NovelToon NovelToon
Dipaksa Menikah Dengan Tuan Muda Lumpuh

Dipaksa Menikah Dengan Tuan Muda Lumpuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / CEO / Orang Disabilitas
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Sagitarius28

"Besok kamu harus menikah dengan putra dari keluarga He! Pokoknya Papa tidak mau tahu, setuju atau tidak kamu tetap harus menikah dengannya." Zhu Guan

"Tidak! Lian tidak mau Pa. Sampai kapanpun Lian tidak mau menikah dengan lelaki lumpuh itu. Lebih baik Yiyue saja yang Papa nikahkan dengan lelaki itu, jangan aku Pa!" Zhu Lian

"Kenapa harus aku? Bukankah kakak yang harus menikah, tapi kenapa semua orang menumbalkanku untuk menggantikannya?" Zhu Yiyue

Seorang pengusaha yang sedang terlilit hutang, tak ada opsi lain selain menuruti keinginan keluarga He yang merupakan keluarga konglomerat. Dengan teganya dia menumbalkan salah satu putrinya sebagai penebus hutangnya. Tanpa memikirkan perasaan putrinya, dia justru mendorong putrinya ke sebuah jurang keputusasaan.

Mampukah Yiyue menerima takdirnya sebagai alat penebus hutang? Menikah dengan seorang lelaki yang tak dia kenal, terlebih lelaki itu adalah Tuan Muda lumpuh yang terkenal sangat dingin seperti kulkas tujuh pintu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sagitarius28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DMDTML 14

"Kenapa, hm? Aku ini suamimu kan?" Qiaoyan setengah berbisik dengan suara mend*s*h yang menggoda.

"Ahhh, Tuan ...."

Reflek suara des*h*n meluncur begitu saja dari bibir Yiyue. Bagaimana tidak? Saat ini Qiaoyan tengah menyusuri ceruk leher putih nan mulus milik istri kecilnya yang begitu menggoda, membangkitkan sesuatu yang ada di bawah sana. Qiaoyan kembali memberikan sentuhan selembut sutra pada kulit sang istri, gadis cantik itu memejamkan mata seolah menikmati setiap sentuhan yang diberikan suaminya. Napas hangat sang suami beradu dengan sensasi air hangat yang membasahi kulit mereka, menimbulkan sensasi geli sekaligus gairah yang kuat.

Perlahan Yiyue menengadahkan kepala, memberikan akses lebih dalam. Tentu saja Qiaoyan tak melewatkan begitu saja usai sang istri memberikan lampu hijau untuknya. Tak hentinya Qiaoyan menciumi leher putih istrinya dengan rakus, seolah hal itu candu baginya. Sementara Yiyue dibuat mabuk kepayang oleh sang suami, tanpa sadar dia kembali mendesah pelan, membiarkan kepala menyandar ke bahu kokoh di belakangnya. Tangan Yiyue bertaut di lengan suaminya, meremas pelan ketika kecupan itu berpindah menjadi gigitan kecil yang mengirimkan gelombang listrik ke seluruh tubuhnya. Uap air di sekeliling mereka seolah menghilang, hanya menyisakan rasa intim yang menyesakkan dada.

Sentuhan suaminya kali ini bukan sekadar fisik, tetapi terasa sebagai bentuk pemujaan yang mendalam. Membuatnya merasa dicintai dan diinginkan sepenuhnya.

"T- tuan ...." Ucapan Yiyue tertahan di tenggorokan, gadis cantik itu tak mampu berkata lagi saat suaminya mengabsen seluruh leher putih nan mulusnya yang begitu menggoda.

Tak berhenti disitu, faktanya sang suami kembali membuatnya terbuai. Mata Yiyue membulat sempurna saat bibir mereka bertemu, seketika jantung Yiyue kembali berdegup kencang.

Dengan lembut Qiaoyan mel*m*t bibir istri kecilnya, Qiaoyan memiringkan wajahnya ke kiri dan ke kanan. Yiyue memejamkan mata, membiarkan jemarinya merambat ke tengkuk suaminya, reflek gadis cantik itu membalas lum*t*n pelan yang terasa begitu tulus.

