NovelToon NovelToon
MY HIJABI FIGHTER : Menikah Dengan Duda ES

MY HIJABI FIGHTER : Menikah Dengan Duda ES

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:132k
Nilai: 5
Nama Author: Ramanda

Nayla Safira Hanin adalah siswi jenius yang lebih suka tidur di atap sekolah daripada di kelas. Namun di balik hijabnya, ia adalah petarung jalanan tak terkalahkan yang sanggup melumpuhkan lawan dalam hitungan detik. Kebebasannya terenggut saat dosa masa lalu sang ayah terungkap: setahun lalu, ayahnya tak sengaja menabrak istri seorang konglomerat hingga tewas.
Keluarga Hasyim datang bukan untuk meminta ganti rugi uang, melainkan "hutang nyawa". Nayla dipaksa menikah dengan Adnan Hasyim, pria dingin yang membenci keluarga Nayla sedalam cintanya pada mendiang istrinya. Adnan hanya butuh pengasuh untuk putrinya, Adiva, yang berhenti bicara sejak kecelakaan tragis itu.
Kini, Nayla terjebak sebagai istri dari pria yang menganggapnya beban sekaligus musuh. Adnan tak menyadari bahwa istri "kecil" yang tengil ini adalah satu-satunya pelindung yang akan mempertaruhkan nyawa saat musuh bisnis mulai mengincar keluarganya. Mampukah kepalan tangan Nayla meruntuhkan tembok kebencian Adnan,?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RAHASIA DIBALIK VAN HITAM..

Suasana di meja makan mansion Hasyim malam itu lebih mencekam daripada ruang sidang putusan korupsi. Nayla duduk tegak dengan tangan terlipat di dada, menatap piring kosong di depannya seolah piring itu adalah musuh bebuyutan. Di sampingnya, Adiva melakukan hal yang persis sama; melipat tangan kecilnya, memajukan bibir bawahnya, dan menolak menyentuh sup ayam favoritnya.

"Makan, Nayla. Jangan jadi kekanak-kanakan," ucap Adnan sambil memotong steiknya dengan tenang, meski sebenarnya hatinya mulai gelisah.

"Nggak mau. Sebelum kunci motor sport saya dikembalikan, saya nyatakan mogok makan nasional! Biar saja saya kurus kering sampai tinggal tulang jilbab," balas Nayla ketus.

Adnan meletakkan garpunya. "Kamu baru saja sembuh dari demam, lalu balapan liar mengejar penculik tanpa helm. Motor itu disita untuk keselamatanmu."

"Diva juga nggak mau makan kalau Myma nggak makan!" celetuk Adiva tiba-tiba, suaranya kecil tapi tegas.

Adnan memijat pangkal hidungnya. "Diva, jangan ikut-ikutan Myma yang kurang bimbingan ini. Kamu butuh nutrisi."

Nayla melirik Adnan dengan tatapan menang. "Lihat itu, Pak Es. Anak Bapak saja tahu mana yang adil. Istilah islaminya, ini namanya solidaritas antar sesama korban kediktatoran Hubby. Ayo Diva, kita demo sampai Hubby menyerah!"

Adnan menghela napas panjang, menyerah pada tekanan dua wanita di depannya. "Oke, kunci motor saya kembalikan minggu depan. Tapi sekarang, makan!"

"Besok!" tawar Nayla cepat.

"Tiga hari lagi."

"Dua hari!"

"Deal. Sekarang makan sebelum saya berubah pikiran dan menyita semua sepatu ketsmu juga," ancam Adnan.

Nayla langsung menyambar paha ayam dan melahapnya dengan rakus, diikuti Adiva yang mulai menyuap supnya. "Gitu dong, Hubby. Makin ganteng deh kalau nggak pelit kunci." katanya dengan mulut yang penuh.

"Sudah jangan merayu, selesaikan makan, setelah itu bawa Diva kekamar," kata Adnan terdengar tegas.

"Siap Pak Bos!"

Setelah makan malam Nayla langsung membawa Diva kekamarnya. Sedangkan langsung ke ruang kerjanya. Dan satu jam kemudian Adnan bangkit dan memberi kode pada Dion yang sejak tadi menunggu di balik pilar. Wajah Adnan berubah drastis menjadi gelap dan dingin. "Diva sudah tidur?"

"Sedang di kamar bersama Mbak Nayla, Pak. Mbak Nayla sedang membacakan dongeng... atau lebih tepatnya menceritakan teknik tendangan maut pada Non Diva," lapor Dion dengan wajah datar.

"Bagus. Sekarang bawa saya ke gudang belakang. Saya ingin bicara dengan 'tamu' kita."

Di dalam gudang yang kedap suara, dua penculik tadi sudah terikat di kursi dengan wajah babak belur. Adnan masuk, melepas jasnya, dan menggulung lengan kemeja putihnya. Ia tidak butuh waktu lama untuk membuat salah satu dari mereka buka mulut.

"Siapa yang menyuruh kalian?" tanya Adnan sambil menekan luka di pundak pria itu dengan ujung sepatunya.

"Tuan... Tuan Prasetyo... Direktur Utama PT. Global Media," rintih pria itu.

Adnan tertegun. Prasetyo adalah rekan bisnis yang sudah ia anggap sebagai mentor. Pria itu adalah orang yang paling vokal mendukung Adnan saat istrinya meninggal setahun lalu. "Prasetyo? Kenapa dia mengincar putriku?"

