Terancam di D.O membuat Galang harus berhadapan dengan dosen super duper Killer yang malah membuatnya jatuh cinta!
Mampukah Galang menaklukan hati dosen killer pujaan hatinya?!
Jawabannya ada di cerita Novel ini, ikutin terus yah kelanjutan ceritanya.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uni Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kecemasan Gadis
Hari berikutnya,,,,,
Gadis tengah mengajar di kelas nya siang itu. Nampak Gadis begitu serius dalam menjelaskan materi perkuliahan yang ia bahas. Para mahasiswanya pun tidak ada yang bersuara, semuanya fokus dengan penjelasan ibu Gadis saat itu. Sementara Misha yang tengah menyibukan dirinya dengan mewarnai buku yang ia beli bersama Galang saat itu.
Gadis memberi kesempatan kepada mahasiswanya untuk bertanya, namun malah membuat suasana kelas semakin menegang. Tidak ada mahasiswa yang berani bertanya saat itu.
"Silahkan yang ingin bertanya, saya beri kesempantan kepada anda untuk bertanya jika kurang jelas" ucap Gadis
Semuanya terdiam, dan membuat Gadis menunggu cukup lama..
"Jika tidak ada yang bertanya, maka saya anggap semuanya sudah paham. Saya akan memberi tugas kepada semuanya, silahkan buat 1 makalah sebuah usaha bisnis, apapun itu, sesuai dengan urutan yang saya jelaskan tadi. Minggu depan silahkan di kumpul dan saya akan memilih beberapa mahasiswa untuk memaparkan makalahnya nanti" ucap Gadis.
"Baik buuuuu" jawab mahasiswa itu serempak
Kemudian Gadis menutup perkuliahannya dan ia keluar ruangan menuju ke ruang dosen. Begitu juga misha yang mengikuti kemanapun Gadis berjalan. Saat mereka sampai di koridor dekat ruangan dosen, Gadis melihat sudah ada Galang yang duduk di bangku tunggu. Lalu Misha memanggil Galang
"Om Galang" ucap Misha yang langsung berlari dan mendekat kearah Galang
"Hallo cantik,,, lama gak ketemu, om kangen sama kamu" ucap Galang
"Micha juga kangen om,," ucap Misha saat memeluk leher Galang
"Misha, Ayo kita masuk kedalam!" ucap Gadis dengan kembali bersikap dingin karena Gadis ingin menghindari Galang.
"Micha mau sama om Galang ma" jawab Misha
Gadis tidak ingin berdebat, lalu ia berjalan lebih dulu masuk keruangan dosen dan diikuti Galang dan Misha
"Misha,, kenapa mama jadi cuek gitu yahh sama om?" tanya Galang
"Gak tau om,, tapi bebelapa hali lalu caat kami pulang dali kampuc, mobil mama di hadang cama olang om. Olangnya celemmmm banget om" ucap Misha
Galang kaget mendengar penuturan Misha, "siapa pria yang dimaksud Misha. Apakah mereka mengganggu Gadis ?" Batin Galang, lalu Galang duduk di kursi menghadap Gadis. Sementara Misha duduk di bangkunya
"Ada apa anda kemari?" tanya Gadis dengan nada dingin
"Saya mau mengantarkan revisi Bab I saya bu, dan juga untuk Bab 2 nya" ucap Galang yang kemudian meletakkan mapnya diatas meja gadis.
"Baiklah, nanti saya akan periksa dulu, sekarang anda bisa keluar karena saya akan pulang" ucap Gadis datar tanpa expressi. Menatap Galang pun Gadis tak mau.
Setelah mengatakan itu, gadis mengajak Misha untuk segera pulang, Gadis ingin menghindari Galang dan tidak ingin terkena masalah jika mereka terus bertemu. Gadis dan Misha masuk kedalam mobilnya dan Galang tidak ingin tinggal diam, ia pun mengikuti mobil Gadis sampai dirumahnya. Galang begitu penasaran terhadap cerita dari Misha.
