NovelToon NovelToon
GANTI MEMPELAI : MAHKOTA PELINDUNG TUAN ARDIANSYAH

GANTI MEMPELAI : MAHKOTA PELINDUNG TUAN ARDIANSYAH

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Pengantin Pengganti Konglomerat / Cintamanis / Tamat
Popularitas:559.3k
Nilai: 5
Nama Author: santi.santi

Dipaksa menikah dengan pria yang terkenal dingin dan kejam untuk menggantikan Kakak tirinya yang pergi melarikan diri menjelang pernikahan, Gia tak bisa menolak.

Gia berdiri di samping Tuan Ardiansyah yang berkuasa, dengan seluruh tubuh gemetar dan air mata yang menggenang di pelupuk mata.

Dia takut kalau Tuan Ardiansyah tau yang ada di balik kain veil itu adalah dirinya, bukan Siska Kakaknya.

Tapi tangan hangat dengan jari yang besar justru menggenggam tangannya.

"Bernapaslah, ikuti kataku. Semua akan baik-baik saja!"

Bagaimana jadinya jika Tuan Ardiansyah yang terkenal kejam itu justru tak seperti yang orang katakan. Dia justru begitu hangat dan perhatian, apa Siska akan menyesal telah meninggalkan pernikahan waktu itu?
Apa Siska akan kembali dan merusak kebahagiaan yang baru saja Gia dapatkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi.santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ganti mempelai

​Suasana di dalam bridal suite hotel bintang lima itu terasa mencekam, kontras dengan aroma mawar putih yang memenuhi ruangan. Suara bentakan keras merobek kesunyian.

​"Kau harus melakukannya, Gia! Tidak ada pilihan lain!"

​Gia gadis dua puluh tahun itu tersentak. Bahunya yang kecil bergetar di balik gaun pengantin berbahan lace mahal yang tampak terlalu besar untuk tubuh rampingnya. Ia menatap Ibu tirinya, Sarah, dengan mata yang sudah sembap.

​"Tapi Ma, ini pernikahan Kak Siska. Tuan Ares mengharapkan Kak Siska karena dia mencintai Kak Siska, bukan aku. Aku hanya orang asing bagi mereka!" suara Gia hampir hilang, tercekat oleh rasa takut.

​"Kakakmu itu bodoh! Dia malah kabur sama laki-laki tidak jelas itu tepat satu jam sebelum pernikahan! Padahal dia sudah dicintai Tuan Ardiansyah yang kaya raya!" Sarah mencengkeram lengan Gia kuat-kuat hingga gadis rapuh itu meringis kesakitan.

"Keluarga Ardiansyah juga sudah menginvestasikan miliaran rupiah ke bisnis Papamu. Kalau sampai pernikahan ini batal karena Siska kabur, kita semua hancur! Kamu mau kita gelandangan? Kamu mau Nenekmu celaka? Kamu mau membayar hutang budi karena kami sudah menampungmu selama ini, bukan?"

​Hutang budi. Kata-kata itu selalu menjadi cambuk yang melecut punggung Gia sejak Ibunya meninggal.

Dia yang disebut anak haram dari Papanya, harus tinggal bersama istri pertama Papanya, yaitu Sarah, setelah Ibunya meninggal.

Gia menjadi pelampiasan dendam sarah pada Ibunya. Selama tinggal di rumah Sarah, Gia diperlakukan bak pembantu meski saat datang ke rumah itu, Gia masih berusia dua belas tahun.

Gia tidak pernah merasakan yang namanya bahagia mulai saat itu. Hidupnya hanya penuh tekanan dan tekanan. Pernah Gia mencoba kabur, namun Sarah berhasil menemukannya.

Sarah selalu mengancam Gia dengan Neneknya yang berada di kampung. Katanya, Sarah akan membuat hidup Neneknya lebih menderita kalau Gia berani melarikan diri.

Jangan tanya bagaimana sikap Papanya, walau Papanya tau betul hidup Gia menderita di sana, Papanya tak bisa berbuat apa-apa. Papanya cendrung takut pada Sarah dan tak bisa membelanya. Pernah sekali Papanya memberi uang pada Gina secara diam-diam, namun berujung Gia dikunci dalam gudang selama dua hari tanpa makan.

