NovelToon NovelToon
Transmigrasi Ke Istri Buta Sang CEO

Transmigrasi Ke Istri Buta Sang CEO

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / CEO / Mengubah Takdir / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Identitas Tersembunyi / Bullying dan Balas Dendam / Orang Disabilitas / Dokter Genius / Tamat
Popularitas:6.2M
Nilai: 5
Nama Author: Yulianti Azis

Nova Spire, seorang ahli medis dan racun jenius, tewas tragis dalam ledakan laboratorium saat mencoba menciptakan obat penyembuh paling ampuh di dunia. Tapi kematian bukan akhir baginya, melainkan awal dari kehidupan baru.

Ia terbangun dalam tubuh Kaira Frost, seorang gadis buta berusia 18 tahun yang baru saja meregang nyawa karena dibully di sekolahnya. Kaira bukan siapa-siapa, hanya istri muda dari seorang CEO dingin yang menikahinya demi tanggung jawab karena membuat Kaira buta.

Namun kini, Kaira bukan lagi gadis lemah yang bisa diinjak seenaknya. Dengan kecerdasan dan ilmu Nova yang mematikan, ia akan membuka mata, menguak kebusukan, dan menuntut balas. Dunia bisnis, sekolah elit, hingga keluarga suaminya yang penuh tipu daya, semua akan merasakan racun manis dari Kaira yang baru.

Karena ketika racun berubah menjadi senjata tak ada yang bisa menebak siapa korban berikutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulianti Azis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kedatangan

Di ruang kesiswaan, suasana terasa menegangkan. Pak Herman berdiri di depan meja kerjanya, menatap tajam ke arah geng Loly yang berdiri berderet dengan kepala tertunduk.

Wajah Pak Herman benar-benar masam, setelah mengecek CCTV. Ternyata CCTV di gudang tidak aktif. Dan saat mengecek CCTV di koridor, tidak terlihat apa pun.

"Saya benar-benar kecewa," ujar Pak Herman dengan suara berat. "Kalian berani menuduh seorang murid tanpa bukti jelas."

Lolyta menggigit bibir bawahnya, sementara teman-temannya saling melempar pandangan gelisah.

Pak Herman melanjutkan dengan nada yang lebih tajam, "Bagaimana jika masalah ini sampai ke telinga Tuan Sky, pemilik sekolah ini? Apalagi beberapa hari lagi beliau akan datang untuk inspeksi langsung. Apa kalian mau mempertanggungjawabkan perbuatan kalian di hadapan beliau?"

Semua geng Loly langsung pucat. Nama Tuan Sky bukan sembarang nama. Dia pemilik tunggal Sky International School dan terkenal sangat tegas.

Pak Herman menghela napas panjang, lalu mengalihkan pandangannya pada Kaira yang berdiri tenang di samping pintu dengan wajah polos, seolah tidak tahu apa-apa.

"Kaira," panggil Pak Herman, nadanya jauh lebih lembut namun tegas, "Kau bisa kembali ke kelas. Tidak ada kesalahan di pihakmu."

Kaira sedikit menundukkan kepala sopan.

"Terima kasih, Pak Herman," jawabnya singkat, sebelum melangkah pergi dengan tenang, mengetukkan tongkatnya di lantai.

Begitu Kaira keluar dari ruang kesiswaan, Lolyta mendongak, wajahnya penuh emosi.

"Pak, tapi—" protes Lolyta, namun Pak Herman segera memotong.

"Cukup! Kalian beruntung saya tidak membuat laporan resmi. Kali ini saya anggap peringatan. Jika kalian berani mengulanginya lagi, saya sendiri yang akan menyerahkan kalian ke pihak yayasan!" katanya keras.

Geng Loly hanya bisa menunduk tanpa berani membantah.

Sementara itu, di luar ruang kesiswaan, Kaira berjalan perlahan di koridor kosong. Senyum tipis mengembang di bibirnya.

"Kalian pikir bisa lepas begitu saja?" gumamnya pelan, suara serak dingin yang hanya ia sendiri dengar.

"Baiklah ... aku akan membalas kalian satu per satu. Dengan caraku sendiri."

Tangannya menggenggam erat tongkatnya, langkahnya tetap ringan, namun setiap hentakan tongkat itu seperti menandai dimulainya sebuah permainan balas dendam yang tak akan terhindarkan.

*****

Di Bandara Internasional Elyndor, suasana tiba-tiba menjadi sangat hening ketika sekelompok pria berpakaian jas mahal berbaris rapi di dekat pintu kedatangan VIP. Mereka menundukkan kepala, sikap mereka penuh hormat dan waspada.

Langkah kaki terdengar mantap di lantai marmer. Seorang pria muda, bertubuh tinggi tegap dengan wajah tampan dan aura dingin, muncul dari balik pintu kaca otomatis. Matanya yang tajam menatap lurus ke depan, membawa hawa tekanan yang seolah mampu membuat orang di sekitarnya menahan napas.

Pria itu adalah Sky Oliver Dalton.

