NovelToon NovelToon
Greta Oto: Glasswing Butterfly

Greta Oto: Glasswing Butterfly

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Keluarga / Persahabatan / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Greta Ela

Greta Oto Wright terlahir sebagai putri dengan mata yang berbeda warna (Heterochromia) sama seperti ayahnya, sebuah tanda yang diyakini membawa nasib buruk. Sejak dalam kandungan, seekor kupu-kupu kaca tembus pandang telah berterbangan di sekitar istana, seolah-olah menjaga dan mengawasinya.

Ketika tragedi menimpa kerajaan, Greta menjadi terisolasi, terperangkap oleh mitos, ketakutan, dan rahasia orang-orang terdekatnya. Dalam keheningan dan keterasingan, ia perlahan menyadari bahwa apa yang disebut kutukan itu mungkin adalah kekuatan yang tersembunyi dari dunia.

Note: Non Romance
Follow ig: gretaela82

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Greta Ela, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9. Kecurigaan Rakyat

Sebulan berlalu sejak hari ketika Greta Oto Wright diam-diam keluar dari kamar dan membuat ayahnya nyaris kehilangan napas karena panik.

Castle Castavia kembali terlihat tenang dari luar. Gerbang tetap dijaga, rutinitas berjalan seperti biasa, dan Raja Arion kembali menunjukkan wajah yang tegas di hadapan rakyatnya.

Namun ketenangan itu hanya tinggal di dinding batu istana. Di luar sana, rakyat mulai berbisik-bisik tentang Greta. Awalnya hanya bisikan kecil. Nama yang terucap setengah berani, setengah ragu.

Nama itu terdengar asing di telinga rakyat, namun terlalu spesifik untuk dianggap kebetulan.

"Greta," kata seseorang di pasar pagi.

"Putri kerajaan namanya Greta," sahut yang lain, menunduk seperti takut didengar tembok.

Tidak ada pengumuman resmi dari istana, tidak ada perayaan kelahiran seperti yang pernah terjadi ketika Pangeran Thaddeus lahir tujuh tahun yang lalu. Namun nama itu tetap menyebar, dari mulut ke mulut, dari warung roti ke ladang gandum, dari pelayan ke pedagang kain.

Tak seorang pun tahu pasti dari mana nama itu pertama kali keluar. Grace sendiri tidak pernah berniat menyebarkannya.

Sebulan lalu, ketika Hugo bertanya dengan polos tentang nama putri kerajaan, ia hanya menjawab seadanya. Sebuah jawaban pendek, tanpa niat apa pun.

Tetapi kata-kata, sekali terucap, jarang bisa ditarik kembali. Beberapa rakyat mulai bertanya-tanya. Mengapa nama itu terdengar tidak seperti nama bangsawan kebanyakan?

Tidak ada embel-embel leluhur kerajaan, tidak pula mengandung nama santo/santa atau pahlawan lama.

"Greta," gumam seorang lelaki paruh baya di sudut Rumah Baca.

Ia pernah belajar jauh dari Castavia saat masih muda, dikirim ke negeri seberang untuk mendalami ilmu alam.

"Nama itu bukan nama sembarang."

Seorang pemuda menoleh. "Maksudmu apa?"

"Itu nama ilmiah," jawabnya pelan.

"Nama kupu-kupu bersayap kaca. Greta oto."

Percakapan itu tidak terjadi satu kali. Ia terulang di banyak tempat, dengan versi berbeda, dengan nada semakin yakin.

"Bukankah kupu-kupu kaca sering terlihat di sekitar castle?"

"Sejak dulu."

"Sejak ratu mengandung. Bahkan saat raja lahir, kupu-kupu itu juga ada. Tapi saat Thaddeus, tidak ada."

"Dan sekarang putrinya bernama sama."

"Setahuku, tidak boleh menggunakan nama ilmiah dengan sembarangan kecuali memang nama itu cocok untuk pemiliknya. Tapi, kenapa raja tidak menamainya dengan nama unsur kerajaan?" pertanyaan itu seolah keluar begitu saja.

Kecurigaan tumbuh perlahan, seperti akar tanaman liar yang merambat di bawah tanah.

