NovelToon NovelToon
Jodoh Shakira, Pernikahan Ke Dua

Jodoh Shakira, Pernikahan Ke Dua

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Arion Alfattah

Ditinggalkan oleh suami di hari pertama pernikahan bukanlah keinginan Shakira Aisha. Sejak Fauzi sang suami tahu masalalunya, pria itu pergi entah ke mana.

Karena cinta yang Shakira Aisha miliki dan ingin mempertahankan rumahtangganya, dia mencari Fauzi ke suatu kota atas petunjuk yang ia dapatkan.

Kepindahannya ke suatu tempat justru malah mempertemukannya lagi dengan pria masa lalu, pria yang sudah menorehkan luka dan menghancurkan segala mimpinya diusia muda.

"Kita bertemu kembali? tak akan kubiarkan kamu pergi lagi."

"Sial, apa yang ingin kamu lakukan?"

"Menghamilimu!" Mario menyeringai penuh kelicikan.

"Aku sudah menikah!"

Deg.

Siapakah pria yang akan Shakira Aisha pilih? laki-laki masa depannya yang sudah menikahinya ataukah pria masalalunya?

Mampukah Mario meluluhkan Aisha-nya? Wanita yang telah ia permainan sedemikian rupa. Dan akankah Fauzi mempertahankan istrinya disaat ada laki-laki lain terang-terangan mengajaknya bersaing?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arion Alfattah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 26 - Fauzi dan Luna

Disaat Raka dan Mario tengah berbincang tentang kisah masa kecilnya sembari menunggu Shakira ke luar kamar, Fauzi sedang mengantar Luna ke rumahnya.

"Ini rumah saya, Mas. Silahkan masuk." Setibanya di depan rumah keluarga Luna, dia mempersilahkan Fauzi masuk.

Sebelumnya pria itu sudah mendapatkan izin dari pemilik tempat dia bekerja mengingat ini darurat, jadinya dipersilahkan memakai motor yang sering digunakan banyak orang.

"Makasih Luna." Fauzi melangkah masuk mengikuti Luna. Setibanya di dalam dia tidak menemukan siapapun juga.

"Lun, kok sepi? Bukannya bapak kamu jatuh?" tanya Fauzi penasaran karena biasanya orang sakit ada yang nungguin.

"Bapak ada di dalam kamar, Mas. Di sini tidak ada siapapun selain saya dan bapak. Ibu sudah nikah lagi sementara aku anak tunggal jadi gak ada saudara lain." papar Luna sedikit menjelaskan kehidupannya.

Fauzi mengangguk, dia pun duduk setelah dipersilahkan duduk oleh Luna.

"Aku mau lihat bapak dulu sebentar." Dia masuk ke dalam kamar dimana bapaknya sedang terbaring di atas ranjang.

"Pak, Luna pulang."

yang di panggil tersadar, dia tersenyum melihat putrinya. "Kamu sama siapa ke sini? Bukannya mau menginap di sana?"

Luna duduk di tepi ranjang membantu bapaknya duduk. "Luna dapat telpon dari tetangga katanya bapak jatuh, jadi Luna pulang aja takut bapak kenapa-kenapa. Luna cuman punya bapak, jangan tinggalin Luna sendiri, Pak."

Matanya berkaca-kaca mengusap punggung tangan tua keriput,cuman pria itu yang Luna punya saat ini, tidak ada siapapun lagi.

"Bapak sudah tua, sudah sering sakit-sakitan, sebelum bapak tiada mau lihat kamu menikah agar ada yang jagain kamu."

"Pak jangan ngomong gitu." Luna memeluk tubuh tua bapaknya, menangis terisak takut kehilangannya.

Di balik pintu, Fauzi mendengarkan dan melihat interaksi keduanya. "Dia cuman tinggal berdua, pantas saja bekerja segitunya, ternyata demi kehidupan bapaknya yang sudah tua dan terlihat sedang sakit juga," gumam Fauzi kagum sama sikap Luna.

"Udah jangan nangis, bapak pasti sehat demi kamu. Kamu pulang sama siapa? Bapak nanya loh, kok gak dijawab?" pelukannya terlepas.

Luna menoleh ke belakang, tahapannya di ikuti oleh bapak Luna. "Aku pulang diantar sama Mas Fauzi, Pak." Dan pandangannya kembali tertuju pada bapaknya. Mata mereka saling bertemu, Luna tersenyum menganggukan kepalanya.

"Malam pak, maaf saya sudah lancang mengantarkan Luna." Fauzi mengangguk ramah, tersenyum juga seraya masuk menyalami bapaknya Luna.

"Tidak apa-apa, saya malah berterima kasih sama kamu sudah mau mengantarkan anak saya, kamu pasti sibuk."

"Tidak juga Pak, makanya saya bersedia mengantar. Selain itu saya tidak tega melihat Luna menangis panik."

"Luna, buatkan minum untuknya, masa tamu gak di suguhi apapun, minimal minuman teh anget." titahnya pada sang putri.

"Baik pak. Mas mau minuman apa? Kopi, teh anget, atau air putih?" tawarnya pada Fauzi seraya menatap serius wajah pria itu. Dia mengakui Fauzi terbilang tampan, wajahnya sekilas mirip Billy Davidson.

"Teh anget saja, makasih ya."

Luna mengangguk, lalu berlalu dari sana membiarkan bapak dan Fauzi berdua.

"Duduk nak." pinta bapaknya Luna menunjuk kursi tak jauh dari ranjangnya.

