NovelToon NovelToon
Ambisi, Cinta, Dan Ulah Si Kembar

Ambisi, Cinta, Dan Ulah Si Kembar

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Eireyynezkim

Valentine dan Valerie, si Twins V, telah tumbuh menjadi dua wanita dewasa dengan kepribadian unik yang selalu membuat orang-orang di sekitar mereka geleng-geleng kepala. Kepolosan, keberanian, dan cara berpikir mereka yang di luar nalar kerap menghadirkan tawa sekaligus kekacauan, terutama bagi kedua orang tua mereka.

Di tengah candaan tentang keinginan cepat menikah, mimpi-mimpi aneh, dan celetukan tak terduga, Twins V terus membawa kejutan baru. Lalu, keseruan dan kekacauan apa lagi yang akan mereka ciptakan selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eireyynezkim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keserakahan akan membawamu pada kehancuran

Setelah Rubi di beri hukuman oleh Ale dan Arlo, mereka sudah membereskan semuanya dengan baik dan hanya tersisa kedua orang tua Rubi yang sudah di bawa ke markas oleh anggota Altezza.

Brukkkk....

Mulyono dan Savitri di lempar ke dalam tahanan yang ada di sana dengan keras sampai tubuh mereka menubruk lantai dengan keras. Luka Mulyono yang belum kering pun kembali mengeluarkan cairan segar berwarna merah itu semakin banyak.

"Kalian benar benar iblis, di mana putriku???" teriak Savitri dengan keras.

Anggota Altezza yang membawa Mulyono dan istrinya itu langsung mencibir mereka berdua karena masih memikirkan keadaan Rubi yang sudah jelas berpindah alam sejak tadi.

"Masih sempat mencari putri kalian itu? Sedangkan nyawa kalian sendiri di sini belum tentu akan seperti apa. Dan lagi mungkin nasib kalian akan bernasib sama seperti putri kalian yang sok itu."

Mulyono dan Savitri nampak kebingungan dengan jawaban anggota Altezza itu dan saat mereka sudah memahaminya mata mereka terlihat melotot dan marah dengan apa yang terjadi dengan putri mereka.

"Kalian bukan manusia, kalian memang tak punya hati!!!"teriak Savitri keras.

Prok... prokkk...

Dari bali badan para anggota Altezza terdengar suara tepukan tangan berkali kali dan tak lama sosok Mahessa datang kesana sendiri dengan santainya. Tapi auranya tak bisa di pungkiri begitu menakutkan saat itu.

"Kalian mengatakan jika kami ada iblis. Lalu apa namanya dengan kalian yang mengorbankan banyak orang dan membuat banyak anak kehilangan masa depannya karena ambisi kalian? Dan sekarang kalian menyalahkan kami? Hei, hei harusnya kalian ngaca, kami di sini hanya membela diri. Jika kami tak membela diri malah kami yang akan celaka karena rencana kalian itu. Dan lagi, gue juga nggak mungkin biarin anak gue jadi korban kalian. Jadi dari pada gue kehilangan anak gue, lebih baik gue kembalikan rencana itu pada anak kalian dan juga kalian sendiri. Dan lihatlah di sebelah kalian itu, bagaimana cara anak gue membalas semua perbuatan yang dia terima kepadanya," ucap Mahessa santai.

Bipp....

Pembatas tembok itu terbuka dan nampaklah di sana tumpukan manusia yang tak lain dan tak bukan adalah preman yang di suruhu Rubi tadi sudah tak bergerak dan nampak di sana sekujur tubuh mereka banyak mengeluarkan cairan segar berwarna merah. Nampak di sana juga banyak yang kehilangan apa yang ada di tubuh mereka dan itu membuat Savitri menjadi mual. Tapi ada satu orang yang sedang duduk di pojok dengan pandangan kosong, Badannya juga mengalami hal yang sama dengan semua rekannya hanya saja dia masih bisa bertahan dan hidup sampai sekarang.

