NovelToon NovelToon
Anak Kandung Yang Tersisikan

Anak Kandung Yang Tersisikan

Status: sedang berlangsung
Genre:Saudara palsu
Popularitas:3.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Nadia Papendang

Klarissa anak kandung dari keluarga yang cukup kaya raya, namun sejak sepupunya datang dan di angkat sebagai anak angkat oleh kedua orang tuanya, Klarissa Tersisikan.

Kedua orang tuanya mengabaikan dan tidak peduli, saudara-saudara kandungnya, pacarnya bahkan sahabatnya tidak ada yang peduli pada Klarissa bahkan mengabaikannya.

Mampukah Klarissa hidup dalam keterabaian dari orang-orang terdekatnya??...
Apakah masih ada yang peduli pada Klarissa?...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia Papendang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 28

Setelah Bima menyelesaikan soal ujiannya, Bima mencari Klarissa ke rooftop, benar saja Klarissa tidur di rooftop "Sayang... Bangunlah setelah ini pergantian jam!" Tutur Bima

Klarissa membuka matanya dengan menggerakkan tubuhnya lalu duduk "Gimana tidurnya nyenyak?" Tanya Bima

Klarissa mengangguk "Iya sayang, aku mau ke toilet bentar!" Ujar Klarissa

Bima mengangguk "Ayo aku anterin!" Tutur Bima

"Ayo!" Singkat Klarissa

Sesampainya di toilet evelyn memandang Klarissa dengan sinis, terlintas dipikirannya untuk membuat Bima membenci Klarissa. Evelyn mendorong Klarissa "Gue kan udah bilang sama lo, jauhi bima... Sebentar lagi gue dengan bima akan tunangan!" Tutur evelyn

Klarissa yang didorong terbentur hingga punggungnya ke tembok BRUGH...

"Ssssst!" Ringis Klarissa

Klarissa menatap nyalang evelyn lalu mendorong evelyn pelan tapi tubuh evelyn sampai terhuyung kebelakang hingga mengenai wastafel "Awawwss sakit Klarissa!" Teriak evelyn.

Evelyn sengaja membenturkan kepalanya ke ujung wastafel hingga darah segar mengalir dari kepalanya. Klarissa panik "Evelyn.. .!" Teriak Klarissa

Semua siswa yang ada di toilet tersebut keluar dari bilik toilet, evelyn menyeringai "Tolong... Klarissa mendorongku!" Teriak evelyn memegang kepalanya yang sudah banyak darahnya

Semua siswa menolong evelyn "Minggir... Lo harus tanggungjawab!" Ujar siswa perempuan

Keadaan didalam toilet menegang karena darah terus mengalir dikepala evelyn, lalu dari salah satu siswa berlari keluar toilet untuk meminta bantuan.

Tak lama Bima datang karena Bima menunggu Klarissa didepan toilet "Evelyn!" Tutur Bima panik melihat evelyn mengeluarkan darah, bima membawanya ke UKS sedangkan evelyn sudah tak sadarkan diri

Disekolah ricuh gara-gara evelyn mengeluarkan darah banyak dari kepalanya, Klarissa masih berdiri diam ditoilet sambil melihat wajahnya dicermin toilet, Bima kembali ke toilet "Sayang... Ayo masuk kelas!" Ujar Bima

Klarissa mengangguk dengan mencuci mukanya "Kenapa diam?" Tanya Bima saat mereka keluar dari toilet

"Sayang... Bagaimana keadaan evelyn?" Tanya Klarissa

Bima menatap Klarissa "Nggak tau... Pihak sekolah sudah menghubungi kedua orang tuanya!" Jawab Bima

"Sayang... Tadi evelyn mendorongku, aku juga mendorong evelyn pelan tapi kenapa evelyn sampai terluka begitu!" Tutur Klarissa pelan

Bima terkejut "Jadi evelyn begitu karena kamu sayang?" Tanya Bima panik

Klarissa mengangguk "Aku tidak ada niat mencelakainya sayang, aku hanya membalas perbuatannya... Apa aku salah melindungi diriku sendiri?" Tanya Klarissa

Bima menggelengkan kepalanya "Ayo kita masuk kelas, biar nanti aku akan mencoba jelaskan pada evelyn!" Tutur Bima

Klarissa mengangguk perasaan yang tadinya takut kini sudah hilang karena Bima mempercayainya.

