NovelToon NovelToon
MENAGIH JANJI MASA KECIL

MENAGIH JANJI MASA KECIL

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:50.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ramanda

Sejak kecil, Ariya Raditya sudah mengikat Arumi Devita Ningrum dengan sebuah janji.

“Kamu harus jadi pengantinku.”

Janji yang terdengar polos saat kanak-kanak itu berubah menjadi luka saat dewasa. Hasutan, salah paham, dan pengkhianatan membuat mereka saling membenci, hingga Ariya memilih menikahi perempuan lain.

Namun takdir tidak pernah lupa pada janji lama. Sebuah kecelakaan membuat Ariya lumpuh. Calon pengantinnya kabur di hari pernikahan.

Dan Arumi… dipaksa menggantikan posisi yang seharusnya bukan miliknya. Menikahi pria yang dulu ia cintai. Menjadi istri dari lelaki yang kini membencinya.

Terikat oleh janji masa kecil yang kembali ditagih dengan kejam. Apakah ini akhir dari luka… atau awal dari cinta yang lebih menyakitkan?

Penasaran? Yuk ikuti cerita Ramanda dan jangan lupa berikan dukungannya ya terimakasih 🙏🏻.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RAHASIA YANG MENJADI RAHASIA UMUM

Mentari pagi menyelinap masuk melalui jendela ruang makan mansion Ferdiansyah, menerangi wajah Arumi yang tampak jauh lebih segar. Pagi ini, ia mengenakan kemeja blus berwarna salem yang dipadukan dengan celana kain putih, senada dengan hijabnya yang tertata rapi. Kecantikannya yang alami terpancar kuat, bukan lagi karena riasan, melainkan karena beban berat di pundaknya baru saja terangkat.

"Pagi ini menantu Mama cantik sekali. Sepertinya tidurmu sangat nyenyak semalam, ya?" puji Heni sambil menata piring di meja.

Nenek yang duduk di kursi utama ikut tersenyum lebar. "Benar, Arumi. Wajahmu terlihat sangat cerah dan ceria. Aura pengantin baru akhirnya keluar juga."

"Terima kasih banyak, Ma, Nek. Berkat doa kalian juga Arumi merasa lebih baik hari ini," jawab Arumi malu-malu.

"Terima kasih kembali, Ma, Nek! Aku memang merawatnya dengan sangat baik semalam," celetuk Ariya tiba-tiba sambil menarik kursi di samping Arumi.

Sontak semua mata tertuju pada Ariya. Ferdiansyah yang baru saja menurunkan koran paginya menatap putranya dengan dahi berkerut. "Kenapa malah kamu yang menjawab? Papa dan Mama sedang memuji Arumi, bukan memujimu, Ariya."

Ariya justru menegakkan punggungnya dengan penuh percaya diri. "Tentu saja aku yang menjawab, Pa. Mulai detik ini, aku resmi menjadi asisten pendamping sekaligus juru bicara untuk Dokter Arumi. Jadi, segala bentuk pujian atau pertanyaan harus melewati saringan asistennya dulu."

Mendengar perkataan itu, Arumi mendadak merasa risih. Wajahnya memerah karena malu di hadapan kedua mertuanya. "Mas Ariya, jangan mulai deh. Malu dilihat Papa sama Mama."

Ferdiansyah dan Heni justru tertawa terpingkal-pingkal melihat tingkah putra mereka. "Lucu sekali melihatmu begini, Ariya. Dulu kamu itu atasan Arumi yang sangat galak. Kamu sering sengaja memberinya tugas tambahan kalau lagi kesal, kan? Sekarang malah mau jadi asisten?" goda Ferdiansyah.

Ariya mengangguk tanpa rasa malu sedikit pun. "Justru itu, Pa. Aku ingin menebus semua dosa dan kesalahanku yang dulu. Biarlah sekarang aku yang melayani istriku. Mau jadi asisten atau jadi supir pun aku rela, asal tetap bisa nempel dengannya."

Heni menggelengkan kepala melihat perubahan drastis putranya. "Sudah, sudah. Perdebatan ayah dan anak ini tidak akan ada habisnya. Ayo kita sarapan dulu sebelum kalian berangkat ke rumah sakit."

Setelah sarapan yang penuh tawa selesai, mereka segera menuju rumah sakit. Yuda sudah bersiap di balik kemudi mobil mewah milik Ariya. Di sepanjang perjalanan, Arumi tampak gelisah. Ia merapikan jas dokternya berkali-kali sambil menggigit bibir bawahnya.

