NovelToon NovelToon
Gacha Sultan: Auto Kaya Sejagat Jakarta

Gacha Sultan: Auto Kaya Sejagat Jakarta

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Identitas Tersembunyi / Harem
Popularitas:11.2k
Nilai: 5
Nama Author: DipsJr

Raka Adiyaksa adalah definisi nyata dari "Sobat Misqueen". Mahasiswa biasa yang rela makan mie instan diremas setiap akhir bulan demi menabung untuk gebetannya, Tiara. Namun, pengorbanannya dibalas dengan pengkhianatan. Di malam konser yang seharusnya menjadi momen pernyataan cintanya, Raka justru melihat Tiara turun dari mobil mewah milik Kevin, anak orang kaya yang sombong, sementara Raka ditinggalkan sendirian di trotoar GBK dengan dua tiket yang hangus.

Di titik terendah hidupnya, saat harga dirinya diinjak-injak, sebuah suara mekanis berbunyi di kepalanya.

[DING! Sistem Sultan Gacha Tanpa Batas Telah Diaktifkan!]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DipsJr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26: Skakmat Jaguar dan Pangeran McLaren

|Terminal 3 Kedatangan - Bandara Soekarno-Hatta|

Suara raungan mesin McLaren di belakangnya membuat nyali Doni menciut seketika. Namun, sebagai "Buaya Darat" berpengalaman, dia mencoba menutupi kegugupannya dengan bersikap sok sibuk dan gentleman. Dia harus segera memasukkan dua wanita ini ke dalam mobilnya sebelum pemilik supercar di belakang itu memarahinya karena menghalangi jalan.

"Sini, Neng Sarah, Abang bantuin koper Rimowa-nya," kata Doni dengan senyum yang dipaksakan, buru-buru turun dari Jaguar-nya.

Dia menyambar koper mahal Sarah dan mengangkatnya ke bagasi belakang Jaguar yang terbuka otomatis. Gerakannya cepat, seolah dikejar setan.

Setelah menutup bagasi, Doni tidak langsung masuk mobil. Dia malah berbalik badan, mendekati Vania yang masih berdiri tegak di trotoar, menjaga jarak aman.

Mata Doni kembali memindai tubuh Vania dari balik kacamata hitamnya. Meskipun tertutup summer dress sopan dan masker, aura "Mahal" dari gadis ini tidak bisa disembunyikan.

"Dek," panggil Doni sok akrab, mencoba menebar pesona lagi. "Kamu ini... artis ya? Atau Selebgram? Kok tutupan banget kayak takut paparazzi?"

Vania menatap Doni dengan tatapan dingin di balik maskernya. "Bukan urusan Mas."

Doni terkekeh, merasa tertantang. "Galak amat. Biasanya cewek cantik yang humble itu justru yang paling laku, lho. Saya tebak nih... kamu pasti model papan atas yang lagi nyamar. Bener kan? Insting saya nggak pernah salah kalau soal bidadari."

Vania mendengus pelan. "Skrip 'tebak-tebakan' ini udah sering dipake ke penumpang lain ya, Mas? Basi."

Jleb. Doni tersedak ludahnya sendiri. Cewek ini susah ditembus.

"Hahaha, lucu kamu," Doni tertawa canggung. Dia melirik ke belakang sekilas. Mobil McLaren merah itu masih diam di sana, mesinnya menderu halus seolah sedang mengawasi. Doni semakin panik.

"Udah yuk, naik aja," bujuk Doni, tangannya bergerak hendak menyentuh lengan Vania (tapi Vania mundur selangkah). "Temen kamu si Sarah udah mau masuk tuh. Jok Jaguar empuk loh, ada heater-nya, ada sunroof-nya. Kita bisa liat langit Jakarta sambil dengerin jazz."

Di dekat pintu penumpang belakang, Sarah melambaikan tangan dengan tidak sabar.

"Van! Ayo ih! Keburu macet tol!" seru Sarah. Meskipun dia kecewa driver-nya om-om genit, dia lebih takut voucher-nya hangus dan harus bayar full. "Masuk aja dulu! Nanti Raka susul di hotel!"

Vania menggeleng tegas. Kakinya terpaku di aspal.

"Aku udah bilang, aku nunggu Raka," ucap Vania pada Doni. "Mas jalan aja sama Sarah. Saya nggak ikut."

Wajah Doni berubah masam. Ditolak mentah-mentah di depan umum apalagi di depan mobil Jaguar kebanggaannya adalah penghinaan bagi egonya yang rapuh.

