Georgio Cassano adalah antagonis paling menyedihkan yang pernah Selin baca. Dimana sedari kecil dia tidak pernah mendapat perhatian keluarganya,cinta pertamanya malah menikah dengan rivalnya, dan istrinya berselingkuh. Sang Antagonis mendapat akhir trangis, Perusahaan yang dibangun dengan hasil kerja kerasnya sendiri bangkrut, dan dia meninggal dibunuh protagonis pria.
"Andai saja aku yang menjadi istri antagonis. Pasti aku akan membuat dia bahagia." Kata-kata yang diucapkan Selin malah membuatnya memasuki tubuh Cassandra, istri antagonis.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lailararista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perisai balas dendam
Langit sudah memancarkan cahaya rembulannya, dengan bintang yang menghiasi. Walaupun sudah gelap, Georgio dan Cassandra masih setia di kantor, mengerjakan tugas mereka yang hendak menghancurkan Jordan.
Tapi kali ini hanya, Georgio yang sibuk, sedangkan Cassandra tertidur di sofa ruang kerja Georgio.
Cassandra mengedipkan matanya perlahan, dia menggeliat pelan lalu duduk sambil mengucek matanya. Semua pergerakan Cassandra tidak luput dari pandangan Georgio dari meja kerjanya.
Georgio bangkit dan berjalan mendekati Cassandra yang duduk di sofa dengan mata sembabnya. Karena belum sepenuhnya sadar Cassandra hanya diam saat Georgio duduk disebelahnya sambil menatap intens wajahnya.
"Kenapa saat bangun tidur kamu lebih menggoda?" Refleksi Cassandra menjauh karena terkejut mendengar suara Georgio tepat disebelahnya.
"Kamu ngapain disini?"tanya Cassandra.
Gerogio tersenyum kecil. "Aku dari tadi disini."
Georgio memperhatikan Cassandra dari atas sampai bawah. Dua kancing baju yang terbuka, rambut sedikit acak-acakan, wajah kentara sekali baru bangun tidur. tapi itu tidak merontokkan kecantikannya, malah terlihat semakin menggoda Dimata Georgio. Kenapa gerogio baru menyadari, dia memiliki istri seimut ini.
Georgio bangkit, memberikan Cassandra tangannya untuk membantu wanita itu berdiri. Cassandra menerima uluran tangan itu. Ia sedikit terhuyung, kakinya terasa lemas, mungkin karena bangun tidur.
"Ayo pulang."Cassandra hanya mengangguk.
Ini gila. Hanya dengan masalah bisnis, Georgio yang beku mencair? Alur asli pasti sudah benar-benar hancur, pikir Cassandra, sambil menata rambutnya yang sedikit berantakan.
Di perjalanan pulang, dengan dikendarai supir pribadi Georgio keheningan yang biasa menyelimuti mobil mereka hilang. Georgio tidak sibuk dengan ponselnya atau tenggelam dalam pikirannya. Sebaliknya, ia melirik Cassandra di sampingnya, senyum tipis, selalu tersungging di bibirnya.
"Apa yang kamu lihat, Gio?" tanya Cassandra, pura-pura fokus pada pemandangan kota yang bergerak cepat. Jantungnya berdebar setiap kali ia merasakan tatapan intens suaminya.
"Aku sedang melihatmu." jawab Georgio, nadanya ringan. "Tidak menyangka, kamu akan ada disisiku.
Cassandra menoleh cepat, bingung dengan ucapan Georgio. "Maksudmu? Bukannya selama ini aku disini?"
Georgio menggeser tangannya untuk menyentuh pipi Cassandra sekilas. "Memang kamu selama ini ada disini, tapi hanya namamu, bukan kamu. Selama ini kamu seperti pajangan dirumah ku"ucap Georgio.
"Mulai saat ini aku akan selalu disini."
"Aku harap begitu, kamu harus terus ada disisiku, selamanya. Aku jadi ingat kamu mengatakan aku punya hakmu?" Georgio tertawa kecil, tawa yang membuat Cassandra merinding. Lebih baik Georgio bersikap dingin saja dari pada seperti ini. "Kamu mengizinkanku melakukan apa pun yang aku mau. Itu janji yang harus kamu tepati."
"Aku... aku mengatakannya karena aku istrimu," gumam Cassandra, menyesali kata-kata itu.
"Tepat. Dan seorang suami punya hak atas istrinya," balas Georgio, mobil terparkir di portico rumah mereka. Sang supir keluar terlebih dahulu, Georgio memiringkan badannya mendekat, mengurung Cassandra di antara kursi dan pintu mobil. "Aku menahan diri untuk tidak menyentuhmu. Tapi kali ini aku tidak yakin bisa menahannya."
Mata Georgio menggelap. Dia tidak menyentuh Cassandra, tapi intensitas tatapannya jauh lebih mencekam daripada sentuhan fisik. "Kamu bilang aku punya hak ku, dan kamu tidak akan menolak. Aku menuntut hak itu sekarang, Cassandra."
Dia berbisik, suaranya mengandung ancaman dan gairah.
"Aku ingin kamu tunjukkan padaku, seberapa serius kamu dalam membantu suamimu, baik dalam bisnis, maupun di ranjang."
