Riana... ia sempat berpikir Apakah ada dirinya di dunia lain tapi ia tidak tahu? Pertanyaan itu terus melanda di pikiran Riana. namun...
Brakk! ia tertabrak oleh mobil laju karena Ada seseorang yang mendorongnya.. dan...
Apa yang terjadi dengan riana? selamat? mati? atau semacamnya? Ayo lihatt!
.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon penulis tapi ending sesuai mood, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Racun cinta
Victoria pun mengangguk "Ah.. Ya, Salam kenal juga, nona sherry"
Derek tersenyum "Aku mengajaknya karena aku ingin memperlihatkanmu hasil kompetisi kemarin, dia yang memenangkan Kompetisi kemarin" Ucapnya
Victoria hanya mengangguk "Oh ya? selamat ya, nona sherry" Ucap Victoria
Riana hanya mengangguk "Terima kasih, putri riana"
"Baiklah, Nona sherry. Kau bisa pergi" Ucap derek sambil memberi kode mata untuk mengerjakan rencananya sesuai yang di diskusikan tadi
Riana mengangguk lalu pergi, Menyeringai.
Semoga sukses, salinan diriku.
Riana mulai mencari Tenda Milik Zane, dan setelah beberapa menit ia berputar. Ia menemukan tenda yang berlambang Grand duke
tanpa pikir panjang ia beranjak pergi walaupun ada Dua petugas yang menjaga tenda itu
...
...
Gdbuk!
Petugas satunya yang terkejut akan Temannya yang jatuh pun melihat sekeliling "Siapa!?-"
"Mmm!!!" Mulut petugas itu ditutup dengan kain
Akhirnya dua petugas itu Pingsan, riana menarik mereka berdua ke belakang tenda yang memiliki semak semak
Ia menarik mereka berdua ke dalam semak semak lalu kembali menyelesaikan rencananya
Riana pun masuk ke dalam tenda Zane, Tenda itu sangat gelap namun dalamnya luas. Ia tidak lupa menancapkan penyadap yang ada di kera belakangnya pada tenda ini karena ia tahu penyadap itu bisa mendengar percakapannya
Ia menyalakan senternya, Senternya itu menerangi dalam tenda. tapi tiba tiba senternya rusak "Tch.. Senter bajakan emang" geram kesal nya sambil membuang Senter itu
Cahaya dari bulan menerangi dalam tenda itu lewat lubang Tenda itu, Yang membuat riana mengharuskan untuk mengandalkan cahaya bulan ini
Ia melanjutkan mencari Zane, dan ia pun menemukan Kasur disitu. memperhatikan sekelilingnya
Dan ..
Tanpa aba aba, Seseorang menarik riana. riana didorong di kasur itu dengan kasar dan ketika ia melihat siapa yang mendorong nya tadi, ia tidak bisa melihat wujud orang itu karena cahaya bulan sangat kurang
"Siapa kau?" tanya riana sambil menatap orang itu dengan tajam
Orang itu mendekat ke riana dan ternyata itu zane yang membuat riana terkejut "z-zane?"
Zane langsung melepaskan Topeng sherry itu "Apa yang-" Protes riana, tapi Sayangnya topeng itu sudah langsung di lepas oleh zane
selepas Zane menarik topeng itu, Ia terkejut ternyata sherry adalah riana "Riana.. Ternyata kau ..."
Riana menatap Zane dengan kesal "Apa apaan kau ini? Kau selalu menyusahkan orang" Ucapnya dengan kesal, ia mencoba bangun tapi sayangnya Kedua tangannya di tahan di kedua sisi kepalanya
"Zane!"
Zane Menindih riana di kasur itu, Kedua tangannya memegang erat tangan riana "Riana..."
riana menatap Zane dengan emosi kesal "Lepaskan aku! Jika mereka tahu bagaimana!?" Bisik Riana dengan kesal
Zane menatap riana dengan intens "tenang saja, kak Victoria sudah Mengulurkan waktu Dengan derek kan?"
Riana terdiam lalu menatap zane dengan curiga "Huh? Victoria Mengulurkan waktu dengan derek? Tunggu ... Jangan bilang yang menyamar menjadi diriku adalah.."
Zane mengangguk "Ya, Yang menjadi salinan mu adalah Victoria"
Riana pun terdiam, Berpikir sejenak.
Aneh sekali Riana.. Sudah ditindih zane malah coba berpikir, Tidak peka banget sih riana 🥹
"Kenapa kau masih ada sempat untuk berpikir di posisi begini?" Tanya zane dengan nada yang mulai dingin
Riana menghela nafas "ugh.. aku hanya berpikir bagaimana bisa berpura pura meracuni mu"
Zane terdiam lalu menyeringai, mendekatkan wajahnya pada riana "Meracuni ku, hm?"
Riana mengalihkan pandangannya, menghindar dengan kedekatan wajah mereka "Ya, karena mereka menyuruhku membuat obat untuk meracunimu"
Zane menyeringai, mendekatkan Wajahnya lagi "Oh ya? Berarti kau yang dikirim untuk meracuniku, hm?"
