Dituduh Cinta karena kesalahan. Rama membuktikan kalau cintanya bukan kesalahan, murni rasa dari mata turun ke hati. Usaha mendapatkan cintanya seolah didukung oleh jagat raya meski berawal dari kesalahpahaman.
“Nggak masalah nikah karena digrebek, yang penting sah.”
“Siapa kamu, berani mencintai seorang Bimantara.”
“Di dunia ini, Rama jodohnya Gita.”
Kisah cinta Rama Purwangga dan Gita Putri Bimantara, jadilah saksi seberapa darurat cinta mereka.
Spin off Bosku Perawan Tua dan Diam-diam Cinta
=== Mohon dengan sangat agar tidak baca dengan melompat bab dan ikuti sampai akhir ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
16. Aku Sih Yess
Bab 15
“Abang, aku balik ke kamar ya. Mama udah datang,” seru Gita. Pesan dari Arya menanyakan keberadaannya, segera menyed0t jusnya menimbulkan bunyi karena bersisa batu es saja.
“Ayo, aku antar. Mau pesan lagi?”
“Iya.” Gita memanggil pelayan memesan beberapa cup jus untuk dibawa ke kamar lalu mengeluarkan sebuah kartu.
“Biar aku aja.”
“Jangan, aku bayar sendiri.”
“Aku aja. Emang aturannya begitu ‘kan, aku cari uang buat kamu jajan.” Rama mengerlingkan matanya membuat Gita terkekeh dan meja sebelah kembali bersorak.
“Jangan percaya neng, minta dibawakan seserahan dulu.”
Gita tertawa sambil menutup mulutnya, sejak tadi apa yang Rama katakan dan lakukan selalu jadi bulanan-bulanan.
“Abaikan aja, nggak akan aku kenalin. Belum waktunya,” seru Rama lagi. “Kamu nginep?”
“Belum tahu, mama kayaknya pulang pasti aku disuruh pulang juga.”
“Kabarin ya.” Gita mengangguk cepat dan lagi-lagi tangan Rama lancang mengusap kepala gadis itu. Sapri dan Beni mendadak bersuara macam pengunjung kebun binatang.
“Emang lakn4t kalian,” sentak Rama pada meja sebelah.
Gita beranjak saat pesanannya datang, begitu pun dengan Rama. “Aku antar sampai tujuan!”
“Pegangan ya neng, banyak mobil di luar,” ejek Beni.
“Mau saya kawal, mas?” usul Sapri.
“Ayo, nggak usah pamit. Anggap aja mereka patung selamat datang.” Gita mengangguk sambil tersenyum pada penghuni meja sebelah.
“Hati-hati Gita,” ucap Lisa.
“Iya, mbak. Duluan ya.”
Rama mengantar sampai area kamar VIP dan Gita merasa aneh karena jalur yang mereka lewati lebih dekat.
“Makasih ya bang, aku ke kamar dulu.”
“Hm. Kabar-kabari ya, cinta.”
Gita kembali tersenyum dan mengangguk lalu melambaikan tangan bergegas ke kamar di mana keluarganya berada.
Sedangkan Rama kembali ke cafe dan menyelesaikan pembayaran mejanya juga meja sebelah. Asoka sudah bergabung di sana untuk menjemput Lisa. Tidak memperdulikan ejekan nada sumbang Beni dan Sapri.
“Kayaknya seru,” ucap Asoka.
“Seru banget dok, udah kayak roman picisan yang adegannya bersambung terus. Gil4 ya Rama, bisa selebay itu.” Yuli sampai menggeleng pelan.
“Heran gue, punya temen nggak ada akhlak pisan. Bukannya didukung biar gue nggak jomblo terus malah jadi satpam di sini. Ambulance noh pikirin biar bunyinya nggak uwiw uwiw lagi.”
“Hati masih aman, mas?”
“Jantung yang nggak aman, Sap. Senyumnya neng cinta bikin jantung berdebar hebat dan kepala cenat-cenut.”
“Kepala yang mana, Ram?” Beni tergelak sedangkan Rama langsung berdecak.
Tidak lama perkumpulan itu pun bubar, ada yang pulang ada yang kembali ke habitat.
...Tim Pencari Kitab Suci🤸...