"I-itu kalian yang melakukannya?" tanya Mulyono tergagap.

Mahessa menggeleng, "Owh, tentu saja bukan, untuk apa kami mengotori tangan kami dengan cairan segar itu jika mereka sendiri bisa melakukannya?"

Mahessa tersenyum smirk ke arah Mulyono dan Savitri yang membuat bulu kuduk mereka berdua berdiri. Dan dari perkataan Mahessa sudah bisa di simpulkan jika semua preman itu saling bertarung untuk menyelamatkan diri mereka masing masing.

"Jadi, apa kalian sudah mengerti cara main di sini? Siapa yang mampu bertahan dialah yang akan hidup dan bisa pergi dari sini," ucap Mahessa lagi.

Mulyono dan Savitri nampak saling pandang tapi di wajah tampan Mahessa terbit senyum samar yang sama sekali tak terlihat oleh orang lain kecuali anggotanya yang sudah sangat hapal dengan cara kerja Mahessa.

"Bagaimana? Apa kalian minat dengan hukum yang kami buat di sini?" tanya Mahessa lagi.

Savitri dan Mulyono saling pandang dan Savitri menggelengkan kepalanya karena dia tak ingin memperebutkan itu tapi tak lama mata Savitri melotot saat tangan Mulyono mencengkeram erat lehernya dengan wajah datar dan pandangan bengis.

"Aku tidak ingin mati disini, kalau aku selamat aku bisa menikah lagi dan membangun bisnisku dari awal. Tapi kalau aku ikut mati di sini dan menjalani hukuman itu aku tidak akan bisa menikmati hidupku lagi!" ucap Mulyono datar.

Savitri menatap tak percaya kepada suaminya itu, kenapa bisa dia mempunyai pikiran seperti itu.

Sedangkan selama ini dia tulus menemani suaminya dan mengorbankan banyak hal. Sampai saat keluarganya meminta bantuan dia tak menggubris sampai keluarganya meninggal semua akibat menjadi korban keserakahan mereka tapi ternyata ini balasan suaminya kepadanya Tanpa sadar air mata Savitri menetes di pelupuknya tak menyangka jika nasibnya akan berakhir tragis seperti ini. dia bahkan sudah kehilangan putri yang dia sayang.

"Kenapa kamu melakukan ini?" tanya Savitri

"Tentu saja aku akan melakukan ini karena aku mendapatkan ini semua dengan susah payah. Sedangkan kamu hanya bisa bersenang senang

dengan anak sialanmu itu!" hardik Mulyono keras.

Mahessa yang awalnya tersenyum tipis melihat keserakahan Mulyono nampak menaikkan alisnya bingung dengan perkataan Mulyono.

"A-apa maksudmu? Dia juga putrimu," sahut Savitri tersengal sengal.

"Heh, jangan belagak jadi bodoh, apa kamu pikir aku tidak tahu jika Rubi bukan putri kandungku?

Aku ini tak bisa punya anak jadi akan aneh jika kamu bisa mengandung kecuali kamu selingkuh dan mempunyai laki laki lain di luar sana!!!" bentak Mulyono keras.

"Wow...."

Hanya satu kata itu yang keluar dari mulut Mahessa yang mendengar perkataan Mulyono tentang keluarga mereka.

"Drama yang mengejutkan." Tambah anggota Mahessa yang juga masih menyaksikan semua itu.

Sedangkan mata Savitri sudah terbuka sempurna dan tak menyangka jika rahasia yang dia sembuyikan selama ini bisa di ketahui semua oleh suaminya ini. Dan tak menunggu lama atau menunggu Savitri membela diri Mulyono semakin mencengkeram leher istrinya itu dengan erat sehingga wajah Savitri semakin membiru. Dan tak lama kedua tangan itu terkulai di samping kiri dan kanan badan Savitri. Mata Savitri yang menangis tertutup secara perlahan.

Brukkk....

