NovelToon NovelToon
Jetro, Pengantin Pengganti

Jetro, Pengantin Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti Konglomerat / Pengantin Pengganti
Popularitas:97.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rahma AR

Jetro Julian Wisesa, pengusaha sukses, masih single.

"Aku yang akan menikahimu."

Febi Karindra, bekerja di kantor polisi, sudah dijidohkan dengan rekan kerjanya hanya bisa mematung. Semua tamu yang awalnya kasihan karena pengantin prianya tidak datang, sekarang menatap iri. Karena pengganti pengantinnya lebih segala galanya dari pada pengantin aslimya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma AR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Obsesi Fiola

Setelah pulang dari pertemuannya dengan Cakra, Anggareksa segera menemui putrinya yang masih berada di dalam kamarnya di hotel mewah milik keluarga Airlangga.

Kalandra, sebagai orang tua Jetro, memindahkan tempat menginap mereka. Yang Anggareksa tidak bisa menduga walaupun Jetro hanya menggantikan posisi Cakra, ternyata dialah tokoh utamanya.

Hampir semua keluarga Airlangga datang, bahkan kerabat mereka dari keluarga Artha Mahendra juga datang.

Pernikahan ini seolah sudah direncanakan Jetro dengan sangat matang untuk dirinya.

"Papa sudah menemui Cakra dan orang tuanya," ucap Anggareksa begitu dirinya melangkahkan kaki memasuki kamar putrinya ketika Fiola membuka pintunya.

"Untuk apa, pa?" Fiola menyahut ngga minat. Dia sedang menikmati makan siangnya saat terdengar suara bel.

Papanya memang sudah mengabarinya setengah jam yang lalu.

"Kamu di kamar aja?" Papanya duduk di samping putrinya. Dia akan mengulang mengatakannya lagi setelah putrinya menyelesaikan makannya.

"Iya, pa." Fiola melanjutkan makan nya.

Anggareksa menatap putrinya yang tetap tenang menikmati makanannya. Seakan akan yang diomongkannya tadi hanya masuk lewat telinga kiri dan langsung keluar dari telinga kanannya. Benar benar tidak penting.

Sama sekali tidak tertinggal sedikit pun. Anggareksa mulai merasakan sinyal sinyal penolakan dari putrinya.

Hari sudah beranjak siang, dan putri sulungnya tampak sedang bersantai.

Anggareksa tersenyum, karena cukup jarang melihat putrinya bersantai di waktu menjelang siang begini. Karena Fiola biasanya sudah berangkat sangat pagi ke tempat kerjanya.

"Kamu masih libur?" tanyanya lagi.

Fiola menganggukkan kepalanya sambil menyuapkan makanannya.

"Aku minta ijin dua hari, Pa," jelasnya setelah menelan makanan yang ada di dalam mulutnya.

Besok baru dia pergi dinas lagi. Dia akan gunakan hari ini untuk istirahat total.

Tadi pagi dia memang terbangun agak siang karena malamnya kurang tidur. Dia menunggu balasan dari Cakra hingga tertidur. Pagi ini pun dia bangun dengan masih dibaluri perasaan kesal karena Cakra tidak juga meresponnya. Hanya membaca saja semua pesan yang menghujatnya tanpa membalasnya.

"Papa sudah makan?"

Anggareksa mengangguk.

"Sudah."

Fiola meneguk minuman dinginnya sebagai ritual terakhir makannya yang sudah selesai.

"Mama Cakra ingin menemuimu."

"Untuk apa?" kagetnya. Fiola sudah alergi dengan tatapan dan kata kata sinis mamanya Cakra terhadapnya selama ini.

"Ingin melanjutkan rencana pernikahan kamu dan Cakra."

Fiola mendengus kesal.

"Dia masih mau anaknya menikah denganku?" cibirnya.

"Iya. Om Danu dan Cakra juga sudah setuju. Pernikahan kamu dan Cakra bisa dilangsungkan minggu depan."

