NovelToon NovelToon
Legenda Pendekar Mata Naga Biru

Legenda Pendekar Mata Naga Biru

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Fantasi / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: Reijii

Cerita mengikuti Chen Wei, seorang pemuda dari keluarga Cina yang menjadi penerus kekuatan Mata Naga Biru – salah satu dari tiga artefak kuno yang mampu membangkitkan atau mengalahkan Kaisar Naga, makhluk yang pernah hampir menghancurkan dunia. Setelah kampung halamannya dihancurkan oleh Sekte Darah Naga yang mencari ketiga mata naga untuk menguasai dunia, Chen Wei memulai perjalanan panjang untuk melindungi artefak tersisa, belajar mengendalikan kekuatan naga dalam dirinya, dan mengumpulkan sekelompok sahabat yang setia.

Melalui ujian yang penuh bahaya, pertempuran dengan musuh yang kuat, dan pengungkapan rahasia sejarah keluarga serta hubungan dengan musuhnya, Chen Wei harus memilih antara menggunakan kekuatan untuk membalas dendam atau untuk melindungi keseimbangan alam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reijii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

chapter 1: Kemunculan Bintang Terlupakan

Angin musim dingin menusuk kulit tipis baju linen Chen Wei sebagai dia merangkak melalui semak berduri di kaki Pegunungan Tianlong. Udara tinggi pegunungan sangat tipis, membuat setiap napasnya keluar berbentuk awan putih tipis. Di usianya yang dua belas tahun, wajahnya yang biasanya ceria kini tertutup kerutan kekhawatiran. Tangan kirinya yang memegang tongkat kayu sudah berlumuran darah akibat goresan duri, tapi dia tidak peduli.

“Hanya beberapa langkah lagi, Wei,” bisiknya sendiri sambil mengusap pelukan kain yang ada di dadanya. Di dalam kain itu terkandung sebuah benda bundar yang mengeluarkan cahaya biru samar, bahkan di bawah naungan pepohonan rindangnya.

Suara langkah kaki berat menghantam tanah di belakangnya. “Anak sialan! Berhenti sekarang sebelum aku membunuhmu dengan tanganku sendiri!”

Chen Wei menoleh sebentar. Seorang pria berbadan besar dengan wajah yang penuh bekas luka mengejarnya dengan cepat. Pria itu mengenakan baju hitam dengan lambang ular berwarna merah di dada – anggota Sekte Darah Naga, yang telah menghancurkan kampung halamannya tiga hari yang lalu.

Tanpa berbalik lagi, Chen Wei melesat masuk ke dalam sebuah gua tersembunyi yang hanya diketahui oleh keluarganya. Dinding gua yang basah menyambutnya dengan embun dingin, dan cahaya biru dari benda di dadanya semakin terang seiring dengan kedekatannya ke dalam. Di ujung gua, ada sebuah batu nisan tua dengan tulisan kuno yang sudah hampir terkikis: “Di sinilah berdiam jiwa Naga Biru Tianlong – pelindung daratan tengah, pemilik mata yang melihat masa lalu dan masa depan.”

Pria dari Sekte Darah Naga menginjakkan kaki ke dalam gua. Wajahnya terpantul cahaya biru yang misterius. “Akhirnya aku menemukanmu, ahli waris keluarga Chen. Berikan padaku Mata Naga Biru itu sekarang juga!”

Chen Wei mundur hingga punggungnya menyentuh batu nisan. Dia mengeluarkan benda bundar itu – sebuah kristal biru besar yang berbentuk seperti mata, dengan pola seperti sisik naga di permukaannya. Cahaya yang keluar dari kristal itu kini begitu terang hingga membuat mereka berdua menyipitkan mata.

“Kamu tidak akan mendapatkan apa-apa dari aku, Zhang Hu!” teriak Chen Wei dengan suara yang bergetar tapi tegas. “Keluarga ku telah menjaga benda ini selama ratusan tahun untuk mencegah orang-orang seperti kamu menggunakannya untuk kekuasaan!”