Beni Ganteng : Foto
Foto
Video
S4pri : Mas, ketemuan sama non Gita kapan lagi? Biar kita kawal
Yuli Imut : Dibalik kegilaan seorang Rama, ternyata bisa so sweet juga
Lisa Kanaya : Aku penasaran sama perasaan Gita ke Rama
Beni Ganteng : Kekenyangan gombalan dia, sampai gum0h
Asoka Harsa : Udah fix jadian belum
Beni Ganteng : Bagi Rama udah kayaknya, yang udah-udah kan gitu🤣
S4pri : Jadian versi Mas Rama, asal balas chat dia udah resmi jadi pacar
Rama P. : Puas-puaskan kalian menghujat. Lain kali gue mau senyap, menyedihkan banget kencan dikawal sekompi mana pada berisik kayak di pasar. Nggak usah pake deklarasi cinta, dok. Gue maunya langsung ijab qabul
***
Gita berharap bisa menginap menemani Gilang dan bisa bertemu lagi dengan Rama, nyatanya Arya memboyong Sarah dan dirinya pulang. Bahkan pak Iwan sudah diminta pulang sejak tadi.
Dalam perjalanan Arya tampak serius, sepertinya ada hal yang menjadi pikiran. Wajar saja, dia masih memimpin di Bimantara Properti, lalu kesayangannya jatuh sakit.
“Mandi lalu istirahat,” seru Sarah sebelum keluar dari mobil. padahal wanita itu pun belum sepenuhnya pulih, tapi masih menjadikan Gita fokus utamanya.
“Iya, mah.”
Sepeninggal Sarah dan Gita ke dalam, Arya memanggil Iwan. Apalagi kalau bukan bicara masalah Gita.
“Tidak ada yang aneh, pak. Aktivitas di kampus hanya kuliah biasa.”
“Kamu yakin?”
“Yakin, pak,” sahut Iwan.
Arya merasa ada perubahan dari diri Gita, juga kenyataan kalau putrinya itu beberapa kali berbohong demi berkumpul dengan teman-temannya agak mengganggu pikiran. Khawatir kalau Gita salah jalan.
“Mulai besok, pastikan lagi apa yang dilakukan Gita! Kalau perlu tambah orang, tidak masalah. Kalau kamu yang mengawasi dari dekat, dia bisa tahu.”
“Siap, pak!”
Sedangkan di kamar, Gita sudah berganti piyama setelah membersihkan diri. Berbaring di sofa ditemani layanan TV streaming, membuka ponselnya. Wajahnya kembali merona mendapati pesan dari Rama.
...Abang Rama...
Cinta, lagi apa? Abang udah kangen lagi nih
^^^Masa sih?^^^
Sumpah neng. Kalau di belah dad4 abang isinya nama kamu semua
^^^Lebay tau 🤭😊^^^
Beralih ke pesan lain, dari Arlan yang tidak dia buka apalagi dibaca.
...Pretty Angels...
Leni : Git, lo di mana? Tadi Arlan nyariin tau. Lo nggak respon dia ya
Sesil : Beuh, Bela silahkan ke laut. Arlan semakin gencar sama Gita
Bela : Bod0 amat
Rani : Lo sendiri gimana Git sama Arlan?
Leni : Iya, kok bisa nggak lo respon. Bukannya lo jomblo ya, sama kayak gue 🤣
Bela : Gue Cuma mau bilang, mantan Arlan itu berderet. Mau sama dia harus siap sakit hati
Gita : Aku nggak mau respon khawatir Arlan pikir kasih harapan
Sesil : Jadi lo nolak Arlan? @Gita
Bela : Haha, dendam gue terbalas lewat Gita. Pengen ngakak so hard
Gita : Bukannya nolak, karena Arlan belum bilang apapun cuma ngajak jalan. Tapi aku nggak ada perasaan sama dia, makanya nggak respon gimana-gimana
Bela : Mampoos si Arlan 🤣😁
“Masalah hati nggak bisa dipaksakan. Kalau bang Rama yang maksa, aku sih yess.” Gita tertawa menutup wajahnya dengan bantal sofa dan kedua kaki menendang angin.
\=\=\=\=\=\=
Udah baca spoiler di lapak sebelah ya? Drama dan gimana usaha Rama menjadi klan Bimantara, tentunya gak akan mudah 🤣🤭😊
orang tua kalian juga kalau tau kelakuan kalian begitu pasti kecewa 😔
denger arlan orang baik mah pasangannya sama orang baik, nah situ maniak cewe dapetnya juga tar yang sama kaya kamu 😏
Kalian yang jomblo & dokter vampire duda tambah ngiri aja ya, jangan sampe nganan itu lampu shein hatinya, ngiri aja 😜
ndak jujur az kalo ketangkep basah ma Camer???
hadew....