NovelToon NovelToon
Gerhana Sembilan Langit

Gerhana Sembilan Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Transmigrasi ke Dalam Novel / Masuk ke dalam novel / Fantasi Timur
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: Kokop Gann

Seorang pembaca muak dengan novel bacaannya yang dimana para antagonis jenius dengan latar belakang tragis selalu kalah konyol oleh Long Tian, protagonis yang menang hanya bermodal "Keberuntungan Langit".

Saat bertransmigrasi ke dalam novel, dia menjadi Han Luo, NPC tanpa nama yang ditakdirkan mati di bab awal, ia menolak mengikuti naskah. Berbekal pengetahuan masa depan, Han Luo mendirikan "Aliansi Gerhana". Ia tidak memilih jalan pahlawan. Ia mengumpulkan para villain yang seharusnya mati dan mengubah mereka menjadi senjata mematikan.

Tujuannya satu: Mencuri setiap peluang, harta, dan sekutu Long Tian sebelum sang protagonis menyadarinya.

"Jika Langit bertindak tidak adil, maka kami akan menjadi Gerhana yang menelan Langit itu sendiri." Ini adalah kisah tentang strategi melawan takdir, di mana Penjahat menjadi Pahlawan bagi satu sama lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kokop Gann, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kunci Darah dan Lorong Api

"Serang akarnya! Jangan biarkan dia menyembuhkan diri!" teriak Liu Ming, suaranya serak karena asap korosif yang masih tersisa di udara.

Tiga Murid Dalam bawahan Liu Ming bergerak mengelilingi Ratu Bunga yang sedang mengamuk. Bunga raksasa itu, meski kelopaknya meleleh dan batangnya hangus akibat bom racun Han Luo, masih memiliki vitalitas yang mengerikan.

SPLAT!

Seorang murid terlambat menghindar. Cairan asam hijau mengenai lengan kirinya. Dia menjerit saat dagingnya mulai mendesis dan meleleh hingga ke tulang.

"Jangan cengeng! Potong tanganmu sebelum racunnya menyebar ke jantung!" perintah Liu Ming kejam.

Murid itu, dengan wajah pucat dan air mata, menebas lengannya sendiri. Darah segar muncrat, membasahi tanah berlumpur.

Bau darah itu membuat Ratu Bunga semakin gila, tapi juga membuka celah pertahanannya.

"Sekarang!"

Liu Ming melompat tinggi. Pedang barunya—Pedang Perak Dingin—bersinar terang.

Teknik Pedang Awan: Pemenggal Gunung!

SLASH!

Batang utama bunga itu terpotong rapi. Kepala bunga raksasa itu jatuh berdebum ke tanah, menggeliat sebentar sebelum mati.

Liu Ming mendarat dengan napas memburu. Dia tidak peduli pada bunga itu. Dia langsung berlari ke arah celah batu di bawah akar bunga yang kini terekspos.

Pintu batu kuno itu terlihat jelas sekarang. Di permukaannya, terukir simbol api dan kuali.

"Makam Alkimia..." mata Liu Ming berbinar tamak. "Legenda itu benar. Ada warisan Grandmaster Api di sini."

Dia mencoba mendorong pintu itu. Tidak bergerak.

Dia mencoba mengalirkan Qi. Pintu itu menyerap Qi-nya tapi tetap diam.

"Sialan! Bagaimana cara bukanya?!" Liu Ming menendang pintu itu frustrasi.

Di tempat persembunyian, Han Luo menggelengkan kepala.

"Pintu itu adalah 'Gerbang Pengorbanan Darah', Liu Ming," batin Han Luo. "Dia butuh darah segar dari kultivator yang memiliki elemen api atau darah yang mengandung energi (Yang) kuat."

Seolah mendengar pikiran Han Luo, Liu Ming melihat darah yang menggenang dari lengan muridnya yang putus.

Liu Ming menyeringai jahat. Dia menyeret murid yang sedang pingsan itu mendekati pintu.

"Darahmu tidak akan sia-sia, Junior."

Dia mengoleskan darah segar itu ke ukiran kuali di pintu.

ZING!

Ukiran itu menyala merah. Suara gemuruh berat terdengar dari dalam tanah. Pintu batu itu perlahan bergeser terbuka, menampakkan lorong gelap yang menurun ke bawah. Hawa panas langsung menyembur keluar.

"Buka! Ayo masuk!" Liu Ming meninggalkan murid yang terluka itu begitu saja di luar sebagai umpan bagi binatang buas lain, dan memimpin dua murid sisanya masuk ke dalam.

