NovelToon NovelToon
Pengantin Tawanan

Pengantin Tawanan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Duniahiburan / Identitas Tersembunyi / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: lee Yana

Menceritakan tentang seorang gadis yang tiba-tiba dijadikan tawanan tepat di hari pernikahannya.

Dia dipaksa dan dibawa oleh sekelompok mafia kejam yang entah darimana asalnya.

Dalam sekejap hari bahagianya berubah menjadi bencana tak terduga yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Hal itu membuatnya sangat marah dan mengutuk para penjahat yang sudah membawanya.

Mereka menyeretnya masuk ke dalam dunia kegelapan, dimana semua hal yang berbau negatif menjadi normal dan wajar.

Sampai suatu hari satu persatu kebenaran mulai terungkap, hingga kejadian itu perlahan mengubah keadaan serta sudut pandangnya terhadap dunia.

Akankah gadis itu berhasil pulang dengan selamat dan kembali melanjutkan pernikahannya…???

Atau justru perasaannya berubah seiring berjalannya waktu…???

Nantikan kisah kelanjutannya ya………………….

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lee Yana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di Bawah Tekanan

Saat pagi menjelang Nia akhirya terbangun dari tidurnya.

Sinar Mentari yang masuk lewat jendela begitu menyilaukan matanya.

Gadis itu meregangkan tubuhnya yang terasa pegal akibat tidur dalam posisi duduk sepanjang malam.

Nia juga heran saat mendapati ada selimut hangat yang menutupi tubuhnya.

Pandangannya menyapu ruangan sekitar mencari-cari keberadaan Veron, namun lelaki itu sama sekali tak terlihat.

Tiba-tiba gadis itu dikejutkan dengan sang mafia yang muncul tanpa suara dari arah belakang.

"Aaaaaaaaaa....." pekik Nia reflek menutup wajah saat mendapati Veron yang datang hanya dengan berbalutkan handuk di pinganguya.

"Maaf, aku lupa kalau ada orang disini..." ucapaya dengan santai.

Nampaknya dia baru saja selesai mandi.

Dengan rambut yang masih basah, samar-samar Nia dapat melihat dengan jelas tubuh kekar sang mafia dari sela-sela jemarinya.

Nia juga melihat ada tato bergambar kala jengking (scorpio) di dada bidangnya.

Matanya membulat dan langsung berbalik ketika Veron mulai melepaskan lilitan handuknya.

Jantung Nia makin berdebar kencang tak beraturan karena takut teriadi sesuatu padanya.

Pasalnya di ruangan itu hanya ada mereka berdua, dan jika Veron sampai melakukan sesuatu seperti yang ia pikirkan, maka tamatlah sudah riwayatnya.

"Eehhh...!! Sedang apa kau...?? Kau mau menodai kesucian mataku ya..!!"(Dasar gilaaa..!! Mau apa dia seperti itu..?? Mau pamer otot..?? Atau mau pamer tato..?? Atau jangan-jangan…??!!)

"Ini kamarku,..!! Jadi aku bebas mau melakukan apa saja semauku...!!” Ucapnya sambil mengenakan pakaian.

“Dan jangan coba-coba berbalik atau aku akan menodai bagian yang lainnya…!!” Sambungnya lagi membuat Nia semakin bergidik ngeri.

“Cih bisa-bisanya kau…”

Belum selesai dengan ucapannya tiba-tiba Nia tersentak saat sebuah hair dryer mendarat tepat di hadapannya.

“Apa maksudnya ini…???”

“Cepat kesini dan keringkan rambutku…!!!” Ucapnya sambil duduk di samping tempat tidur.

Meskipun nampak sangat terpaksa, namun ujung-ujungnya gadis itu tetap harus bangkit dan menuruti perintah sang mafia.

Nia harus jadi penurut dan bersikap baik jika ingin segera terbebas dari sana.

Perlahan ia mulai mengeringkan rambut Veron, sementara lelaki itu tetap diam sambil terus menatapnya.

(“Eehhh kenapa si gila ini terus menatapku..?? Apa jangan-jangan ada kotoran di wajahku..??”)

(“Kenapa juga wajahnya begitu tampan..?? Mana ada seorang mafia setampan ini..?? Bukankah ini namanya menyalahi aturan…?? Harusnya kan tampangnya meyeramkan…??!!”)

Sekilas keduanya mirip sekali dengan pasangan kekasih atau suami istri, tapi nyatanya sangat jauh berbeda.

“Ehem… terimakasih karena sudah membantuku tadi malam…” ucap Veron tiba-tiba.

(“Eehhh apa lagi ini..?? Apa aku tidak salah dengar…??”)

(“Kenapa dia mendadak berterimakasih..?? Dari mana dia belajar mengucapkan kalimat itu..?? Bahkan tadi dia juga mengucap maaf. Apa jangan-jangan demam semalam yang membuatnya jadi seperti ini…??!!”)

