Bagaimana jika ada wanita kaya yang mempermainkan cinta tulus pria miskin? Apakah wanita itu akan menyesal atau malah bangga melepaskan pria yang tulus mencintainya karena tidak "setara"? Riko Dermanto, anak pemulung dari desa yang pintar sampai mendapatkan beasiswa kuliah di kampus ternama Jakarta. Bertemu dengan wanita kaya yang membuatnya jatuh cinta dan rela melakukan apapun yang wanita itu inginkan. Di malam guntur dengan hujan deras dan sambaran petir, wanita itu ternyata memilih bersama pria lain. Berciuman didepan mata Riko. Membangkitkan amarah serta jiwa pemberontaknya. Dirinya benar benar dimanfaatkan tanpa ampun oleh wanita itu hingga sadar cintanya bertepuk sebelah tangan. Tidak berhenti disitu, Riko melakukan pembalasan yang mampu disebut CINTA MATI BERDARAH! Ia rela bertaruh darah untuk membuktikan cintanya. Ini cinta atau obsesi? Baca novel ini dan dukung yaaa!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SariRani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MEWARISI CLUB MAFIA
Gagas meskipun terlihat tua tapi ternyata bukan kakek kakek biasa. Selama 30 tahun dia memiliki bisnis gelap dengan penyelundupan emas dan senjata.
Melihat raut wajah Riko yang kebingungan, Gagas tersenyum.
"Ayo ikut keruanganku dulu, akan aku jelaskan" ucapnya lalu berjalan lebih masuk ke dalam gudang. Riko mengikuti di belakang.
Sesampainya diruangan milik Gagas pribadi, Riko pun dipersilahkan duduk.
Pria berusia 25 tahun itu melirik dan mengamati apa saja yang terdapat diruangan. Terlihat beberapa layar cctv dan komputer. Lalu ada beberapa peti yang menumpuk.
"Melihar raut wajahmu, aku tau kamu pasti bertanya tanya. Tanyakan saja apapun yang ingin kamu tanyakan sebelum aku menjelaskan sesuatu" ujar Gagas.
Riko menggunakan kesempatan ini untuk mengurangi keraguan di hatinya serta banyak hal yang membuatnya penasaran.
"Baiklah, Tuan. Pertanyaan pertama dan sebenarnya yang paling dasar, kenapa anda memilih saya untuk mewarisi usaha anda ini padahal keluarga anda sendiri tidak tau?" tanyanya.
Gagas duduk di hadapan Riko setelah menuangkan minuman jus di dua gelas.
"Minumlah sambil mendengarkan jawabanku. Sepertinya tenggorokan mu sudah kering" canda kakeknya Tito itu.
Riko menurut karena memang tenggorakannya terasa kering karena terlalu kaget dengan apa yang diperlihatkan Gagas.
"Aku memilihmu karena aku melihatmu sebagai pria yang luar biasa. Ya meskipun anak dan cucuku juga luar biasa, tapi aku memutuskan untuk memilih seseorang dari luar keluarga karena aku tau bisnis ini sangat berbahaya" jawab Gagas.
"Jika anda tau bisnis ini berbahaya kenapa anda berikan kepada saya, Tuan? Apakah saya akan dijadikan tumbal untuk membalas kebaikan anda selama ini kepada keluarga saya?" tanya Riko.
Gagas malah tersenyum.
"Selama ini syukurlah aku tidak pernah menumbalkan siapapun untuk menjalankan bisnis ini, Riko. Bisnis ini adalah bisnis rahasia ku yang tidak ada yang tau bahwa dimiliki oleh keluarga Hadiningrat. Maka dari itu, aku ingin selamanya juga tidak ada yang tau hal ini" jawabnya.
Riko terdiam sesaat dan menatap Gagas dengan dalam.
"Tuan Gagas sangat membantuku untuk sampai dititik ini, tapi apakah aku harus membalasnya dengan cara seperti ini?" batinnya ragu2.
