NovelToon NovelToon
Jodoh Pilihan Mama

Jodoh Pilihan Mama

Status: tamat
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:4.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Rosma Sri Dewi

Renata seorang gadis miskin, terpaksa mau menikah dengan pria tampan yang lumpuh akibat kecelakaan,yang menimpanya. Pria itu bernama Arya Pramana Biantara, pewaris dari sebuah perusahaan besar. Renata mau menikah karena ibu dari pria itu menjanjikan akan membiayai pengobataan ibunya yang menderita kanker paru-paru.
Arya sangat membenci Renata, karena dia yakin kalau wanita miskin itu, mau menikah dengannya hanya karena harta, berhubung sebelum mereka menikah, mereka sebenarnya sudah lebih dulu saling mengenal, karena Renata adalah sahabat dari gadis yang dicintainya.
Tanpa sepengetahuan orang tua Arya, mereka berdua membuat perjanjian, kalau Renata akan pergi dari hidup Arya begitu pria itu nanti berhasil sembuh.Arya yang awalnya tidak memiliki semangat untuk sembuh karena patah hati pada sahabat Renata yang sudah menikah, begitu mendengar janji Renata langsung bersemangat untuk sembuh, karena dia benar-benar ingin lepas dari Renata.
Apakah Keduanya akan berpisah begitu Arya sembuh?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosma Sri Dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Saling menantang

Malam kini sudah menjelang, dan keluarga Adrian baru saja selesai makan malam. Kalau Adrian dan Tiara menghabiskan waktu untuk menonton di ruang TV, sebelum masuk ke dalam kamar. Sementara Renata dan Arya sudah kembali ke dalam kamar.

Arya sudah naik ke atas ranjang dan menyender di sandaran ranjang sembari memainkan ponselnya. sementara Renata ke kamar mandi untuk menggosok giginyanya.

Beberapa saat kemudian, tampak Renata keluar dari kamar mandi dan langsung naik ke atas ranjang.

"Hei, mau ngapain kamu? jangan bilang kalau kamu akan tidur di ranjang ini?" Arya mendelik tajam.

"Maksud kamu, aku akan tidur di mana?" Renata mengrenyitkan keningnya.

"Tuh ada sofa. Kamu tidur di sana?" Arya menunjuk ke arah sofa.

"Sofa itu diciptakan orang untuk diduduki bukan untuk tidur. Sementara ranjang diciptakan untuk ditiduri, jadi sebagai manusia yang menghargai pembuat ranjang ini, ya aku harus mempergunakannya sesuai dengan fungsinya, yaitu ditiduri,"

Arya kembali menggeram karena gadis yang usianya masih 19 tahun itu, sama sekali tidak merasa takut padanya.

"Arghhh!" Arya yang kehabisan kata-kata langsung berbaring, malas berdebat.

"Awas aja kalau nanti kamu peluk aku!" Arya masih sempat mengucapkannya.

Renata tidak peduli sama sekali, dia juga ikut berbaring di samping Arya.

Arya tiba-tiba tersenyum smirk karena tiba-tiba ada sebuah ide yang menyelinap ke kepalanya.

"Kamu tidak mau pergi dari ranjang ini, aku yang akan buat kamu pergi sendiri," bisik Arya pada dirinya sendiri.

Arya kemudian, tiba-tiba merentangkan tangannya, dan dengan sengaja meletakkan tangannya ke dada Renata dan bahkan hampir menyentuh dua benda kenyal di dada wanita itu.

Renata sontak saja menutup matanya sembari meringis. Namun, wanita itu tahu kalau apa yang dilakukan Arya barusan, adalah salah satu cara untuk membuat dia pergi.

"Enak saja, kamu mau mengusirku dari ranjang ini? kamu tidak akan pernah berhasil. Cara kamu ini tidak akan mempan untukku," Renata membatin sembari mengangkat kakinya dan meletakkan di atas barang keramat milik Arya, bahkan hampir menyentuhnya.

Arya seketika menggeram dan melirik Renata dengan tajam. Pria itu sama sekali tidak mau kalah. Pria itu pun duduk kembali, sehingga mau tidak mau kaki Renata benar-benar menyentuh bagian vital Arya. Namun Arya sama sekali tidak peduli.

"Astaga, kakiku benar-benar menyentuhnya," batin Renata dengan mata membesar.

Tanpa didasarinya, wajah Arya kini sudah berada persis di dekat wajah Renata, membuat mata Renata semakin membesar saking kagetnya.

"Kamu mau menantangku? apa kamu kira karena aku tidak bisa menggerakkan kakiku, yang lain juga tidak berguna? dia tentu saja masih bisa bekerja dengan normal," embusan napas Arya menyapu wajah Renata, sehingga membuat seluruh tubuh Renata, merinding.

Bau mint yang berasal dari mulut pria itu, menambah sensasi yang sulit untuk dideskripsikan oleh Renata.

Setelah terpaku untuk beberapa saat, Renta seketika tersadar dan kini balik menantang. Wanita itu malah semakin mendekatkan wajahnya, berharap Arya yang kalah dan menjauhkan wajahnya. Namun, harapan Renata meleset. Arya justru juga mendekatkan wajahnya, hingga hampir tidak ada jarak pada bibir keduanya.

