NovelToon NovelToon
Biar Aku Yang Pergi

Biar Aku Yang Pergi

Status: tamat
Genre:Berbaikan / Penyesalan Suami / Keluarga / Konflik etika / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Biru_Muda

Jangan menikah saat hati kita belum bisa move on dan berdamai dari masa lalu, karena yang akan dirugikan tak hanya diri sendiri, namun juga pasangan baru kita. Hal itu yang pada akhirnya menjadi konflik pada hubungan Rania dan juga Andreas. Pernikahan mereka di ambang pada perpisahan karena masa lalu Andreas tiba-tiba datang ditengah-tengah mereka, terlebih sikap Andreas yang dingin dan cuek membuat Rania lelah untuk terus bertahan pada pernikahannya, karena seolah hanya dia yang selama ini memperjuangkan hubungannya. Ia pun akhirnya memilih untuk pergi. Tapi, bisakah ia pergi? Terlebih Saat Suaminya yang dulu dingin, tiba-tiba berubah dan jadi lebih perduli dengannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Biru_Muda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Saat-saat Terakhir Bersama Ibu

6 bulan yang lalu adalah masa berkabung dan masa yang penuh kesedihan bagi Rania, ia harus kehilangan orang tua satu-satunya yang begitu ia sayangi, yaitu sang ibu. Alasan dibalik ia bertahan, ia kuat, dan tegar dalam menghadapi permasalahan hidupnya selama ini adalah ibunya, namun sekarang terasa sekali kehilangannya.

"Ibu mau apa, nanti Rania bawakan sesuatu saat mampir kerumah lagi"

"Ibu tidak meminta apa-apa, ibu hanya meminta kamu bahagia" Ujar sang ibu dengan perasaan tulus.

Mendengar permintaan sang ibu membuat Rania terdiam. Seolah ibunya itu mengerti tentang kesulitan yang sedang ia alami.

"Rania kan sudah bahagia" Ucap Rania mencoba untuk tersenyum di depan ibunya.

"Ibu merasa lega kalau memang kamu sudah bahagia, nak"

Sorot mata sang ibu terlihat bisa menembus apa yang sedang dirasakan oleh anaknya. Memegang lembut tangan anaknya yang seakan sedang mencoba untuk menenangkannya.

"Kalau kamu merasa kesulitan, jangan ditahan dan lepaskan saja, agar kamu tidak merasa sakit sendiri" Ujar sang ibu seolah tahu anaknya itu tak lagi baik-baik saja.

"Terimakasih, bu. Tapi Rania benar-benar baik-baik saja"

Rania mencoba untuk tersenyum dan bersikap tenang agar tak membuat ibunya merasa khawatir.

"Yasudah kalau kamu bilang begitu, ibu ikutan lega mendengarnya"

"Ibu tenang saja, tidak usah memikirkan kondisi Rania, sekarang fokus saja sama kondisi ibu sendiri, tidak usah banyak pikiran, ok"

Sang ibu tersenyum lembut sembari membelai rambut sang anak dengan penuh kehangatan.

"Melihat kamu sudah menikah dan bisa hidup enak sekarang, ibu merasa bahagia karena ibu tak bisa memberikan kehidupan yang layak untuk kamu, maafkan ibu ya nak" Ujarnya kemudian.

"Apa'an sih, bu. Rania tidak pernah merasa kekurangan dan malah cukup hanya hidup bersama ibu, jadi ibu tidak perlu merasa bersalah sama Rania"

Sang ibu tersenyum mendengarnya.

"Ibu berharap bisa melihat cucu ibu lahir, tapi.. sepertinya waktunya tidak akan lama untuk ibu bisa tetap tinggal"

"Kenapa ibu bilang begitu sih, memangnya ibu mau pergi kemana?, Rania tidak akan mengizinkan ibu pergi kemanapun!"

Air mata keluar dengan sendirinya begitu sang ibu mengucapkan kalimat yang membuatnya sedih. Ia tahu bahwa kondisi ibunya tidak akan lama, mengingat kondisinya yang semakin parah, namun ia menolak untuk percaya dan terus meyakinkan dirinya sendiri kalau ibunya itu akan hidup lama.