Hal itu membuat Papanya lebih baik mengabaikan Gia daripada harus menunjukkan kasih sayangnya pada Gia. Papanya sendiri tak punya kuasa apa-apa karena sesungguhnya perusahaan yang Papanya pimpin adalah milik keluarga Sarah.

​"Tapi Tuan Aresta... d-dia pria yang berkuasa. Bagaimana kalau dia marah saat melihatku?" Gia masih sana ketakutan. Dia takut kalau Tuan penguasa yang terkenal kejam itu menyakiti dirinya karena berani membohonginya.

Semua orang tau bagaimana seorang Aresta Ardiansyah. Berani berurusan dengan pria itu, sama saja dengan cari m*ti.

​"Tutup wajahmu dengan veil. Pakai ini, diam, dan berjalanlah ke altar. Dia tidak akan sadar kalau kamu bukan Siska. Setelah sah, dia tidak akan bisa membatalkannya begitu saja!" Sarah benar-benar sudah tidak memiliki cara lain lagi untuk menghadapi Tuan Ardiansyah.

Daripada harus menerima kemarahan Tuan Ardiansyah karena tidak adanya mempelai wanita di atas altar, dia lebih baik mengorbankan anak haram dari suaminya itu. Baru kali ini Sarah merasa beruntung menampung Gia selama ini.

​Pintu kamar diketuk keras. "Waktunya sepuluh menit lagi. Mempelai pria sudah menunggu di altar!" Suara petugas hotel terdengar tegas.

​Gia menatap pantulan dirinya di cermin besar. Gadis malang dengan gaun pinjaman. Gaun yang sama sekali tidak pas di tubuh kecilnya. Ia merasa seperti domba yang sedang diantar ke sarang serigala. Rumor tentang Aresta Ardiansyah yang dingin, kaku, dan berusia jauh di atasnya membuat lututnya lemas. Dia benar-benar ketakutan, dia ingin sekali melarikan diri dari sana saat ini juga.

​Musik organ mulai mengalun megah. Pintu besar terbuka, menampakkan lorong panjang menuju altar. Di ujung sana, seorang pria berdiri dengan gagah.

Dialah Aresta Ardiansyah pria matang berusia tiga puluh lima tahun. ​Setelan tuksedo hitamnya melekat sempurna pada tubuh tegapnya. Wajahnya tegas, rahangnya keras, dan tatapan matanya tajam namun tenang. Ia tidak menoleh sedikit pun sampai Gia berada tepat di sampingnya.

​Gia menunduk dalam, tangannya yang memegang buket bunga lili gemetar hebat. Ia bisa merasakan aura dominan dari pria di sebelahnya.

​Saat pendeta mulai berbicara, Gia memberanikan diri melirik ke samping. Ia menatap sosok tinggi tegap di berbalut tuksedo mahal itu. Napas pria itu terdengar teratur tak menunjukkan kegugupan sama sekali. Gia hanya berharap kalau Ares tidak akan menyadari dirinya bukan Siska.

Rasanya Gia ingin tenggelam ke dalam samudera hingga tidak ada yang bisa menemukannya lagi. Dia ingin ada keajaiban saat ini dimana Kakaknya datang membatalkan pernikahan itu seperti dalam cerita-cerita klasik yang sering ia baca.

Gia memejamkan mata sampai keringat dingin mulai membasahi pelipisnya. Dia bahkan sampai tidak bisa mendengar suara pendeta yang berdiri tepat di depannya.

​Gia tersentak, nyaris menjatuhkan bunganya. Ia kembali memberanikan diri melirik dari balik kain tipis.

​Aresta tidak terlihat marah. Sudut bibirnya justru terangkat sangat tipis, sebuah senyum yang hanya bisa dilihat oleh Gia.

​"Bernapaslah!" bisik Aresta dengan suara bariton yang berat namun sangat lembut di telinga Gia.

"Ikuti saja kataku. Semua akan baik-baik saja, kau aman bersamaku!"

​Gia terpaku. Kalimat itu bukan ancaman. Itu adalah sebuah janji.

