NovelToon NovelToon
GANTI MEMPELAI : MAHKOTA PELINDUNG TUAN ARDIANSYAH

GANTI MEMPELAI : MAHKOTA PELINDUNG TUAN ARDIANSYAH

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Pengantin Pengganti Konglomerat / Cintamanis / Tamat
Popularitas:801k
Nilai: 5
Nama Author: santi.santi

Dipaksa menikah dengan pria yang terkenal dingin dan kejam untuk menggantikan Kakak tirinya yang pergi melarikan diri menjelang pernikahan, Gia tak bisa menolak.

Gia berdiri di samping Tuan Ardiansyah yang berkuasa, dengan seluruh tubuh gemetar dan air mata yang menggenang di pelupuk mata.

Dia takut kalau Tuan Ardiansyah tau yang ada di balik kain veil itu adalah dirinya, bukan Siska Kakaknya.

Tapi tangan hangat dengan jari yang besar justru menggenggam tangannya.

"Bernapaslah, ikuti kataku. Semua akan baik-baik saja!"

Bagaimana jadinya jika Tuan Ardiansyah yang terkenal kejam itu justru tak seperti yang orang katakan. Dia justru begitu hangat dan perhatian, apa Siska akan menyesal telah meninggalkan pernikahan waktu itu?
Apa Siska akan kembali dan merusak kebahagiaan yang baru saja Gia dapatkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi.santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ganti mempelai

​Suasana di dalam bridal suite hotel bintang lima itu terasa mencekam, kontras dengan aroma mawar putih yang memenuhi ruangan. Suara bentakan keras merobek kesunyian.

​"Kau harus melakukannya, Gia! Tidak ada pilihan lain!"

​Gia gadis dua puluh tahun itu tersentak. Bahunya yang kecil bergetar di balik gaun pengantin berbahan lace mahal yang tampak terlalu besar untuk tubuh rampingnya. Ia menatap Ibu tirinya, Sarah, dengan mata yang sudah sembap.

​"Tapi Ma, ini pernikahan Kak Siska. Tuan Ares mengharapkan Kak Siska karena dia mencintai Kak Siska, bukan aku. Aku hanya orang asing bagi mereka!" suara Gia hampir hilang, tercekat oleh rasa takut.

​"Kakakmu itu bodoh! Dia malah kabur sama laki-laki tidak jelas itu tepat satu jam sebelum pernikahan! Padahal dia sudah dicintai Tuan Ardiansyah yang kaya raya!" Sarah mencengkeram lengan Gia kuat-kuat hingga gadis rapuh itu meringis kesakitan.

"Keluarga Ardiansyah juga sudah menginvestasikan miliaran rupiah ke bisnis Papamu. Kalau sampai pernikahan ini batal karena Siska kabur, kita semua hancur! Kamu mau kita gelandangan? Kamu mau Nenekmu celaka? Kamu mau membayar hutang budi karena kami sudah menampungmu selama ini, bukan?"

​Hutang budi. Kata-kata itu selalu menjadi cambuk yang melecut punggung Gia sejak Ibunya meninggal.

Dia yang disebut anak haram dari Papanya, harus tinggal bersama istri pertama Papanya, yaitu Sarah, setelah Ibunya meninggal.

Gia menjadi pelampiasan dendam sarah pada Ibunya. Selama tinggal di rumah Sarah, Gia diperlakukan bak pembantu meski saat datang ke rumah itu, Gia masih berusia dua belas tahun.

Gia tidak pernah merasakan yang namanya bahagia mulai saat itu. Hidupnya hanya penuh tekanan dan tekanan. Pernah Gia mencoba kabur, namun Sarah berhasil menemukannya.

Sarah selalu mengancam Gia dengan Neneknya yang berada di kampung. Katanya, Sarah akan membuat hidup Neneknya lebih menderita kalau Gia berani melarikan diri.

