Sebuah kisah cinta yang berakhir sia-sia, dimana ketulusan cinta Reina yang awalnya begitu penuh kebahagiaan bersama dengan Kevin yang diawali dari kisah LDR hingga pada tahun ketiga, tiba-tiba Kevin lost contact yang membuat Reina begitu kecewa dan sakit hati sehingga tak lagi bisa membuka hati untuk siapapun. Cinta Reina serasa habis dikisah cinta yang dia anggap akan berakhir bahagia. Apakah Reina bisa melupakan Kevin? Apakah Reina bisa membuka hati lagi? atau cintanya benar-benar habis dikisah 3 tahun yang sia-sia itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahmawati18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kepulangan Yang Dinantikan
1 tahun telah berlalu. Reina berdiri disudut kota memandangi kendaraan yang berlalu lalang ditengah malam yang begitu damai. Hembusan angin malam pun menerpa dalam kesendiriannya. Sepasang kekasih pun sedang bersenda gurau di sebuah taman dipinggir kota. Tatapan Reina tertuju pada kedua pasangan itu. Terlintas dibenak Reina, ia teringat akan kekasihnya itu yang selama pacaran ia tidak pernah sekalipun bertemu dan bertatap muka langsung.
Reina terdiam memandangi sepasang kekasih itu. Ia juga sangat begitu ingin berada di posisi tersebut. Akan tetapi ini hanyalah sebuah angan-angannya saja. Kevin yang entah kapan dia akan kembali dan menemui kekasihnya itu.
Reina kembali menunduk dan menghembuskan nafasnya berat.
"Huufff,,, nanti aku dan Kevin juga akan sebahagia kedua pasangan itu. Cepat pulang ya sayang aku rindu" Ucap Reina dalam hati.
Besar harapan Reina ingin bertemu dengan kekasihnya itu, ia berharap sebelum Keluar KKN dia ingin bertemu dengan Kevin. Ia berharap akhir tahun ini Kevin sudah balik dari Jakarta. Rindu yang sudah setahun ini tidak bisa lagi ia bendung. Rasa ingin bertemu begitu terasa menggebu-gebu.
Sesekali Reina mengeluh kepada Kevin akan rindunya yang tak bisa ia tahan lagi. Ia sangat begitu merindukan Kevin. Tapi apakah Kevin juga merasakan apa yang Reina rasakan. Cinta yang telah terjalin selama setahun ini rasanya begitu sangat berat apalagi tidak pernah saling bertemu.
Tittt tiittt
Dering telepon pun terdengar dari dalam tas Reina.
"Hallo Reina, kamu dimana nak, jam segini belum pulang?" Tanya Seila.
Seila adalah ibu dari Reina, ia sangat khawatir apabila anaknya pulang terlalu larut malam.
"Iya Mam, Reina udah di jalan kok udah mau balik".
"Yaudah hati-hati ya nak"
"Iya Mam" Reina menutup teleponnya.
...****************...
Tok tok
Seila membuka pintu, dan mendapati putri kesayangannya itu sudah balik. Reina mencium tangan ibunya kemudian menuju kamar untuk bersih-bersih.
Makanan sudah siap di meja makan, Seila dan Roni duduk sambil menunggu putrinya itu turun. Beberapa menit kemudian Reina datang dan duduk disamping ibunya menikmati santapan malam dengan begitu lahap.
"Eemm,,masakan mama enak banget" Goda Robi. Robi adalah suami Seila dan ayah dari Reina. Mereka tinggal bertiga di rumah itu karena kakak laki-lakinya Reina bekerja diluar kota, ia sesekali balik ketika ada waktu libur kerja.
"Iya nih mam, enak banget...Emang ya mamaku tuh paling suka banget selera aku dan papa gimana" ucap Reina sambil menikmati makanannya.
"Iya dong, ayo mkan lagi, habiskan" ucap Seila.
Jam menunjukkan pukul 22.00, Reina yang tadinya membantu ibunya mencuci piring kini balik ke kamar dan memeriksa handphonenya.
3 pesan dari Kevin yang belum ia balas, karena handphonenya ditinggalkan dikamar. Reina pun membalas chat dari pacarnya itu.
"Maaf Vin, tadi aku kebawah sarapan sama mama dan papa".
"Iya sayang tidak apa-apa".
"Kevin udah makan?" tanya Reina
"Udah sayang, Oiya mungkin akhir tahun aku balik sayang tapi belum tahu tanggalnya".
