan sering berburuk sangka
Dedeh Juariah
Luar biasa
Fb.Ig. Panggung Sandiwara
interupsi Thor.
kok istri Zakaria itu Thor.
Ilyasa adalah laki-laki yang merupakan Nabi Allah.
sedangkan Istri Zakaria yang merupakan ibu dari Yahya bernama Elizabeth.
keponakannya bernama Maryam yang merupakan Ibu dari Isa. As
Fb.Ig. Panggung Sandiwara: salam kenal 🙏
Fb.Ig. Panggung Sandiwara: Lisya... berasal dari kata Elizabeth.🤣
kalau di Indonesia bisa bisa dipanggil Ica tuh Thor 🤣
total 5 replies
Fb.Ig. Panggung Sandiwara
Parto nggak ngelawak lagi ya?🤔🤣🤣
Anonymous
Luar biasa
Rafly Rafly
akhirnya bahagia../Angry/
Ayii Endah
Luar biasa
Fb.Ig. Panggung Sandiwara
wali, saksi dan penghulu kok nggak faham agama..
Suryo tidak berhak menikahkan anaknya.. karena anaknya lahir diluar nikah.. maka sang anak bernasab ibunya.. dan diwakilkan pada wali hakim
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!