Di dunia di mana Peringkat Bakat adalah hukum tertinggi, Lu Chen hanyalah sebutir debu. Saat Upacara Penentuan Takdir, dia dipermalukan di depan seluruh sekte karena hanya memiliki bakat F-Rank dengan afinitas spiritual nol. Dunia mencapnya sebagai sampah, namun mereka tidak tahu bahwa Lu Chen menyembunyikan sistem SSS+ "Omnipotence Mask" yang mampu menutupi keberadaan aslinya dari mata dewa sekalipun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kaka's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10: Kebenaran di Balik Topeng
Atmosfer di Arena Langit Cerah mendadak berubah menjadi lebih dingin saat nama Lu Chen kembali dipanggil oleh wasit. Penonton yang tadinya menganggap kemenangan Lu Chen di babak pertama sebagai sebuah lelucon belaka, kini mulai merasakan ketegangan yang tidak biasa. Di panggung nomor satu—panggung utama yang biasanya diperuntukkan bagi pertarungan elit—sosok yang akan menjadi lawan Lu Chen sudah berdiri dengan tegak.
Dia adalah Lin Feng, seorang murid yang secara resmi terdaftar di sekte luar, namun semua orang tahu dia adalah kerabat jauh dari keluarga Han. Yang tidak diketahui orang banyak adalah bahwa Lin Feng sebenarnya telah menembus Tahap Pengumpulan Roh Level 9 dan sedang dalam proses transisi menuju Pembangunan Fondasi—sebuah level yang seharusnya membuatnya sudah berada di sekte dalam.
"Lawannya adalah Lin Feng? Ini bukan lagi pertandingan, ini adalah eksekusi," bisik salah seorang murid senior.
Lu Chen melangkah naik ke panggung. Setiap langkahnya terasa ringan, namun di dalam kesadarannya, sistem SSS+ sedang bekerja dengan kecepatan penuh untuk menekan aura Ignis yang baru saja menyelesaikan evolusi fase 'Remaja'.
[Status Hewan Kontrak: Ignis (Fase Remaja - Semut Naga Api Surgawi)]
[Kemampuan Baru Terdeteksi: 'Mata Penghancur Realitas' & 'Zirah Sisik Api'.]
[Peringatan: Energi yang meluap dari Ignis dapat dideteksi oleh Tetua Tahap Nascent Soul. Mengaktifkan Protokol Penyamaran Tingkat Maksimal.]
"Lu Chen, biarkan aku keluar," suara Ignis kini terdengar seperti guntur yang diredam di balik awan. "Manusia di depanmu ini memiliki niat membunuh yang pekat. Dia tidak hanya ingin mengalahkanmu, dia ingin menghancurkan meridianmu agar kau menjadi cacat seumur hidup."
"Tetap di posisimu, Ignis. Gunakan kemampuan 'Mata Penghancur Realitas' untuk menunjukkan celah dalam serangannya padaku. Aku akan menyelesaikannya dengan tanganku sendiri," jawab Lu Chen dalam hati.
Wasit, yang telah menerima suap dari Han Wei, bahkan tidak memberikan aba-aba yang jelas. Dia hanya menurunkan tangannya dengan cepat dan segera melompat mundur.
Tanpa sepatah kata pun, Lin Feng menerjang. Dia tidak menggunakan senjata, melainkan tangannya yang dilapisi oleh teknik Cakar Elang Hitam. Udara di sekitar cakarnya berubah menjadi hitam legam, mengeluarkan bau belerang yang menyengat. Ini adalah teknik terlarang yang seharusnya tidak boleh digunakan dalam turnamen seleksi.
"Mati kau, tikus kecil!" geram Lin Feng.
Lu Chen berdiri diam. Di matanya, berkat sinkronisasi dengan Ignis, gerakan Lin Feng yang secepat kilat itu tampak seperti siput yang merayap. Dia bisa melihat titik-titik lemah di sepanjang lengan Lin Feng—aliran energi yang tidak stabil akibat penggunaan teknik terlarang secara paksa.
[Analisis Selesai: Titik Lemah ditemukan pada Meridian 'Tianquan' di bahu kiri.]
Lu Chen menggunakan Langkah Bayangan Naga. Tubuhnya seolah-olah terbelah menjadi tiga bayangan. Lin Feng yang mengira serangannya akan mengenai dada Lu Chen justru menghantam udara kosong.
"Apa?!" Lin Feng terkejut. Dia segera memutar tubuhnya, melepaskan gelombang energi hitam ke segala arah. "Jangan mencoba bersembunyi!"