Cih, jadi ini arti no respon dari laki laki itu, decaknya membatin.

Fiola kemudian menggelengkan.kepalanya.

"Papa yakin kalo Tante Marlena akan baik padaku?"

Anggareksa tersenyum maklum.

"Yakin. Lena sudah mengatakannya tadi di depan papa, Cakra dan Om Damu. Dia akan memperbaiki hubungan kalian," jelas papanya lembut.

Tatap Fiola tetap menggambarkan ketakpercayaaannya.

"Aku tidak mau, Pa. Aku sudah telanjur menyukai Jetro. Mamanya juga sangat baik denganku."

"Jetro sudah menikah dengan adikmu, Fio. Kamu jangan mengganggu pernikahannya." Anggareksa memberikan putrinya sinyal peringatan.

Fiola tersenyum agak melebar.

"Aku tidak akan mengganggu. Aku hanya sedang menunggu kesempatan."

Kening Anggareksa berkerut, tidak mengerti jalan pikiran putrinya. Jantungnya berdebar cepat, merasakan perasaan yang tidak nyaman.

Tekat putrinya menjadi istri kedua Jetro sangat kuat

"Febi, kan, polwan, Pa. Dia bisa saja tertembak saat mengejar penjahat. Dulu dia juga pernah terluka, kan."

Rahang Anggareksa mengetat karena emosi yang tertahan.

"Kamu mengharap Febi celaka?"

Fiola tetap tenang walaupun sekarang papanya sudah mulai naek darah.

"Resiko pekerjaan, Pa. Aku juga bisa saja meninggal kalo pesawatku jatuh. Febi juga begitu. Jadi aku hanya menunggu saja kesempatan baik datang padaku."

Tubuh Anggareksa bergetar sekarang. Dia benar benar marah.

"Kamu sudah sangat keterlaluan."

"Dimana keterlaluannya, Pa? Lagi pula ini salah Tante Lena. Kalo sejak dulu dia merestui aku dengan Cakra, cintaku tidak akan bergeser ke orang lain."

Anggareksa memejamkan matanya untuk meredakan kemarahannya. Jantungnya makin cepat ritme detakannya.

"Jangan menyalahkan orang lain. Tapi salahkan dirimu saja. Kamu hanya terobsesi pada Jetro."

"Jetro pasti akan menikah denganku kalo saja Cakra datang," balas Fiola cepat, ngga terima dengan kata kata papanya yang tidak berpihak padanya.

Anggareksa tersenyum getir.

"Papa yakin, Jetro tetap akan menikahi adikmu walaupun Cakra datang. Laki laki seperti Jetro akan melakukan apa saja untuk mendapatkan gadis kecintaannya. Sayangnya itu bukan dirimu, Fiola."

Kata kata yang diucapkan papanya sangat menghunjam bagai pisau yang paling tajam mencacah hatinya. Dad@ Fiola bergejolak menahan tangis.

"Papa..... Kenapa tega sekali padaku."

"Papa hanya ingin menyadarkan kamu dari obsesi gilamu itu. Ingat, kamu masih punya Cakra, sayang. Buka lagi hatimu untuk dia," bujuk papanya lembut.

Fiola tetap menggeleng membuatt Anggareksa tambah kecewa.

"Aku tetap dengan keinginanku, Pa," tegas Fiola sambil mengusap air mata yang mulai menggenangi pelupuk matanya.

*

*

*

Jetro dan Febi sudah berada di dalam kamar mereka lagi setelah acara kumpul kumpul itu membubarkan diri.

Febi yang baru keluar dari kamar mandi, menatap Jetro yang sibuk dengan ipadnya.

Dia masih belum yakin kalo para istri yang ikut kumpulan tadi akan mengenakan bikini two piece.

"Aku sudah pilihkan bikininya," ucap Jetro sambil melambaikan tangannya pada Febi yang masih berdiri kaku di depan pintu kamar mandi.

