NovelToon NovelToon
REBIRTH: MENIKAHI PAMAN MANTANKU

REBIRTH: MENIKAHI PAMAN MANTANKU

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Reinkarnasi / Balas Dendam / Nikah Kontrak / Mengubah Takdir
Popularitas:8.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

Tujuh tahun cinta, dibalas dengan kematian di tengah api. Di hari pernikahanku, aku baru tahu bahwa tunanganku, Aiden, telah memiliki anak dengan kakak tiriku.
Saat aku membuka mata, aku kembali ke masa lalu. Berdiri di depan pria yang paling ditakuti, Jerome Renfred. Dia adalah paman kandung Aiden—pria dingin yang diam-diam menangisi kerangkaku di kehidupan sebelumnya.
"Jadikan aku istrimu, Tuan Renfred. Mari kita hancurkan mereka bersama."
Aku hanya menginginkan pernikahan kontrak demi dendam. Namun, kenapa setiap kali aku terluka, pria dingin ini yang merintih kesakitan?
"Valerie, jangan pernah berpikir untuk pergi. Di mata dunia kita adalah kontrak, tapi di tempat tidurku, kamu adalah selamanya."
Aiden, bersiaplah memanggilku "Bibi". Karena sekarang, aku adalah milik pria yang paling kamu takuti!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33: Kebangkitan Dari Kematian

Malam puncak yang dinanti tiba. Gedung opera megah milik keluarga Renfred disulap menjadi lautan kemewahan. Ribuan lampu kristal memantulkan cahaya pada perhiasan para tamu undangan yang terdiri dari diplomat, pengusaha kelas atas, dan media internasional. Di tengah aula, Silas Renfred berdiri dengan dada membusung, mengenakan tuxedo pesanan khusus yang memancarkan aura kekuasaan mutlak.

Di sampingnya, Elena berdiri mengenakan gaun putih gading. Meski wajahnya dipoles riasan sempurna, matanya terus bergerak gelisah, mencari-cari sosok yang kemarin malam mengancamnya di hotel.

"Tersenyumlah, Elena," bisik Silas tajam tanpa menoleh. "Malam ini adalah malam kemenangan kita. Saham keluarga Renfred dan keluargamu akan menyatu, dan pengganggu kecil itu sudah menjadi sejarah."

Elena memaksakan senyum kaku. "Tuan Besar... apakah Anda yakin dia benar-benar sudah tidak ada? Laporannya hanya berupa pesan singkat."

Silas tertawa rendah, sebuah tawa yang penuh dengan kesombongan. "Pembunuh yang kukirim tidak pernah gagal. Valerie Vaughn sekarang mungkin sudah berada di dasar sungai atau terkubur di hutan. Jangan biarkan ketakutanmu merusak momen ini."

Silas kemudian melangkah menuju podium emas di tengah aula. Ia mengangkat tangannya, meminta perhatian dari ribuan tamu yang seketika terdiam.

"Hadirin sekalian," suara Silas bergema melalui pengeras suara perak. "Malam ini, bukan hanya merayakan kerjasama bisnis, tapi juga masa depan dinasti Renfred. Putraku, Jerome Renfred, akan mengikat janji suci dengan Elena dari keluarga De Luca. Ini adalah simbol kekuatan yang tidak akan bisa digoyahkan oleh siapa pun!"

Tepuk tangan riuh membahana. Silas menoleh ke arah pintu samping, menunggu Jerome muncul sendirian—seperti yang ia instruksikan setelah 'kematian' Valerie. Namun, detik demi detik berlalu, pintu itu tetap tertutup.

...****************...

Tiba-tiba, suara dentuman keras terdengar dari pintu utama aula. Bukan pintu samping tempat para bangsawan masuk, melainkan pintu gerbang raksasa yang biasanya hanya dibuka untuk kepala negara.

Pintu itu terbuka dengan paksa.

Lampu aula mendadak meredup, menyisakan lampu sorot yang mengarah ke pintu masuk. Di sana, berdiri barisan pria berseragam hitam dengan lambang Ares Security. Mereka tidak hanya berdiri; mereka membentuk pagar betis yang sangat panjang menuju podium, menyingkirkan para tamu dengan gerakan militer yang tegas.

