NovelToon NovelToon
Mustika Terkutuk

Mustika Terkutuk

Status: sedang berlangsung
Genre:Kutukan / Misteri / Horor
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Abdul Rizqi

Menceritakan kisah seorang pemuda desa yang tidak bisa berbicara atau bisu... kehidupannya yang miskin secara perlahan berubah setelah menemukan sebuah batu mustika indah berwarna jingga. bisu yang di alami pemuda itu seketika sembuh tidak hanya itu batu itu juga memiliki kekuatan yang di idam idamkan kebanyakan laki-laki yaitu membuat tubuh penggunanya tak dapat terlihat atau kasat mata.. namun di balik semua keistimewan batu jingga itu menyimpan sebuah misteri dan kutukan yang secara perlahan mendorong pemuda tersebut memasuki dunia gelap yang sesungguhnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abdul Rizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

jambret

"Ngga papa nduk, insyallah rezeki ngga akan kemana mana... Allah pasti punya rencana sendiri makanya kamu ngga kerja lagi di toko itu, akan jadi bahaya kalau kamu tetap kerja di sana." Ucap Nenek Ratmi berusaha menenangkan.

"Tapi kan nek... Sekar harus kerja di mana lagi? Isna harus bayar spp udah nunggak 6 bulan, belum lagi bayar ujian ujiannya. Sekar juga kasihan sama Isna, gadis tapi handponenya jelek begitu, layarnya retak retak.." ucap Sekar sesenggukan.

"Lah? Terus Hendro lepas tangan gitu aja? Isna kan anak dia juga!"

Sekar tak menjawab, hanya diam sesenggukan.

Apa yang tak di ketahui Sekar dan nenek Ratmi, Sugeng tampak berdiri di balik tembok warung menguping semua obrolan mereka. Sebenarnya tadi Sugeng ingin mandi, namun air keran tak mau menyala, mungkin ada yang rusak dengan pompa sanyonya. Alhasil Sugeng ingin menjaga warung kembali namun ia melihat Sekar menangis, sugeng mengurungkan niatnya dan menguping di sana.

"Sugeng jangan di kasih tau ya nek, Sekar ngga mau ngerepotin dia lagi." Ucap Sekar.

"Iya.."

Setelah mendengar itu Sugeng bergegas pergi menuju kolam ikannya dan duduk termenung di sana seraya merokok dan melempar pakan pakan ikan ke air.

"Udah kuduga pasti kalau Mbak Sekar kerja kejadian seperti ini bakalan terjadi, kebanyakan laki laki itu brengsek walaupun sudah memiliki istri." Batin Sugeng, "penilaianku dengan mas Hendro kini juga berubah, kemana dia? Kenapa dia lepas tanggung jawab begitu saja dengan anaknya?" Tanya Sugeng dalam hatinya.

Ia benar benar tak habis pikir saat ini.

"Uangku masih banyak banget, kalau aku buatin usaha buat mbak Sekar warga bakalan curiga ngga ya? Apalagi aku udah mau rehap rumah dan baru baru ini beli anakan kambing sama sapi." Sugeng memijit pelipisnya tanda ia pusing. Bukan pusing karena memikirkan uang, namun pusing bagaimana caranya agar warga tak curiga.

Sugeng melotot ketika ia mengingat besok adalah hari ulang tahun kakaknya.

"Oh iya! Aku kasih itu aja sama Mbak Sekar! Dia pasti bakalan seneng banget, ngga perlu cari kerja sama modal lagi tinggal jalani aja! Lagian usahaku juga udah banyak. Ternak burung, ikan, sapi, kambing pasti juga menghasilkan, dan warga ngiranya warung itu juga milikku cuma mbak Sekar ikut jaga aja." Batin Sugeng. Ya! Dari pada ia pusing tujuh keliling memikirkan usaha apa untuk kakaknya lebih baik Sugeng memberikan warung miliknya sebagai hadiah ulang tahun ke kakaknya.

Sugeng beranjak bangkit, dengan senyum merekah ia mulai membetulkan pompa sanyo yang rusak.

"Geng." Panggil neneknya dari belakang saat sugeng sedang membetulkan pompa sanyo itu.

"Ya nek, kenapa?"

"Mbak Sekar di pecat lagi."

"Hah?!" Sugeng pura pura tercengang.

"Kamu tolongin Mbakmu Geng. Keliling cari lowongan kerja, kamu kan punya motor mbakmu ngga bisa naik motor Supra. Biar nenek aja yang jaga warung.."

"Emm... iya nek, habis ini Sugeng cariin lowongan kerja buat mbak Sekar." Jawab Sugeng.

"Di usahain ya geng, kasihan nenek lihat mbakmu.. uang spp isna udah nunggak 6 bulan juga. Sedangkan Hendro lepas tangan begitu aja." Nada suara nenek Ratmi terdengar pilu matanya tampak berkaca kaca.

Membuat hati Sugeng mencelos dan terasa sedikit sakit. Baru kali ini ia melihat neneknya yang biasanya kuat bisa serapuh itu.

