NovelToon NovelToon
Istri Jenderal Yang Mencuri Hatinya

Istri Jenderal Yang Mencuri Hatinya

Status: tamat
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu / Era Kolonial / Mengubah Takdir / Cewek Gendut / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 5
Nama Author: ICHA Lauren

Aku membuka mata di sebuah ranjang berkelambu mewah, dikelilingi aroma parfum bunga yang asing.
Cermin di depanku memantulkan sosok wanita bertubuh besar, dengan tatapan garang dan senyum sinis—sosok yang di dunia ini dikenal sebagai Nyonya Jenderal, istri resmi lelaki berkuasa di tanah jajahan.

Sayangnya, dia juga adalah wanita yang paling dibenci semua orang. Suaminya tak pernah menatapnya dengan cinta. Anak kembarnya menghindar setiap kali dia mendekat. Para pelayan gemetar bila dipanggil.

Menurut cerita di novel yang pernah kubaca, hidup wanita ini berakhir tragis: ditinggalkan, dikhianati, dan mati sendirian.
Tapi aku… tidak akan membiarkan itu terjadi.

Aku akan mengubah tubuh gendut ini menjadi langsing dan memesona.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ICHA Lauren, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Takut Disentuh

Meski wajahnya basah oleh keringat, tetapi sorot mata Nateya tetap menyala. Ia menegakkan tubuh perlahan, tak peduli pada lututnya masih bergetar.

“Siapa yang butuh bantuan?” ujar Nateya ketus, tangannya mengibaskan keringat di pelipis. “Aku masih sanggup berlari. Hanya butuh istirahat sebentar.”

Mendengar jawaban sang istri, mata hazel Elias memancarkan sorot penuh penilaian.

Nateya lantas menambahkan, nada suaranya dibuat setajam mungkin.

“Dan seandainya aku pingsan, aku lebih memilih digotong oleh para pelayan lalu dinaikkan ke dokar kuda daripada digendong olehmu, Jenderal Elias.”

Kata-kata itu meluncur dingin, membuat udara pagi terasa menegang. Elias sempat mengangkat alisnya, ekspresi wajahnya berubah sedikit terkejut.

Namun, Nateya belum selesai. Ia melangkah maju sambil mengatur napas, lalu menyeringai tipis.

“Jangan-jangan, sebenarnya kau yang tidak sanggup, Elias?” katanya, penuh ejekan. “Tenaga seorang Jenderal agaknya tak cukup untuk mengangkat tubuhku yang besar. Itu sebabnya kau ketakutan begitu.”

Urat di pelipis Elias langsung menegang. Ia mendekat dengan tatapan membara.

“Hanya menggendong seorang wanita, kau pikir itu mustahil bagiku? Aku mampu. Apa kau ingin mencobanya sekarang juga, Seruni?” balas Elias.

Pria itu tiba-tiba melangkah maju dengan dada tegap, membuat Nateya tersentak. Sekejap saja wajahnya memucat.

“Jangan mendekat!” serunya cepat.

Panik melanda Nateya. Ia tidak ingin benar-benar disentuh oleh Elias.

Dengan spontan, Nateya berbalik dan berlari sekencang tenaga yang tersisa. Kain olahraga sederhana yang ia kenakan berkibar terkena angin pagi, sementara langkahnya terdengar panik di jalanan berbatu.

Di belakang, Elias hanya terdiam beberapa detik. Lalu, seulas senyum tipis setipis kertas tisu yang dibagi lima, terbit di bibirnya. Ia bergumam pelan, hampir seperti bisikan pada dirinya sendiri.

“Setakut itu kau bersentuhan denganku… Seruni. Pisah kamar terlalu lama rupanya membuatmu menjauh. Mungkin, aku harus memperbaiki keadaan ini, sebelum kau pergi ke Gunung Arunika.”

Di sisi lain, Nateya hampir tersungkur ketika akhirnya mencapai rumah. Napasnya seperti tertahan di tenggorokan, tetapi ia terus menyeret tubuh Seruni ke kamar mandi.

Tanpa pikir panjang, Nateya langsung mengambil gayung dan menyiam tubuhnya dengan air. Guyuran dingin menyentak kulitnya, membuat tubuh gemetar.

“Astaga, pria menyebalkan,” gerutunya di antara gigi yang bergemeletuk.

"Aku harus segera menyingkir ke Gunung Arunika. Menjauh dari Elias, sekaligus menjalani program penurunan berat badan secara rahasia. Rencanaku tidak boleh gagal."

Nateya menyelesaikan mandinya secepat mungkin. Setelah tubuhnya segar, ia berdiri di depan cermin, lalu memejamkan mata.

Dalam waktu singkat, muncul setelan elegan ala Hindia Belanda: gaun panjang berwarna krem dengan renda halus, topi kecil bertepi lebar, dan sepatu kulit hitam mengilap. Seketika, pakaian itu mewujud di tubuhnya.

Hari ini ia sudah bertekad akan menemui Ragnar. Memastikan apakah pria itu sudah pulih dan bersedia menjaganya selama mengasingkan diri di Gunung Arunika.

Usai memastikan penampilannya cukup bagus, Nateya berjalan menuju kamar si kembar.

Pintu kamar terbuka, memperlihatkan Anelis yang duduk dengan seragam sekolahnya, rambutnya dikepang sederhana oleh Bi Warti. Wajah gadis kecil itu bersih dan teduh, tetapi seperti biasa, ia hanya tersenyum tanpa suara.

Sementara Julian berdiri di dekat jendela, menatap keluar dengan mata yang masih setengah mengantuk. Julian masih mengenakan piyama tidur, karena hari ini ia mulai menjalani hukuman dari kepala sekolah.