Jangan tanya bagaimana sikap Papanya, walau Papanya tau betul hidup Gia menderita di sana, Papanya tak bisa berbuat apa-apa. Papanya cendrung takut pada Sarah dan tak bisa membelanya. Pernah sekali Papanya memberi uang pada Gina secara diam-diam, namun berujung Gia dikunci dalam gudang selama dua hari tanpa makan.

Hal itu membuat Papanya lebih baik mengabaikan Gia daripada harus menunjukkan kasih sayangnya pada Gia. Papanya sendiri tak punya kuasa apa-apa karena sesungguhnya perusahaan yang Papanya pimpin adalah milik keluarga Sarah.

​"Tapi Tuan Aresta... d-dia pria yang berkuasa. Bagaimana kalau dia marah saat melihatku?" Gia masih sana ketakutan. Dia takut kalau Tuan penguasa yang terkenal kejam itu menyakiti dirinya karena berani membohonginya.

Semua orang tau bagaimana seorang Aresta Ardiansyah. Berani berurusan dengan pria itu, sama saja dengan cari m*ti.

​"Tutup wajahmu dengan veil. Pakai ini, diam, dan berjalanlah ke altar. Dia tidak akan sadar kalau kamu bukan Siska. Setelah sah, dia tidak akan bisa membatalkannya begitu saja!" Sarah benar-benar sudah tidak memiliki cara lain lagi untuk menghadapi Tuan Ardiansyah.

Daripada harus menerima kemarahan Tuan Ardiansyah karena tidak adanya mempelai wanita di atas altar, dia lebih baik mengorbankan anak haram dari suaminya itu. Baru kali ini Sarah merasa beruntung menampung Gia selama ini.

​Pintu kamar diketuk keras. "Waktunya sepuluh menit lagi. Mempelai pria sudah menunggu di altar!" Suara petugas hotel terdengar tegas.

​Gia menatap pantulan dirinya di cermin besar. Gadis malang dengan gaun pinjaman. Gaun yang sama sekali tidak pas di tubuh kecilnya. Ia merasa seperti domba yang sedang diantar ke sarang serigala. Rumor tentang Aresta Ardiansyah yang dingin, kaku, dan berusia jauh di atasnya membuat lututnya lemas. Dia benar-benar ketakutan, dia ingin sekali melarikan diri dari sana saat ini juga.

​Musik organ mulai mengalun megah. Pintu besar terbuka, menampakkan lorong panjang menuju altar. Di ujung sana, seorang pria berdiri dengan gagah.

Dialah Aresta Ardiansyah pria matang berusia tiga puluh lima tahun. ​Setelan tuksedo hitamnya melekat sempurna pada tubuh tegapnya. Wajahnya tegas, rahangnya keras, dan tatapan matanya tajam namun tenang. Ia tidak menoleh sedikit pun sampai Gia berada tepat di sampingnya.

​Gia menunduk dalam, tangannya yang memegang buket bunga lili gemetar hebat. Ia bisa merasakan aura dominan dari pria di sebelahnya.

​Saat pendeta mulai berbicara, Gia memberanikan diri melirik ke samping. Ia menatap sosok tinggi tegap di berbalut tuksedo mahal itu. Napas pria itu terdengar teratur tak menunjukkan kegugupan sama sekali. Gia hanya berharap kalau Ares tidak akan menyadari dirinya bukan Siska.

Rasanya Gia ingin tenggelam ke dalam samudera hingga tidak ada yang bisa menemukannya lagi. Dia ingin ada keajaiban saat ini dimana Kakaknya datang membatalkan pernikahan itu seperti dalam cerita-cerita klasik yang sering ia baca.

Gia memejamkan mata sampai keringat dingin mulai membasahi pelipisnya. Dia bahkan sampai tidak bisa mendengar suara pendeta yang berdiri tepat di depannya.

​Gia tersentak, nyaris menjatuhkan bunganya. Ia kembali memberanikan diri melirik dari balik kain tipis.

​Aresta tidak terlihat marah. Sudut bibirnya justru terangkat sangat tipis, sebuah senyum yang hanya bisa dilihat oleh Gia.

​"Bernapaslah!" bisik Aresta dengan suara bariton yang berat namun sangat lembut di telinga Gia.