"Dia... dia takut Anda menyelidiki kembali kasus kecelakaan istri Anda, Tuan. Dia tahu Anda mulai mengumpulkan bukti sabotase rem mobil setahun lalu. Dia hanya ingin memberi Anda 'peringatan' agar berhenti menggali lubang kubur Anda sendiri."

Adnan mengepalkan tangannya hingga buku jarinya memutih. Amarah yang selama ini ia tekan meledak di dalam dadanya. Ternyata, orang yang selama ini menepuk bahunya dengan simpati adalah orang yang sama yang merenggut nyawa istrinya dan hampir merenggut Adiva.

Saat Adnan kembali ke kamar dengan langkah gontai dan pikiran yang kacau, ia menemukan pemandangan yang mendadak mendinginkan hatinya. Di ranjangnya, Adiva tidur dengan memeluk lengan Nayla erat-erat. Trauma Adiva pasca penculikan tadi sore membuatnya tidak mau lepas sedikit pun dari Nayla.

"Belum tidur, Pak Es?" bisik Nayla pelan agar tidak membangunkan Adiva.

Adnan duduk di tepi ranjang, menatap kedua wanita itu. "Traumanya kembali, ya?"

"Iya. Tadi dia sempat menangis, katanya takut Myma hilang lagi. Makanya dia minta saya tidur di sini. Bapak, eh, Hubby, nggak keberatan kan kalau kita tidur bertiga lagi? Tenang saja, saya sudah pasang pembatas bantal guling yang tingginya setingkat tembok Berlin," ujar Nayla mencoba melucu, meski ia menyadari wajah Adnan nampak sangat kacau.

Adnan merebahkan tubuhnya di sisi lain Adiva. Ia menatap langit-langit kamar dengan pandangan kosong. "Nay..."

"Ya, By?"

"Terima kasih untuk hari ini. Dan maaf... karena saya, kamu jadi ikut terseret dalam bahaya ini."

Nayla memiringkan tubuhnya, menatap Adnan dengan tatapan tulus yang jarang ia tunjukkan. “ Hubby dalam silat itu nggak ada kata maaf buat pelindung. Kita sudah satu tim. Byby jagain saya dari urusan hukum dan duit, saya jagain Byby dan Diva dari urusan preman. Adil kan?"

Nayla kemudian mengulurkan tangannya, ragu sejenak, lalu menepuk-nepuk lengan Adnan pelan, persis seperti cara ia menenangkan Adiva. "Udah, jangan dipikirin terus mukanya. Byby kalau lagi sedih gitu malah mirip es balok yang mau mencair, benyek. Jelek tahu."

Adnan tertawa kecil, tawa yang terdengar sangat tulus. Ia meraih tangan Nayla yang sedang menepuk lengannya dan menggenggamnya erat di atas tubuh Adiva. "Kamu benar-benar obat stres yang paling aneh, Nayla."

"Hehe, makanya jangan sering-sering marahin saya. Nanti dosis obatnya saya kurangi, baru tahu rasa!" balas Nayla sambil nyengir.

Malam itu, di tengah badai pengkhianatan bisnis yang baru saja terungkap, Adnan menemukan kedamaian yang aneh. Ia tertidur sambil menggenggam tangan istrinya yang tengil, menyadari bahwa perjuangan sesungguhnya untuk melindungi keluarga kecil ini baru saja dimulai.

1
Ayu
Smg terkabulkan jg keinginanku ya thor.. baby kembar biar tmbh seru crita nya💪🙏
Ayu
Aku akan sl sabar menunggu update mu thor👍🙏
Ayu
😄😄😄 bikin ngakak aja km Nayla🙏
Ayu
Wah.. ngidam nya Nayla mau pegang kumis pak komisaris😄🙏
Ayu
Smg baby Nayla kembar ya thor biar tmbh seru👍🙏
Mar lina
Masa sich keluarga sendiri???
Mar lina
Bukan Farah
Tetapi Rendi
kayak nya
Mar lina
Jangan bilang
Farah
ank dari musuh bebuyutan Adnan...
Ebhot Dinni
🤣🤣🤣🤣
Hari Saktiawan
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Mar lina
aku mampir Thor
Sulfia Nuriawati
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Dartihuti
semua kena usilan Bumil gk pandang"mesti Pak Jendral 🤣🤭
Mineaa
pilin pilin kumis ga tuh......pak jendral auto kena mental......but.....di kabulkan ga ya keinginan bumil ini.....😁
Ita Xiaomi
Calon debay pemberani dan usil🤣
Ita Xiaomi
Efek ngidam nih 😁
Eka Jubaedah
cerita'y bagus banget dan ada lucunya
Dini Anggraini
Q bacanya senang, sedih dan campur aduk kak sebagai sahabatnya nayla indah gak pernah memanfaatkan kebaikannya nayla meskipun keadaan keluarganya pas2san indah gak pernah sekalipun minta bantuan nayla malah dia hidup apa adanya sesuai kemampuan orang tuanya. 👍👍👍😍😍😍
Ayu
Muauh nya tmbh bnyk ya thor🙏
Ayu: maaf ya thor.. terlalu menggebu gebu bc crita nya smpai slh tulis. mau tulis musuh tmbh bnyk itu thor😄🙏
total 1 replies
Ayu
Jgn smpai kedatangan Gristina mau mencelaka kan Nayla🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!