***

Setelah membetulkan Pompa Sanyo dan mandi, Sugeng langsung menyambar kontak motor dan bergegas berkeliling ke luar desa.

Sugeng berkeliling bukan karena ingin mencari pekerjaan. Ia justru mampir ke toko kue dan memesan satu kue ulang tahun, tak hanya itu Sugeng juga membeli beberapa hiasan hiasan berusaha membuat hari ulang tahun kakaknya berkesan.

Sugeng melakukan ini bukan tanpa alasan. Dahulu ketika kedua ibu dan ayah Sugeng masih hidup dan Sekar masih menginjak SMP, Sugeng teringat betul hanya Mbak Sekar yang mengingat ulang tahun Sugeng setiap tahunnya.

Ayah dan ibunya selalu sibuk dengan pekerjaan di ladang.

Setiap Sugeng bertambah umur, Sekar selalu membawakan kue kue pasaran, seperti donat, pukis dan lain sebagainya kemudian atasnya di berikan lilin. Sekar membuat kue pasaran yang ia beli terkesan seperti kue ulang tahun sungguhan walaupun sederhana.

Yang membuat Sugeng terharu, kakaknya melakukan semua itu dengan uang sakunya sendiri. Dan bahkan memberikan hadiah hadiah sederhana namun sangat istimewa bagi Sugeng.

Sekar memang sangat menyayangi Sugeng dengan sangat tulus. Sayangnya saat itu Sugeng masih kecil, ia tak tahu kapan hari ulang tahun kakaknya sehingga ia tak sempat membalasnya dan ketika ia sudah tahu hari ulang tahun kakaknya dia saat itu sudah terlilit hutang dengan Linda membuat Sugeng sampai sekarang masih belum bisa membalas itu semua.

Sugeng membali balon balon huruf yang bertuliskan 'selamat ulang tahun' untuk hadiah? Sugeng tak perlu membelinya, ia berniat memberikan warung miliknya sebagai hadiah.

Pukul setengah tiga siang hari Sugeng sudah membeli semua itu, ia kini sedang makan bakso di dekat sekolah Isna. Ya ia berpikir sekalian menjemput Isna untuk pulang bareng. Sugeng juga sudah memesan tiga bungkus bakso untuk di bawa pulang.

Bel pulang sekolah berbunyi nyaring...

Sugeng menatap gerbang sekolah yang mulai ramai dengan murid murid yang keluar.

Sugeng pun pergi dari warung bakso dan mendekati gerbang mencoba mencari Isna di sana. Namun Sugeng tak kunjung menemukannya.

Ia tolah toleh mencari kesana kesini namun tetap tak ada.

Hingga tak lama kemudian Isna tampak keluar dari gerbang dan menunggu angkot di tepi jalan.

Sugeng bergegas menghampiri namun sebelum ia tiba, satu motor melaju kencang dari belakang Sugeng dan mengarah ke Isna.

Dua pria tampak berboncengan di sana. Pria yang berada di belakang langsung merampas ponsel Isna yang memang sedang ia mainkan di piinggir jalan.

"Hah! Tolooong jambrett!" Isna berteriak Kencang.

Sugeng tanpa basa basi lagi langsung mengejarnya dengan kecepatan penuh.

"Gawat bro! Ada yang ngejar.." ucap seorang pria yang di bonceng, "mana hapenya jelek lagi, apes kita bro.."

"Hape kayak begini paling cuma laku 500 rebu bro, apa kita kasih aja?"

"Nggak usah lah! Tanggung.." ujar rekannya yang menyetir.

"Berhenti woy!" Sugeng berteriak dari belakang.

Motor kedua jambret itu melewati gerbang sebuah sekolah STM.

Seorang murid STM yang baru keluar memicingkan matanya menatap Sugeng.

"Sugeng? Dia lagi ngejar siapa ya?" Tanyanya dalam hati, "apa jangan jangan ngejar jambret?" Tebaknya.

Ia langsung menggas motornya mengambil jalan pintas untuk mencegat kedua jambret tersebut.

Sementara itu kedua jambret itu terus melajukan motornya tanpa menurunkan kecepatannya. Sugeng melakukan hal yang sama.

Tiba tiba dari gang samping, sebuah motor matic dengan seorang pengendara pemuda berseragam werpak SMK terlihat dan langsung memepet motor kedua penjambret tersebut.

Gubrak!

Kedua penjambret tersebut jatuh di aspal, tubuhnya terseret di aspal yang panas dan keras sepanjang beberapa meter.

Sugeng melebarkan matanya melihat ponsel Isna pecah berkeping keping.

1
Tini Nurhenti
se7 geng,kek Q bgt
Tini Nurhenti
lanjut thor
Tini Nurhenti
s7 geng
Tini Nurhenti
hadir thor,nyimak dlu seru thor up nya byk jdi smgat bacanya.😄😄💪💪
bedul: siap, udah 56 bab terjadwal
total 1 replies
Afri
semoga ceritanya bagus .. aku suka yg misteri gini thor
bedul: siap, baca sampe selesai ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!