"Ikuti saja kataku. Semua akan baik-baik saja, kau aman bersamaku!"

​Gia terpaku. Kalimat itu bukan ancaman. Itu adalah sebuah janji.

1
Visencia Alingga
👍👍👍💪💪💪
Mamah Dini11
ahhhh tamat di kira blm,, makasih author ceritanya keren dn menghibur 🙏🙏🙏🙏👍👍👍👍👍💪💪
⋆.˚mytha🦋
selalu baguuussss ceritanya ❤️
Mamah Dini11
tuh kan gi ketakutanmu berbuah maniskan ,
Liana Simon
Ceritanya ringan Dan menarik
Mamah Dini11
akhir nya hati gia udh mencair alhdulilah ,ayo res jemput istrimu
Mamah Dini11
iya gia jgn lama2 marahnya nanti habis ke sabaran ares diakan orang sibuk ,pulanglah bersama suamimu , perusahaan membutuhkan ares kalau di tinggal lama gimana ayo mikir gi pulang ya pulang ke mansion
Mamah Dini11
marah boleh gia kecewa udh pasti sm suasmimu itu wajar. tpiii kmu juga sekarang lgi berbadan dua gi dn butuh sosok sares di dekatmu. ya mungkin untuk saat ini kmu blm bisa maafin ares gk apa2 , tpiii jgn lama ya gi ares kan sibuk orang nya , dn dia menyesali semua kesalahannya ,,percayakan gi
Mamah Dini11
alhmdulilah akhirnya mereka udh di pertemukan lgi , justru aku suka karya author ini gk bertele2 cerita nya, lasnjut semangat💪💪💪💪💪👍👍👍
Mamah Dini11
naashhh baru nyesel kan , cemburu di piara ,cepet cari bkn nangis aspal gk salah jgn di pukul , kepalamu tuh getok mh
Mamah Dini11
mengalah dulu gi jgn di paksakan , diam itu lbh baik , nanti dia sendiri yg akan menemuimu , sabarrr ya gi
Mamah Dini11
bagus giiii itu ke putusan yg trbaik 👍👍👍💪💪 jgn beri celah orang lain masuk
Mamah Dini11
siska juga blm ketemu udh muncul lgi si satria yg mulai menggangu ketenangan rumah tangga gia dn aris , ayo res gimana udh blm mencari informasi tentang si satria lama banget orang2mu kan banyak , jgn lelet dn lemot ares gercep doong jgn kalah dgn orang2 yg mau menggangumu .
Mamah Dini11
aduh si satria cari penyakit , hati2 gia ,hati2 ares ayo cepat cari tau. tentang si satria,,apa maksud di blk semua itu
Mamah Dini11
kalau yg jahat slalu lolos , aduhhh butuh ke adilan niii
Mamah Dini11
dasar laki2 gk punya pendirian mana janji2mu ares ,baru segitu aja udh percaya dasar laki2 pinplan ,kecewa sekali aku sm si ares dn mama nya gampang sekali terhasutnya 😙😙😙😙😙
Mamah Dini11
kasian gia sekali serangan sisksa lgsung jatuh ,padahal udh banyak penderitaan hidupnya,,jgn kasih kesempatan untuk menang perempuan ular model si siska thor 🙏🙏
Mamah Dini11
tolong thor slamatkan gia jgn ada luka. sdikitpun ,, enak bener si licik siska sekali muncul lgsung berhasil apa2an coba. ,gia lgsung di serang dgn lancar ,beri kekuasaan buat aris untuk membuktikan kalau gia gk bersalah. pliiiiisssss thor 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Mamah Dini11
akhirnya yg di tunggu2 tiba juga belah duren nya , slamat menikmati ares semoga malpernya gk terganggu ,💪💪💪🤣🤣🤣🤣🤣
Mamah Dini11
banyak adegan romantisnya , cmburunya tpii untuk apa romantis dan cemburu kalau gk ada adegan penyatuan , itukan tanda nya ke pemilikan,, itu mh kayak TTM
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!