"Rania, ibu berharap kamu bisa bahagia bersama suami kamu"

Namun, itu adalah kalimat terakhir yang Rania dengar dari ibunya sebelum ibunya benar-benar menutup mata untuk selamanya dan meninggalkannya.

"Ibu..." Teriaknya dalam isakan tangis melihat kepergian ibunya.

Untungnya ia ada disaat terakhir ibunya pergi, hingga ia bisa setidaknya melihatnya untuk terakhir kalinya.

Setelah kepergiaan ibunya saat itu membuatnya kehilangan semangat hidup dan tak tahu lagi apa yang membuatnya untuk terus bertahan. Walau begitu oma Larisa menjaganya dengan baik dan terus berada di dekatnya.

"Kamu tidak sendiri Rania, ada oma dan juga Andreas yang akan terus menjadi bagian dari keluarga kamu"

Rania hanya bisa menangis mendengar itu, karena ia terlihat begitu sedih melihat ibunya yang tak lagi ada di dunia. Dunia yang sama denganya.

Saat-saat sedihnya, suaminya itu sayangnya tak banyak bicara padanya, ia terlihat hanya diam mengamatinya yang sedang berduka dan menangis karena kepergian ibunya. Orang yang banyak memeluk dan menenangkannya adalah oma Larisa. Walau begitu Andreas tak pernah meninggalkanya seorang diri walau tak banyak yang ia lakukan saat itu.

1
Cheng Nyo
👍
awesome moment
tu kn...instink misua yg mo brubah..tajam y
awesome moment
syg.nya...rada over. btooll, andre salah mengabaikan. salah g peduli. tp...materi tercukupi. alasan menghukum kurang kuat. alasan utk minta pisahpun...di PA akan diragukan. krn...soal komunikasi. andre g slengki. g madat. g main. materi di cukupi. hnya...komunikasi...mampet. jk sdh brubah dan mau beri kesempatan y...jgn malah bikin dosa baru
awesome moment
pernikahan tu usaha berdua..terutama imam. krn penentu arah..sdh banyak contoh. slama misua keukeuh dgn janjinya...aman. disokong dgn kepatuhan pasangan..tp klo...misua keukeuh tp psangan g patuh yoo bubar
awesome moment
btoolll. mrk sdg menata smuanya kembali dan bikin 😭😭😭
awesome moment
pelan2. menyembuhkan luka krn pengabaian tu...butuh usaha yg istimewa
awesome moment
untg msh bisa diselamatkan
awesome moment
jauhnya jarak hati rania dan andreas tergambar jelas bgts. smua msh dri rania. krn mmg dia yg berjuang sndiri
Nafisa
gak pas tempat curhat rania... awalnya aku menyalahkan sikap anreas.... tp lama 2 aku KESEL sama ranianya
Nafisa
bodoh ranianya... aib sendiri ko di umbar ke semua orang
PNC
apa blm ada HP
apa ga punya no HP istrinya
Sri Peni
nah ini cerita yg bagus.. g perlu drama kawin cerai.. atau menghakimi tokoh dgn kejadian yg tragis
Budi Herman
kok kesel y jd nya sama tokoh rania. sebagai istri kewajiban harus d jalankn, apalagi suami nya sudah sediki demi sedikit merubah sikap nya. q pun pernah ngalami kejadian awal nikah. tp ketika suami memberikan nafkah, q sebagai istri merasa berdosa klw menunda kewajiban sebagai istri. 1minggu rasa nya dosa nya numpuk apalagi 3tahun. klw d dunia nyata mungkin suami dah jajan d luar. aneh....
Natasia June
mmeeemmbosankan, ni kalo kejadian beneran bukan novel pasti salah satu dah minggat, hanya mengulang2 kalimat dan kejadian yg sama, mengungkit2...tapi maklum, adanya di dunia novel
Iryani levana khrisna Khrisna
terimakasih Thor semangat dalam berkarya
Isabela Devi
kenapa harus menyesal Andrean
Sumiyati Yati
cerita nya membosankan dan kurang greget,,
Aster
.
Annetha Annet
terlalu banyak narasi jd kesannya kurang bagus
novi 99
saran untuk Rania ... jangan suka melamun ....

keputusan untuk pisahnya dari bab pertama sampai skrg gak kunjung kelar.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!