Lalu, terdengar suara langkah sepatu yang tegas beradu dengan marmer.

Jerome Renfred melangkah masuk. Ia tampak seperti kaisar kegelapan dalam balutan tuxedo hitam legam yang dipadukan dengan kemeja hitam di dalamnya. Namun, aula itu mendadak kehilangan napas saat melihat wanita yang berada di gandengannya.

Valerie Blackwood.

Ia mengenakan gaun merah darah yang menjuntai indah, memancarkan aura dominasi yang belum pernah dilihat siapa pun sebelumnya. Di lehernya melingkar kalung Blue Tear yang legendaris, safirnya berpendar biru tajam di bawah lampu sorot. Ia tidak lagi menunduk. Matanya menatap lurus ke arah Silas dengan keberanian yang mematikan.

"M-mustahil..." gumam Silas, wajahnya berubah pucat pasi seputih kapas. Gelas wiski di tangannya jatuh dan hancur berkeping-keping. "Kau... kau seharusnya sudah mati!"

Elena hampir jatuh pingsan di atas podium, tangannya menutupi mulutnya karena ngeri.

Jerome dan Valerie berhenti tepat di depan podium. Jerome mendongak, menatap ayahnya dengan seringai yang sangat dingin.

"Maaf kami terlambat, Ayah," ucap Jerome, suaranya yang bariton menggelegar di seluruh aula yang sunyi. "Istriku butuh waktu sedikit lebih lama untuk bersiap-siap setelah 'tamu' yang Ayah kirim tadi malam meninggalkan sedikit kekacauan di rumah kami."

Valerie melangkah maju, melepaskan gandengan Jerome dan menaiki tangga podium dengan tenang. Silas mundur selangkah, ketakutan melihat wanita yang ia anggap sudah menjadi mayat kini berdiri di hadapannya.

Valerie mengambil mikrofon dari tangan pembawa acara yang membeku. Ia menatap ke arah kamera media yang sedang menyiarkan acara ini secara langsung ke seluruh dunia.

"Selamat malam, hadirin," suara Valerie terdengar sangat jernih dan penuh wibawa. "Maaf jika kemunculan saya mengejutkan Anda semua. Terutama Tuan Silas Renfred, yang tampaknya sedang melihat hantu."

"Berhenti! Keamanan! Tangkap mereka!" teriak Silas dengan suara parau yang pecah.

"Keamananmu sudah berada di bawah kendaliku, Ayah," potong Jerome sembari melangkah naik ke podium di samping Valerie. "Dan sekarang, biarkan pemilik sah aset ini berbicara."

Valerie menatap Silas dengan senyuman yang sangat tipis namun menusuk. "Tuan Silas, Anda mengumumkan pertunangan putra Anda dengan Elena untuk menutupi kebangkrutan tersembunyi Renfred Group, bukan? Tapi sayangnya, bursa efek baru saja melaporkan sesuatu yang menarik."

Valerie menekan sebuah tombol di tablet yang ia bawa, dan layar raksasa di belakang podium—yang seharusnya menampilkan foto Jerome dan Elena—berubah menampilkan grafik saham yang terjun bebas, diikuti dengan dokumen kepemilikan.

"Per detik ini," Valerie melanjutkan, suaranya semakin tajam, "Blackwood Global telah mengakuisisi 45% saham Renfred Group menggunakan dana pribadi yang telah Anda curi dari keluarga Blackwood selama tiga puluh tahun. Dan sebagai pemilik saham mayoritas yang baru, tindakan pertama saya adalah... membatalkan rencana pertunangan ini."

Kegaduhan meledak di seluruh aula. Silas terengah-engah, memegangi dadanya yang terasa sesak. "Kau... kau jalang kecil! Aku adalah Silas Renfred! Kau tidak bisa melakukan ini padaku!"

