NovelToon NovelToon
My Hot Kakak Ipar

My Hot Kakak Ipar

Status: tamat
Genre:Berondong / Cinta Terlarang / Masalah Pertumbuhan / Slice of Life / Romansa pedesaan / Tamat
Popularitas:2.9M
Nilai: 5
Nama Author: Desau

Ini cerita sederhana seorang pemuda di pedesaan. Tentang masalah pertumbuhan dan ketertarikan terlarang. Punya kakak ipar yang cantik dan seksi, itulah yang di alami Rangga. Cowok berusia 17 tahun itu sedang berada di masa puber dan tak bisa menahan diri untuk tak jatuh cinta pada sang kakak ipar. Terlebih mereka tinggal serumah.

Semuanya kacau saat ibunya Rangga meninggal. Karena semenjak itu, dia semakin sering berduaan di rumah dengan Dita. Tak jarang Rangga menyaksikan Dita berpakaian minim dan membuat jiwa kejantanannya goyah. Rangga berusaha menahan diri, sampai suatu hari Dita menghampirinya.

"Aku tahu kau tertarik padaku, Dek. Aku bisa melihatnya dari tatapanmu?" ucapnya sembari tersenyum manis. Membuat jantung Rangga berdentum keras.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 4 - Perasaan Aneh

Rangga baru selesai mandi. Dia merasa lebih hangat dibanding sebelumnya. Namun saat keluar kamar mandi, Dita sudah menyambutnya. Perempuan itu berdiri di depan kompor sambil menggoreng pisang goreng.

"Minum dulu tehnya, Dek. Biar hangat. Ini aku juga gorengkan pisang buatmu," kata Dita.

"I-iya, Kak. Aku ke kamar dulu pakai baju," sahut Rangga. Dia merasa malu karena Dita melihatnya bertelanjang dada. Kebetulan pas mandi tadi Rangga lupa bawa baju ganti.

"Ya sudah," ujar Dita. Membiarkan Rangga beranjak masuk ke kamar.

Di kamar Rangga merasa ragu untuk ke dapur. Dia merasa tidak nyaman saat hanya berduaan dengan Dita. Sebagai lelaki, dirinya merasakan itu adalah hal aneh, hal yang harusnya tidak dibiarkan terjadi. Namun di sisi lain Rangga tak mau menyakiti hati Dita. Kakak iparnya itu bahkan juga sudah menggoreng pisang untuknya.

Rangga lantas ke dapur dan duduk di meja makan. Ia duduk di dekat jendela. Di luar hujan masih turun dengan deras. Rangga kemudian menyesap teh hangatnya.

"Hujan-hujan begini memang enak minum teh sambil makan pisang goreng. Iya kan?" imbuh Dita sembari memberikan sepiring pisang goreng yang sudah masak.

"Makasih, Kak. Jadi nggak enak aku." Rangga menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Nggak enak apaan. Kita ini kan udah jadi keluarga. Aku udah menganggapmu seperti adikku sendiri," ungkap Dita.

Rangga hanya tersenyum. Entah kenapa dia merasa kecewa dengan pernyataan Dita barusan.

"Aku pulang..."

Tiba-tiba terdengar suara Firza dari depan. Lelaki itu baru saja pulang. Dita yang hampir duduk, bergegas menyambut suaminya ke depan dan meninggalkan Rangga.

"Mas, tumben pulangnya cepat," sambut Dita. "Lagian ini hujan deras loh. Kamu basah kuyup tuh! Kakak sama adiknya sama aja," tambahnya.

"Aku pulang cepat karena kangen banget sama biniku," balas Firza. Dia menarik Dita mendekat karena hendak mencium sang istri.

"Jangan, Mas! Ada ade--" Namun ucapan Dita terhenti karena Firza terlanjur menciumnya.

Dari dapur, Rangga bisa mendengar pembicaraan pengantin baru itu. Ia meringis jijik saat mendengarnya. Meskipun begitu, dia tak tahu kalau Firza dan Dita sekarang sedang bermesraan.

Rangga mengambil gelas berisi teh dan satu pisang goreng. Dia berniat ingin menikmatinya di kamar saja. Kehadiran kakak dan kakak iparnya cukup mengganggu. Akan tetapi Rangga membulatkan mata dan langsung kaget saat melihat Firza dan Dita bermesraan di ruang tamu. Rangga spontan ingin kembali ke dapur.

Prang!

Sayangnya Rangga ceroboh dan tak sengaja menjatuhkan gelas. Akibat itu, Dita dan Firza berhenti bermesraan.

"Rangga!" seru Dita.

"Dia udah pulang?" tanya Firza yang heran saat melihat kehadiran Rangga.

"Dari tadi aku sudah berusaha memberitahumu. Tapi kamu langsung nerkam kayak singa kelaparan. Cepat mandi sana gih!" sahut Dita yang merasa malu. Dia segera membantu Rangga membersihkan gelas kaca yang pecah.

Kala itu Rangga juga merasa malu sekali. Dia jadi merasa tambah canggung dengan Dita. Apalagi Rangga juga tidak begitu dekat dengan Firza. Mereka lebih sering bertengkar dibanding akur.

Firza tampak masuk ke kamar dan tak kunjung keluar. Padahal istrinya tadi menyarankannya untuk mandi.

"Maaf, Kak..." ucap Rangga.

"Loh kok minta maaf. Kamu nggak salah kok," tanggap Dita.

"Aw..." Rangga menjerit saat beling yang di ambilnya melukai tangan. Jari telunjuknya jadi berdarah.

Tanpa berkata apapun, Dita meraih tangan Rangga dan memasukkan jari telunjuknya ke mulut.

1
Ibnul Huda
Dita
Muhammad Hayat
gas
Susi Setiawati
astrid
Regen Regen
teruskan Thor utk menjadi pelajaran
Ardian Rahman
pasti astrid
Regen Regen
lanjutkan ceritanya, sampai episode terakhir
Safira Oksi
Baru menyimak
Ardian Rahman
habis enak cie🤭🤭🤭🤭🤭
Umeza Eza
yup
Ridwan Mauraga
B.astrid
tukang malas
itu beneran klw kita suka ngintip pasti muncul bintitan 😄
Oaow Hwhe
ok
tukang malas
🤣🤣🤣
Santi Puspita
Klnjutannya g ad kah
Ari Zzz
nggk happy ending
ahmad khusnu daroini
bagus
Ning Suswati
semangat rangga semoga berhasil, jalan kedepan masih panjang dan penuh tantangan
Ning Suswati
cocok banget kayanya firza dan yora yg hiasa hidup mewah, pasangan yg sama2 haus pengakuan dan uang
Ning Suswati
masih ada manusia yg berhati emas, mudah2 rangga dapt mengapai minpinya, walaupun niat awal karena seorang k2 yg tdk unya welas asih, malah merasa iri dg adik kandung sendiri
Ning Suswati
suatu saat akan datang, apa yg ditanam itulah yg dituwai, selamat ber senang ria, karma tdk pernah salah alamat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!