Dia memutuskan untuk memainkan kartu Manipulasi Psikologis.

"Yah... sombong banget sih, Neng," suara Doni berubah menjadi nada merendahkan yang halus. "Masa nolak rezeki? Nolak Jaguar? Emangnya yang jemput kamu nanti naik apa? Rolls Royce? Pesawat Pribadi?"

Doni tertawa sinis.

"Jaman sekarang tuh harus realistis, Cantik. Jangan nunggu yang nggak pasti. Mending sama Abang, jelas mobilnya mewah, jelas nyamannya. Kamu nolak saya, sama aja kamu ngeremehin usaha saya loh. Nggak baik bikin orang kecewa."

Doni berusaha memposisikan dirinya di Moral High Ground. Seolah-olah Vania adalah orang jahat yang tidak menghargai niat baiknya.

Vania menatap Doni dengan tatapan kasihan. Dia sudah sering menghadapi tipikal pria narcissist seperti ini di dunia hiburan.

"Maaf, Mas. Saya nggak ngeremehin siapa-siapa," jawab Vania tenang namun tajam. "Saya cuma pegang janji. Dan mobil mewah bukan segalanya buat saya."

Skakmat.

Saat Doni hendak membalas dengan argumen lain, ponsel Vania bergetar. Nama Raka muncul di layar.

Vania langsung mengangkatnya, mengabaikan Doni sepenuhnya.

"Halo, Raka? Kamu di mana?" tanya Vania, suaranya berubah menjadi lembut seketika. "Iya, aku udah di curbside. Pake dress putih. Kamu bisa liat aku?"

"Bisa," suara Raka terdengar tenang dan maskulin di telepon. "Jelas banget. Kamu yang paling bersinar di situ."

Vania tersipu di balik maskernya. "Ih, gombal. Cepetan sini, banyak nyamuk.".

"Aku udah di depan kamu kok. Liat ke depan."

Vania mengerutkan kening. Dia melihat ke depan. Hanya ada Doni dan Jaguar hitamnya. Lalu matanya mencari ke sekeliling. Mencari mobil Innova, Avanza, atau mungkin taksi Bluebird yang baru datang.

Dia tidak melihat ke arah mobil merah ceper yang ada di belakang Jaguar Doni. Karena di otaknya, Raka adalah mahasiswa sederhana. Tidak mungkin Raka ada di dalam mobil alien itu.

Tiba-tiba...

VROOOOM!!!

Suara knalpot McLaren 720S digeber sedikit. Raungannya menggelegar, membuat lantai getar.

Semua orang di area penjemputan menoleh kaget. Para porter, penumpang lain, bahkan polisi bandara, semua mata tertuju pada mobil merah metalik itu.

"Anjir! Mobil apaan tuh?!" "Gila, suaranya sereeem!" "Itu McLaren woy! Seri 720S! Harganya 10 Miliar lebih!"

Bisik-bisik kekaguman langsung terdengar riuh. Orang-orang mulai mengeluarkan HP untuk merekam.

Mobil itu perlahan bergerak maju, menyalip Jaguar Doni dengan gerakan yang elegan dan mengintimidasi.

Doni mundur selangkah, mepet ke pintu mobilnya sendiri. Dia merasa Jaguar-nya tiba-tiba berubah menjadi gerobak sampah di hadapan karya seni aerodinamis Inggris itu.

Dan yang paling menyolok mata adalah pelat nomornya.

B 777 RKA

Hitam. Pendek. Bersih. Berwibawa.

"Gila... Pelat 777... Anak pejabat mana nih?" bisik seorang bapak-bapak di sebelah Sarah.

Vania melihat mobil itu lewat di depannya. Dia hanya melirik sekilas, lalu kembali celingukan mencari taksi. Mana sih Raka? Kok nggak keliatan?

Namun, mobil merah itu tidak lewat begitu saja. Mobil itu mengerem halus, berhenti tepat di depan hidung Vania. Menghalangi pandangan Vania ke jalan.

Vania bingung. Dia mundur sedikit. Duh, mobil siapa sih ini? Ngalangin jalan aja. Mentang-mentang kaya.

Detik berikutnya...

Wuuusshhh...

Pintu sebelah pengemudi terangkat ke atas. Gerakannya lambat, dramatis, seperti sayap robot Gundam yang terbuka.

Seorang pria melangkah turun dari mobil yang sangat rendah itu.

Dia mengenakan kemeja putih Louis Vuitton yang pas badan, celana bahan hitam slim fit, dan sepatu kulit mengkilap. Rambutnya tertata rapi, kacamata hitam Aviator bertengger di hidung mancungnya.

