Kenji Arashi terbangun di dunia One Piece setelah kematian yang tak masuk akal.
Tanpa sistem, tanpa takdir istimewa, ia justru mendapatkan Buah Iblis Web Web no Mi—kekuatan jaring laba-laba yang memberinya refleks, insting, dan mobilitas layaknya Spiderman.
Di lautan penuh monster, bajak laut, dan pemerintah dunia, Kenji memilih jalan berbahaya: bergabung sebagai kru resmi Topi Jerami, bertarung di garis depan, dan tumbuh bersama Luffy dari awal hingga akhir perjalanan.
Di antara jaring, Haki, dan takdir laut, satu hal pasti—
legenda baru saja di mulai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tang Lin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30: Crocodile's Overwhelming Power
Pisau pasir raksasa melesat ke arah kami dengan kecepatan mengerikan!
"SEMUA ORANG! LOMPAT!" Luffy berteriak.
Kami semua melompat ke arah berbeda—pisau pasir melewati tengah-tengah kami dan memotong gedung di belakang kami menjadi dua bagian!
CRASH!
Gedung runtuh dengan suara menggelegar!
"Gila! Satu serangan bisa memotong gedung?!" Usopp berteriak histeris.
Crocodile mendarat di atap dengan pasir yang mengalir di sekitar kakinya seperti ular. "Kalian cukup cepat. Tapi itu tidak akan cukup."
Robin berdiri di belakangnya dengan tenang, seolah hanya menonton pertunjukan.
"Luffy! Dia terlalu kuat!" teriakku sambil menembakkan web ke gedung sebelah untuk menjaga jarak. "Kita harus strategi!"
"Aku tidak peduli seberapa kuat dia!" Luffy melesat maju dengan tinjuan teracung. "Gomu Gomu no Pistol!"
Tinjuannya melesat ke wajah Crocodile!
Tapi—
WHOOSH!
Tubuh Crocodile berubah jadi pasir! Tinjuan Luffy melewatinya tanpa efek!
"Apa?!" Luffy terkejut.
Crocodile mereformasi dirinya dengan senyum mengejek. "Logia type Devil Fruit, bocah. Serangan fisik biasa tidak akan menyentuhku."
Dia mengayunkan hook emasnya!
Luffy menghindar—tapi hook itu melepaskan pisau pasir kecil yang melesat ke segala arah!
"Desert La Spada!"
Puluhan pisau pasir melayang di udara!
"Bertebaran!" Zoro berteriak.
Kami semua menghindar dengan panik—pisau-pisau pasir menghantam atap, dinding, menciptakan lubang-lubang di mana-mana!
Zoro mengayunkan pedangnya. "Santoryu: Tatsu Maki!"
Tornado pedangnya melesat ke arah Crocodile!
Tapi Crocodile hanya mengangkat tangannya. "Sables!" (Desert Storm!)
Tornado pasir yang lebih besar muncul dari tangannya, menelan tornado Zoro dan terus melaju ke arah kami!
"SHIT!" Sanji mencoba menendang tornado pasir—tapi kakinya malah tersedot ke dalamnya!
"Sanji-kun!" Nami berteriak.
Aku menembakkan web ke kaki Sanji dan menariknya keluar sebelum tornado menelannya sepenuhnya!
THWIP!
Sanji terpental ke belakang, batuk-batuk sambil mengeluarkan pasir dari mulutnya. "Terima kasih... Kenji..."
Tornado pasir Crocodile terus bergerak, menghancurkan segala sesuatu di jalannya!
"Chopper! Guard Point!" Luffy berteriak.
Chopper langsung berubah ke bentuk bulunya yang mengembang seperti bola!
Tornado menghantam Chopper—tapi Guard Point-nya cukup kuat untuk menahan!
"Usopp! Nami! Di belakang Chopper!" aku berteriak.
Usopp dan Nami berlindung di balik Chopper sementara tornado berlalu.
Crocodile tertawa. "Kerja sama yang bagus. Tapi itu tidak cukup untuk mengalahkanku."
Dia mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi!
Pasir dari seluruh area mulai berkumpul di atasnya, membentuk bola pasir raksasa!
"Ground Death!" (Tanah Kematian!)
Bola pasir itu jatuh ke arah kami seperti meteor!
"LARI!" Vivi berteriak.
Kami semua menyebar—bola pasir menghantam atap tempat kami berdiri!
BOOOOM!
Seluruh gedung runtuh!
Kami semua jatuh bersama puing-puing gedung!
"GYAAAA!" Usopp berteriak sambil jatuh.
Aku menembakkan web ke gedung sebelah! "Semua orang! Pegangan!"
THWIP THWIP THWIP!
Aku menembakkan web ke semua orang, menarik mereka sebelum mereka menghantam tanah!
Kami berayun dan mendarat di jalanan—tepat di tengah medan pertempuran antara pemberontak dan tentara kerajaan!
"Hah... hah..." aku terengah-engah. Menggunakan web sebanyak itu dalam waktu singkat menguras banyak energi.
Di sekitar kami, pemberontak dan tentara kerajaan berhenti bertarung sejenak, menatap kami dengan bingung.
