NovelToon NovelToon
Penguasa Yang Sesungguhnya

Penguasa Yang Sesungguhnya

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda
Popularitas:29.8k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

"Cepat cari cucuku, bagaimanapun caranya ,cucu perempuan ku harus berada disini ...." teriak kakek Suhadi pada pengawalnya...setelah mengetahui kebenarannya dan mimpi-mimpi yang selalu menghantuinya.... kemungkinan besar,ia memiliki seorang cucu perempuan yang tersembunyi.
Najwa...., sepupu Rukayyah, gadis belia yang baru lulus SMA dan lulusan terbaik seorang Hafizah ternyata seorang Cucu konglomerat... almarhumah ibunya, tidak mengatakan siapa ayah Najwa. Najwa di titipkan pada kyai Rahman dan istrinya saat Najwa baru di lahirkan, setelah ibunya menghembuskan nafas terakhirnya.bahkan, Ibu Najwa sendiri tidak mengatakan siapa ayah dari Najwa...namun satu yang perlu Najwa ketahui, ia bukan anak haram, ibunya sempat menikah sirih dan kabur setelah mengetahui bahwa suaminya ternyata menjadikannya istri kedua....





yuk...ikuti cerita nya Saat Najwa bertemu dengan kakek dan ayah kandungnya, serta kehidupan Najwa setelah hidup bersama keluarga ayahnya, sedangkan di sana ada ibu tirinya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ke-lima belas

Pagi itu, setelah orang-orang rumah sudah pergi dengan urusannya masing-masing kediaman Suhadi terasa sunyi, namun atmosfer di dalamnya seolah menyimpan duri. Sebuah kotak beludru hitam berukuran besar tergeletak di atas meja marmer ruang tengah. Di dalamnya, gaun midnight blue pesanan Kakek Suhadi berpendar lembut tertimpa cahaya matahari,sebuah karya seni yang melambangkan kemewahan dan kehormatan.

Monica berdiri di sudut ruangan, matanya menatap gaun itu dengan kebencian yang mendalam. Tak lama, pintu samping terbuka sedikit. Seorang pria bertubuh kurus dengan mata yang licik masuk dengan langkah mengendap-endap. Ia adalah Jarot orang suruhannya serta penjahit bayaran yang sudah lama menjadi "tangan kotor" Monica.

"Sudah kamu bawa peralatannya, jarot ?" tanya Monica tanpa menoleh, suaranya rendah dan tajam.

"Lengkap, Nyonya. Gunting khusus, benang rapuh, dan jarum halus. Tidak akan ada yang sadar," jawab Jarot sambil mengeluarkan sebuah tas kecil dari balik jaketnya.

Monica mendekat ke arah gaun itu, tangannya mengusap kain sutra mahal tersebut dengan kasar. "Kakek tua itu menghabiskan ratusan juta hanya untuk membungkus tubuh gadis kampung itu. Dia ingin menjadikannya ratu malam ini. Tapi aku ingin dia menjadi bahan tertawaan paling hina dalam sejarah keluarga ini."

Jarot memeriksa jahitan di bagian punggung dan ketiak gaun tersebut. "Nyonya yakin ingin saya merusaknya sekarang? Bagaimana kalau dia mencobanya sebelum pesta?"

Monica tersenyum sinis, sebuah senyum yang tidak mencapai matanya. "Dia anak penurut yang tidak enakan. Aku sudah bilang padanya kalau gaun ini adalah kejutan suci dari kakeknya dan tidak boleh dibuka sampai jam pesta tiba. Dia pasti akan percaya. Sekarang, cepat kerjakan!"

Jarot mulai beraksi. Dengan tangan yang gemetar namun ahli, ia menarik sehelai benang kuat dari sambungan lengan dan punggung.

"Dengar, Jarot," bisik Monica sambil memperhatikan setiap gerakan tangan pria itu. "Aku tidak mau ini robek saat dia hanya berdiri diam. Aku mau benang ini terlepas perlahan saat dia mulai banyak bergerak. Terutama saat dia naik ke podium dan mengangkat tangannya untuk memegang mikrofon. Saat itulah... Sreeet... dunia akan melihat kulitnya, dan dia akan menanggung malu seumur hidup."

"Saya menggunakan teknik 'benang rapuh', Nyonya," jelas Jarot sambil menyeringai kecil. "Hanya butuh tiga sampai empat kali tarikan napas dalam atau satu gerakan tangan yang lebar, maka jahitan ini akan hancur sendiri. Benang ini akan putus karena suhu tubuh dan tarikan kain. Sangat rapi, sangat mematikan."