Usianya baru dua puluh delapan tahun, namun pengaruhnya sudah mengguncang dunia bisnis properti, pasar saham, bahkan dunia bawah tanah.

Salah satu pengawal terdepan segera melangkah maju, menunduk hormat.

"Selamat datang di Elyndor, Tuan Sky. Kami telah menyiapkan mobil dan pengawalan sesuai permintaan Anda."

Sky Oliver hanya mengangguk kecil, sikapnya tenang namun penuh wibawa. Ia mengenakan setelan hitam sempurna, dengan jam tangan mewah yang melingkar di pergelangan tangan kirinya.

"Baik," ucap Sky singkat. Suaranya dalam dan berat, seolah setiap katanya adalah perintah yang tak bisa dibantah.

Seorang asisten pribadi segera menghampiri dari samping. "Tuan, semua jadwal sudah disusun. Anda memiliki pertemuan dengan Dewan Direksi Sky Corp sore ini, kemudian inspeksi mendadak ke Sky International School seperti yang Anda perintahkan."

Sky berjalan maju, pengawalnya segera membentuk barisan mengiringinya.

Sambil mengenakan kacamata hitam, Sky bertanya tanpa memalingkan wajah, "Ada laporan terbaru tentang sekolah itu?"

Asisten itu segera menjawab, "Ada sedikit keributan di sekolah, Tuan. Namun telah ditangani tanpa perlu keterlibatan Anda secara langsung."

Sky Oliver menoleh sekilas, tatapannya tajam.

"Sedikit keributan bisa menjadi sumber kerusakan besar jika dibiarkan. Atur jadwalku untuk besok berkunjung."

Asisten itu langsung menundukkan kepala lebih dalam. "Saya mengerti, Tuan."

Sky tak berkata apa-apa lagi. Ia melangkah keluar dari bandara, angin sore Elyndor menerpa jas hitamnya.

Di pelataran, deretan mobil mewah hitam mengilap sudah menunggunya.

Tanpa banyak basa-basi, Sky memasuki mobil paling depan, dan rombongan itu pun segera melaju, meninggalkan bandara dalam iring-iringan rapi dan penuh wibawa.

Di dalam mobil, sambil memandang ke luar jendela, Sky bergumam pelan, hampir seperti berbicara kepada dirinya sendiri, "Elyndor ... sudah lama."

🍃🍃🍃🍃

Sore itu, sepulang dari Sky International School, Kaira tampak duduk di salah satu ruang privat sebuah kafe kecil di pusat kota Elyndor.

Ruangan yang ia pilih tersembunyi di balik sekat kayu berukir elegan, jauh dari pendengaran orang-orang. Ia mengenakan hoodie sederhana berwarna abu-abu, rambutnya yang dikuncir kuda membuatnya tampak lebih imut.

Sambil menunggu, Kaira memegang ponselnya erat-erat. Di layar, sebuah pesan terakhir berbunyi. ["Mereka akan tiba dalam 10 menit."]

Kaira menarik napas dalam-dalam, mencoba menahan ketegangan.

Sejak terbangun dari koma, ia telah menghubungi dua orang kepercayaannya secara diam-diam menggunakan ponsel pribadi Kaira asli — ponsel lama yang berhasil ia temukan terselip di sudut laci kamar Kaira.

Di dalam kafe, sebuah televisi menggantung di sudut, menyiarkan berita luar negeri.

Telinga Kaira menangkap sebuah nama yang amat familiar.

"Breaking News — Dunia medis berduka atas kepergian Nova Spire, ahli medis jenius berusia dua puluh tujuh tahun yang meninggal dunia akibat ledakan misterius di laboratorium pribadinya. Investigasi masih berlanjut, namun dugaan awal menunjukkan adanya sabotase."

Kaira, yang sedang menyesap teh di hadapannya, mendadak terdiam. Cangkir itu nyaris tergelincir dari genggamannya, namun ia segera menguatkan diri.

Ia tersenyum tipis, senyum getir yang menghiasi wajahnya. Pelan-pelan, Kaira bergumam pada dirinya sendiri, suaranya nyaris tak terdengar.

"Baru kali ini aku mendengar berita kematian ... saat jiwaku masih hidup."

Matanya yang buta menatap kosong ke arah suara televisi, seolah membayangkan dirinya yang dahulu, Nova Spire, kini hanya tinggal nama dan kenangan.

Sesaat, kenangan lama kembali membanjiri pikirannya. Aroma laboratorium, cahaya lampu neon, suara reaksi kimia ... dan ledakan yang menghancurkan segalanya.

Saat Kaira tengah terhanyut dalam pikirannya tentang masa lalu sebagai Nova Spire, suara langkah kaki mendekat dengan ritme yang tenang namun tegas. Ia menoleh sedikit, mengandalkan pendengarannya.

Dua sosok, seorang pria dan seorang wanita, memasuki ruang privat kafe tersebut.

Mereka tampak berusia sekitar dua puluh delapan tahun, berpakaian kasual namun rapi.

Wajah keduanya serupa, dengan ekspresi dingin yang membuat suasana di sekitar mereka seketika berubah tegang.