Penonton terperangah. Mereka tidak melihat Lu Chen menggunakan energi spiritual, namun mereka melihat Lu Chen berkelit dengan kelincahan yang mustahil bagi seorang F-Rank. Bagi mata orang awam, Lu Chen hanya tampak seperti orang yang sangat beruntung karena selalu berhasil menghindar di detik terakhir.
Namun, Han Feng yang menonton dari tribun atas mulai berdiri. Wajahnya yang tenang kini dipenuhi keraguan. "Gerakan itu... itu bukan keberuntungan. Tidak ada manusia biasa yang bisa memiliki refleks seperti itu. Siapa sebenarnya dia?"
Di tengah panggung, Lu Chen memutuskan untuk mengakhiri sandiwara ini. Saat Lin Feng kembali menyerang dengan pukulan penuh tenaga, Lu Chen tidak menghindar. Dia justru maju selangkah, mencondongkan tubuhnya ke dalam jangkauan serangan Lin Feng.
"Kena kau!" Lin Feng menyeringai, yakin bahwa cakarnya akan merobek leher Lu Chen.
Namun, sebelum cakar itu menyentuh kulitnya, Lu Chen menjentikkan jarinya ke arah bahu Lin Feng. Itu adalah jentikan yang terlihat lemah, namun di ujung jarinya, Ignis menyalurkan sedikit Aura Dominasi Naga.
DUM!
Suara benturan itu tidak keras, namun efeknya luar biasa. Lin Feng tiba-tiba membeku. Matanya melotot, seluruh wajahnya menjadi pucat pasi. Dia merasakan seolah-olah seekor naga raksasa baru saja menginjak jiwanya. Seluruh energi hitam di tangannya seketika buyar, berbalik menghantam tubuhnya sendiri.
"Ugh... Argh...!" Lin Feng jatuh berlutut. Darah hitam mulai mengalir dari mulut dan telinganya. Meridiannya hancur bukan karena pukulan Lu Chen, melainkan karena energinya sendiri yang mengamuk akibat ketakutan spiritual yang luar biasa.
Lu Chen berdiri di depannya, menatap dengan pandangan dingin yang tersembunyi di balik wajah "bingung" yang dibuat-buat. "Kakak Lin, Anda baik-baik saja? Kenapa Anda berhenti?"
Wasit dan penonton terdiam dalam keheningan yang memekakkan telinga. Seorang murid berbakat seperti Lin Feng tumbang tanpa Lu Chen melepaskan satu pun pukulan telak.
"P-pemenang... Lu Chen!" teriak wasit dengan suara gemetar.
Han Wei yang berada di bawah panggung menghancurkan sandaran kursinya. "Mustahil! Lin Feng adalah Level 9! Bagaimana mungkin sampah itu bisa menang?!"
Saat Lu Chen turun dari panggung, dia melewati Han Wei. Untuk sesaat, dia berhenti dan menoleh sedikit. "Kakak Han, sepertinya keberuntunganku hari ini cukup besar. Semoga di babak final nanti, keberuntunganku masih ada saat aku bertemu denganmu."
Kalimat itu terdengar seperti hinaan yang sangat halus. Han Wei merasakan bulu kuduknya berdiri. Dia melihat ke arah bahu Lu Chen, di mana seekor semut hitam kecil tampak menatapnya. Untuk sesaat, Han Wei berhalusinasi melihat semut itu memiliki mata naga yang merah membara.
[Ding! Misi Rahasia Selesai: Mengalahkan Murid Sekte Dalam yang Menyamar.]
[Hadiah: Pembukaan Fungsi 'Sovereign Shop'.]
[Status Anda telah naik: Tahap Pembangunan Fondasi - Level 3.]
[Pesan dari Ignis: "Lu Chen, aku mencium aroma harta karun di bawah arena ini. Ada sesuatu yang terkubur di sini selama ribuan tahun... sesuatu yang memanggil jiwaku."]
Lu Chen menatap lantai batu arena. Jadi, itulah alasan mengapa sistem dan Ignis sangat ingin dia mengikuti turnamen ini. Bukan hanya untuk membalas dendam, tapi untuk mengambil kembali sesuatu yang telah lama hilang milik Raja Naga Merah.
"Kita akan mengambilnya, Ignis," bisik Lu Chen sambil menghilang di tengah kerumunan, meninggalkan sejuta tanya di benak para petinggi sekte yang kini mulai memperhatikan sosok "sampah" yang tidak masuk akal ini.