"Mas, aku mohon satu hal. Nanti di rumah sakit, tolong jangan terlalu ketara kalau kita ini suami istri, ya? Aku ingin profesional sebagai rekan kerja saja," pesan Arumi serius.

Ariya yang sedang memainkan ponselnya langsung menoleh dengan tatapan jenaka. "Arumi sayangku, cintaku, matahariku. Sepertinya kamu lupa sesuatu yang sangat krusial."

"Apa?" tanya Arumi bingung.

"Seluruh penghuni rumah sakit, mulai dari direktur sampai petugas parkir, sudah tahu kalau Dokter Arumi Devita Ningrum adalah istri sah dari Dokter Ariya Raditya. Rahasia itu sudah hangus sejak lama," jawab Ariya santai.

Arumi membelalakkan matanya. "Hah? Bagaimana bisa? Aku kan tidak pernah bercerita pada siapa pun!"

"Kamu lupa ya? Waktu kamu dinyatakan hilang di Sumatera, suamimu yang tampan ini hampir gila. Aku berteriak-teriak menyebut namamu sebagai istriku di koridor rumah sakit saat mengurus izin pencarian. Para perawat melihatku histeris," jelas Ariya sambil terkekeh mengenang masa memalukan itu.

Arumi menepuk dahinya sendiri. Ia tidak membayangkan bahwa reputasi mereka sebagai Tom and Jerry di rumah sakit telah berubah menjadi berita gosip paling panas. Dulu, mereka dikenal sebagai dua dokter yang tidak pernah akur dan selalu berdebat di depan pasien, namun ternyata mereka terikat janji suci pernikahan.

"Aduh, Mas Ariya! Kamu benar-benar ember ya! Lalu bagaimana aku menghadapi tatapan mereka nanti?" keluh Arumi.

Ariya justru merangkul pundak istrinya dengan erat. "Tenang saja. Mereka pasti akan menyambutmu dengan hangat. Kamu itu dokter kesayangan pasien, Arum. Tidak akan ada yang berani bergosip jahat di depan asisten pribadimu yang galak ini."

Begitu mereka menginjakkan kaki di lobi rumah sakit, suasana mendadak riuh. Dugaan Ariya benar. Para perawat, dokter muda, bahkan staf administrasi langsung mengerubungi mereka. Namun, alih-alih memberikan tatapan menghakimi, mereka justru menyambut Arumi dengan sukacita yang luar biasa.

"Dokter Arumi! Syukurlah Dokter sudah kembali! Kami semua sangat merindukan kehadiran Dokter di sini!" seru salah satu perawat senior sambil memegang tangan Arumi.

"Selamat datang kembali, Dokter Arumi. Rumah sakit terasa sepi tanpa perdebatan Dokter dengan Dokter Ariya," goda seorang rekan dokter lainnya yang membuat Arumi semakin tersipu.

Arumi tersenyum tulus, merasa terharu dengan sambutan itu. "Terima kasih semuanya. Maaf sudah membuat kalian khawatir. Saya senang bisa kembali bertugas bersama kalian lagi."

Karena Ferdiansyah menjaga privasi Arumi selama masa pemulihan, tidak ada yang tahu bahwa Arumi sebenarnya sempat dirawat di rumah sakit yang sama dalam kondisi hilang ingatan. Mereka hanya tahu Arumi baru saja kembali dari masa cuti panjang setelah kejadian di Sumatera.

Setelah acara penyambutan singkat yang penuh haru itu, Ariya langsung menuntun Arumi menuju ruang kerjanya. "Ayo, kamu harus istirahat dulu di ruanganku sebelum mulai berkeliling ruangan pasien."

Arumi melepaskan kaitan tangan Ariya. "Nggak mau! Aku mau ke ruanganku sendiri, Mas. Aku punya ruangan sendiri, kenapa harus ke ruanganmu?"

"Di ruanganku ada tempat tidur yang lebih nyaman untuk istirahat. Kamu bisa tiduran sebentar sambil menunggu jadwal visit," paksa Ariya.

"Aku nggak mau memanfaatkan fasilitas milikmu. Aku mau profesional, Mas Ariya. Lagipula, aku tidak mau orang-orang semakin membicarakan kita kalau aku terus ada di ruanganmu," bantah Arumi tegas.