Tanpa banyak bicara, keduanya menarik kursi di hadapan Kaira dan duduk.

"Siapa kau yang berani menghubungi kami?"

.

1
ara lianna
apakah bapak.ibu ini akan jadi couple kedua setelah kaira & sky 😍
YNa Msa
keren kk Bagus Cerita nya ❤️❤️❤️
Sri Afrilinda
ceritanya keren bgt kx Authur... apalagi liat kelakuan Brian sama Brianna, ampun dah mereka...🤭🤣😂😂😂🤗💪😍
Yunita Arriviani
Luar biasa
Sri Afrilinda
🤣🤣🤣🤣🤣
Intania Naj_Va
Bagus
khzaa
/Hunger/
khzaa
pocecip
khzaa
DEWA LANGFEi
Memyr 67
𝗅𝖺𝗀𝗂? 𝗌𝖾𝗅𝗂𝗇𝖺 𝗆𝖾𝗆𝖻𝖺𝗐𝖺 𝗐𝖺𝗇𝗂𝗍𝖺 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁 𝖽𝖺𝗇 𝗆𝖾𝗆𝖺𝗅𝗎𝗄𝖺𝗇 𝗌𝖾𝖻𝖺𝗀𝖺𝗂 𝖼𝖺𝗅𝗈𝗇 𝗆𝖺𝗇𝗍𝗎?,𝗌𝖺𝗆𝗉𝖺𝗂𝗂 𝗄𝖺𝗉𝖺𝗇 𝗌𝖾𝗅𝗂𝗇𝖺 𝗍𝖾𝗋𝗍𝗂𝗉𝗎 𝗐𝖺𝗇𝗂𝗍𝖺 𝖼𝖺𝗇𝗍𝗂𝗄 𝖽𝖺𝗇 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁?
Memyr 67
𝗈𝗐 𝗂𝗍𝗎 𝗋𝖾𝗇𝖼𝖺𝗇𝖺 𝖻𝗋𝗇 𝖽𝗈𝗋𝗋𝗒. 𝖻𝖺𝗋𝗎 𝗍𝖾𝗋𝖻𝗎𝗄𝖺 𝖽𝗂 𝗌𝗂𝗇𝗂
khzaa
harus jadi buku iniiiiii😍😍😍😍
ara lianna
wah ternyata dravien 11 12 sama ben
Rossa Amelia _99
astaghfirullah pagi" udh bikin ngakak🤣🤣🤣
Fina Chan :)
ini nih camer (calon mertua ) idaman gw 😍
Memyr 67
𝗂𝗍𝗎𝗅𝖺𝗁 𝗄𝖺𝗅𝖺𝗎 𝗍𝖾𝗋𝗎𝗌 𝗆𝖾𝗆𝖻𝖾𝗅𝖺 𝖽𝖺𝗇 𝗆𝖾𝗇𝗀𝗂𝗄𝗎𝗍𝗂 𝗌𝖾𝗅𝗂𝗇𝖺. 𝗍𝗎, 𝗆𝖾𝗇𝖺𝗇𝗍𝗎 𝗉𝗂𝗅𝗂𝗁𝖺𝗇 𝗌𝖾𝗅𝗂𝗇𝖺 𝗒𝗀 𝗆𝖾𝗆𝖻𝗎𝖺𝗍 𝖿𝗋𝗈𝗌𝗍 𝗄𝖾𝗁𝗂𝗅𝖺𝗇𝗀𝖺𝗇 𝗉𝖾𝗋𝗎𝗌𝖺𝗁𝖺𝖺𝗇𝗇𝗒𝖺. 𝗆𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀 𝗌𝖾𝗁𝖺𝗋𝗎𝗌𝗇𝗒𝖺 𝗌𝖾𝗅𝗂𝗇𝖺 𝖽𝗂𝗍𝖾𝗇𝖽𝖺𝗇𝗀 𝗄𝖾𝗅𝗎𝖺𝗋.
Memyr 67
𝗁𝖺𝖽𝗂𝖺𝗁 𝗉𝗈𝗂𝗇 1? 𝖠𝗊 𝗄𝖺𝗅𝖺𝗎 𝖻𝖺𝗀𝗂 𝖻𝖺𝗀𝗂 𝗉𝗈𝗂𝗇 5
ara lianna
ternyata benar
ara lianna
apakah ibu clarissa?
Memyr 67
𝗂𝗒𝖺. 𝗉𝖾𝗋𝖻𝗎𝖺𝗍𝖺𝗇 𝗆𝖾𝗇𝖺𝗇𝗍𝗎 𝗄𝖾𝗌𝖺𝗒𝖺𝗇𝗀𝖺𝗇 𝗌𝖾𝗅𝗂𝗇𝖺, 𝗒𝗀 𝗆𝖾𝗆𝖻𝗎𝖺𝗍 𝗉𝖾𝗋𝗎𝗌𝖺𝗁𝖺𝖺𝗇 𝖻𝖾𝗌𝖺𝗋 𝗋𝗎𝗇𝗍𝗎𝗁.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!