"Bagus," Monica merogoh saku gaun rumahnya dan mengeluarkan amplop berisi uang tunai yang tebal. "Ini bayaran awalmu. Setelah pesta itu hancur dan Najwa menangis di atas panggung karena menanggung malu, aku akan memberikan sisanya. Pastikan tidak ada satu pun saksi yang melihatmu keluar dari rumah ini, kalau rencana ini gagal, kita akan melakukan rencana berikutnya."

Jarot menerima uang itu dengan mata berbinar. "Beres, Nyonya. Gadis itu tidak akan menyangka bahwa gaun 'keramat' ini akan menjadi awal dari kehancurannya."

"Cepat selesaikan! Aku tidak punya banyak waktu sebelum pembantu datang," perintah Monica dengan nada tidak sabar.

Jarot bekerja dengan sangat teliti, menyisipkan benang-benang rapuh itu ke dalam sela-sela kain yang halus. Setelah selesai, ia merapikan kembali lipatan gaun itu ke dalam kotak beludru, membuatnya tampak seolah tidak pernah disentuh oleh tangan jahat mana pun.

Monica menatap kotak itu sekali lagi sebelum Jarot menyelinap keluar. "Malam itu, Najwa... malam itu namamu akan hancur berkeping-keping, persis seperti benang-benang busuk ini." gumamnya dalam hati, ia pergi meninggalkan kotak itu di meja, setelahnya , pembantu yang tadi meletakkan kotak tersebut, langsung membawa ke kamar Najwa seperti yang di perintahkan oleh tuan besar lewat telpon.

Dikampus najwa merasa ada yang tidak beres, apalagi melihat perubahan sikap mama tiri dan Raisa yang terlalu cepat. Sebagai penghafal Al-Quran, ia memiliki kepekaan batin /firasat yang sering kali menjadi peringatan sebelum badai datang. Di sela-sela jadwal kuliahnya yang padat, Najwa duduk di perpustakaan, menatap buku diplomasi namun pikirannya tertuju pada senyum manis Monica yang terasa "pahit".

"Najwa? Kamu melamun?" tanya Sarah, menyentuh bahu sahabatnya itu.

Najwa tersentak kecil, lalu tersenyum tipis. "Astagfirullah, maaf Sarah. Aku hanya sedang memikirkan sesuatu."

"Soal pesta ulang tahunmu itu? Seluruh kampus sedang membicarakannya, lho! Katanya bakal jadi pesta paling mewah tahun ini," ucap Sarah antusias.

"Justru itu yang membuatku tidak tenang, Sarah. Tante Monica dan Raisa tiba-tiba sangat baik. Mereka bahkan mengirim tim spa ke kamar semalam. Tapi... hatiku merasa ada yang mengganjal," bisik Najwa. Matanya menerawang. "Ada sebuah hadis yang selalu Abi Rahman ingatkan: 'Waspadalah terhadap firasat orang mukmin, karena ia melihat dengan cahaya Allah.' Dan cahaya itu sedang memberitahuku untuk tidak terlena."

Najwa kemudian membuka ponselnya, membaca pesan dari grup keluarga pesantren. Wajahnya sedikit sendu. Abah Rahman dan Ummi tidak bisa hadir karena ada agenda besar di pesantren, namun mereka mengirimkan doa yang sangat kuat.

"Tapi alhamdulillah," lanjut Najwa, "mbak Rukayyah dan mbak Azizah akan datang. Mereka sepupu-sepupuku dari kota. Kehadiran mereka setidaknya akan memberiku kekuatan."

 Diam-diam Malam harinya, setelah kembali dari kampus, Najwa berdiri di depan kotak gaun pemberian kakeknya yang disimpan di ruang pakaian. Ia ingat kata-kata Monica: "Jangan dibuka sampai besok malam, ini kejutan suci dari Kakek."

Namun, rasa gelisah itu semakin kuat. Apa lagi orang suruhannya mengatakan , akan ada pergerakan namun mereka sendiri belum bisa menemukan penemuan yang mencurigakan, semuanya terpantau aman, namun satu yang membuat orang suruhannya lalai, ia tidak bisa menyelinap masuk , saat Najwa tidak ada di rumah, karena ia merupakan pengawal bayangan Najwa, otomatis ia akan berada di sekitar Najwa.

Najwa mengambil wudu, lalu melaksanakan salat istikharah singkat. Setelah hatinya merasa mantap, ia mendekati kotak itu.

"Maafkan Najwa, Kek. Najwa harus memastikan amanah ini aman," bisiknya.

Najwa membuka kotak beludru itu perlahan. Di bawah lampu kamar yang terang, gaun midnight blue itu tampak sempurna. Najwa memakainya dengan sangat hati-hati di depan cermin besar. Gaun itu pas di tubuhnya, sangat cantik. Namun, saat ia mencoba mengangkat tangan untuk menirukan gerakan memegang mikrofon, persis seperti yang direncanakan Monica, ia mendengar suara halus.