1
Violet
Disuruh minta apapun, hal yg Gia hrus lakukan adl meneruskan pendidikan kalo perlu extra panggil guru les bahasa asing, les coding, bljar sdkit bela diri atau kursus apapun biar ga di bodoh2in oleh org2 culas & siap memantaskan diri sbg pendamping suaminya!
Praised26
Pertama kuliah kok langsung suruh gambar? bukannya awal kuliah belajar Mata Kuliah Dasar Umum dulu satu semester dan baru di semester 3 dst baru belajar sesuai jurusannya, itu kalau kuliah di negeri Konoha ya tak tahu kalau kuliah di paman USA mungkin langsung suruh gambar
Praised26: bahkan sebelum menggambar juga akan diajarkan beberapa teori pendukung nya dan baru ke praktek nya, masa iya langsung praktek tanpa belajar teori dulu
total 2 replies
Qaisaa Nazarudin
Tadi aja baru berminggu-minggu, Sekarang udah berbulan aja, Masih belum dapat menemukan jejak Gia..good Job Gia..
Qaisaa Nazarudin
Keliatan kan disini dengan Ares gak bisa menemukan Gia,Itu berarti Ares gak punya kuasa yg tinggi, Pasti ada seseorang yang melindungi kepergian Gia,Dan orang itu lebih berkuasa dari Ares..
Qaisaa Nazarudin
Bagus Gia tdk datang kesini,Mungkin dia tau kalo dia kesini,Ares dengan mudah menemukannya..👏👏👍👍
Qaisaa Nazarudin
Hilman Hilman..Selama ini kau bertahan juga karena HARTA Sarah, Sudah Bangkrut baru mau bersikap TEGAS..Dasar PENGECUT dan LICIK, Sekarang dia milih anaknya yg KAYA MENANTU KELUARGA ARDIANSYAH,Walau harus menurunkan harga dirinya didepan keluarga Ardiansyah, Yang bisa nyicipin harta Ares lewat Anak yg tdk dia Anggap..benaran LICIK Hilman gak punya urat malu, Dan Gia dgn senang hati MEMAAFKAN..ckkk
Qaisaa Nazarudin
Aelah harta alanyay,Udah bangkrut juga,Gak sadar kah..
Qaisaa Nazarudin: Harta apanya,Udah bangkrut juga
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Potong aja burung mu pake rok leboh COCOK buat kamu Hilman..
Qaisaa Nazarudin
Kata2 yang TIDAK BISA BERBUAT APA-APA bikin aku muak..
Qaisaa Nazarudin
Hah hiduplah kamu dengan PENYESALAN Ares..
Qaisaa Nazarudin
Mantap mampos kau Ares..
Qaisaa Nazarudin
Tapi cara kamu itu SALAH,Gia punya Trauma dengan masa lalunya sebagai anak haram anak yg tdk diinginkan, Sekarang kamu juga seakan tidak menginginkan nya lagi, makanya dia kabur,ngapain juga bertahan dengan orang yang sudah tidak PERCAYA kita lagi..
Qaisaa Nazarudin
Ngapain mikirin Gia,Urus aja Ego dan Cemburu mu itu..
Qaisaa Nazarudin
Lumayan
Qaisaa Nazarudin
Kenapa baru nyadar sekarang,Udaj terlambat, Katanya CEO tp BODOH percaya gitu aja dgn orang yg tdk dikenal,udah jelas2 itu ulah nya Siska..🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Dia mendapat kan secara Instant, sekarang biarkan dia berjuang untuk mendapatkan kamu Gia,Bukannya gak terimakasih dengan pengorbanan Mertua dan Ares selama ini, Tapi kamu juga punya harga diri..
Qaisaa Nazarudin
Aku dukung kamu, pergi aja Gia,biar dia NYESEL..sama2 berpikir ulang utk hubungan KALIAN..
Qaisaa Nazarudin
udah tuir juga,Tapi Lebay..
Qaisaa Nazarudin
Keterlaluan,Mana bisa kayak gitu Aneh, CINTA sudah berubah jadi OBSESI..
Qaisaa Nazarudin
Orang BUCIN kalau CEMBURU menyeramkan..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!