Han Luo menunggu satu menit penuh.

"Kejam sekali," bisik Long Tian, tangannya gemetar menahan marah melihat murid yang ditinggalkan itu. "Kita harus menolongnya!"

"Dia sudah mati karena kehabisan darah," kata Han Luo dingin, menahan Long Tian. "Jika kau keluar sekarang, Liu Ming akan membunuhmu karena tahu rahasianya. Ayo, kita masuk lewat pintu itu sebelum tertutup."

Mereka berdua melesat masuk ke dalam lorong, melewati tubuh murid yang sekarat itu tanpa menoleh.

Makam Alkimia.

Lorong itu terbuat dari batu bata merah yang menyala redup. Udara di sini sangat panas dan kering, membuat kulit terasa perih.

Han Luo dan Long Tian berjalan mengendap-ngendap, menjaga jarak lima puluh meter di belakang kelompok Liu Ming.

"Saudara Han," bisik Long Tian. "Tempat ini... aku merasa ada sesuatu yang memanggilku."

Han Luo melirik. Oh? Indra Protagonis mulai bekerja?

"Ke arah mana?"

"Kanan," tunjuk Long Tian pada sebuah persimpangan di depan.

Kelompok Liu Ming mengambil jalan Kiri.

Han Luo tahu.

Jalan Kiri: Menuju Gudang Penyimpanan Bahan (Banyak jebakan mekanis, tapi ada bahan langka).

Jalan Kanan: Menuju Ruang Tungku Utama (Tempat Api Surgawi berada, tapi dijaga oleh Golem Penjaga).

Di novel asli, Long Tian mengambil jalan kanan dan hampir mati terbakar sebelum berhasil menaklukkan apinya.

Tapi Han Luo punya rencana lain. Dia butuh Long Tian untuk tetap "aman" sementara Han Luo mengambil barang lain.

"Long Tian," kata Han Luo serius. "Perasaanmu mungkin benar. Tapi jalan kanan itu... aku mencium bau belerang yang sangat pekat. Itu tanda sarang Golem Api. Kita belum cukup kuat."

"Lalu?"

"Kita ikut Liu Ming ke Kiri. Biarkan dia memicu semua jebakan di depan. Kita ambil sisa-sisanya. Ingat, tujuan kita adalah bertahan hidup dan mencari tanaman obat, bukan melawan monster purba."

Han Luo memanipulasi Long Tian agar menjauh dari Api Surgawi (untuk saat ini). Han Luo ingin mengambil Api Surgawi itu sendiri, tapi dia butuh persiapan khusus yang belum selesai. Jadi, strategi terbaik adalah menunda pertemuan Long Tian dengan takdirnya.

"Baiklah, aku ikut kau," Long Tian menurut.

Mereka berbelok ke Kiri, mengikuti jejak Liu Ming.

Benar saja. Baru sepuluh meter berjalan, mereka mendengar teriakan.

"ARGH! PANAH API!"

Di depan sana, Liu Ming sedang sibuk menangkis hujan panah api yang ditembakkan dari dinding.

Han Luo dan Long Tian bersembunyi di balik pilar.

"Lihat?" bisik Han Luo. "Jika kita di depan, kita akan jadi seperti mereka."

Setelah hujan panah berhenti, Liu Ming melanjutkan perjalanan dengan marah. "Maju! Jangan takut!"

Mereka sampai di sebuah ruangan luas yang dipenuhi rak-rak batu. Sebagian besar rak sudah hancur jadi debu, tapi ada beberapa botol dan kotak yang masih utuh karena dilindungi segel.

"Harta karun!" Liu Ming dan muridnya berlari mendekat.

Saat mereka menyentuh rak pertama...

KLIK.

Lantai di bawah mereka terbuka. Lubang jebakan!

Tapi Liu Ming sigap. Dia melompat ke samping, mencengkeram pinggiran lubang. Salah satu muridnya tidak seberuntung itu. Dia jatuh ke dalam lubang yang berisi tombak-tombak besi.

JLEB!

Satu lagi mati.

Han Luo menatap dingin. "Makam ini bukan tempat wisata. Ini tempat uji nyali bagi pewaris yang layak."

Sementara Liu Ming sibuk menyelamatkan diri dari lubang, Han Luo melihat peluang.

Di sudut ruangan yang gelap, jauh dari jebakan lantai, ada sebuah meja kecil yang terabaikan. Di atasnya, ada sebuah gulungan resep yang tampak biasa saja.

