NovelToon NovelToon
Kultivator Pengembara 2

Kultivator Pengembara 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Action / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:10k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Lanjutan novel kultivator pengembara

Jian Feng berakhir mati dan di buang ke pusaran reinkarnasi dan masuk ke tubuh seorang pemuda sampah yang di anggap cacat karena memiliki Dantian yang tersumbat.

Dengan pengetahuannya Jian Feng akan kembali merangkak untuk balas dendam dan menjadi yang terkuat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10: Penyatuan Roh

​Beberapa hari sebelum keberangkatan menuju Kota Gagak Hitam, pusat administrasi benua di mana turnamen akan dilangsungkan, paviliun pribadi Jian Feng tertutup rapat oleh kabut energi yang pekat.

Di dalam reruntuhan yang telah diperbaiki secara kasar itu, Jian Feng duduk bermeditasi di tengah tumpukan Inti Monster yang ia ambil dari hutan.

​Wajahnya tampak tenang, namun di dalam meridiannya, terjadi perang besar. Ia menggunakan teknik Penyatuan Kehendak untuk melumat inti-inti tersebut dan menyerapnya secara paksa.

Bagi praktisi biasa, menyerap inti monster tanpa pemurnian alkimia adalah bunuh diri, namun bagi Jian Feng, itu hanyalah asupan nutrisi kasar.

​BOOM!

​Suara ledakan tumpul bergema dari dalam dadanya. Lapisan hambatan antara ranah Inti Qi dan ranah Penyatuan Roh retak berkeping-keping.

Energi Qi yang tadinya berbentuk cairan kini mulai menguap dan menyatu dengan kesadarannya, menciptakan koneksi antara raga dan jiwa yang jauh lebih dalam.

​"Penyatuan Roh Tingkat 1," desis Jian Feng sembari membuka mata. Cahaya emas dan biru berkilat di pupilnya, lebih terang dari sebelumnya. "Dengan ini, aku punya cukup modal untuk menghancurkan siapa pun yang berani menghalangi jalanku."

​Jian Feng berdiri dan berjalan menuju cermin perak di sudut ruangan. Ia tidak ingin wajah "Xiao Feng" menarik terlalu banyak perhatian sebelum waktunya, terutama karena ia tidak mengenal satu pun orang di benua ini secara personal.

Meskipun ia memiliki akses ke memori Xiao Feng, baginya itu hanyalah tumpukan data dingin—seperti membaca biografi orang asing.

​Ia mengambil sebuah jubah panjang berwarna putih dengan corak hitam di bagian pinggirnya.

Ia mengenakan tudung lebar yang dalam, lalu memasang penutup sutra tipis yang menjuntai di sisi tudungnya, menutupi sebagian besar wajahnya dari samping.

​Penampilan ini membuatnya terlihat seperti seorang pengelana misterius atau pendekar bayangan.

Hanya matanya yang tajam yang sesekali terlihat dari balik bayang-bayang tudung tersebut.

​"Nama Xiao Feng mungkin akan membawa masalah karena reputasi sampahnya," gumamnya sembari merapikan cadar sutranya. "Biarlah dunia melihatku sebagai anomali yang tidak bisa mereka jelaskan."

​Di gerbang utama kediaman Xiao, sebuah kereta kuda mewah telah disiapkan. Xiao Zhen, Xiao Da, dan beberapa tetua sudah menunggu dengan wajah tidak sabar.

Ketika mereka melihat sosok berjubah hitam dengan tudung misterius berjalan mendekat, para penjaga sempat menghunuskan senjata, mengira ada penyusup.

​"Siapa kau?!" bentak Xiao Da, tangannya sudah memegang gagang pedang.

​Jian Feng berhenti, suaranya terdengar berat dan bergema dari balik penutup sutra. "Apa kau sudah lupa dengan adikmu sendiri hanya karena aku mengganti pakaian, Kakak Pertama?"

​Seluruh anggota keluarga Xiao tertegun. Tekanan aura yang dikeluarkan Jian Feng saat ini terasa jauh lebih stabil dan luas.

Meskipun ia menyembunyikan ranahnya dengan teknik manipulasi, Xiao Zhen—sang praktisi Manifestasi Roh—bisa merasakan bahwa putranya ini telah melampaui ranah Inti Qi sepenuhnya.

​"Kau... kau sudah mencapai Penyatuan Roh?!" tanya Xiao Zhen dengan nada gemetar antara bangga dan ngeri.

​"Jangan banyak bicara," balas Jian Feng sembari naik ke kereta kuda yang berbeda, menolak duduk bersama ayah dan saudaranya. "Waktuku sangat berharga. Mari kita berangkat."

​Kereta kuda mulai bergerak meninggalkan pinggiran Benua Gagak Hitam. Di sepanjang perjalanan, Jian Feng hanya diam di dalam kereta, menatap keluar jendela melalui celah sutra. Ia melewati desa-desa, sungai, dan pegunungan yang asing baginya.

​Memorinya menunjukkan nama-nama tempat itu, namun hatinya tetap kosong. Ia merasa seperti seorang pemburu yang sedang melacak jejak roh yang hilang—dalam hal ini, roh Lin Xue.

​"Setiap inci tanah ini terasa asing, namun aku bisa merasakan getaran energi yang kuat di arah utara." batin Jian Feng.

​Tiba-tiba, kereta kudanya bergoyang hebat karena dihentikan secara paksa di tengah jalan hutan. Suara teriakan dan dentingan pedang terdengar dari luar.

​"Keluarga Xiao?! Turunkan semua barang berharga kalian jika ingin selamat!" teriak sebuah suara parau dari luar. Tampaknya sekelompok perampok jalanan dengan jumlah yang besar sedang menghadang rombongan mereka.

​Jian Feng menghela napas malas di balik cadarnya. "Baru saja mulai, dan serangga sudah datang mengerumuni."

​Ia membuka pintu kereta perlahan, tudung hitamnya berkibar tertiup angin. Bagi para perampok itu, sosok yang keluar bukan terlihat seperti mangsa, melainkan malaikat maut yang baru saja bangkit dari kubur.

1
MF
💪/Hunger//Hunger/💪💪💪💪💪💪
aku
sedikit
Agen One: Hehe, Nuhun pisan🤣🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
aku
ber arti adeganngewetidakpernahterjadiyathor
aku
lalu emas yg banyak itu,sdh masuk cincin ya thor.
thor lu kaya Jiang Feng
Ra_Lathia
knp jadi tubuh ganda, cb tetep pke tubuh satu tp kmdian jd kultivator yg menipu "penulis takdir", tp ttp bgus laah👍
Agen One: /Rice//Rice//Rice//Rice/
total 1 replies
Ra_Lathia
pembukaan season yang bagus👍
MF
💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪
Adibhamad Alshunaybir
mantap kak author lanjutkan up nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!