Sesampainya dikelas para siswa memandang Klarissa dengan sinis "Sekolah kita nggak aman sekarang, ada psikopat!" Ujar salah satu siswa

Bima memelototkan matanya pada siswa yang mengatakan Klarissa psikopat "Jaga mulut lo!" Tunjuk bima

Klarissa diam lalu bu mega datang "Klarissa... Ikut ibu keruang kepala sekolah!" Tutur bu mega

Klarissa mengurungkan niatnya duduk lalu melangkahkan kakinya mengikuti ibu mega sementara Bima mengikuti Klarissa

mensejajarkan langkahnya dengan Klarissa "Sayang... Kamu tenang saja, aku akan ikut menjelaskan pada pihak sekolah!" Tutur Bima

Klarissa mengangguk "Makasih!" Ujar Klarissa

Bima mengangguk memegang tangan Klarissa yang sudah dingin karena panik. Bu mega mengajak Klarissa ke ruang kepala sekolah, Klarissa dan Bima duduk di ruang kepala sekolah "Klarissa...!" Panggil pak Jaya

Klarissa menatap pak jaya "Apa benar kamu yang mendorong evelyn?" Tanya pak Jaya

Klarissa mengangguk "Evelyn yang mendorong Klarissa duluan pak... Lalu Klarissa mendorong balik evelyn, Klarissa tidak berniat mencelakainya pak!" Terang Bima

Pak jaya menatap Bima "Bima... Sebaiknya kamu masuk kelas sekarang ujian, biarkan Klarissa disini dulu, nanti biar lembar ujiannya dikerjakan disini!" Tutur pak Jaya

Bima diam "Sana kembali ke kelas... Bapak tidak akan makan pacarmu!" Tutur pak Jaya sedikit tersenyum

Bima mengangguk memandang Klarissa "Aku ke kelas dulu ya, kamu jangan takut nanti aku akan membantumu menjelaskan pada kedua orang tua evelyn!" Tutur Bima

Klarissa mengangguk menatap bima "Pak... Titip pacar saya, jangan dimarahi kalau bapak mau marah... Marahi saya saja!" Tutur Bima

Pak Jaya tersenyum mengangguk "Bu mega... Biarkan masalah ini saya yang atasi, bu mega dan Bima kembali saja ke kelas!" Perintah pak jaya

"Baik pak!" Jawab bu mega

Selang beberapa menit ada siswa yang mengantarkan soal ujian ke ruang kepala sekolah "Klarissa... Ini kertas ujianmu, kerjakan disini!" Ujar pak jaya

Klarissa mengambil kertas ujiannya lalu mengisinya dengan cepat tak sampai 15 menit sudah selesai "Selesai pak!" Ujar Klarissa

Pak jaya mengambil hasil jawaban lembar ujian Klarissa "Bagus... Jawabmu benar semua kayaknya Klarissa!" Tutur pak jaya

Klarissa diam, tak lama kedua orang tua evelyn datang dengan wajah yang tidak bersahabat "Permisi pak!" Ujar papa evelyn

"Mari pak... Bu... silahkan duduk!" Tutur pak Jaya

Mama evelyn memandang Klarissa "Jadi siswa ini yang membuat evelyn terluka, kamu harus tanggungjawab!" Tutur mama evelyn dengan suara yang tinggi

"Mari silahkan duduk bu!" Tutur pak Jaya

"Saya tidak mau tau ya pak... Pokoknya siswa ini harus dikeluarkan!" Tutur mama evelyn

Klarissa masih diam dengan menundukkan wajahnya "Bu... Evelyn yang sudah mendorong Klarissa duluan, kejadian ini tidak sepenuhnya kesalahan Klarissa!" Ujar pak Jaya

Mama evelyn dan papa evelyn menatap nyalang pak jaya "Saya tidak mau tau ya pak... Kalau siswa ini tidak dikeluarkan, saya akan membawa kasus ini kekantor polisi, ini sudah tindakan kriminal pak!" Tutur mama evelyn

"Pak... Bu... Tolong sabar jangan begitu, masalah ini biar ditangani secara kekeluargaan!" Tutur pak Jaya

"Saya tidak mau tau pak pokoknya bapak harus mengeluarkan siswa ini!" Tutur mama evelyn

"Tolong kasih kesempatan Klarissa sampai menyelesaikan ujiannya dulu bu, setelah itu saya akan mengurus Klarissa!" Tutur pak jaya

"Baik... Saya akan kasih keringanan tapi setelah ujian langsung keluarkan!" Tutur mama evelyn

Klarissa masih diam, tak lama Bima datang "Maaf menganggu... Om... Tante... Saya akan menjelaskan kejadian ini, ini tidak sepenuhnya kesalahan Klarissa... Evelyn mendorong Klarissa duluan!" Tutur Bima

Mama evelyn tersenyum "Kamu membela siswa ODGJ ini daripada tunanganmu sendiri?" Tanya mama evelyn

Bima membulatkan matanya "Dia bukan ODGJ, dia siswa yang sangat pintar disini!" Tutur Bima

Papa evelyn menarik tangan Bima "Ayo ikut dengan om sebentar, ada yang mau omongin!" Tutur papa evelyn

Bima dan papa evelyn keluar dari ruangan pak Jaya, mereka masuk kedalam perpustakaan sekolah karena ditempat tersebut sepi "Brian... Om tau kalau kamu berhubungan dengan siswa yang mencelakai evelyn, kamu harus putuskan hubunganmu dengan perempuan itu!" Terang papa evelyn

