NovelToon NovelToon
Rebel Hearts

Rebel Hearts

Status: tamat
Genre:Berbaikan / Dikelilingi wanita cantik / Playboy / Anak Genius / Percintaan Konglomerat / Obsesi / Tamat
Popularitas:13.4k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

"Kau tahu apa masalahmu, Salena? Kau terlalu sibuk menjadi sempurna sampai lupa caranya menjadi manusia." — Zane Vance.
"Dan kau tahu apa masalahmu, Vance? Kau pikir dunia ini panggung sirkusmu hanya karena teman-teman bodohku memanggilmu Dewa. Dasar alay." — Salena Ashford

Zane Vance (21) pindah ke Islandia bukan untuk mencari musuh. Tapi saat di hari pertama dia sudah mendebat Salena Ashford—si putri konglomerat kampus yang kaku dan perfeksionis—perang dunia ketiga resmi dimulai.

Semua orang memuja Zane. Mereka memanggilnya "Dewa dari New York" karena pesonanya yang bad boy, dingin, dan Urakan Ganteng (ini kata teman Selena), kecuali Salena.
Namun, semakin keras Salena berusaha menendang Zane dari tahtanya, semakin ia terseret masuk ke dalam rahasia hidup cowok itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gambar kupu-kupu hitam.

Pagi itu, Salena melangkah memasuki lobi utama kampus dengan kacamata hitam yang bertengger di hidungnya—taktik andalan untuk menyembunyikan mata yang sedikit sembab karena begadang memata-matai akun Instagram seseorang. Ia sudah menyiapkan mental untuk bertemu Zane dengan jaket denim belel dan sepatu kotornya lagi.

Namun, saat ia berbelok di koridor menuju kelas Hukum Internasional, langkahnya terhenti.

"Mustahil," bisik Salena di balik kacamata hitamnya.

Zane Sebastian Vance berdiri di dekat loker, sedang berbicara dengan salah satu dosen. Penampilannya hari ini berbeda, meski aura bad boy-nya tidak hilang sedikit pun. Kali ini, ia mengenakan turtleneck hitam ketat yang membungkus tubuh atletisnya dengan sempurna, dipadukan dengan long coat berwarna abu-abu gelap yang menjuntai hingga lutut.

Celana kain hitam yang ia kenakan terlihat sangat mahal, dipadukan dengan sepatu chelsea boots kulit yang mengkilap. Tidak ada lagi kesan gelandangan seperti kemarin. Ia tampak seperti pewaris takhta yang baru saja turun dari panggung fashion show di Paris, namun tetap dengan gaya rambut yang berantakan sengaja dan tatapan mata yang tajam bin dingin.

Tato di pergelangan tangannya sedikit mengintip dari balik lengan turtleneck-nya saat ia mengangkat tangan untuk melihat jam.

"Lihat itu, Sal..." Freya muncul entah dari mana, menyenggol lengan Salena dengan wajah histeris yang tertahan.

"Kemarin dia terlihat seperti pemberontak jalanan, hari ini dia terlihat seperti CEO muda yang bisa membeli seluruh kampus ini dalam satu jentikan jari. Dia benar-benar bunglon!"

Salena berusaha menjaga wajahnya tetap datar. "Tetap saja dia urakan. Lihat rambutnya, dia bahkan tidak menyisirnya dengan benar."

"Itu namanya style, Sal! sexy," goda Freya.

Zane tiba-tiba menoleh. Seolah memiliki radar, matanya langsung menangkap sosok Salena di tengah kerumunan.

Sudut bibirnya terangkat, bukan senyum ramah, melainkan seringai tipis yang seolah mengatakan, Aku tahu kau memperhatikanku.

Zane berjalan mendekat ke arah mereka. Langkah kakinya yang mantap menciptakan keheningan instan di koridor. Saat ia melewati Salena, ia berhenti sejenak, menundukkan kepala sedikit agar wajahnya sejajar dengan telinga Salena.

"Lain kali kalau mau mengintip profil orang, pastikan jarimu tidak terpeleset, Nona Ashford," bisik Zane dengan suara rendah yang menggetarkan. "Notifikasinya masuk ke ponselku pukul dua pagi tadi."

Setelah mengatakan itu, Zane kembali berjalan dengan santai, meninggalkan Salena yang membeku di tempat dengan wajah yang perlahan memerah hebat.

"Apa yang dia katakan padamu?!" tanya Freya penasaran.

Salena tidak menjawab. Ia ingin menghilang saat itu juga. Ternyata, Zane yang rapi jauh lebih berbahaya dan menyebalkan daripada Zane yang urakan kemarin.

Salena masuk ke ruang kelas dengan langkah cepat, berusaha mencari kursi paling depan agar tidak perlu berpapasan dengan "Dewa New York" itu lagi.