Begitu sampai dirumah, Gadis turun dan membukakan pintu rumah untuk Misha, kemudian Galang menghentikan langkah Gadis saat itu
"Gadis.... tunggu!" ucap Galang
Gadis terhenti dan berbalik melihat Galang
"Ada apa?? bukankah keperluanmu sudah selesai lang? kenapa kamu harus ngikutin aku?!" ucap Gadis Kesal
"Gadis,,,,!!! kenapa kamu menghindar dari aku? apa salahku?" ucap Galang
"Kamu gak salah lang, bukan aku ingin menghindar, hanya saja lebih baik kita menjaga jarak lebih jauh. bersikap Profesional antara dosen pembimbing dan mahasiswanya! Tolong jangan terlalu dekat dengan Misha!" ucap Gadis
"Kenapa? apa karena kamu diancam orang hah?" tanya Galang
Gadis kaget, "Bagaimana galang bisa tau?" batin Gadis
"Sudahlah,, jangan berkata apapun lagi, lebih baik kamu pulang dan kita bertemu di kampus saja !" ucap Gadis yang kemudian menutup pintunya. Galang pun menjadi kesal sendiri karena Gadis tidak mau cerita apapun soal kejadian itu. Kemudian Galang pergi dari rumah Gadis,, sebuah mobil hitam terbuka kacanya ternyata Surya tengah mengawasi Gadis dan seorang pria yang tengah mengobrol sedari tadi diyakini oleh Surya bahwa dialah pria yang bernama Galang.
***
Malam Menjelang,,,
Gadis tengah menikmati makan malam bersama Misha. Saat tengah makan, ponsel Gadis berdering lalu Gadis beranjak dan mengangkatnya yang ternyata telfon dari ibunya.
"Hallo bu,,, Assalamualaikum" ucap Gadis
"Wa'alaikumsalam nduk,,, bapakmu masuk kerumah sakit nduk,,, sakitnya kambuh lagi dan kata dokter, Ayah harus segera di operasi" ucap ibu Gadis dengan menangis
"Gadis segera kesana bu,, tunggu Gadis ya bu" ucap Gadis.
Setelah menutup telfonnya, Gadis mengajak Misha untuk segera kerumah sakit.
Begitu sampai dirumah sakit, Gadis bertemu dengan Adinda dan juga Daniel, lalu Gadis memberikan Misha kepada ibunya dan Gadis masuk keruangan ayahnya di rawat. Jantung Gadis berdegup cepat karena rasa cemas dan paniknya, Gadis takut jika terjadi hal buruk kepada ayahnya. Lalu Gadis masuk kedalam ruangan dan menyapa ibu dan juga adik iparnya, kondisi Ayah Gadis sedang dalam keadaan tertidur.
"Bu,,, gimana Ayah??" ucap Gadis dengan khawatir
"Ayah harus segera dioperasi nduk,,, kalau tidak maka sakitnya akan semakin menjalar kemana-mana dan akan jadi komplikasi. Sedangkan ibu dan bapak sudah tidak ada tabungan lebih untuk biaya operasi bapakmu." ucap ibu Gadis
"Memangnya berapa bu biaya operasinya??" tanya Gadis
"100juta nduk" ucap ibu Gadis dengan menangis pilu.
"Kak Gadis,, di tabungan kami ada sedikit uang sekitar 20 juta bisa di pakai kak" ucap Denny
Gadis terdiam lalu menatap Sosok pria paruh baya yang terbaring lemah di ranjang pasien. Gadis berfikir, apa yang bisa ia jual untuk bisa mendapatkan uang sebanyak itu dalam sekejap.
"Apa mobilku bisa seharga itu??" batin Gadis
"Bu,,, Gadis akan usahain untuk mendapatkan uang itu segera bu,,, doakan gadis ya bu" ucap Gadis mencoba menguatkan dirinya
Kemudian Gadis pamit kepada ibu dan adik iparnya untuk mencari sumber dana. Gadis pun mendatangi beberapa shworoom mobil yang masih buka malam itu dan berniat menjual mobilnya. Namun mobil itu hanya di hargai murah oleh mereka dan tidak akan cukup untuk membiayai biaya rumah sakit ayahnya. Gadis nampak begitu sedih dan frustasi saat itu,,,,,,,
"Kemana lagi aku bisa menjual mobilku dengan harga yang lebih tinggi?" Batin Gadis saat menjalankan mobilnya menuju rumah sakit....
.
.
.
.
geo apa rio ya kn?
rakah.