Aura yang dipancarkannya begitu kuat. Tenang, dominan, dan... expensive.

Para cewek di sekitar sana langsung menahan napas. "Ganteng banget woy!" "Itu artis korea ya?" "Oppa! Oppa!"

Sarah, yang berdiri di samping Jaguar Doni, melongo. Mulutnya terbuka lebar sampai lalat bisa masuk. Dia menyipitkan mata, mencoba mengenali sosok itu.

"Itu..." Sarah berbisik tak percaya. "Itu... Raka?!"

Sementara itu, Doni membeku. Kakinya gemetar. Dia baru saja menyadari satu fakta mengerikan: Pria pemilik McLaren B 777 RKA yang tadi dia remehkan dalam hati... ternyata jemputan cewek yang dia goda?

"Mampus gue..." batin Doni. Dia pura-pura main HP, takut dilabrak.

Raka berjalan memutar, menghampiri Vania yang masih bengong. Raka melepas kacamata hitamnya, lalu tersenyum manis. Senyum yang membuat Vania merasa lututnya lemas.

"Hai," sapa Raka lembut. "Maaf telat. Tadi ada mobil hitam ngalangin jalan.".

Vania menatap Raka. Dia menatap mobil McLaren di belakangnya. Lalu menatap Raka lagi. Otaknya loading.

Raka... Mahasiswa... Donasi Mobil... McLaren...

Semua titik itu akhirnya terhubung.

"Raka...?" cicit Vania, suaranya nyaris tak terdengar. "Ini... mobil kamu?"

Raka mengangguk santai. "Iya. Kenapa? Bagasinya kekecilan ya buat koper kamu?"

Vania: "..."

Bukan bagasinya yang masalah, Mas! Jantung aku yang masalah!

Sarah langsung lari meninggalkan Doni dan Jaguar-nya. Dia menerjang ke arah Raka dan Vania.

"RAKA?!" pekik Sarah histeris, lupa jaga image. Dia meraba kap mesin McLaren itu. "Gila! Lo beneran Raka?! Ini mobil lo?! Sumpah demi apa?!"

Raka tertawa melihat tingkah Sarah. "Demi Tuhan, Sar. Awas lecet, nanti lo ganti pake ginjal."

Sarah langsung menarik tangannya. "Hehe, ampun Bos."

Sarah menatap Raka dengan tatapan yang berubah 180 derajat. Dari yang tadinya meremehkan "Paling naik angkot", sekarang menjadi tatapan memuja "Calon Suami Idaman".

"Van!" Sarah menyikut Vania keras-keras. "Gila lo, Van! Lo dapet Jackpot! Ini mah bukan Pangeran Berkuda Putih lagi, ini Pangeran Berturbo Ganda!"

Vania masih terpaku menatap Raka. Ada perasaan campur aduk di hatinya. Kaget, kagum, tapi juga sedikit... takut. Ternyata Raka bukan sekadar "orang baik yang beruntung". Dia adalah seseorang yang berada di stratifikasi sosial yang mungkin jauh di atas Vania.

Raka melihat keraguan di mata Vania. Dia mendekat, lalu dengan lembut mengambil alih pegangan koper dari tangan Vania.

1
:)
harus banget ya king scuma sungkem
Jujun Adnin
ngopi dulu mas raka
ABIMANYU CHANNEL
kasih yg banyak....
DipsJr: siap kak. paling nanti pindah ke max kalo nda lolos.
total 5 replies
Gege
kereen...ditunggu adegan kulit ketemu kulit dan bulu ketemu bulunya...kan udah gede..🤣🤭
Gege
kereen alurnya.. meski banyak mainkan durasi...lanjuuttt thoor..
DipsJr: wkwk. tau aja kak. 🤭
total 1 replies
Arya Rizki Sukirman
mana ini Thor updatenya
DipsJr: besok lagi kak, sehari 3 bab.
makasih sudah baca.
total 1 replies
DipsJr
besok lagi kak. saya updatenya jam 00.00 😁
ellyna munfasya
lanjut Thor 😤
ellyna munfasya
up lagi Thor nanti siang pokoknya 😤
Monchery
kalau ini menurut ku terlalu berlebihan
DipsJr: apanya yg berlebihan kak?. 🤭
total 1 replies
ellyna munfasya
alur nya seru
ellyna munfasya
gak mau tau nanti pagi harus up Thor 😤😤😤
DipsJr: siap kak, sebntar saya upload. 👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!