“Tidak perlu berterimakasih…!! Lagipula itu memang sudah tugasku sebagai tenaga medis. Jadi walau seekor nyamuk yang kekurangan darah pun akan kubantu…!!!” Sahut Nia berlagak acuh.

Kalimat itu seketika membuat Veron tersenyum, karena sepertinya kata-kata Nia terdengar tidak asing di telinganya.

(“Ya Tuhan kenapa dia malah tersenyum…?? Tidak Nia tidak tidak tidak…!!! Sadarkan dirimu, jangan pernah tertipu dengan tampangnya…!!! Ingat..!!! Dia ini penjahat…!!!”)

“Ehem, sudah selesai. Sekarang apa aku sudah boleh keluar dari sini…??”

“Boleh, tapi setelah kau memberi makan ikan-ikanku dan menyiram tanaman venus itu terlebih dahulu…”

“Jangan sampai tanganmu terlalu dekat kalau tidak ingin jarimu jadi santapan piranha…!!!” Sambungnya membuat Nia merasa ngeri.

Akhirnya Nia mulai meberi makan ikan-ikan itu dengan hati-hati. Itu adalah pengalaman pertamanya meberi makan piranha seumur hidupnya.

Gadis itu menjerit saat mencoba mengambil makanannya. Dia pikir akan sama dengan makanan ikan akuarium pada umumnya.

Ternyata makanannya berupa serangga hidup dan sejenis ulat dan cacing yang masih segar.

Sementara Veron tertawa melihat ekspresi Nia yang nampak geli dan tertekan memberi makan ikan-ikannya.

Jumlahnya ada sepuluh ekor dan masing-masing makan dengan sangat agresif seperti tak pernah kenyang. Bahkan mereka saling berebut seperti tidak diberi makan selama berhari-hari.

Nia pun bergidik ngeri saat membayangkan bagaimana jika jarinya sampai disambar oleh hewan bergigi tajam itu.

“Apa mereka juga punya nama…??” Tanya Nia penasaran.

“Tentu saja, yang paling besar itu namanya Alex 1, lalu yang pojok kanan Alex 2, yang tengah Alex 3, dan seterusnya sampai Alex 10…” sahut Veron dengan nada serius sambil menunjuk satu persatu ikan peliharaannya.

Sementara Nia yang makin merasa kesal hanya bisa diam menatapnya dengan tatapan tajam.

“Aku membencimu….” Ucap Nia cemberut sambil beranjak pergi.

Kemudian gadis itu melanjutkan pekerjaannya untuk menyiram tanaman Venus flytrap milik Veron.

“Ngomong-ngomong mereka juga punya nama… kau mau tahu siapa namanya…???” Ucap Veron kembali mendekat.

“Tidak…!!!”

“Namanya Alex…”

“Sudah kubilang tidak..!!!” Sahut Nia dengan nada kesal.

Gadis itu tersentak kaget karena Veron tiba-tiba berada tepat di belakangnya.

Nia reflek mundur ketika Veron semakin dekat hingga membuatnya terpojok.

Kini jarak wajahnya dengan sang mafia benar-benar dekat, sampai Nia memejamkan matanya. Satu tangannya mengepal dan satunya lagi berancang-ancang ingin menyemprotkan air ke arah Veron, namun lelaki itu sama sekali tidak peduli.

“Buka matamu dan lihat aku baik-baik Nia…!!” Gumamnya sambil mengangkat dagu Jenia yang tengah ketakutan.

Perlahan gadis itu membuka matanya dan menatap sang mafia dengan jarak yang begitu dekat.

Tangannya bahkan tidak berani bergerak meski sudah siap menyerang wajah Veron.

“Kau kesal karena aku terus menyebut namanya, atau kesal padanya karena hingga kini dia tak kunjung datang menjemputmu…??!!”

“Keduanya…!! Aku kesal pada kalian berdua…!!” Sahut Nia dengan mata yang mulai berkaca-kaca.

Rasanya ingin sekali dia menangis dan berkata kasar, namun mulutnya bungkam dalam diam.

Nia kesal karena Veron terus mengejeknya tanpa henti, sementara disisi lain ia juga merasa kecewa pada Alex yang tak kunjung datang.

Hal itu membuat Nia semakin sadar, apa selama ini hanya dia yang benar-benar tulus terhadap Alex..?? Atau mungkin semua ini hanya sebuah kesalahpahaman yang diciptakan oleh Veron..??

Itu sebabnya Nia sangat ingin pergi dari sana dan bertemu kekasihnya. Dia perlu tahu serta melihat langsung tentang apa yang sebenarnya terjadi.

Selama ini Nia hanya bisa mendengar ceritanya dari sebelah pihak yaitu menurut versi Veron.

Gadis itu harus bertemu Alex dan membicarakan semuanya, dia ingin menjalani hidupnya dengan tenang dan menyelesaikan kuliahnya.