Kreeek...

Najwa mematung. Matanya yang tajam langsung memeriksa area jahitan di bawah ketiak dan punggung. Ia menemukan benang-benang yang tidak seharusnya ada di sana. Benang itu tipis, rapuh, dan sengaja disambungkan dengan teknik yang akan lepas jika terkena tarikan sedikit saja.

"Jadi ini rencananya..." desis Najwa. Jantungnya berdegup kencang, bukan karena takut, tapi karena kecewa betapa teganya Monica ingin mempermalukannya di depan publik.

Saat Najwa sedang berpikir Tiba-tiba, terdengar ketukan pintu.

"Najwa? Kamu di dalam?" suara berat itu milik Alendra.

Najwa dengan cepat melepas gaun itu dan menyembunyikannya kembali ke dalam kotak. Ia memakai jilbabnya dan membuka pintu.

Alendra berdiri di sana, tampak ragu. "Aku hanya ingin memastikan... besok, saat di pesta, jangan jauh-jauh dariku atau Pak Darman. Paham?"

Najwa menatap mata kakaknya. "Kak Alen tahu sesuatu?"

Alendra mengalihkan pandangannya. "Aku tidak tahu apa-apa. Tapi aku kenal Mama. Dia tidak pernah membiarkan orang lain mengambil panggungnya begitu saja. Pakai saja gaun itu, tapi jika terjadi sesuatu... langsung cari aku."

Alendra berbalik pergi, namun Najwa tahu, ia tidak bisa hanya mengandalkan keberuntungan.

Najwa segera mengambil ponselnya. Ia tidak menghubungi desainer ternama, melainkan menghubungi Rukayyah, sepupunya yang akan datang besok.

"Assalamualaikum, Mbak? Mbak, Najwa butuh bantuan darurat. Bisakah mbak membawakan jubah luar perak milik mbak yang baru? Yang saat itu tidak jadi di pakai saat acara aqiqah dek Arkan? Dan... mbak , tolong bawa alat jahit darurat mbak yang paling lengkap. Ada sesuatu yang harus kita 'perbaiki' sebelum acara dimulai."

Di seberang telepon, Rukayyah mengerti bahwa adik sepupunya sedang dalam bahaya. "Tenang Najwa, aku akan datang lebih awal ke hotel. Kami akan menjagamu."

1
Mundri Astuti
ni apa Monica lagi menyusun rencana juga y🤔
suti markonah
lanjut thorrr👍👍👍👍👍👍👍👍
suti markonah
klo di cermati ibu kandung raisa seperti nya orang baik..tp karna raisa otak nya dah di penuhi dendam ya susah mau merubah nya
🥰🥰m4r1n4.sg🙏🏻🙏🏻🙏🏻
mohon maaf, hari ini lumayan sibuk, baru up, di tunggu ya, terimakasih....sehat semua 🙏
suti markonah
mana nih thor durung update..ayo seng semangat💪💪💪💪
Sri Supriatin
kok belum up thor? sehat2 yah 🙏🙏🙏
Yasmin Natasya
blm up thor masih 🙏🤗
juwita
pengabdian apa? yg ada malah ngehabisin harta mrk🤣🤣
@Mita🥰
wah yang nolong si Raisa cari mati
isnaini naini
kbenaran itu ibarat air sesulit apapun psti mbemukan jln...smngt njwa....
Dewi kunti
ILu ap thor
Dewi kunti: weeeeehhh 🤭
total 2 replies
Sri Supriatin
didikan harta n kebencian sdh me darah daging di badan Raisa 🤭 tks upnya Thor 🙏🙏
suti markonah
lanjut thorr💪💪💪💪💪👍👍👍👍👍👍
suti markonah
hal yg menegangkan akan terjadi lg..kini raisa merasa di atas krna ada ke kayaan ibu kandungnya..tp aku yakin najwa tidak akan pernah terkalahkan..sekali jari najwa menari di atas keyboad perusahan santi gulung tikar😂
irma hidayat
dikasih kesempatan selamat makin kotor hati dan niatmu raisa dasar udah tabiat setan
vivinika ivanayanti
Heemmmm bearti memang Hati Raisa itu yg sakit 🤭🤭
Mundri Astuti
pretlah afkar ..
kan..kan ..belom tau aja emak kandungnya Raisa, anaknya nggigit klo ditolong
Dewi kunti
lha pengabdian,ap yang dihasilkan 🤔🤔🤔🤔🤔
Mundri Astuti
jangan" org tuanya Raisa
Yuli Budi
waduh malah kecolongan 🤦
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!