Namun, nasib sedang tidak berpihak padanya. Kelas Hukum Internasional pagi ini penuh sesak, dan satu-satunya kursi kosong yang tersisa adalah di barisan tengah, tepat di sebelah tas ransel hitam yang sangat ia kenali.

Dengan berat hati, Salena duduk di sana. Ia segera mengeluarkan MacBook dan buku catatannya, mencoba terlihat sangat sibuk.

Sret.

Kursi di sebelahnya ditarik. Zane duduk dengan santai, meluruskan kakinya yang panjang di bawah meja. Aroma parfum wood and sea salt yang mahal langsung menyerbu indra penciuman Salena, membuatnya mendadak sulit konsentrasi.

"Jadi," suara rendah Zane memecah keheningan di antara mereka, sementara Profesor di depan sedang sibuk menyiapkan proyektor. "Apa yang membuat mahasiswi paling teladan di Islandia ini terjaga sampai jam dua pagi di profilku?"

Salena tidak menoleh. Jarinya mengetik asal di keyboard. "Aku tidak tahu apa yang kau bicarakan, Vance. Ponselku mungkin sedang eror."

Zane terkekeh, suara tawanya terdengar seperti gesekan beludru. "Eror yang sangat spesifik ya? Sampai bisa menekan tombol like di fotoku saat sedang di jetski di New Jersey tahun lalu. Itu foto yang terkubur cukup dalam di feed-ku, Salena. Kau pasti butuh usaha keras untuk scrolling sampai ke sana."

Wajah Salena memanas. Ia menoleh sedikit, siap untuk melontarkan bantahan pedas, tapi kata-katanya tertahan di tenggorokan. Karena posisi Zane yang sedang bersandar dan menoleh ke arahnya, rambut di bagian samping telinga pria itu sedikit tersingkap.

Salena terpaku. Di sana, tepat di belakang cuping telinga kiri Zane, terdapat sebuah tato kecil. Sangat kecil dan halus. Dari jauh, itu memang terlihat seperti tanda lahir atau noda hitam kecil, tapi dari jarak sedekat ini, Salena bisa melihat detailnya dengan jelas.

Itu adalah gambar kupu-kupu hitam.

"Kupu-kupu?" batin Salena heran. Ia tidak menyangka seorang pria yang dicitrakan sebagai dewa yang urakan dan hobi balapan akan memilih motif yang tampak begitu... puitis di tempat sesensitif itu.

"Kenapa? Kau mau memberi like juga pada tato ini?" goda Zane, menyadari arah pandangan Salena.

Salena berdehem, berusaha menguasai diri. "Aku hanya mengira itu kotoran atau tanda lahir. Ternyata cuma tato kecil yang aneh. Kenapa kupu-kupu? Tidak cocok dengan reputasi Dewa New York mu yang garang itu."

Zane merapatkan jarak, suaranya kini hanya bisa didengar oleh Salena. "Kupu-kupu itu simbol transformasi, Nona Ashford. Dan terkadang, hal yang paling indah adalah hal yang paling sulit untuk ditangkap. Mirip seperti kau yang sulit sekali diajak bicara baik-baik."

Salena mendengus, kembali menghadap ke depan. "Jangan mulai dengan kata-kata manis playboy-mu. Aku tidak akan mempan."

"Kita lihat saja nanti," Zane menyandarkan punggungnya, memainkan pulpen di jemarinya dengan lihai. "Tapi setidaknya aku tahu satu hal sekarang, Kau tertarik padaku lebih dari yang kau akui."

Salena ingin sekali berteriak bahwa itu tidak benar, tapi dia tahu, berdebat dengan Zane di kelas hanya akan membuat teman-temannya yang alay semakin heboh. Ia terpaksa duduk diam dengan jantung yang berdebar tidak karuan, sementara bayangan tato kupu-kupu kecil di belakang telinga Zane terus berputar di kepalanya.

🌷🌷🌷🌷🌷

Happy Reading Dear 🥰😍

1
falea sezi
phoenik goblok
falea sezi
Karel ini jalang bgt ya g bersukur dpet phoenik dan phoenik nya goblok kayak g ada cwek. lain aja
Epha Yusra
ceritanya bagus... berbeda...
Vina Vina
Sedihnyaaaa...../Sob/
falea sezi
Zane sebenarnya suka Karel. gk sih Thor
Anisa Muliana
padahal keluarga Vance berpengaruh di New York masak gk ada pembalasan utk si penabrak? kenapa rasanya kayak pasrah aja gtu..dan yg bergerak utk membalas malah Katiya..😌
Anisa Muliana
ditunggu update ceritanya thor..😁
Anisa Muliana
serius ceritanya seru thor😍 dan bikin deg"an bacanya Krn gk bisa nebak alurnya kyk gmna..
Anisa Muliana
sepertinya seru ceritanya thor😊
sakura
...
anggita
ikut dukung ng👍like sama iklan☝saja.
anggita
tato yg keren😚
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!