Ariya memasang wajah sedih yang dibuat-buat, mencoba melakukan drama agar istrinya luluh. "Tega sekali kamu menolak niat baik asisten pribadimu sendiri. Aku kan hanya ingin memuliakan istriku yang cantik ini."

"Berhenti melakukan drama itu, Mas. Kamu benar-benar ember dan sekarang mau jadi aktor juga?" ejek Arumi sambil menahan tawa.

Tepat saat Ariya hendak membalas ejekan istrinya dengan gombalan lainnya, seorang perawat muda datang menghampiri mereka dengan tergesa-gesa.

"Maaf mengganggu, Dokter Ariya, Dokter Arumi," ujar perawat itu sopan. "Ada pasien di bangsal VVIP nomor 302 yang baru saja masuk dan bersikeras ingin segera bertemu dengan Dokter Arumi. Katanya, dia hanya mau diperiksa oleh Dokter Arumi saja."

Arumi langsung berubah menjadi mode profesional. "Pasien siapa? Apa ada keluhan darurat?"

"Belum diketahui pasti, Dok. Tapi beliau bilang dia adalah kenalan lama Anda," jawab perawat itu.

Arumi menoleh ke arah Ariya yang wajahnya mendadak berubah menjadi waspada. "Kenalan lama? Siapa ya kira-kira?" tanya Arumi pada suaminya.

Ariya menyipitkan mata, insting perlindungannya kembali menyala. "Kita lihat saja langsung. Aku akan menemanimu. Ingat, aku asistenmu sekarang, jadi aku tidak akan membiarkanmu sendirian menemui pasien misterius ini."

Arumi hanya bisa menghela napas panjang melihat sikap posesif suaminya. Namun jauh di dalam hatinya, ia merasa aman karena tahu ada pria yang siap menjadi tamengnya kapan saja. Mereka pun melangkah bersama menuju bangsal VVIP, tanpa tahu bahwa pertemuan itu akan membuka lembaran baru dalam misteri yang menyelimuti masa lalu Arumi.

1
Uba Muhammad Al-varo
Bisma....... akhirnya menyesal tidak bisa melakukan MP,tapi tenang besok kamu langsung gas pool ngebut langsung tokcer dapat hasil yang memuaskan
Uba Muhammad Al-varo
semoga aja ini awal mula hubungan Rico dan Azka kearah lebih baik lagi, untuk mendapatkan kebahagiaan
ken darsihk
semakin seruuu
ken darsihk
Jangan sampai rencana itu tercium oleh pihak musuh , semoga semua rencana bisa berhasil
Uba Muhammad Al-varo
Rico.....benar kata Rizka,bahwa kamu kamu diselamatkan dari orang yang salah dan kamu akan mendapatkan kebahagiaan dengan orang tepat dan baik 💪💪💪💪💪
ken darsihk
❤❤❤❤❤❤
Uba Muhammad Al-varo
semoga acara lamarannya Bisma ke Elvina lancar dan selamat sampai pernikahan
ken darsihk
Kejahatan nya Lusi, Rina dan adik nya Rusdi benar benar terencana , semua berawal dari dendam pribadi
ken darsihk
Seruuuu aq syukak 🩵🩵🩵
ken darsihk
Lusiii nanti kan kehancuran mu dan ibu mu , hukum tabur tuai kuyyy sedang berjalan 😂😂😂
ken darsihk
💪💪 author
Uba Muhammad Al-varo
akhirnya Bisma berani ngambil keputusan yang tepat, semoga ini menjadi kebahagiaan buat Bisma dan Elvina
Uba Muhammad Al-varo
Bisma........ jangan kau jadi pengecut, ayo jujurlah pada Elvina bahwa kamu mencintai nya😇😇😇
ken darsihk
Yesss Ariya kamu benar menghubungi papa mu sebelum mobil SUV hitam suruhan orang nya Lusi mendekat
ken darsihk
Lusi muka badak juga benar benar nggak ada harga diri nya 😠😠😠
ken darsihk
Cari bukti yang kuat untuk menjebloskan Rina dan anak nya Lusi ke penjara 😠😠😠
ken darsihk
Semangat Ariya kamu lah satu2 nya orang yng bisa melindungi Arumi dari kejahatan ibu tiri dan anak nya
ken darsihk
Aq syukak cerita nya bagus 🩵🩵
ken darsihk
Tugas mu Ariya melindungi Arumi dari segala kejahatan yng akan di buat oleh Lusi dan ibu nya
ken darsihk
Semoga Ariya bisa meresapi apa yng di katakan oleh kakek dan nenek itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!