"Betulan sayang?" Reina kegirangan
"Iya sayang, tunggu aku pulang ya"
"Pasti sayang, ini sudah lama Reina nanti-nanti. Reina udah nggak sabar ingin ketemu"
"Iya sayang sabar ya, sebentar lagi bakalan ketemu kok"
"kabarin Reina kalau tanggalnya udah tentu ya sayang"
"Iya sayang "
Chat mereka pun berakhir. Reina tertidur dengan begitu nyenyaknya. Hatinya sangat begitu bahagia hari ini. Kabar yang telah lama ia tunggu-tunggu akhirnya hampir tiba. Rindu yang selama ini iya pendam sebentar lagi akan ia luapkan.
Kekasih yang sudah setahun ini ia tunggu kedatangannya sebentar lagi mereka akan bertemu. Ia berharap Kevin pulang sebelum ia berangkat KKN. Tapi yang membuat Reina sedih adalah ia sangat menginginkan kepulangan kekasihnya itu, akan tetapi setelah Kevin pulang nantinya, kini giliran dia lagi yang akan pergi. Mereka akan kembali LDR an lagi untuk beberapa bulan.
...****************...
Keesokan harinya, Reina masih tertidur nyenyak. Ia menikmati liburnya hari ini dengan memilih bangun terlambat. Ibunya pun memilih tidak membangunkan Reina karena ia tahu kalau putrinya itu hari ini tak masuk kuliah dikarenakan hari ini hari Minggu. Jadi ia membiarkan putrinya itu menikmati tidurnya.
Sekarang sudah pukul 10.00, Reina baru terbangun dari tidur nyenyaknya itu. Iya bergegas untuk membereskan tempat tidurnya dan mandi untuk siap-siap karena sebentar lagi temannya akan datang kerumah.
Terkadang setiap hari Minggu teman-teman Reina selalu ngumpul dirumahnya. Entah itu hanya sekedar tidur-tiduran atau bahkan makan bersama. Keempat sahabat itu selalu bersama-sama.
Titt tiitt.....
Telepon Reina berbunyi, panggilan dari Dea.
"Hallo, udah dimana".
"Ini kami lagi nungguin Wiwi, lama banget siap-siapnya"
"Okey jangan lama-lama ya"
Reina mengakhiri teleponnya. Ia bergegas turun ke dapur melihat bahan-bahan makanan apakah masih ada atau tidak, jangan sampai teman-temannya itu lapar. Reina sendiri dirumah Ayah dan Ibunya lagi keluar katanya mau ke rumah neneknya.
30 menit berlalu, teman-teman Reina pun telah datang mereka langsung masuk dan rebahan di ruang tamu. Bagi teman-teman Reina, rumah Reina sudah dianggap sebagai rumah mereka sendiri. orang tua Reina juga sangat mempercayai teman-teman anaknya itu.
"Reina, lapar nih. Kamu ada makanan nggak?" tanya Wiwi
"Tuh sana buat sendiri, di dapur ada bahannya, tinggal ambil aja".
Dea dan Wiwi bergegas ke arah dapur dan memasak 4 bungkus mie instan ditambah dengan telur rebus. katanya mereka ingin belajar menjadi anak kos. Karena sebentar lagi mereka akan KKN jadi harus latihan memakan makanan anak-anak kos.
sementara itu Lala dan Reina lagi asik nonton di ruang tamu, mereka sedang menonton sebuah drama China kesukaan mereka. Tak lama kemudian Wiwi dan Dea datang membawa 4 mangkuk mie instan untuk mereka makan sambil menikmati drama yang sedang mereka nonton itu.
Diselah perbincangan mereka ber empat, tiba-tiba Reina memeriksa ponselnya. Ia melihat apakah ada kabar dari pasangannya itu karena dari sejak pagi tadi Kevin tidak ngabarin Reina.
Reina kembali meletakkan ponselnya dan menikmati mie buatan temannya itu sembari menikmati drama mereka. Tak terasa malam hampir tiba. Ketiga temannya itu pamit untuk pulang.
Reina kembali ke kamarnya, ia memeriksa kembali ponselnya tapi hasilnya tetap sama tak ada kabar dari Kevin kekasihnya itu. Reina kembali cemas, tidak biasanya Kevin seperti ini. Sesibuk apapun ia pasti tetap akan memberi kabar kepada Reina. Akan tetapi kali ini sungguh berbeda, tak ada kabar sedikit pun dari Kevin. Ponselnya pun tidak bisa dihubungi, entah kemana kekasihnya ini sekarang.
Tiittt...Tiiittt...
Ponsel Reina kembali berdering.
Reina buru-buru melihat siapa yang menelponnya malam-malam begini. Sontak matanya terpaku pada nama yang tertera di ponsel itu.
"Iya hallo.....".