Pria itu menurut, dia menggeser kursinya agar lebih dekat dengan bapaknya Luna. "Gimana keadaannya? Kalau masih ada yang sakit ke rumah sakit saja supaya di periksa lebih lanjut."

"Gak usah nak, bapak cuman kurang darah aja. Sudah di periksa tadi sama dokter di sekitar sini, katanya kecapean dan kurang darah saja."

Fauzi mengangguk. Dia bingung mau bicara apa lagi, dia mendadak ingin kembali menemui Shakira namun tidak enak berpamitan. Masa mari datang sudah kembali pulang, begitu pikirannya.

"Kamu suka sama anak saya?"

Pertanyaan dadakan itu mengejutkan Fauzi, pria itu terperanjat kaget. "Maaf pak, saya sudah punya istri, gak mungkin menyukai Luna."

Dia berkata jujur karena hatinya memang sudah dipenuhi Shakira, terlebih kejadian tadi malah meyakinkan hatinya untuk tetap bersama Shakira dan berusaha menerima Shakira serta masa lalunya. Ia sadar ternyata cinta mengalahkan segalanya, Fauzi menyadari hal itu.

"Oh sudah punya istri ya, bapak kira belum punya. Eh tapi masih punya bisa istri dua loh, laki-laki kan diperbolehkan punya istri lebih dari satu." celetuknya tanpa memikirkan Fauzi yang sudah terperanjat kaget.

"Hmm maaf Pak, saya tidak berniat punya istri lagi, cukup satu aja." Itu memang keinginannya, mempunyai satu istri saja dan tidak mau menerima istri lagi.

"Sudah Pak, jangan buat orang kaget sama ucapan bapak. Mas Fauzi ini salah satu guru di sekolah, beliau sudah menikah, gak mungkin kan Luna mau sama suami orang? itu bukan Luna pak, terkecuali sudah bercerai dan status duda, Luna mungkin bisa mempertimbangkannya." Senyum Luna terlihat penuh misteri.

Fauzi sampai mengernyit heran sama balasan dari Luna, ia juga sempat kaget ketika gadis remaja kelas 3 SMA yang satu bulan lagi lulus memakai pakaian pendek di rumahnya.

Jika pria lain mungkin sudah terpesona tapi Fauzi malah terlihat risih, dia sampai membandingkannya sama Shakira.

'Ternyata cakepan tubuh Shakira. Putihnya pun putihan tubuh Shakira, soal cantik emang cantikan Shakira kemana-mana, yang membedakan Luna pakai kerudung di sekolah tapi di rumah ternyata seperti ini.'

"Silahkan Mas minum dulu teh nya mumpung masih anget." Luna menyodorkannya ke hadapan Fauzi.

Mata pria itu menatap gelas di depannya lalu beralih menatap Luna. Wanita itu mengangguk dan Fauzi kembali menatap bapaknya Luna.

"Terima Nak, mumpung masih anget."

Merasa tidak enak saat tatapan bapaknya memohon, Fauzi mengambil cangkirnya kemudian meminumnya.

"Gimana Mas? Enak?"

"Hmm ini terlalu manis, saya tidak suka terlalu manis."

"Oh maaf, saya tidak tahu," kata Luna menyesal.

"Tidak masalah, masih bisa di minum kok."

Setelah beberapa lama kemudian, Fauzi berdiri, "kalau gitu saya pamit pulang dulu, Pak. Semoga lekas sembuh ya."

"Makasih nah."

Pria itu berdiri ingin pamit pulang, tapi secara tiba-tiba kepalanya terasa pusing hingga tubuhnya hendak jatuh.

"Eh, Mas. Kamu gak kenapa-kenapa?" Dengan sigap Luna meraih tubuh Fauzi.

"Kepala saya pusing, dari kemarin memang sering pusing, tapi kali ini pusingnya sangat terasa sekali."

"Lebih baik istirahat saja di sini, gak mungkin kan pulang dalam keadaan sakit? Jaraknya lumayan jauh dari sini ke sana, butuh satu jam," kata Luna.

Pria itu berpikir sejenak, barulah dia mengangguk membenarkan ucapan Luna. Takutnya dia pingsan di jalan dan mengalami kecelakaan.

Setibanya di salah satu kamar yang ada di rumah Luna, Fauzi di baringkan oleh Luna.

"Shakira, aku cinta kamu." Dalam keadaan tidak sadar, Fauzi mengigau nama Shakira.

Grep.

Luna terperanjat saat tangan Fauzi menariknya.

"Aakhhh!!"

Di kamar sebelah.

"Luna!" Sempat kaget sama jeritan putrinya, namun sedetik kemudian sudut bibirnya tersenyum tipis. "Akhirnya."

1
Feni Puji Pajarwati
KLO bisa mah Fauzi tinggalin aja..
Eneng Elsy
mamam tuh gadis lugu pdhl suhu ya fauzi...
pst s luna buat byk cara spy ga dceraikan sm fauzi...
Eneng Elsy
mamam tuh jalang sejati fauzi.
pasti sluna drama mnt dnikahin.
baguslah syakira bs lepas dr cowok gaa tegas ky s fauzi.
Liswati Angelina
yah cocoklah si Luna sama fauzi.... bakal jadi bapak tuh si fauzi...... 🤣🤣🤣🤭🤭🤭
Eneng Elsy
eh bp sm anak sm borok nya..
jgn2 s bp manggil warga buat gerebek anak sendiri biar d nikahin fauzi.
Liswati Angelina
nah kan kene jebakan Bebek kan!!!!!
Cimit: ulahnya sih.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!