Qiaoyan tersenyum saat melihat sang istri memejamkan matanya, dia tak sia-sia mengajari sang istri yang begitu polos untuk berciuman. Bibir Yiyue terasa manis membuat Qiaoyan candu akan bibir seksi istrinya itu.

Busa sabun yang tersisa di kulit mereka seakan terbakar oleh intensitas ciuman tersebut. Yiyue kembali mend*s*h pelan saat ciuman suaminya yang awalnya lembut berubah menjadi lebih menuntut, menimbulkan decapan pelan memenuhi ruangan raksasa itu.

Posisi berhadapan di dalam bathup membuat napas mereka memburu, saling bertukar oksigen. Yiyue mempererat pelukannya di bahu suaminya, merasakan sensasi basah dan intim yang membuat lututnya lemas— meski dia sedang duduk. Bibir suaminya terasa hangat kontras dengan air yang perlahan mendingin.

Dengan terpaksa Qiaoyan melepaskan pagutannya saat merasa Yiyue kehabisan pasokan oksigen. Terdengar jelas napas Yiyue begitu terengah-engah.

"Kau ingin membunuhku Tuan?" Yiyue mendelikkan mata pada suami kulkasnya. Tak peduli jika suaminya akan murka, yang jelas dia merasa kesal dengan ulah suaminya. Lagi dan lagi sang suami mencuri ciumannya, tanpa sadar Yiyue pun membalas dan menikmatinya.

"Kenapa kau mencuri ciumanku lagi?" Lanjutnya mendengus kesal yang masih melototkan matanya seakan ingin keluar dari sarangnya.

Qiaoyan memutar malas bola matanya. "Memangnya kenapa? Apa salah seorang suami mencium istrinya sendiri?"

"Lagi pula kau juga menikmatinya. Bahkan kau sampai melek merem dan membalas ciumanku. Mulut mu berkata tidak, tapi tubuhmu bereaksi tak bisa berbohong," sergah Qiaoyan.

"Kau ...." Yiyue belum selesai bicara namun secepat kilat Qiaoyan memotongnya.

Qiaoyan tersenyum tipis, bahkan sangking tipisnya sampai tidak terlihat oleh kasat mata. "Sudahlah jangan diperpanjang lagi. Sebaiknya kau cepat turun dan keluar dari bathup ini. Kau tahu di bawah sana, dia sudah berdiri dan minta dipuaskan. Jangan paksa aku untuk memakanmu! Jika kau belum siap sebaiknya kau segera bangkit sebelum semuanya terlambat," ucap Qiaoyan yang sedari tadi menahan hasratnya.

"Berdiri? Apanya yang berdiri Tuan?" Yiyue mengulang ucapan suaminya yang terdengar ambigu di telinganya. Gadis cantik itu berkerut alis menatap suami kulkasnya.

Benar-benar gadis polos yang tak mengerti dengan ungkapan seperti itu. Sungguh Yiyue memang tak mengerti mengenai urusan ranjang.

Namun, tak berselang lama otaknya langsung mencerna arti dari 'memakanmu'. Tentu saja Yiyue cukup tahu arti dari kata tersebut, membuat gadis cantik itu secepat kilat langsung bangkit dan keluar dari bathup.

Tampak Yiyue basah kuyup, jauh dalam lubuk hatinya ingin sekali dia mencekik leher suaminya yang selalu berbicara mesum. Padahal dia sendiri sudah mandi, tapi malah ditarik oleh suaminya untuk ikut basah-basahan.

"Hei, kenapa masih diam? Ayo cepat bantu aku! Setelah itu gantilah pakaianmu agar tidak kedinginan, nanti malah aku yang repot kalau kau sakit," ujar Qiaoyan membuyarkan lamunan sang istri.

'Dasar manusia kulkas! Menyebalkan sekali, kenapa aku bisa punya suami seperti dia?' batin Yiyue melirik sekilas wajah tampan suami kulkasnya itu.

"I- iya Tuan," sahut Yiyue terbata yang kemudian berjalan menuju bathup.

Yiyue mengangkat tangan Qiaoyan dan membantu lelaki itu berdiri, menopang tubuh besar suaminya untuk mencapai kursi rodanya yang tak jauh dari bathup.