"Aku tau kamu masih sangat bingung dan ragu dengan tawaranku ini. Tapi aku bisa pastikan, jika kamu bersedia menjalankan bisnis ini, taraf kehidupanmu akan berubah. Status sosialmu akan langsung naik dan memenuhi kebutuhan serta keinginan keluargamu" jelas Gagas.
"Tapi ini uang haram, Tuan. Bagaimana aku bisa memberikan uang ini kepada keluargaku?" tanya Riko.
Langsung saja tawa Gagas terdengar.
"Hahahahahahhaaaaa"
"Cucilah uang ini biar tidak haram, Riko. Saat ini praktik money laundry sudah mulai diterapkan oleh penjabat negara kita. Ya kita bisa ikutin saja caranya" ucap Gagas.
"Tetap saja itu uang ha.." timpal Riko namun segera diputus oleh Gagas dengan ekspresi serius.
"Aku tidak ingin mendengarkan kata kata haram dari mulutmu tentang bisnis ini. Aku akan mulai serius denganmu Riko. Aku ingin kamu meneruskan usaha ini dan uang akan mengaliri rekeningmu" sela pria tua berusia 75 tahun itu.
"Selain itu kamu juga akan tetap berjalan di jalan benarmu itu dengan penghasilan mu yang lain. Kamu akan jadi pengacara di sini untuk beberapa tahun, lalu kamu bisa menjadi partner firma milik putraku di Jakarta. Aku pastikan klienmu nantinya adalah kasus besar dengan nominal fantastik. Gustaf dan Tito akan dengan senang hati menerimamu menjadi pengacara unggulan firma mereka" lanjutnya.
"Dan tambahan lagi, wanita yang telah membuatmu dihajar babak belur hingga hampir mati bisa melihat kesuksesan mu dan membalas dendam padanya serta pria itu" tambah Gagas lagi.
Mengingat insiden dirinya yang koma selama 12 hari dengan kondisi kaki patah dan butuh 6 bulan pulih kembali, amarah serta dendam Riko kembali mencuat.
"Tuan kembali mengingatkan ku pada luka 3 tahun lalu. Tapi terima kasih untuk itu karena aku sadar bahwa ada urusan yang harus aku selesaikan" sahut Riko.
"Jadi bagaimana? Apakah kamu menerima tawaran ini?" tanya Gagas.
Riko terlihat enggan diawal namun mengangguk kan kepala.
"Baik, Tuan. Dengan ini aku bisa membalas kebaikanmu untukku dan keluargaku. Aku akan menuruti perintah mu" sahutnya.
Gagas bertepuk tangan.
"Keputusan bagus anak muda. Aku akan menyuruh orang kepercayaan ku disini untuk menjelaskan padamu. 1 orang Indonesia bernama Herman tapi dipanggil Mr. Ranger atau R, 2 orang asing bernama Mr. Algato atau Mr. Al dan Mr. Balgato atau Mr. Bal. Kedua bule ini adalah anak kembar yang aku dapatkan 25 tahun seumuran denganmu" jelasnya.
Riko mendengarkan dengan seksama.
Lalu tak lama kemudian setelah Gagas menemakn tombol di bawah meja, datanglah 3 orang itu.
Ternyata Mr. Ranger sudah cukup tua juga alias tidak muda lagi. Terlihat rambutnya yang memutih tapi tubuhnya masih terlihat bugar. Dibelakangnya ada 2 pria tampan berparas bule pastinya yaitu Al dan Bal.
Gagas mengenalkan mereka bertiga kepada Riko sebelum Riko sendiri dibawa berkeliling gudang oleh mereka.
"Lihat saja Maya. Aku benar benar akan membuktikan bahwa cintaku yang dulunya kamu sebut sebagai obsesi akan benar benar menjadi obsesi yang kamu maksud. Sekalipun cintaku akan membuatmu menyesal telah mengenalku, aku harap kamu tetap mengenal cintaku ini dalam bentuk kebencian sekalipun" batin Riko sambil membayangkan wajah Maya saat menikah dengan pria yang diduga sebagai dalang pengeroyokan dirinya.