Jantung Cassandra berpacu dengan cepat, sungguh dia benar-benar menyesali perkataan nya sendiri. Cassandra tidak berekspektasi Georgio akan mengatakan itu, dia tidak menyangka Georgio akan bersikap seperti ini. Ini semua memang diluar ekspektasi nya.
Banyak pertanyaan berputar dikepala Cassandra, apakah ini hanya permainan Georgio? Apakah dia sengaja? Tapi untuk apa?
Georgio pernah mengatakan dia tidak lagi mencintai Annabella, tapi tidak mungkin kan dia sudah mencintai Cassandra? Maksudnya... Tidak mungkin secepat itu.
Cassandra memalingkan wajahnya keluar jendela, jelas sekali dia gugup.
"Aku akan memberikan hak mu, tapi tunggu aku siap."ucap Cassandra dan keluar dari mobil begitu saja meninggalkan Georgio yang menatap kepergian nya dengan tertawa kecil.
★★★
Malam terasa sunyi, Cassandra yang tengah berada di dapur meneguk air putih hingga tuntas. Ia terdiam sesaat memikirkan Annabella. Di novel Annabella adalah si protagonis yang terkenal dengan kebaikan dan kelembutannya. Sayang sekali perempuan baik seperti itu harus bertemu Jordan, yang dalam hidupnya penuh dengan dendam kepada Georgio.
Walaupun didalam novel Georgio adalah tokoh antagonis, tapi Cassandra menyukainya, dia memang melakukan aksi balas dendam kepada Jordan walaupun gagal. Tapi dendamnya memang nyata karena Jordan membuat ayahnya membenci nya, mengambil kekasihnya. Wajar Georgio marah dan benci. Sedangkan Jordan? Georgio tidak pernah mengganggunya, tapi dia terus merasa Georgio mengambil miliknya. Sepertinya Cassandra harus tahu, kenapa Jordan membenci Georgio sedalam itu. Bukannya seharusnya dia adalah protagonis? Kenapa se akan-akan menjadi antagonis?
Cassandra memutuskan untuk memanggil mata-mata terbaiknya. Cassandra asli memang cerdas, dia tidak sebodoh itu ternyata. jaringan intelijen yang dipimpin oleh Luna. Luna adalah seorang polyglot, ahli forensik digital, dan seorang social chameleon yang mampu menyelinap ke lingkungan mana pun.
Selin mencari tau segalanya tentang Cassandra, dan dia tidak menyangka Cassandra begitu banyak kejutannya. Hingga akhirnya Selin mempelajari semuanya, semua yang Cassandra miliki.
Cassandra berjalan ke ruang kerja pribadi miliknya, dia mengetik nomor seseorang dan menghubungimu.
"Luna," panggil Cassandra saat panggilan tersambung, suaranya tenang.
"Nona Cess. Sudah lama Anda tidak menghubungi saya. Ini pasti sesuatu yang penting."ucap orang diseberang sana.
"Sedikit penting, Luna. Aku butuh nama fasilitas, alamat, dan status kesehatan Annabella. Dia dikarantina di rumah sakit jiwa elit di suatu tempat di Eropa, kemungkinan Swiss atau Jerman," jelas Cassandra, langsung ke intinya.
Luna mengetuk-ngetuk keyboard di depannya. "Saya bisa memulai dengan melacaknya. Tapi tujuan luar negeri akan rumit."
"Aku sudah mempermudahmu," potong Cassandra, mendiktekan rincian transfer yang ia temukan. "Georgio mentransfer sejumlah besar dana, dan rincian penerimanya hanya rumah Sakit Elit di Eropa'."
"Pola transfer dalam jumlah besar."
"Pencarianmu tidak berhenti di alamat," tekan Cassandra, menyandarkan tubuhnya. "Begitu kamu menemukan rumah sakitnya, aku butuh informasi tentang Annabella sendiri. Dapatkan laporan perkembangan terbarunya."
"Anda ingin tahu apakah dia membaik?" tanya Luna.
"Aku ingin tahu apakah dia akan kembali," koreksi Cassandra. "Aku butuh kepastian. Apakah depresinya sudah memasuki tahap permanen, atau apakah dia hanya butuh beberapa bulan lagi untuk pulih dan kembali? Apa pun caranya, aku perlu tahu tentang Annabella."
"Baik, Nona Cess. Apakah perlu saya cari tahu tentang tuan Georgio juga?"
"Tidak perlu, tapi kalau menyangkut Annabella ada hubungan dengan dia boleh." kata Cassandra. "Lebih difokuskan pada status Annabella. Aku akan mengirimkan dana awal ke rekeningmu sekarang. Aku butuh kabar, dan laporan lengkap dalam seminggu."
"Seminggu untuk laporan status Annabella. Misi diterima, Nona Cess."
Setelah panggilan itu terputus, Cassandra mematikan ponselnya. Ia duduk di kursi kerjanya di tengah keheningan ruangan itu. Sekarang, ia telah mengirimkan mata dan telinganya sendiri. Ia berharap masalah ini benar-benar mudah seperti yang dia bayangkan.