"Siapa mereka?!"
"Kenapa mereka jatuh dari langit?!"
Tapi perhatian mereka langsung teralih saat Crocodile turun dari atas dengan pasir mengalir di sekitarnya.
"Crocodile-sama!" salah satu tentara berteriak dengan excited. "Pahlawan kami datang!"
"Dia akan menyelamatkan kita dari pemberontak!"
Vivi mengepalkan tinjunya dengan frustrasi. "Mereka... mereka masih percaya padanya..."
Crocodile tersenyum lebar, memainkan perannya sebagai pahlawan. "Tenang, rakyat Alabasta. Aku akan lindungi kalian dari bajak laut berbahaya ini."
"PEMBOHONG!" Vivi berteriak. "Kalian semua tertipu! DIA yang menciptakan pemberontakan! DIA yang membuat negara ini kacau!"
Tapi tidak ada yang percaya.
"Putri Vivi? Kenapa dia bersama bajak laut?"
"Apa dia diculik?"
"Crocodile-sama! Selamatkan putri!"
Crocodile tertawa pelan. "Lihat? Tidak ada yang akan percaya padamu, Putri. Di mata mereka, aku adalah pahlawan. Kau hanya anak kecil yang bermain dengan bajak laut."
Vivi menunduk, air mata menetes ke tanah.
Luffy melangkah maju, berdiri di depan Vivi. "Aku tidak peduli siapa yang percaya atau tidak. Aku tahu kau orang jahat. Dan aku akan hajar kau!"
"Oh?" Crocodile mengangkat alisnya. "Kau masih mau melanjutkan? Setelah melihat betapa lemahnya kalian?"
Dia mengangkat tangannya—dan pasir mulai mengalir dari tanah, membentuk tangan pasir raksasa!
"Desert Girasole!" (Bunga Matahari Gurun!)
Tangan pasir itu mencengkram Luffy dari segala arah!
Luffy mencoba kabur—tapi pasir terlalu cepat!
WHAM!
Luffy terperangkap dalam cengkraman pasir!
"LUFFY!" kami semua berteriak.
"Gomu Gomu no..." Luffy mencoba meregangkan tubuhnya untuk kabur, "...Fusen!" (Balon!)
Tubuhnya mengembang seperti balon—tapi pasir ikut mengembang, tetap mencengkramnya!
Crocodile mengepalkan tangannya—dan cengkraman pasir mengencang!
"GAHH!" Luffy meringis kesakitan.
"Suna Suna no Mi tidak hanya membiarkanku menjadi pasir," Crocodile menjelaskan dengan santai. "Aku juga bisa mengontrol semua pasir di sekitarku. Di negara gurun ini, aku adalah raja."
Dia mengangkat tangan lainnya—dan lebih banyak pasir berkumpul, membentuk tombak-tombak pasir yang melayang di udara!
"Desert Spada: Barrage!"
Puluhan tombak pasir melesat ke arah Luffy yang terjebak!
"LUFFY! TIDAK!" Nami berteriak.
Aku berlari secepat mungkin! "Web Dome!"
THWIP THWIP THWIP THWIP!
Aku menembakkan web berkali-kali, menciptakan kubah web di sekitar Luffy!
Tombak-tombak pasir menghantam web!
THUD THUD THUD!
Web ku menahan beberapa tombak—tapi ada terlalu banyak!
Web mulai robek!
"TIDAK CUKUP KUAT!" teriakku sambil terus menembakkan web.
Zoro dan Sanji melompat maju!
"Santoryu: Hyakuhachi Pound Ho!" Zoro mengayunkan tiga pedangnya, menciptakan tiga gelombang terbang yang memotong tombak-tombak pasir!
"Diable Jambe: Flambage Shot!" Sanji menendang dengan kaki menyala, menghancurkan tombak yang tersisa!
Tombak-tombak pasir hancur menjadi pasir biasa!
"Chopper! Pecahkan cengkraman pasir di Luffy!" aku berteriak.
Chopper berubah ke bentuk Arm Point—lengannya membesar dan menguat!
"HORN POINT!"
Tanduknya memanjang dan dia menabrak cengkraman pasir dengan kekuatan penuh!
CRASH!
Cengkraman pasir retak!
Luffy langsung meregang keluar! "Terima kasih, Chopper!"
Tapi Crocodile tidak terkesan. Malah dia tersenyum lebih lebar.
"Kalian bekerja sama dengan baik. Tapi—"
Dia mengangkat kedua tangannya!
Pasir dari seluruh area—dari tanah, dari bangunan runtuh, dari mana-mana—mulai berkumpul di sekitarnya!
"Apa yang dia lakukan?!" Usopp gemetar.
Robin, yang masih berdiri di kejauhan, berbicara dengan tenang. "Kalian sebaiknya lari sekarang. Dia serius."
Pasir berkumpul dan berkumpul, membentuk gelombang pasir raksasa yang menutupi langit!
"DESERT LA GRANDE SPADA!" (PEDANG BESAR GURUN!)
Gelombang pasir berbentuk pedang raksasa—setinggi gedung lima lantai—jatuh ke arah kami semua!
