NovelToon NovelToon
Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Kebangkitan pecundang / Action / Romantis / Epik Petualangan / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Jian Yi secara tak terduga memperoleh sebuah pedang aneh yang mampu berbicara. Dari pedang itulah ia mempelajari teknik pedang kuno dan jalan kultivasi yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Saat kekuatannya dianggap cukup, pedang tersebut memerintahkannya untuk mengembara—mencari cara agar sang roh pedang dapat memperoleh wujud fisik.

Maka dimulailah perjalanan Jian Yi sebagai seorang pengembara, melangkah di antara bahaya, rahasia, dan takdir yang perlahan terungkap.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29: Badai di Atas Dek

​Kapal pesiar mewah milik Tuan Muda Hai, Sang Penakluk Ombak, membelah lautan menuju wilayah Laut Abadi dengan anggun.

Namun, suasana di atas dek jauh dari kata tenang. Jian Yi terus bersandar di tiang kapal dengan tangan bersedekap, matanya tidak pernah lepas dari Tuan Muda Hai yang terus mencoba mencuri perhatian Ling'er.

​Lu Feng, di sisi lain, sudah menemukan tempat favoritnya di atas sarang gagak (puncak tiang kapal), meniupkan asap rokoknya ke arah burung-burung camar sambil tertawa melihat drama di bawahnya.

​"Yi, kau terlihat seperti suami yang takut istrinya selingkuh." teriak Lu Feng dari atas.

​"Diam kau, Pemabuk!" balas Jian Yi ketus.

​Malam harinya, Tuan Muda Hai mengundang mereka untuk makan malam di dek terbuka di bawah sinar bulan.

Ia telah menyiapkan meja panjang penuh dengan hidangan laut kelas atas dan arak terbaik yang disimpan dalam botol kristal.

​"Tuan Jian Yi, saya minta maaf atas ketidaksopanan saya di pelabuhan," ucap Hai dengan senyum yang terlihat terlalu manis untuk menjadi tulus. "Sebagai tanda perdamaian, terimalah arak 'Jiwa Samudra' ini. Ini adalah arak paling langka yang bisa melipatgandakan energi Qi seorang pendekar jika diminum dalam keadaan tenang."

​Hai menuangkan cairan berwarna biru bening ke gelas Jian Yi. Di dalam hatinya, Hai menyeringai.

Arak itu sebenarnya telah dicampur dengan Racun Pelumpuh Saraf Naga.

Racun itu tidak mematikan bagi seorang Grand Master, tapi akan membuat seluruh tubuh kaku selama enam jam—waktu yang cukup bagi Hai untuk membawa Ling'er ke kamar pribadinya di bawah dek.

​Jian Yi menatap gelas itu. Ia tahu ada yang tidak beres karena indra tajamnya mencium aroma kimia tipis di balik wanginya arak.

Namun, sebelum ia sempat menolak, Ling'er yang sedang dalam mode "ingin terus menjahili Jian Yi" tiba-tiba menyambar gelas itu.

​"Oh! Kalau ini bisa melipatgandakan Qi, biar aku saja yang minum! Aku butuh tenaga ekstra untuk tumbuh tinggi!" seru Ling'er dengan riang.

​"TIDAK! JANGAN!" teriak Hai dan Jian Yi bersamaan.

​Glek! Glek! Glek!

​Ling'er menghabiskan arak itu dalam sekali teguk. Ia mengerjapkan matanya, lalu menatap Hai. "Rasanya... sedikit pahit. Apa kau yakin ini arak mahal?"

​Detik berikutnya, wajah Ling'er berubah menjadi sangat merah. Tubuhnya bergoyang, dan auranya mulai meledak-ledak tidak beraturan.

Karena raga Ling'er terbuat dari logam surgawi dan energi Kristal Api, racun pelumpuh itu justru bereaksi secara terbalik; alih-alih lumpuh, sistem saraf pusakanya mengalami kelebihan energi yang membuat emosinya meledak.

​"Jian Yi..." Ling'er menatap Jian Yi dengan mata yang berkabut dan penuh dengan keinginan liar. "Kenapa... kenapa wajahmu ada sepuluh? Dan kenapa semuanya terlihat sangat... enak dicubit?"

​Ling'er melompat ke arah Jian Yi, memeluk lehernya begitu erat hingga Jian Yi hampir sesak napas.

​"Bakpao! Kau mabuk racun!" seru Jian Yi sambil mencoba menahan tubuh Ling'er yang terus bergerak liar di pelukannya.

​Ling'er tidak mendengarkan. Ia mulai menciumi pipi dan leher Jian Yi secara brutal di depan Tuan Muda Hai yang tercengang. "Jian Yi... kau bau arak... tapi aku suka... ayo kita berenang ke dasar laut sekarang juga!"

​Jian Yi menoleh ke arah Tuan Muda Hai dengan tatapan yang bisa membunuh seribu naga. "Kau... kau memberikan racun apa padanya?!"

​"I-itu hanya racun pelumpuh! Aku tidak tahu dia akan jadi... gila seperti ini!" Hai mundur ketakutan, namun ia lupa bahwa di belakangnya adalah pagar pembatas kapal.

​"Lu Feng! Urus si pengecut ini!" teriak Jian Yi sambil berusaha menggendong Ling'er yang sekarang mencoba melepas ikat pinggangnya dengan paksa.

​"Dengan senang hati, Yi!" Lu Feng meluncur turun dari tiang kapal, mendarat tepat di depan Hai, lalu memberikan tendangan pantat yang sangat keras hingga Tuan Muda Hai melayang jatuh ke laut yang dingin. BYURRR!

​"Biarkan dia berenang bersama hiu!" tawa Lu Feng.

​Namun, masalah Jian Yi belum selesai. Ling'er kini benar-benar kehilangan kendali.

Ia menarik kerah baju Jian Yi dan berbisik tepat di telinganya dengan suara yang sangat menggoda namun berbahaya.

​"Jika kau tidur lagi seperti malam itu... aku akan benar-benar menghancurkan pedangmu ini, Jian Yi..."

​Tiba-tiba, kapal berguncang hebat. Bukan karena Ling'er, melainkan karena sesuatu yang sangat besar baru saja menabrak lambung kapal dari bawah.

Seekor tentakel raksasa berwarna hitam legam naik dari permukaan laut, melilit tiang kapal utama.

​"KRAKEN!" teriak para awak kapal dengan panik.

​"Sempurna," gerutu Jian Yi sambil menahan Ling'er yang sedang mencoba menggigit cuping telinganya. "Mabuk racun, cemburu, dan sekarang monster laut. Malam ini benar-benar luar biasa."

1
Dadan Purwandi
mantapppp 🔥🔥🔥🔥
Dadan Purwandi
gaspolll thorrrrr🔥🔥🔥🔥
Dadan Purwandi
mantap thorrrrr🔥🔥🔥🔥
Dadan Purwandi
mantap 🔥🔥🔥🔥
Dadan Purwandi
mantap ceritanya 🔥🔥🔥🔥🔥
Dadan Purwandi
hancurkannnnn🔥🔥🔥🔥
angin kelana
dah 7 tahun lg yah...
Agen One: time skip aja/Pray/
total 1 replies
Adibhamad Alshunaybir
mantap author semangat up nya☺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!