Bima menggelengkan kepalanya "Maaf om saya tidak bisa!" Jawab Bima

Papa evelyn mengepalkan tangannya dan mengeraskan rahangnya "Baik kalau kamu tidak mau memutuskan hubunganmu dengan perempuan itu, tapi masalah evelyn dan perempuan itu om akan membawa kasus ini kekantor polisi!" Terang papa evelyn

Bima terkejut dengan perkataan papa evelyn, mendadak Bima teringat papa Klarissa yang menamparnya hingga sudut mulut Klarissa berdarah saat ada kasus tawuran dikantor polisi "Bima mohon jangan membawa kasus ini ke kantor polisi om, kasihan Klarissa!" Tutur Bima

Papa evelyn tersenyum "Baik... Tapi kamu putuskan hubunganmu dengan Klarissa dan bertunangan lah dengan evelyn, mengerti?" Ujarnya

Bima mengangguk lalu mereka keluar dari tempat tersebut.

Diruang kepala sekolah Klarissa masih diam, mama evelyn sudah pergi dari ruang kepala sekolah "Klarissa... Istirahatlah sudah waktunya istirahat!" Tutur pak jaya

Klarissa memandang pak jaya "Pak... Apa bapak tidak mau menghubungi papa saya?" Tanya Klarissa

"Tidak perlu Klarissa, biar bapak saja yang menangani kasusmu, bapak akan berusaha supaya kamu tidak dikeluarkan dari sekolah ini!" Tutur pak jaya

Klarissa memandang lekat pak jaya dengan meneteskan air matanya "Terimakasih pak, bapak mau membela saya tapi tidak usah pak, sebaiknya Klarissa keluar dari sekolah ini!" Tutur Klarissa

"Bapak akan mengusahakan kamu tetap sekolah disini Klarissa, tapi kalau tidak bisa maafkan bapak ya... Kedua orang tua evelyn sangat berpengaruh disekolah ini!" Tutur pak Jaya

Klarissa mengangguk lalu tak lama Bima datang menjemput Klarissa "Sana pacarmu sudah menjemputmu!" Tutur pak jaya dengan sedikit tersenyum

Klarissa juga tersenyum memandang bima, merekapun keluar dari ruang kepala sekolah.

1
Ayunda Marbun
hajar terus queen kasi pelajaran pembatu gk tau diri itu, masukkan gw ke situ thor. biar gw hantam org org itu
Rizky Ivan
lanjut Thor sayang..
Kasih Bonda
next Thor semangat
Suanti
semoga ingatan quen cpt kembali dan org tua cpt sembuh dri koma biar balas dendam ke al dan keluarga pembantu 🤣🤣🤣
Kasih Bonda
next Thor semangat
Aldiza azahra
wah teryata bapaky varo yg bregsek itu yg ngerjai gita jd pembatu.. knpa di ales aj quee ke aly
Aldiza azahra
kyaky omogn kakek alex bener si deo metalay lmah dn mudah dimafaatkan
Kasih Bonda
next Thor semangat
Noer Asiah Cahyono
kan nenek nya kaya2 kenapa Nadhira gak minta tinggal sama mereka aja atuh yah
Noer Asiah Cahyono
kan nenek nya kaya2 kenapa Nadhira gak minta tinggal sama mereka aja atuh yah
laaa~
emg dirumah mereka gk ada cctv kah biar kluarganya bisa mantau wk. kasian si diraa
Noer Asiah Cahyono: bener banget kak, kata nya orang kaya tapi masa melepas anak2 begitu saja padhal kn nenek yg dari derel aja kaya, belum tante nya itu acha, gimna gimana smpe gak bisa makan, apa gak bisa Nadhira blng klo kelaparan
total 1 replies
Dasem Ida faizah
ilfil dengan deo dan yuna
amorabymora
niat mampir tapi malah mewek di buat author ini 😣
Kasih Bonda
next Thor semangat
Suanti
setelah nadia dan darel sadar jeblos kan ke penjara keluarga gita tentang penyiksaan ank 🤣
Ayunda Marbun
setelah nadia sadar kembali kerumah dea balik dari amnesia nya buat nadira benci sama si deo, jgn kasi ampun deo thor keterlaluan dia
Nurlaila Elahsb
maaf nih ya kak ,aku pingin kasih masukan ke kk author KL bisa sesi keluarga Clarissa di tamatkan saja ,terus buat judul baru lagi tapi tetap sambungan dari kisah keluarga Clarissa, sekarang kan anak anaknya dh pada gede tu jadi buat judul lagi,biar konsepnya berubah tidak lagi anak kandung yang di sisihkan biar jgn sama kisah awal orang tuanya sama anaknya gitu loh kk menurut aku,,kisah yg KK tulis bagus loh aku ngikutin cerita ini dari eps 1 loh kak,mknya aku tau ceritanya!!itu masukan dari aku kak semoga kk sukses terus dan sehat selalu semangat kk author 💪💪😊
Mulyani
ayiuuu dong sambungan ny mn ni lgi seruh ni
Sayekti 0519
jangan d buang ATM nya.bila perlu minta motor gede Ama PP lo
Nda_Zlnt
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!