Jangan cari FAEDAH di novel ini ya, nggak bakal nemu 🤣
Tiap bab nya nganu semua 🙏
😈😈😈
Setelah melewati one night stand, Davin mencari wanita itu. Ternyata wanita itu adalah wanita dewasa dengan sejuta pesona. Davin membuat malam-malam diantara mereka terus terasa panas.
Davin × Viona.
Adult Romance 21+++
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kim.nana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 26 - I Love You So Much
Viona kini bergerak lebih cepat di tubuh Davin, karena gelombang itu nyaris mendatangi mereka berdua. Rambut panjangnya bergerak seirama dengan gerakannya yang naik turun, sementara kedua dadanya aman dalam genggaman sang kekasih.
Hal gila yang dulu selalu dihindari oleh Viona, kini dia malah terus melakukannya bersama Davin. Berbagi peluh menuju nirwana.
"Vio, kamu membuatku gila sayang," rancau Davin diantara nikmat yang menjalar diseluruh tubuhnya. Siapa yang tidak tergila-gila pada tubuh Viona, dan beruntunglah Davin yang mendapatkannya.
Keduany melenguh panjang, Davin bahkan langsung menekan kedua bokong Viona agar semakin masuk ke dalam, menciptakan sensasi yang dia pun tak mampu untuk menggambarkannya.
"Viin, aku lelaah."
"Ku kira kamu tidak bisa lelah, tadi seperti kucing kesetanan."
"Jangan membuatku malu."
"Tapi aku menyukainya sayang, sangat."
"Emhh, jangan bergerak dulu."
"Aku hanya ingin kita berbaring."
Davin merebahkan tubuhnya, dengan Viona yang berada di dalam dekapan.
"Viiiin?"
"Apa sayang?"
"Aku mau bicara serius."
"Katakan."
"Tapi jangan gerak-gerak."
"Iya, nanti kalau gerak malah hidup lagi."
"Iih!" Viona memukul dada Davin pelan, sementara Davin semakin memeluk pinggang sang kekasih erat.
"Katakan, kamu mau bicara apa?" tanya Davin.
"Bukannya pria kalau sudah mendapatkan ini dari wanita langsung pergi, apa nanti kamu juga seperti itu?"
"Tidak, bukannya aku sudah bilang akan menikahimu?"
"Kenapa?"
"Aku menyukaimu Viona, mungkin sekarang sudah berubah jadi cinta. Aku bahkan sudah memikirkan nama anak kita andai kamu hamil, sebegitunya aku tentang hubungan kita, apa kamu masih ragu juga?"
"Memangnya siapa nama anak kita?"
"Kalau perempuan Diara, kalau laki-laki Dion."
Viona mengulum senyum, Davin selalu saja bisa membuatnya tersenyum seperti ini.
"Jangan bohong."
"Tidaaak, astaga Vionaa!" kesal Davin, dia langsung menindih Viona dan menghujani sang kekasih dengan banyak ciuman di wajahnya.
"Kamu mau bukti apalagi? hem?"
Viona nampak berpikir.
"Sebenarnya aku takut."
"Takut apalagi?" Davin menghentikan pinggulnya, menatap dalam kedua netra sang kekasih yang berada di bawah kungkungannya.
"Takut ketika aku memberikan hatiku, kamu pergi meninggalkan aku."
"Sama, aku juga takut. Aku takut kamu pergi meninggalkan aku dan memilih menikah dengan orang yang lebih pantas."
Viona bangkit, mendorong tubuh Davin hingga menciptakan jarak. Dengan tubuh polos itu mereka sama-sama duduk di tengah ranjang.
Dua manusia yang sama-sama takut tentang hubungan yang seperti diluar nalar.
"Kita sama-sama takut, bukankah itu bagus?" tanya Davin.
"Itu artinya salah satu diantara kita tidak akan pernah ada yang meninggalkan," timpal Davin lagi.
Viona tak mampu berkata-kata, hanya segera menyergap Davin dan berubah jadi kucing nakal.
"Katakan Vio, katakan kamu mencintaiku."
"Aku mencintaimu Vin, sangat."
"Me too, i love you so much!"
Saat masuk jam makan siang, aktifitas panas itu baru berhenti. Mereka memesan makanan dari restoran yang ada di kawasan apartemen.
Bukan makan di meja makan, mereka memutuskan untuk makan di ruang tengah sambil menonton televisi.
"Apa setelah menikah semuanya akan terasa menyenangkan seperti ini?" tanya Davin, sambil membuka beberapa boxs makanan.
"Mana ku tahu, aku belum pernah menikah." Viona berulang kali menekan salah satu tombol remote TV mencari siaran yang asik untuk mereka tonton.
"Tebak-tebakan saja."
"Tentu saja tidak, saat menikah nanti kita bukan lagi memikirkan tentang kesenangan, bisa jadi kita langsung punya anak."
"Iya juga, tapi mengurus anak mungkin jadi kegiatan yang menyenangkan juga."
"Bukan lagi kegiatan tapi itu tanggung jawab. Nah kita nonton ini saja," ucap Viona setelah menemukan siaran televisi yang dirasanya tepat.
"Acara gosip, itu bukan selera ku sekali. Coba cari motoGP mungkin ada."
"Tapi aku mau lihat ini."
"Baiklah, kali ini aku yang akan mengalah, lain kali kamu yang mengalah."
"Iyaaaaa."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Gelombang bunganyaaaa jangan ketinggalan ya, vote, like dan komen banyak banyak 😗😗😗
Sempat di tolak, bolak balik revisi 😭 klo aku gk up 5 bab berarti gini penyebabnya