"Bagaimana? apa kamu benar-benar siap sekarang? tinggal se inci lagi, Dan kalau sudah bersentuhan, aku tidak bisa menjamin kalau aku tidak akan meminta lebih," Arya kembali buka suara dengan mata yang mengerling, meledek.

Saking dekatnya, bau mint itu semakin terasa, membuat Renata seakan terhipnotis.

Sementara itu, Arya yang memang terlihat seakan sedang menantang, siapa tahu kalau ternyata pria itu sudah mulai hampir terhanyut melihat bibir Renata yang menantang, bahkan di bawah sana sudah mulai sedikit menggeliat.

"Sial, kenapa dia belum menyerah sih? kalau begini, bisa-bisa aku yang kalah," batin Arya.

Arya kemudian mulai meletakkan tangannya di atas perut Renata dan mulai meraba.

"Aaaaaa!" tindakan Arya itu membuat Renata kaget, sehingga dia mendorong tubuh Arya dengan kuat.

"Dasar me*sum!" pekik Renata sembari turun dari atas ranjang.

"Kenapa? kamu takut juga rupanya. Seperti yang kamu katakan tadi kalau untuk menghargai pembuat ranjang ini, harus dipakai sesuai fungsinya. Dan begitu juga dengan surat nikah. Agar surat nikah itu berfungsi ya kita harus melakukan kewajiban sebagai suami istri, benar kan?"

"Ihh aku nggak mau ... aku nggak mau!"Renata seketika bergidik dan meraih bantal dari atas ranjang.

"Kamu tidur saja sendiri di sini!" pungkas Renata sembari beranjak menuju sofa.

Sementara itu, Arya tersenyum puas dan kembali membaringkan tubuhnya.

"Akhirnya, aku berhasil menghalaumu dari sini!" sorak Arya sembari merentangkan tangannya.

Mendengar seruan Arya, membuat Renata merasa kembali tertantang. Wanita itu kembali berdiri dan mengayunkan kaki melangkah menuju ranjang.

"Kamu mengira aku sudah kalah. Tidak akan! Kalau kamu mau melakukannya denganku ya udah, Ayo!" Renata merangkak naik ke atas ranjang, membuat Arya panik.

"Kamu mau apa? jangan macam-macam!" pekik Arya.

Namun, Renata tiba-tiba mengurungkan niatnya, karena tiba-tiba ponselnya berbunyi.

Renata akhirnya kembali turun dari atas ranjang dan Arya pun mengembuskan napas lega.

"Wah, dia benar-benar berbahaya!" batin Arya sembari mengelus-elus dadanya.

Renata meraih ponselnya dan melihat kalau ada nomor Rico sang adik sedang menghubunginya. Wajah Renata sontak panik dan Jantungnya juga berdetak dengan kencang, merasa takut ada sesuatu yang terjadi pada mamanya.

tbc

1
Kamaratih Basagita
Ceoat senbuh thor
Jika thor berkenan, minum madu assalamah
Suamiku sdh sampai dirawat di IGD krn gerd kambuh dan efek ke jantung.
Alhamdulillah cocok dan tdk kambuh lagi yg oenting jaga pola hidup
Semoga cocok dan lekas membaik yaa /Smile/
antha mom
Luar biasa
antha mom
makanya itu Arya kasih lah kepastian SE jelas jelas nya ke Renata, Kamu juga buat perjanjian konyol itu kalau udah sembuh Renata harus pergi dari hidupmu,lah sekarang udah sembuh gimana ceritanya ini lanjut atau pisah
Fe
mengandung bawang 😭😭
dahliya
bagus
Ari_nurin
katanya seorang dokter yg notabene nya berpendidikan tinggi dan pasti orang cerdas tp kok kenyataan kayak orang bodoh dan ga berpendidikan si Raka 😏🤨
Ari_nurin
yups keterlaluan sekali memang Arya manggil orang seenak jidat nya sendiri 😡😡
Swan Lake
Luar biasa
Sita Sit
hmm hmmm,
Sita Sit
makanya jangan marahin Renata Mulu,ntar. dia pergi kamu depresi ar
Sita Sit
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/nah tuh jadi cowok kayak dr Raka gentle,
Sita Sit
mulai cemburu ya ar /Facepalm//Facepalm/
Sita Sit
kerjain terus tuh suami mu ren,/Facepalm//Facepalm/
Sita Sit
kerjain aja tuh si arya ren ,sok bgt jd cowok
eva murjani
Author yg sangat Luar biasa
Novelmu sll mudah di cerna dan tidak bertele-tele.
lupyuuu author 😘😘🌹🌹🌹🌹
eva murjani
satu kata buatmu Author
Novelmu Luar Biasa 😘👌
Bunda SalVa
luar biasa ceritanya
Esih Mulyasih
Luar biasa
Esih Mulyasih
karena obsesi dg Arya, malah berakhir mjd tindak kriminal...dan di penjara Kanaya... Kanaya...😤 kurang bersyukur dg keluarga yang sayang sama kamu 😑😞
Esih Mulyasih
hamil tuh Renata...
tapiii...kn Lom jebol gawang yaa... kumaha bs hamil euyy 🤔🤔... atau ini trik mama Tiara yaa 🤔🤭
lanjut Thor 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!