Valerie mendekati Silas, berbisik tepat di telinganya sehingga hanya Silas yang bisa mendengar. "Ingat peti mati di mimpi Jerome, Silas? Kau mengirimnya ke sana sekali. Tapi kali ini, aku membawa dia kembali untuk melihatmu membusuk di atas takhtamu sendiri. Racun yang kau kirim tadi malam... sudah aku kembalikan dalam bentuk kehancuran perusahaanmu."

Jerome merangkul pinggang Valerie, menariknya rapat-rapat. "Sudah selesai, Ayah. Jangan paksa aku untuk mengeluarkan rekaman suara Ayah saat memerintahkan pembunuhan tadi malam. Pergilah dengan sisa harga diri yang Ayah miliki, sebelum Ares Security menyeret Ayah keluar secara tidak terhormat."

Elena, yang sudah tidak tahan lagi, berlari turun dari podium sambil menangis histeris, meninggalkan Silas sendirian di bawah sorotan lampu yang kini terasa seperti hakim.

Valerie menatap para tamu dan kamera dengan wajah yang dingin. "Pesta ini belum berakhir. Tapi mulai malam ini, tidak ada lagi Renfred Group. Yang ada hanyalah Blackwood-Renfred, dan kami yang memegang kendali."

Jerome mencium pelipis Valerie di depan ribuan orang, sebuah deklarasi kepemilikan mutlak. Mereka berdiri tegak di atas reruntuhan kekuasaan Silas, sebagai dua jiwa yang telah menaklukkan maut dan kini siap memerintah dunia mereka sendiri.

...****************...

1
Ridwani
👍👍👍👍👍
Ariska Kamisa: Terimakasih kak 🙏
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
jadi bingung ayah Jerome siapa kakeknya Aiden atau Silas yang kemaren mau membawa Valerie ketika salah paham di Kuil Jerome
Ariska Kamisa: maaf kakak itu aku revisi karna rancu kakak POV nya. 🤭
total 1 replies
Mifta Nurjanah
3 kli aj
Mifta Nurjanah
cie main lgi
Mifta Nurjanah
cie diunboxing
Aidil Kenzie Zie
berarti semua orang punya mata-mata
aditya rian
Jerome tidak tahu kah dia juga terlahir kembali ?
aditya rian
ini mah mistis jatuhnya
aditya rian
tuh kan jatuhnya dark romance ini sih
aditya rian
obsesinya serem sih
aditya rian
dark banget sih ini
aditya rian
ceritanya kompleks bukan hanya kelahiran kembali atau reinkarnasi tapi ditambahkan aroma aroma dark romance nya juga ini, karena obsesi Jerome itu menurut ku dark banget sampe dia mempersembahkan dirinya untuk merasakan hal yang sama dengan wanita yang di cintai nya.
aditya rian
mampir ahh
Aidil Kenzie Zie
nggak ada sapaan ayah mertua kah
Ariska Kamisa: menantu durhaka🤭🤣
total 1 replies
Aku Agni
Sukaaa
Aku Agni
lanjuutttttt
Aku Agni
fix ini mah bapak Blackwood
Aku Agni
obsesinya tu yg kecintaan banget ya
gaby
Tp kesannya malah jadi seolah2 Jerome melindungi Valeri bukan karena cinta, tp lebih karena ingin melindungi dirinya sendiri. Karena bila Valery luka, maka Jerome ikut merasakan sakitnya. Bisa2 Valeri salah paham, dkira Jeromi cuma berusaha melindungi dirinya sendiri
Ariska Kamisa: "Wah, jeli banget bacanya! Memang sisi 'egois' Jerome ini yang bikin hubungan mereka makin pelik. Tapi apakah Jerome benar-benar hanya takut sakit, atau justru dia rela menahan sakit itu supaya Valeri nggak ngerasain sendirian? Terus pantengin bab selanjutnya ya, karena Valeri bakal mulai ngerasain dilema yang sama!"🙏
total 1 replies
gaby
Ini namanya cinta sejati yg sehidup semati. Bila wanitanya terluka, sang pria ikut merqsakan sakitnya. Bukan kaya laki2 di luaran sana yg mengaku cinta mati ke istrinya, tp di belakang istri dia kawin lagi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!