Riana mengangguk "Tentu saja, dan bisakah kau menjauhi sedikit wajahmu itu?" Tanya riana dengan wajah yang mulai risih
Zane pun mengunci Kedua tangan riana di atas kepalanya dengan satu tangan sedangkan tangan lainnya lagi memegang dagu riana yang membuat wajah riana menatapnya "Tidak akan, apa kau mau tahu bagaimana Caranya aku berhasil diracuni oleh racun... umum itu?"
Riana penasaran akan rencana zane "Apa?"
"Dengan cara..."
Zane dengan cepat mencium bibir riana, riana terkejut dengan ciuman dadakan ini. Tubuhnya tidak bisa berontak karena kedua tangannya di tahan dan juga dia ditindih
Ciuman zane mulai ganas dan kasar, membuat riana terpaksa berontak di bagian Mulut.
Zane memasukkan lidahnya masuk ke dalam mulut riana, Menciumnya dengan lebih dalam dan intens.
Ciumannya mulai semakin intens, zane juga mulai perlahan agresif
"Mmph!" ngeluh riana dalam ciuman nya
Riana mulai kehabisan nafas, Mencoba berontak. Akhirnya riana menggigit bibir zane
Zane merintih, membuat ciuman itu berhenti "Ugh.." ia menyeringai "Berani juga ya?" ucapnya sambil menjilati bibirnya sendiri
Riana terengah engah, Mencoba mengatur nafas "Apa yang terjadi padamu?"
Zane menggelengkan kepala "tidak ada, aku hanya menginginkan Ciuman mu, dan sekarang ciuman pertamamu sudah ku ambil" Ucap zane
"Dan juga Aku sudah diracuni oleh mu"
riana terdiam, kebingungan "huh? Aku bahkan belum memberimu racun.."
Zane menyeringai lagi, memegang bibir bawah riana. Mengusapnya pelan dengan ibu jari "Diracuni oleh cintamu ..."
Riana terkejut lalu menatap zane dengan wajah yang kesal "Aku tidak main main..."
Zane tertawa, ia melepaskan genggaman Tangannya lalu berjalan mendekati Meja. Mengambil
Riana berdiri dari kasur tadi dan menatap zane "Zane, bisakah kau ikuti perintahku?"
Zane menoleh ke belakang, menoleh ke riana "Katakan saja"
riana mengambil racunnya yang ada di saku jas ilmuwan nya dan memperlihatkan Zane racun itu "Racun ini, akan ku buang dan kau. bisa pura pura mati, kan? Bisa dong. Ini kan dunia fantasi" Ucapnya
Zane melihat racun itu lalu tersenyum "Tentu, Aku bisa melakukannya"
"Baiklah" Riana membuang racun itu di tanah, racun itu mengalir jatuh ke tanah. Setelah riana Membuangnya, Ia menaruh racun itu di dekat tanah. Seolah riana mencoba meracuni Zane "Kau tinggal Berbaring di tanah"
Zane mengangkat satu alisnya "Bukannya itu akan lebih kelihatan?"
Riana menyeringai, mengambil Topengnya kembali "Tidak akan kelihatan karena kau Memiliki rumor yang akan menjadi alibimu"
Zane terdiam lalu kembali tersenyum lagi "Rumor itu ya?"
Riana mengangguk, memasang kembali topeng nya tadi "rumor tentang kau kebal Racun, dan jika mereka mau menyalahkan ku juga. Mereka hanya tahu bahwa Aku asli orang di dunia fantasi ini makanya tidak tahu obat nya" Ucapnya
Zane menggelengkan kepalanya, Tampak Sangat puas akan kepintaran riana yang tak pernah reda "Riana ku sangat pintar, baiklah. Aku akan melakukannya"
Riana mengangguk "Aku akan pergi, Semoga berhasil" Ucapnya lalu pergi
Zane menatap riana yang pergi dengan tersenyum. Memegang bibir bawahnya yang tadi di gigit riana
Disisi lain
Derek dan Riana sedang Menikmati ngobrol, dan ketika derek melihat sherry sudah muncul. derek memberi salam pada riana lalu pamit
Derek berjalan mendekati sherry "Sudah selesai?"
Riana mengangguk "Tentu saja, sebentar lagi ada keributan"
Derek menyeringai "Bagus"
Tiba tiba ada seorang perajurit yang berteriak bahwa grand duke zane mati
Derek yang mendengar itu pun, memunculkan senyum lebarnya "Akhirnya.. Dia mati" gumam pelan
"Kenapa kau ingin dia mati?" tanya riana sambil melirik derek
"Karena dia adalah penghalang untuk aku mendapatkan riana.." gumam derek dengan nada Rendah.
Riana terdiam lalu menyeringai "Kau terobsesi, hm?"
Derek mengangguk "Bagus jika kau tahu, ayo kita pergi"
Riana mengangguk, mengikuti Derek naik kereta kudanya tadi
Wah.. Terobsesi denganku ya..