Gadis cantik itu mengambil handuk yang telah dia siapkan di dalam kamar mandi. Lalu dililitkannya handuk itu pada pinggang suaminya dengan telaten. Yiyue memejamkan mata, takut jika dirinya akan melihat aset berharga milik suami kulkasnya itu.

Di sisi lain Qiaoyan tersenyum sambil menggeleng melihat istrinya yang memejamkan mata sambil melilitkan handuk di tubuhnya. Sungguh terlihat begitu lucu dimata Qiaoyan yang saat ini sedang memperhatikan sang istri. Sebenarnya Qiaoyan bisa memakai handuk sendiri, namun entah kenapa dia merasa senang saat mengerjai istri kecilnya.

Tak lama Yiyue selesai melakukan tugasnya, sebelum kemudian Yiyue segera mendorong kursi roda elektrik suaminya keluar meninggalkan ruangan raksasa itu. Kini, mereka sedang berada di walk in closet dimana Yiyue mengambilkan baju ganti untuk suaminya. Dengan penuh kesabaran, Yiyue memakaikan kaos berwarna putih senada dengan celana bahan yang dia pilihkan untuk suaminya.

Saat Yiyue hendak memakaikan celana pada suaminya, justru Qiaoyan menyuruh sang istri agar segera mengganti pakaiannya yang telah basah karena ulahnya.

"Ambillah baju dan segera ganti. Sepertinya kau kedinginan," seru Qiaoyan dengan wajah datarnya.

"Baik Tuan." Yiyue mengangguk mengiyakan perintah suaminya sambil membawa handuk dan baju ganti ke dalam kamar mandi.

🥕🥕🥕

Beberapa menit kemudian Yiyue keluar dari kamar mandi. Tampak gadis cantik itu memakai piyama, terlihat segar dengan makin cantik dengan surai panjang yang tergerai indah. Tangannya terulur mengeringkan surai panjangnya yang masih basah dengan handuk. Tanpa Yiyue sadari jika ada sepasang mata yang sedang memperhatikannya, siapa lagi kalau bukan Qiaoyan suami kulkasnya itu.

Dengan susah payah Qiaoyan menelan kasar salivanya ketika melihat pemandangan di hadapannya. Dimana sang istri yang sedang mengeringkan surai panjangnya. Terlihat jelas istri kecilnya itu begitu seksi nan menggoda, tanpa sadar jika hal itu telah membangkitkan birahinya yang telah dia pendam sedari tadi.

"Tidurlah di sampingku!"

DEG!

.

.

.

🥕Bersambung🥕

1
Kaizy celine
Lanjutttt😍😍
Kaizy celine
Nah gtu dongg 😍👍👍👍 panggilan sayang lebih enak didengar
Kaizy celine
😍😍😍😍😍😍
Kaizy celine
Ohhhh co cweett🥺🥺 tpi miris banget ya smoga happy ending
Yul Kin
ayo dong ungkapkan perasaan mu, ganti atuh panggilannya jgn tuan... 💪😄
Yul Kin
aku sampe nangis, terharu banget
Rara Kayla
jadi ikutan mewek🥺😢😭
Kaizy celine
Hem rasanya pengen pilih dokter aja, tapi lihat qioyan kasihan🥺
Kaizy celine
Naahhh ternyata dia cinta duluan tapi gengsi😍👍
Kaizy celine
Waduh siapaaa tuhhhh😍😍😍
Rara Kayla
nah loooh... kan...
Rara Kayla
waaaah.... ini nih bakal tantrum tuh si bayi gede😁
Rara Kayla
suamimu ngambek, awas tantrum loh🤣
Rara Kayla
yaela, pelit amat kau Bos! 🤣
Kaizy celine
Naah gtu dong🤣😍👍👍
Kaizy celine
Lanjutt thorrr tanggung thorr
Rara Kayla
fix bukan anaknya nih...
Rara Kayla
yuuuk gas lagi Thor babnya, semangat.. semangaat Thor😁
Rara Kayla
Bapak yg aneh bin kucluk, itu si Qiaoyan anak apa bukan sih? tega amat ma anak sendiri
Rara Kayla
Si mulut pedas😁, makan tuh, sakit hati kan lu. hahahahahaha...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!