Di novel, gulungan itu adalah Resep Pil Ledakan Yang. Resep terlarang yang bisa membuat bom dari darah kultivator.

Han Luo menyentuh bahu Long Tian.

"Long Tian, kau punya fisik kuat dan kecepatan lari yang bagus, kan?"

"Ya?"

"Aku butuh kau melakukan sesuatu yang gila."

Han Luo menunjuk ke arah Liu Ming yang sedang bergelantungan.

"Lemparkan batu ke arah tuas di dinding seberang sana. Itu akan menutup kembali lantai jebakan itu... tapi juga akan memicu Gas Tidur di seluruh ruangan."

"Gas Tidur? Kita juga akan kena!"

Han Luo mengeluarkan dua butir Pil Penawar. "Tidak jika kita makan ini."

"Dan kenapa kita menolong Liu Ming?" tanya Long Tian bingung.

"Kita tidak menolongnya," Han Luo menyeringai di balik bayangan. "Kita mengurungnya bersama Gas Tidur. Saat dia pingsan... kita rampok dia lagi."

Mata Long Tian membulat. "Itu... itu jahat, Saudara Han."

"Itu keadilan, Saudara Long. Dia meninggalkan temannya mati di luar. Dia pantas mendapatkan sedikit pelajaran tidur siang."

Long Tian terdiam sejenak, lalu mengangguk tegas. "Kau benar. Dia jahat."

Long Tian mengambil batu, membidik dengan presisi, dan melemparnya.

TAK!

Tuas tertekan.

Lantai jebakan menutup kembali, menyelamatkan Liu Ming dari jatuh. Tapi di saat yang sama, ventilasi di langit-langit terbuka, menyemburkan gas ungu.

"Apa ini?!" Liu Ming terbatuk. "Racun?!"

Dalam hitungan detik, Liu Ming dan satu murid tersisa jatuh terkulai lemas.

Han Luo dan Long Tian (yang sudah minum penawar) berjalan masuk dengan santai.

Han Luo mengambil gulungan resep di meja sudut.

Lalu dia berjalan ke arah Liu Ming yang pingsan.

"Jangan ambil pedangnya," kata Han Luo pada Long Tian. "Itu terlalu mencolok. Ambil saja kantong penyimpanannya dan... sepatunya."

"Sepatunya?"

"Sepatu itu adalah artefak Langkah Angin. Bagus untukmu."

Long Tian ragu-ragu, tapi akhirnya melucuti Liu Ming.

Han Luo menatap Liu Ming yang telanjang kaki dan pingsan.

"Mimpi indah, Tuan Muda. Saat kau bangun nanti, kau akan menyadari bahwa hantu di lembah ini sangat suka mencuri celana dalam."

(Han Luo tidak benar-benar mengambil celana dalam, itu hanya metafora, tapi dia mengambil semua barang berharga lainnya).

"Ayo pergi. Ke ruang sebelah sebelum gas ini habis."

Mereka meninggalkan ruangan itu, meninggalkan Liu Ming yang malang untuk kedua kalinya menjadi korban perampokan "Hantu".

Tapi Han Luo tahu, tantangan sebenarnya baru dimulai.

Getaran di saku Han Luo semakin kuat.

Ulat Sutra Es-Api bereaksi.

Ada sesuatu di kedalaman makam ini yang memanggilnya. Sesuatu yang berhubungan dengan elemen Es dan Api.

1
Jeffie Firmansyah
👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪
Budi Andrianto
g8
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Hentooopz 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Cerdik🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Iyeeeees 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jlebz 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yuhuuuuu 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Iyeeeees 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
🔥🌽Yuhuuuuu 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yeaaah 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Njoooooost 🔥🌽
Jeffie Firmansyah
Ahhhh.... lagi seru seru nya .... abis cerita nya... tunggu update.. terimakasih Thor 💪💪💪💪
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yeaaah 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yuhuuuuu 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jlebz 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yuhuuuuu 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yup yup yup 🔥🌽
Jeffie Firmansyah
jadi tdk sabar tunggu update nya 😄👍💪
Jeffie Firmansyah
kasian amat Han luo..... pendekar miskin ,dan terpaksa menjarah kekayaan cincin orang 2 kaya🤣🤣🤣
Efendi Riyadi
cerita macam apa ini guru, season 1-3 sangat menarik knapa season ke 4 jdi gini ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!