NovelToon NovelToon
Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Kebangkitan pecundang / Action / Romantis / Epik Petualangan / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Jian Yi secara tak terduga memperoleh sebuah pedang aneh yang mampu berbicara. Dari pedang itulah ia mempelajari teknik pedang kuno dan jalan kultivasi yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Saat kekuatannya dianggap cukup, pedang tersebut memerintahkannya untuk mengembara—mencari cara agar sang roh pedang dapat memperoleh wujud fisik.

Maka dimulailah perjalanan Jian Yi sebagai seorang pengembara, melangkah di antara bahaya, rahasia, dan takdir yang perlahan terungkap.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9: Tarian Kematian

 ​Ratusan prajurit Keluarga Yuan mengepung Jian Yi.

Mereka adalah unit elit, terlatih untuk bertarung dalam formasi rapat dan menggunakan jumlah sebagai senjata.

Namun, bagi seorang Grand Master seperti Jian Yi, formasi itu tak ubahnya jaring laba-laba rapuh yang siap terkoyak.

​"Serang!" teriak pemimpin pasukan, seorang Pendekar Master tingkat awal yang memegang pedang besar.

​Para prajurit menyerbu. Tombak-tombak panjang menusuk dari segala arah, pedang-pedang berdesingan, membentuk badai baja yang mematikan. Namun, di tengah badai itu, Jian Yi tidak bertarung. Ia menari.

​SWISH! WHIZZ! SHING!

​Ling'er di tangannya berubah menjadi kilatan cahaya ungu yang tak terlihat.

Jian Yi bergerak dengan kecepatan yang menipu mata telanjang.

Ia bukan menghindar, melainkan menari di antara setiap sabetan dan tusukan.

​Satu putaran cepat, dan tiga prajurit yang mencoba menusuknya dari belakang roboh, leher mereka tergorok tanpa suara.

Jian Yi melompat ke atas tombak yang melesat, berputar di udara, lalu mendarat di bahu seorang prajurit. Dari sana, ia mengayunkan Ling'er ke bawah.

​SLASH!

​Helm baja prajurit itu terbelah dua, dan kepalanya pecah seperti buah busuk. Darah dan otak berceceran.

​"Tarian kematian, ya, Bocah? Aku akui kau punya bakat artistik dalam pembantaian," komentar Ling'er dengan nada geli di benak Jian Yi.

​"Aku hanya membalas budi. Mereka ingin menyentuh teman-temanku. Sekarang, mereka yang akan merasakan sentuhan kematian." balas Jian Yi, tanpa mengurangi intensitas gerakannya.

​Ia seperti hantu. Para prajurit tidak bisa menyentuhnya.

Mereka menyerang udara kosong, tombak mereka saling beradu, dan beberapa bahkan melukai rekan sendiri dalam kepanikan.

Setiap kali Ling'er bergerak, selalu ada darah yang muncrat, selalu ada nyawa yang putus.

​Jian Yi menembus barisan depan, lalu barisan tengah, bergerak zig-zag seperti belut di antara ikan-ikan yang panik.

Gerakan tubuhnya efisien, tidak ada energi yang terbuang percuma. Setiap sabetan Ling'er menemukan sasaran vital: leher, jantung, atau kepala.

​KLANG! KRACK!

​Pedang Ling'er memotong baju zirah seolah itu hanyalah kain tipis.

Tulang remuk, daging terkoyak, dan darah menyembur seperti air mancur.

Para prajurit yang tadinya penuh semangat kini berteriak ketakutan.

Mereka adalah mesin perang, tapi di hadapan Jian Yi, mereka hanyalah boneka kain yang mudah dihancurkan.

​Pemimpin pasukan, sang Pendekar Master tingkat awal, menerobos kerumunan dengan pedang besarnya, berteriak, "Dasar pengecut! Ini untuk kehormatan Keluarga Yuan!"

​Ia mengayunkan pedangnya dengan kekuatan penuh, menciptakan tekanan angin yang cukup untuk membelah batu.

​Jian Yi menoleh, senyum tipis kembali muncul di bibirnya. "Akhirnya ada yang sedikit menghibur."

​Ia tidak mengelak. Jian Yi melangkah maju, menghadapi tebasan pedang besar itu secara langsung.

Ling'er terangkat dengan cepat, beradu dengan pedang raksasa itu.

​BRAAAAKKK!

​Ledakan energi Qi memenuhi halaman. Tanah di bawah kaki mereka retak.

Pedang besar sang pemimpin itu retak dari tengah, lalu hancur berkeping-keping.

Energi Qi yang sama menembus tubuh Pendekar Master itu, menghancurkan organ dalamnya hingga ia roboh tanpa sempat berteriak.

​Melihat pemimpin mereka tewas dalam satu serangan frontal, moral para prajurit langsung hancur.

Ketakutan mengambil alih. Mereka mulai melarikan diri, saling sikut untuk mencari jalan keluar dari mimpi buruk ini.

​Namun, Jian Yi tidak memberi ampun.

​Teknik Grand Master: Ribuan Pedang Bayangan!

​Jian Yi mengangkat Ling'er ke langit. Dalam sekejap, ribuan bayangan pedang ungu muncul di udara, melayang di atas ratusan prajurit yang panik.

​SHING! SHING! SHING!

​Ribuan pedang bayangan itu jatuh seperti hujan meteor.

Setiap pedang menembus satu prajurit, menjatuhkan mereka dengan luka fatal di kepala atau jantung.

​Hanya dalam hitungan detik, halaman luas yang tadinya dipenuhi ratusan prajurit kini menjadi lautan mayat.

Darah mengalir membasahi paving batu, membentuk sungai merah menuju bangunan utama Keluarga Yuan.

​Jian Yi menurunkan Ling'er. Ia berdiri di tengah lautan mayat, jubah hitamnya berkibar tenang, tak setetes pun darah menempel di tubuhnya.

Ia menatap bangunan utama Keluarga Yuan yang kini hening, seolah ketakutan telah mencengkeram setiap jiwa di dalamnya.

​"Mereka sudah tahu siapa yang datang," bisik Ling'er. "Aura tiga Pendekar Master level tinggi dari Keluarga Yuan sedang berkumpul di aula utama. Mereka sudah menunggumu, Jian Yi. Pertarungan yang sebenarnya baru dimulai."

​"Bagus," jawab Jian Yi, melangkah maju melewati genangan darah. "Aku tidak suka membuang waktu."

1
Dadan Purwandi
mantapppp 🔥🔥🔥🔥
Dadan Purwandi
gaspolll thorrrrr🔥🔥🔥🔥
Dadan Purwandi
mantap thorrrrr🔥🔥🔥🔥
Dadan Purwandi
mantap 🔥🔥🔥🔥
Dadan Purwandi
mantap ceritanya 🔥🔥🔥🔥🔥
Dadan Purwandi
hancurkannnnn🔥🔥🔥🔥
angin kelana
dah 7 tahun lg yah...
Agen One: time skip aja/Pray/
total 1 replies
Adibhamad Alshunaybir
mantap author semangat up nya☺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!