"Dan yang paling penting adalah menghancurkan suamimu, Juan. Dia tidak akan bisa lari dariku" lanjutnya dalam hati sambil mengepalkan tangan.
Kebencian Riko kembali terpatik dan semakin optimis untuk bisa menujukkan pada Maya dan Juan, bahwa dirinya tidak lagi miskin namun memiliki kekuasaan.
.
Di Jakarta, kini Maya sedang dirawat di rumah sakit setelah mengalami keguguran untuk kedua kalinya. 3 tahun ini ia habiskan waktunya untuk menyelesaikan S2nya dan menjadi istri bagi Juan di Amerika.
Rencana untuk berkuliah di London urung karena setelah wisuda S1 yang tidak ia hadiri, Maya harus menjalani perawatan mata sebelum akhirnya mendapatkan donor mata lalu menikah dan merubah tujuan pendidikan S2 nya ke negara dimana suaminya menyelesaikan S2nya juga yaitu Amerika.
Akibat kecelakaan sore itu, dimana ia sangat marah kepada Juan karena mencelakai Riko, Maya harus mengalami pendarahan di kepalanya hingga saraf penglihatan bermasalah.
Tapi Juan tetap berhasil menikahi Maya sesuai perencanaan kedua keluarga karena Maya tidak ingin Juan akan menyakiti Riko lagi dengan sadis.
Pernikahan Maya dan Juan diadakan setelah Maya kembali mampu melihat dunia. Namun meskipun penglihatannya kembali, ia merasakan bahwa dunianya memudar bersamaan dengan kabar bahwa Riko telah menghilang sejak lulus sarjana yang juga tidak mengikuti wisuda sepertinya.
Perasaan bersalah menggerogoti jiwanya.
"Apa yang terjadi kepada Riko?"
"Kemana dia menghilang?"
"Apa dia benar benar sudah pulih?"
"Apa Riko membenciku sekarang jika tau tunanganku lah yang menbuatnya seperti itu?"
"Bagaimana jika tau aku menikah dengan pria yang telah membuatnya hampir tak bernyawa?"
Maya benar benar tenggelam dalam kesedihan akan kepergian Riko entah kemana. Bersamaan dengan perasaan tak nyaman ini, cinta dan suka yang ia rasakan sebelumnya kepada Juan kini mulai hilang.
Apalagi setelah menikah sikap Juan pun ikut berubah, padahal Maya menuruti keinginan suaminya untuk tidak melanjutkan kuliahnya di London setelah menikah dan ikut ke Amerika agar tidak menjalani LDM. Keputusan ini di dukung 2 keluarga mengingat Maya juga baru pulih pasca operasi mata.
Meskipun akhirnya Maya juga tetap menjalani S2 nya di Amerika, tapi ambisinya untuk bisa menempuh pendidikannya di London belum pudar namun ia memilih menyimpannya dulu. Ia yakin suatu hari impiannya untuk menempuh pendidikan di London dan bekerja di firma hukum terbesar disana tercapai.
Ternyata apa yang dibayangkan setelah menikah dan serumah bisa menghasilkan kenyamanan dalam hubungan suami istri, sangat berbeda dengan kehidupan pernikahan Maya dan Juan.
Apalagi setelah mengalami keguguran di usia pernikahan mereka ke 1 tahun lebih, Juan sangat marah pada istrinya karena sibuk belajar dan belajar tanpa menyadari jika sedang hamil.
Sejak saat itu, meskipun mereka berada dirumah dan atap yang sama, tapi mereka memiliki kehidupan yang berbeda.
Maya sibuk belajar dan pergi ke kampus, sedangkan Juan yang telah menyelesaikan S2 nya langsung bekerja di salah satu perusahaan internasional yang berada di Amerika sebagai upaya mencari pengalaman yang bisa ia bawa ke perusahaan milik keluarganya yang akan Juan warisi.