Mulyono segera membuang tubuh Savitri dan tersenyum puas setelah dia menghabisi Savitri. Ada rasa puas yang tercetak di wajah Mulyono setelah melihat wajah Savitri yang sudah pucat pasi dan tak bernyawa.

"Seharusnya aku melakukan ini sejak lama jadi aku masih menikmati semua hartaku dengan istri baruku," ucap Mulyono santai.

"Woaaaww...."

Lagi lagi Mahessa tak menyangka jika malah mendapatkan kejutan sekali lagi soal ini.

"Dia benar benar iblis berbentuk manusia, cari keluarga keduanya dan selidiki mereka. Jika mereka juga terlibat hancurkan dan buang mereka sejauh mungkin. Jangan biarkan mereka mengganggu di kemudian hari!"

Tanpa berpikir lama dan menunggu waktu yang panjang Mahessa segera menyuruh beberapa anggotanya untuk mencari istri Mulyono yang lain agar mereka tak mengganggu keluarganya di kemudian hari.

Mereka yang di beri perintah segera mengangguk dan pergi dari sana untuk melaksanakan permintaan Mahessa.

Prok...prokkk...

Mulyono tersadar jika dia masih berada di markas Mahessa. Dia mendekat ke arah dinding kaca yang ada di sana dengan wajah berbinar penuh harap kepada Mahessa agar dia bisa bebas dari sana.

"Aku sudah melakukan perintahmu untuk bertahan hidup, jadi segera bebaskan aku dari sini. Aku berjanji akan pergi jauh dari sini dan tak akan pernah menunjukkan wajahku lagi di depanmu atau tuan Altezza!" mohon Mulyono pada Mahessa.

Mahessa tersenyum tipis melihat keadaan Mulyono yang dia tahu jika Mulyono adalah manusia yang tak akan bisa di ampuni atas segala perbuatan jahatnya selama ini.

"Dia benar benar titisan iblis berwajah manusia!" batin Mahessa.

"Jadi tadi gue dengar kalau lo punya istri yang lain? Apa itu benar?" tanya Mahessa memancing obrolan dengan Mulyono.

Deg...

Tubuh Mulyono menegang mendengar pertanyaan Mahessa dan wajahnya kembali memucat melihat wajah Mahessa yang menyelidik ke padanya.

"Tolong jangan sentuh mereka, aku tidak ingin melibatkan mereka!" mohon Mulyono pada Mahessa.

Tapi Mahessa mengangkat kedua bahunya acuh dan tak peduli kepada Mulyono yang memohon padanya.

"Gue heran sama manusia modelan lo yang nggak mau bersyukur sama sekali, dan malah menyia nyiakan bahkan rela menghabisi istrinya sendiri demi kebebasan duniawi bersama wanita lain. Jadi sepertinya gue tarik ucapan gue kalau gue bakal bebasin lo dari hukuman yang ada di sini!"

Deg....

Tubuh Mulyono terhuyung ke belakang mendengar itu, dia menggeleng dengan cepat dan menggebrak dinding kaca yang ada di sana dengan keras.

Brakkk brakkk...

"Kamu nggak bisa ingkar janji padaku, aku harus keluar dari sini!" teriak Mulyono dari dalam.

Tapi Mahessa langsung berbalik karena sudah muak dengan wajah Mulyono yang menurutnya tak pantas untuk hidup lebih lama lagi. Dan saat Mahessa berbalik dia menjentikkan jarinya dua kali dan dari atas ruangan itu ada sebuah pintu yang terbuka. Dan dari atas sana nampak belasan ular yang berbisa berjatuhan dan membuat Mulyono berteriak histeris, dia mencoba menghalau semua ular itu tapi tetap saja saking banyak nya ular itu dia tak lagi bisa mengelak, dan saat Mahessa naik ke lantai atas teriak Mulyono sudah tak terdengar kembali.

"Anggap itu jadi hukuman buat laki laki nggak bertanggung jawab seperti lo dan juga rela mengorbankan keluarganya hanya demi napsu dunia!"

Keserakahan akan membawamu pada kehancuran....

to be continued...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!