Zhang Hu menjulurkan tangan kanannya yang dilapisi sisik tiruan naga merah. “Kamu terlalu muda untuk memahami kekuatan yang kamu pegang, bocah kecil! Sekte Darah Naga akan menyatukan Mata Naga Biru dengan Mata Naga Merah dan Mata Naga Kuning – dengan itu, kita akan membangkitkan Kaisar Naga yang akan memerintah seluruh daratan tengah!”

Saat Zhang Hu hendak melesat menjemput kristal, batu nisan tiba-tiba bersinar terang sekali. Suara seperti dengungan guntur bergema dari dalam gua, dan tanah mulai bergoyang hebat. Dinding gua berjatuhan sedikit demi sedikit, menyumbat jalan keluar. Chen Wei merasa energi panas mengalir dari kristal ke dalam tubuhnya – rasa sakit yang luar biasa tapi juga penuh kekuatan.

“Ahli waris Chen,” sebuah suara seperti gumuruh ombak dan guntur bergema di dalam kepalanya. “Waktunya telah tiba. Aku, Naga Biru Tianlong, telah memilihmu sebagai penerus kekuatanku. Gunakan kekuatan ini dengan bijak – karena ketika ketiga mata naga bersatu, dunia akan menghadapi pilihan antara kehancuran atau kelahiran baru.”

Mata Chen Wei yang kanan tiba-tiba berubah warna menjadi biru kebiruan yang sama dengan kristal. Dia merasakan seluruh kekuatan gua itu terkonsentrasi di dalam dirinya. Tanpa sadar, tangannya mengangkat kristal, dan sebuah gelembung energi biru melindunginya dari puing-puing yang jatuh.

Zhang Hu terpental mundur oleh benturan energi. Wajahnya penuh ketakutan. “Ini tidak mungkin… kamu telah terhubung dengan roh naga!”

“Kamu harus pergi sekarang, Zhang Hu,” kata Chen Wei dengan suara yang tiba-tiba terdengar lebih dalam dan matang. “Jika kamu tetap di sini, kamu akan terkubur bersama gua ini. Dan ingat – aku akan menemukanmu dan Sekte Darah Naga. Aku akan menghentikan rencana kamu sebelum terlalu terlambat.”

Tanpa pilihan lain, Zhang Hu berlari keluar dari gua sambil menghindari puing-puing yang terus jatuh. Sesaat kemudian, pintu gua tertutup oleh batu besar yang menjadikannya tidak terlihat lagi dari luar. Chen Wei berdiri sendirian di dalam ruangan yang kini terang benderang karena cahaya dari dirinya sendiri dan kristal yang kini menyatu dengan tubuhnya di bagian dada.

Dia menoleh ke arah batu nisan yang kini tampak lebih jelas. Dalam benaknya, sebuah peta muncul – peta yang menunjukkan lokasi dua mata naga lainnya, serta jalur yang harus dia tempuh untuk mencapai mereka sebelum Sekte Darah Naga. Perjalanan panjang menanti dia, penuh dengan bahaya, pertempuran, dan rahasia yang akan mengubah takdir seluruh daratan tengah.

“Baiklah, Naga Biru Tianlong,” bisik Chen Wei sambil menyentuh bagian dada di mana kristal berada. “Aku akan menjalankan tugasku. Dan satu hari nanti, aku akan menghadapi mereka yang telah menghancurkan keluargaku dan kampung halamanku.”

Di luar gua, salju mulai turun dengan lebat, menutupi jejak yang ditinggalkan oleh bocah muda itu. Awal dari sebuah legenda telah dimulai – legenda tentang Pendekar Mata Naga Biru yang akan menjadi harapan bagi banyak orang dan momok bagi yang jahat.

 

 

1
roso
luar biasa
roso
gaskan lanjutt
roso
🔥🔥🔥
asil
🔥🔥
asil
🔥🔥🔥
koco
niceee
koco
mantap👍
amon
lanjut👍
amon
👍👍
Tomiyama Choji
🔥🔥
suo
uraaa🔥
suo
uraa🔥
suo
🔥🔥🔥
agus
👍👍
agus
luar biasa
bagas
njut🔥🔥
bagas
menyala🔥🔥
adul
gaskan alnjur🔥
adul
okeee
zaka
okee👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!