“Selamat pagi, anak-anak,” sapa Nateya lembut sambil masuk.

Nateya mendekat, mengecup kening Anelis. "Anakku yang manis, sudah siap berangkat sekolah?”

Anelis mengangguk cepat, lalu meraih papan tulis kecil di atas meja. Dengan kapur putih, ia menulis singkat: Aku sudah siap, Mama.

"Bagus. Pergilah dan belajar yang rajin. Jangan khawatirkan Julian, Mama akan menjaganya," ujar Nateya kemudian menoleh pada Julian. Tangannya membelai lembut rambut sang putra.

"Daripada kau hanya murung di kamar, bagaimana kalau kau ikut Mama ke barak militer hari ini?”

Julian tersentak sambil memiringkan kepala. “Ke barak militer? Untuk apa?”

“Mama ada keperluan penting dengan Mayor Ragnar,” jawab Nateya mantap.

Julian terdiam sejenak, lalu senyum kecil tersungging di wajahnya. “Baiklah, Mama. Aku ikut."

Nateya mengangguk puas. Ia berdiri, merapikan topinya, dan menepuk bahu Julian.

“Bagus. Hari ini kita akan menjalani hari yang berbeda.”

Tanpa menunda lagi, Nateya membantu Julian berganti pakaian dan menyisir rambutnya. Setelahnya, Nateya menggandeng tangan Anelis dan Julian menuju ruang makan.

Aroma roti panggang ala Belanda sudah menyeruak begitu pintu besar itu dibuka. Sesuai pesan Nateya, meja panjang dari kayu jati kini tidak lagi penuh dengan daging dan santan melainkan sarapan yang lebih ringan: potongan brood, bubur gandum, ontbijtkoek berbumbu manis, juga mangkuk berisi buah-buahan.

Nateya menyendokkan bubur gandum hangat untuk Anelis, lalu memberikan roti panggang ke Julian dengan tambahan sedikit keju.

“Makanlah, supaya punya tenaga untuk hari ini.”

Anelis mulai menyuap pelan dengan sendok perak kecil. Sedangkan Julian mengunyah roti sambil sesekali menatap ibunya. Baru setelah kedua anaknya makan, Nateya mengambil piringnya sendiri. Ia memilih buah pepaya dan sepotong roti dengan selai stroberi.

Namun ketenangan itu tak berlangsung lama. Suara langkah berat dengan irama khas sepatu bot militer terdengar mendekat.

Elias masuk, tubuh jangkungnya memenuhi ruang makan. Dengan gerakan santai, pria itu menarik kursi di ujung meja dan duduk bergabung tanpa berkata apa-apa.

Tatapan Elias jatuh pada putranya. Alisnya terangkat sedikit melihat Julian tanpa seragam sekolah. Ia sudah tahu alasannya, tetapi tetap bertanya penuh wibawa.

“Jadi, Julian,” ucapnya, sambil menuang kopi hitam ke cangkir porselen, “apa rencanamu hari ini, mengingat kau tidak ke sekolah?”

Julian tidak menunduk, justru menegakkan bahunya. Dengan suara mantap, ia menjawab, “Aku akan ke barak militer bersama Mama.”

Kalimat itu membuat Elias sontak meletakkan sendoknya, lalu mengalihkan pandangan ke arah Nateya. Sorot matanya tajam, menelusuri wajah istrinya yang tampak begitu santai, padahal jelas ucapan Julian barusan bukan sesuatu yang sepele.

Nateya tetap duduk anggun, menyendok potongan pepaya ke mulutnya tanpa terburu-buru. Seolah menyadari tatapan suaminya, Nateya menambahkan dengan nada datar.

“Betul. Aku akan menemui Ragnar hari ini. Kau bisa ikut menyaksikan, apakah Ragnar bersedia menerima tawaranku atau tidak," tandas Nateya.

1
Elisabet Sembiring
seharusnya tulis juga kata sambutan dalam bahasa Belanda. walau saya tak mengerti.🤭🤭
Elisabet Sembiring
menghalu yang seru.
semangat berkarya, author
celi amanda
Luar biasa diselipi dgn boso Londo 😁
celi amanda
Background author medis ya?
Katrina
keren
Dysha♡💕
sangat bagus ceritanya
Khoerun Nisa
pdhl aku brharap melihat nasib trahirnya sng temn dn mntan yg menghianatinya
Khoerun Nisa
apa kabar sahabat SM mntan nya yg mnhianatinya tor kaclep menghilang
Khoerun Nisa
knp di buat meninggal tor kasian SM ank2nya
ana kurniaaa
kurang ibu tiriny thor harusny di ceraikan lh ini malah sedih wkwk anak tiri diratukan anak kandung ditirikan sinting bapakny bukanny marah anakny dikhianati sm suami sm adik tiriny malah bimbang baru kli ini gw baca ceritany bapakny baik tpi kurang tegas
Agustine
love it😍
Rahayu
ini terinspirasi dari short drama China pasti, cuma tempat latar belakang ceritanya lebih ke pribumi sama Belanda
Dara Fitriani
bagus banget ceritanya
YANI AHMAD
ah iya, betul itu 🤣🤣🤣
Himawari
suka
Anre1201
Terima kasih Author 🙏🙏
Ceritanya sangat bagus 👍👍
Ini Novel pertama yang paling aku suka alur ceritanya ❤️❤️ layak dapat ⭐⭐⭐⭐⭐
Anre1201
Good Novel ❤️
Cerita nya sangat bagus ❤️👍
fe
semangat thor
Anre1201
Ternyata hukuman saat Belanda berkuasa di Nusantara lebih keras dari pada saat Indonesia sekarang ini 🤔🙄
imoe nawar
👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!