Sebagian rakyat masih memilih diam. Sebagian lain mulai gelisah. Jika memang ada putri kerajaan, mengapa tak pernah diperlihatkan? Mengapa sudah dua tahun berlalu, namun rakyat belum pernah diizinkan melihatnya?

"Thaddeus dulu baru satu bulan sudah digendong ke luar castle," ujar seorang perempuan tua.

"Aku masih ingat jelas."

"Bahkan penasihat kerajaan pun diterima," sahut yang lain.

"Sekarang tidak."

...****************...

Dan benar saja. Suatu pagi, sebuah surat resmi tiba di tangan Raja Arion. Segelnya rapi, bahasanya sopan. Pengirimnya seorang rakyat yang telah lama mengabdi sebagai penasihat lapangan, seseorang yang dihormati karena pengetahuannya tentang sejarah dan mitos kerajaan.

Isi surat itu singkat.

Permohonan untuk bertemu Putri Kerajaan.

Arion membaca surat itu dalam diam. Jari-jarinya mencengkeram kertas lebih erat dari yang ia sadari. Ia menatap lambang kerajaan di ujung halaman, lalu menutup mata sejenak.

Ia tahu apa arti permintaan itu. Jika ia menerima, ia membuka pintu bagi segala kemungkinan. Pertanyaan, penghakiman, dan mitos yang tidak pernah ia percayai namun selalu menghantui rakyatnya.

Jika ia menolak, ia menanam benih kecurigaan.

Dan Arion memilih menolak. Balasan dikirim hari itu juga. Singkat, resmi, dan dingin. Putri kerajaan belum dapat menerima tamu. Mohon pengertian.

Surat itu tidak sampai ke tangan penasihat saja. Isinya bocor. Seperti semua hal lain, ia menyebar.

"Raja menolak."

"Menolak penasihatnya sendiri."

"Kenapa?"

"Apakah benar ada putri?"

"Jangan-jangan nama Greta itu hanya cerita."

Keraguan berubah menjadi kekecewaan.

Di pasar, di ladang, di Rumah Baca, pertanyaan yang sama terus muncul. Bukan dengan kemarahan, tapi dengan rasa tidak percaya yang semakin pekat.

Hugo mendengar semua itu. Ia duduk di bangku kayu Rumah Baca sore itu, buku terbuka di pangkuannya, tapi pikirannya jauh dari halaman-halaman tentang tanah dan akar tanaman. Ia mendengar orang-orang berbicara. Tidak keras, tidak terang-terangan, tapi cukup jelas.

"Kalau memang ada, kenapa disembunyikan?"

"Ratu mungkin sakit."

"Atau mungkin anak itu..."

Kalimat itu tidak dilanjutkan, tapi Hugo tahu ujungnya. Ia menutup buku perlahan. Ibunya tidak pernah berbohong padanya. Tentang apa pun. Tentang ayahnya, tentang kerja di castle, tentang putri kerajaan.

Greta ada, Ia yakin. Namun ia juga melihat kekecewaan di wajah rakyat. Hugo menyadari bahwa kebenaran tidak selalu cukup jika tidak diperlihatkan.

Di castle, Arion semakin jarang membawa Greta keluar kamar. Bahkan ke halaman dalam sekalipun. Chelyne memperhatikan perubahan itu dengan diam.

"Kau takut," kata Chelyne suatu malam.

Arion tidak menyangkal. Ia berdiri di depan jendela, menatap gerbang yang tertutup rapat.

"Aku tidak takut pada mitos," jawabnya pelan.

"Aku takut pada apa yang bisa dilakukan orang ketika mereka percaya pada mitos."

Chelyne memeluk Greta lebih erat. Putri kecil itu tertawa kecil, tidak menyadari dunia yang mulai memperdebatkan keberadaannya.

"Matanya indah," bisik Chelyne.

"Tidak ada yang salah dengan matanya."

"Aku tahu," kata Arion. "Justru itu."

"Jangan bilang kau tidak suka jika genetik matamu turun ke putrimu, Arion. Ketus Chelyne

"Chelyne kau salah paham. Bagaimana mungkin aku tidak suka? Hanya karena dia seorang putri, begitu?" Suara Arion mengeras sedikit

"Aku hanya belum siap. Kau tahu kan rakyat percaya pada mitos? Atau bahkan Grace pun percaya tapi dia lebih memilih diam?" lanjut Arion

Greta perlahan tidur dipelukan Chelyne. Sang ibu lalu perlahan memindahkan putrinya ke ranjang mereka.