"GYAAAAA!" Usopp berteriak histeris. "KITA AKAN MATI!"
"LARI! SEMUANYA LARI!" Zoro berteriak.
Tapi gelombangnya terlalu besar! Tidak ada tempat untuk lari!
Vivi menutup matanya, menunggu yang terburuk.
Tapi Luffy tidak menyerah.
Dia mengambil napas dalam-dalam, meregang tangan ke belakang sejauh mungkin—lebih jauh dari yang pernah kulihat!
"Aku... TIDAK AKAN... KALAH!"
Tangannya meregang sampai hampir menghilang di kejauhan!
"GOMU GOMU NO..."
Dan dia menarik kembali dengan kekuatan penuh!
"...BAZOOKA!"
WHAM!
Kedua tinjuannya menghantam pedang pasir raksasa dengan kekuatan eksplosif!
BOOOOM!
Terjadi ledakan besar—pasir beterbangan ke segala arah!
Kami semua terlindung di balik Chopper's Guard Point sambil pasir menghujani kami!
Saat pasir mengendap, Luffy berdiri dengan napas terengah-engah berat. Tangannya gemetar—serangan tadi menguras hampir semua kekuatannya.
"Hah... hah... bagaimana... itu...?" Luffy tersenyum meskipun terlihat sangat lelah.
Tapi saat pasir benar-benar hilang, kami melihat—
Crocodile masih berdiri dengan sempurna. Bahkan tidak ada satu gores pun di tubuhnya.
Dia bertepuk tangan dengan slow clap yang mengejek.
"Impressive, Straw Hat. Kau punya kekuatan yang layak. Tapi—"
Dalam sekejap, dia menghilang!
Spider Sense ku berdering terlambat!
Crocodile muncul tepat di depan Luffy—terlalu cepat!
"—masih jauh dari cukup."
Dia menyentuh tubuh Luffy dengan tangan kanannya.
Dan yang terjadi selanjutnya... mengerikan.
Tubuh Luffy mulai... mengering.
Kulitnya mengkerut. Bibirnya pecah-pecah. Matanya melebar dengan shock.
"A...pa..." Luffy mencoba berbicara tapi suaranya serak.
"Ini kemampuan khusus Suna Suna no Mi," Crocodile menjelaskan dengan dingin. "Aku bisa menyerap semua kelembaban dari apapun yang aku sentuh. Termasuk... tubuh manusia."
Luffy jatuh berlutut, tubuhnya terus mengering!
"LUFFY!" kami semua berteriak.
Aku menembakkan web ke Crocodile! "LEPASKAN DIA!"
Tapi web ku berubah jadi pasir kering saat menyentuh Crocodile!
"Apapun yang menyentuhku akan kering dan hancur," katanya tanpa menoleh.
Sanji berlari dengan kaki menyala! "Diable Jambe: Premier Hachis!"
Dia menendang Crocodile dengan kekuatan penuh!
Tapi kakinya menembus tubuh pasir Crocodile—dan Crocodile menyentuh kaki Sanji!
"GAH!" Sanji berteriak saat kaki nya mulai mengering!
Dia melompat mundur dengan wajah pucat.
Crocodile melempar Luffy yang sudah hampir seperti mumi ke samping seperti sampah.
Luffy tergeletak tidak bergerak, tubuhnya kering dan keriput.
"LUFFY!" Nami berlari ke arahnya, air mata mengalir. "Chopper! Lakukan sesuatu!"
Chopper langsung berlari, memeriksa Luffy dengan panic. "Ini buruk! Dia kehilangan hampir semua cairan tubuhnya! Kalau tidak segera dapat air—dia bisa mati!"
"Air?!" Usopp langsung membuka botol air dan menuangkannya ke mulut Luffy.
Tapi Luffy tidak bisa menelan. Dia terlalu lemah.
Crocodile berjalan santai ke arah kami, pasir mengalir di sekitar kakinya.
"Sudah kubilang. Kalian tidak ada apa-apanya. Di negara gurun ini, melawanku adalah bunuh diri."
Zoro berdiri di depan kami, ketiga pedang teracung. "Mundur. Aku akan hadapi dia."
"Zoro! Kau gila?!" aku berteriak. "Kau lihat sendiri apa yang terjadi pada Luffy dan Sanji!"
"Aku tahu," Zoro tidak menoleh. "Tapi seseorang harus menahannya sementara kalian kabur dengan Luffy."
"Kami tidak akan meninggalkanmu!" Nami berteriak.
"INI BUKAN PERMINTAAN!" Zoro menghentak. "Kalian bawa Luffy pergi. Beri dia air. Biarkan dia pulih. Lalu... datang kembali dan kalahkan bajingan ini bersama-sama."
Dia maju, menatap Crocodile dengan seringai penuh tantangan.
"Untuk saat ini... aku akan main dengannya dulu."
Crocodile tersenyum dingin. "Bermain? Oh, ini bukan permainan, Pirate Hunter."
Pasir mulai berkumpul di sekitar mereka berdua.
"Ini adalah eksekusi."