“Aku tidak peduli Nia..!! Mau semarah dan sebenci apapun kau padaku, aku tidak peduli…!! Yang jelas saat ini kau adalah milikku…!! Dan kau harus menuruti semua perintahku jika ingin terbebas dari sini, paham..!!!”

Mendengar itu Nia pun mengangguk pelan. Dia tidak punya pilihan lain selain mengikuti permainan sang mafia.

“Baiklah, kalau begitu sekarang apa ada yang bisa ku kerjakan…??” Tanya Nia sambil berusaha menenangkan diri.

“Senyum… aku ingin kau tersenyum. Itu adalah aturan dasar yang harus kau patuhi..!! Mulai sekarang kau harus selalu tersenyum dan bersikap manis saat bicara denganku..!!!”

(“Dasar gila…!! Perintah macam apa itu..?? Bagaimana aku bisa tersenyum pada iblis yang mengurungku di tempat ini..!!”)

Akhirnya dengan berat hati gadis itu kembali mengangguk dan tersenyum meski terpaksa.

“Naah begini kan bagus…” ucap Veron mengacak-acak rambut Nia yang segera ditepis olehnya.

“Sekarang kau harus memasak..!! Berhubung aku sedang lapar, jadi cepat buatkan aku makanan yang enak…!!”

“Baik Tuan…” sahut Nia sambil tersenyum.

Rasanya gadis itu benar-benar bekerja di bawah tekanan sang mafia.

Kemudian keduanya turun dari ruangan tersebut dan langsung menuju dapur.

Baru saja mereka tiba, telinga Nia sudah dibuat panas saat mendengar lagu kebangsaan yang dinyanyikan oleh Cloud.

Dan lagi-lagi ia menyanyi sambil hinggap di pundak Jenia. Nampaknya burung itu tahu kalau Nia tidak menyukai lagunya.

(“Tidak burungnya… tidak pemiliknya… semua sama saja. Semakin aku kesal justru mereka semakin menggila…!!!”)

“Hey boneka, menurutmu menu apa yang paling cocok untuk hari ini…???”

“Menurutku Piranha goreng sambal pedas dengan salad Venus flytrap sepertinya enak…!!!” Sahut Nia sambil tersenyum penuh dendam.

“Hahaha…. Waaahhh kau mulai lancang ya..!! Baiklah, coba saja kalau berani..!! Tapi jangan salahkan aku jika setelah ini kau yang akan jadi santapanku…!!” Sahut Veron mengancam.

Seketika senyum di wajah Nia berubah kecut. Sambil pura-pura tidak mendengar, gadis itu pun kembali melanjutkan pekerjaannya.

Nia mempercepat gerakannya ketika memotong daging, sampai tanpa sengaja dia melukai jarinya sendiri.

“Aaawwwwww….!!!” Pekiknya reflek melepas pisau.

“Apa yang kau lakukan Nia….!!!” Ucap Veron segera menghampiri Jenia.

Lelaki itu segera menghentikan pendarahannya. Dia mengambil kotak perlengkapan P3K dan mengobati luka di jari Nia.

“Aawww….” Pekik Nia saat lukanya dibersihkan, karena lukanya cukup dalam.

“Tahan sebentar….” Gumam Veron sambil fokus mengobatinya.

“Lain kali kau harus lebih berhati-hati, paham..?!!” Tukasnya menatap Nia.

“Paham…” sahut gadis itu tersenyum.

“Ini akibatnya jika ada seseorang yang lancang ingin memasak ikan dan tanamanku..!!!” Ucapnya sambil beranjak pergi.

“Eehh kau mau kemana..???”

“Memasak…!! Kalau tidak ada yang bisa kumakan maka aku akan memakanmu…!!!” Sahutnya sambil melanjutkan pekerjaan Nia yang sempat terhenti.

“Aku baru tahu ternyata mafia sepertimu juga bisa memasak…”

“Wajar saja kau tidak tahu, bahkan pacarmu seorang penipu ulung saja kau tidak tahu…!!!”

Seketika jawaban itu membuat Nia terdiam. Dia sadar selama ini ia memang terlalu fokus dengan kehidupannya dna tidak peduli dengan hal-hal lain diluar sana.

Diam-diam Nia terus memperhatikan sang mafia, sikap Veron seringkali membuatnya bingung. Terkadang Nia merasa sangat membencinya, tapi disisi lain dia juga sering memberikan perhatian pada tawanannya.

Entahlah ia terus bingung antara perasaan benci dan tidak yang selalu hinggap di pikirannya.

“Sekarang makanlah…!!!” Ucap Veron menyodorkan makanan ke hadapan Nia.

Kemudian mereka makan bersama tanpa rasa canggung dan tidak banyak bicara.

“Hmm ternyata masakanmu enak juga…” puji Nia setelah menghabiskan makanannya.

“Tentu saja, karena aku sudah meludahinya sebelum kusajikan padamu..!!”

“Apaaaaa….!!!”

…………………………………………………………………………………

Ilustrasi akuarium piranha milik Veron

Ilustrasi tanaman Venus flytrap

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!