"Mungkin perkataanmu ada benarnya." Jawab Chelyne

Malam itu, Arion berdiri lebih lama dari biasanya di depan jendela. Mata heterochromianya memantulkan cahaya obor di halaman. Biru langit dan hazel. Warna mata yang sama dengan putrinya.

Ia merasa tatapan rakyat lebih berat dari tembok istana. Sesuatu kejadian besar yang tak pernah ia duga.

"Mengapa dari sekian tahun, justru putriku yang menerima heterochromia ini?" batinnya

...****************...

Di dapur castle, Grace menyusun peralatan dengan rapi. Ia mendengar bisik-bisik pelayan lain, pertanyaan yang sama, nada yang sama.

Ia tidak menanggapi, tidak membenarkan perkataan pelayan tapi Grace juga tidak menyangkal. Namun di dalam dadanya ada sesuatu yang tetap terasa janggal.

Jika nama Greta saja sudah cukup membuat rakyat gelisah, bagaimana nanti ketika mereka melihat putri kerajaan itu?

Grace melangkah keluar dapur, kembali ke tugasnya, membawa wajah tenang yang sudah ia pakai bertahun-tahun.

Di kamar, Greta tertidur pulas. Kupu-kupu kaca tidak terlihat malam itu. Namun entah mengapa, suasana di Castle Castavia terasa berbeda.

1
MARDONI
Wahh bikin penasaran banget nih! 😯 Pas kupu-kupu kaca masuk terus Greta langsung sadar tuh bikin aku merasa ada aja sesuatu yang spesial dari Greta! Beneran deh dia bisa denger suara kupu-kupu dan tau kalau Chelyne bohong, padahal orang lain bilang itu cuma imajinasi... Thaddeus yang mulai curiga sama hubungan Greta sama kupu-kupu juga bikin suasana jadi makin seru! 😱 Terus pas Grace sama pelayan ngomong Greta pembawa sial, padahal mata dia cantik banget, dan Thaddeus kebetulan denger tuh bikin aku khawatir sama nasib Greta nanti!
Wida_Ast Jcy
Makanya kamu jangan jahat donk. Heran anak nya baik mak nya kok jahat begitu😤😤😤
Wida_Ast Jcy
wow... sangat indah memang thor. aku juga tidak pernah lihat lho🥰🥰
Indira Mr
kupu-kupu saja tahu kalo kamu berniat jahat grace..🙀
Indira Mr
kupu kupu nya kasih kode ke Thaddeus..🥰🥰🥰
Indira Mr
Akhirnya racunnya hilang, good job Thaddeus 🥰🥰🥰
Jing_Jing22
jahat banget deh🤧
Jing_Jing22
greta itu istimewa bukan pembawa sial
Mingyu gf😘
semoga hugo tetap baik
Mingyu gf😘
tepat apanyaa itu hanya bom waktu
Blueberry Solenne
ngasih isyarat. kali itu kupu-kupunya
Blueberry Solenne
Hati-hati aja takutnya diem2 dia juga sadar kamu curiga sama dia thad, jangan kelamaan bertindak selamatkan ibu kamu weh...
Wida_Ast Jcy
gak baik tau berprasangka buruk begitu😤😤😤
Greta Ela🦋🌺: Tampar aja thor hehe
total 1 replies
Wida_Ast Jcy
kesian bnget ya Greta thor🥺🥺🥺
Wida_Ast Jcy
kesian bngett ya Greta thor🥺🥺🥺🥺
Serena Khanza
makin menarik dan bagus thor 🥰🥰 covernya juga makin cantik greta nya , semangat thor lanjut terus berkarya 💪🏻💪🏻
Serena Khanza
kayaknya thadeus sama hugo bakal kek sahabatan gitu gaksih sahabat setia
CACASTAR
aku penasaran, Thor, hal terburuk yang mungkin terjadi kalau semua orang tahu keberadaan Greta apa Thor? apakah Greta harus dilenyapkan?
Queen Naom
ayah sekaligus raja idaman ini😍
Queen Naom
Untung raja tidak berpihak pada mitos
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!