Febi tertegun sejenak mendengarnya.

"Emm.... Aku.... pake kaos oblong aja, ya. Aku malu pake bikini," tolak Febi agak terbata dan panik sebelum melangkah ragu ke arah Jetro. Jantungnya berdebar kian cepat.

Jetro tersenyum melihat ketakutan di wajah istrinya. Tadi para suami hanya bercanda saja. Mereka juga tidak mau saling pamer aurat istri istri mereka.

Jetro menarik tangan Febi yang sudah berdiri di dekatnya. Tubuh gadis itu langsung jatuh ke pangkuannya.

DEG DEG

Jantung Febi berdebar makin ngga berirama karena kini Jetro sudah memeluknya erat.

"Bikininya dipake kalo kita sedang berdua saja," bisik Jetro di dekat telinga Febi membuat dia bisa merasakan kalo tubuh gadis itu mengej@ng kaku.

"Sudah ngga sakit lagi?" bisik Jetro lagi dan tangannya mulai nakal, bermain di area depan Febi yang sensitif

Lenguh@n tertahan terdengar dari mulut Febi, membuat Jetro sudah tidak bisa menahan h@sratnya lagi.

1
Rahmawati
sabar gisel😂
Lia Kiftia Usman
pikiran dan hati yg selalu 'netink' mempercepat berkembang sel kanker nya... jauh dari bersyukur apalagi koreksi diri... ya sudahlah ....🤭
Ariany Sudjana
hahaha sudahlah mati saja kamu fiola, kamu itu pelacur murahan dan juga pembunuh 🤣🤣😂😂
Ernaaaaa
nah loh...tobat Thor eh salah tobat Fiola
Lusi Hariyani
emang karma fiola...itu kanker dr org2 yg dibunuh fiola
Lusi Hariyani
si baim modus bngt dh blng aja suka im jgn bikin baper ank org...sat set gitu😄
anggita
👍like☝☝2xiklan
anggita
selamat idul fitri thor, maaf lahir dan batin🙏.
Dewi kunti
stegi🤭
Herman Lim
baim mank jaim ya giring sampe pelaminan ya Baim. 🤣🤣
Elisabeth Ratna Susanti
selamat Hari Raya Idul Fitri mohon maaf lahir dan batin 🥰
Elisabeth Ratna Susanti
top 👍🥰
Ariany Sudjana
betul setuju kalau nashwa yang jadi jodohnya Cakra, perempuan baik-baik dan mandiri, dan yang pasti bukan pelacur murahan dan pembunuh seperti fiola
Ariany Sudjana
heh kamu jalang murahan, kamu masih berharap mamanya Jetro atau Jetro melawat kamu ke RS? terus kamu mau buat drama supaya Jetro kasihan sama kamu, terus minta kamu jadi istrinya? hahaha ada pelacur murahan mimpi ketinggian 🤣🤣😂😂 heh jalang murahan, kamu itu sudah cocok jadi pelacur dan pembunuh, ga cocok masuk ke keluarga konglomerat, seperti keluarga Jetro 😂😂🤣🤣
Tri Handayani
tuch cakra udah langsung dapat restu dari mama dan papamu tinggal kamu'nya aja,masih terbelenggu dg masa lalu atau ingin bahagia dgn seorang yg baru.
Rahmawati
dah dapet restu tuh dari mama marlena,, tinggal cakranya mau move on ato gk
Elizabeth Zulfa
minal aidzin wal faidzin mohan maaf lahir dan batin Thor & teman2 pembaca semua 🙏🙏🙏
maafkan jika ada kritik, saran/pun komen aq zg tanpa sengaja menyinggung kalian yaaaa.... 😊😊😊
Lusi Hariyani
ternyata naswa yg jd target y cakra
hansen
cakra OTW nikah niii🤭
Ernaaaaa
MET lebaran Thor mohon maaf lahir bathin
Rahma AR: met lebaran juga...... maaf lahir dan batin😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!