NovelToon NovelToon
TRANSMIGRASI: DIKIRA ISTRI BODOH, TERNYATA RATU BISNIS

TRANSMIGRASI: DIKIRA ISTRI BODOH, TERNYATA RATU BISNIS

Status: tamat
Genre:CEO / Fantasi Wanita / Transmigrasi / Tamat
Popularitas:2.9M
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

​Blurb:

​Dulu, Sora Araminta hanyalah "Istri Sampah" yang gila harta. Kini, tubuhnya diisi oleh Elena, konsultan bisnis legendaris yang lebih galak dari preman pasar.

​Saat sang suami, Kairo Diwantara, melempar cek dengan tatapan jijik agar Sora tutup mulut, dia pikir istrinya akan girang. Salah besar.

​Elena justru melempar balik surat cerai tepat ke wajah CEO sombong itu.

"Aku resign jadi istrimu. Simpan uangmu, kita bicara bisnis di pengadilan."

​Elena pikir Kairo akan senang bebas dari benalu. Namun, pria itu malah merobek surat cerainya dan menyudutkannya ke dinding dengan tatapan berbahaya.

​"Keluar dari kandangku? Jangan mimpi, Sora. Kamu masih milikku."

​Sial. Sejak kapan CEO dingin ini jadi seobsesif ini?!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35: Cemburu Buta Pada Diri Sendiri

​"Strategi marketing untuk kuartal depan sudah saya kirim. Cek email Anda."

​Kairo mengetik pesan itu di tabletnya, ditemani kopi panas di ruang keluarga. Matanya fokus berkomunikasi dengan EL, konsultan bayangan yang kian ia andalkan.

​Di sofa seberang, Elena duduk bersila dengan piyama navy. Ponsel di tangan, jempolnya lincah membalas.

​Ting! Balasan EL masuk ke tablet Kairo.

​EL: Sudah diterima. Tapi poin ketiga soal potong budget iklan digital? Itu bunuh diri. Generasi sekarang main TikTok, Pak. Naikkan budget atau produk Anda jadi pajangan gudang.

​Kairo tersenyum tipis. Ia suka cara EL mengkritiknya—pedas, tajam, tapi benar. Jarang ada yang berani bilang "bunuh diri" di depan CEO Diwantara Group.

​Kairo mendongak untuk meregangkan leher, dan pandangannya jatuh pada Elena. Istrinya sedang menatap ponsel... dan tersenyum. Bukan senyum sopan atau sinis, melainkan senyum tulus yang manis, seolah membaca sesuatu yang sangat menyenangkan atau romantis.

​Jantung Kairo berdegup tak enak. Ritmenya kacau. "Kenapa dia senyum-senyum sendiri?" batinnya curiga.

​Ia pura-pura minum kopi sambil terus mengamati. Elena kembali mengetik, kali ini tertawa kecil yang terdengar bahagia.

​"Hahaha, dasar bodoh," gumam Elena pelan, tak sadar Kairo menguping.

​Darah Kairo mendidih. Bodoh? Siapa yang dipanggil bodoh dengan nada manja begitu? Elena tak punya teman dekat. Grup arisannya hanya pamer tas. Kecuali... laki-laki.

​Bayangan liar memenuhi kepala Kairo. Simpanan? Teman lama? Pelatih yoga? Rasa panas menjalar di dadanya. Rasa kepemilikan yang terancam. Elena miliknya. Tak boleh ada orang lain yang membuatnya tersenyum seperti itu!

​"Ehem," dehem Kairo keras.

​Elena tak menoleh. Kairo makin panas. Di rumahnya sendiri, ia diabaikan.

​"Sora," panggilnya berat.

​Elena mendongak sekilas, tangannya masih memegang ponsel erat. "Ya? Kopi habis? Minta Bi Inah."

​"Bukan soal kopi." Kairo membanting cangkirnya pelan ke meja. Tak! Ia berdiri, melangkah lebar mendekati sofa Elena, bayangannya menutupi cahaya.

​"Kamu bicara dengan siapa?" tanyanya to the point, berdiri menjulang dengan tangan mengepal di saku.

​Elena menyelesaikan ketikannya—mengirim revisi budget ke Kairo sebagai EL—lalu mematikan layar. "Teman," jawabnya singkat.

​"Laki-laki atau perempuan?" desak Kairo.

​"Penting lapor jenis kelamin?" Elena menatap malas. "Kamu kenapa sih? Kayak polisi."

​"Aku suamimu! Wajar aku tanya," nada Kairo meninggi. "Dari tadi kamu senyum-senyum, tertawa. Sama aku mukamu ditekuk."

​Elena menahan tawa. Tentu saja ia tertawa. Ia baru saja mengatai Kairo "bodoh" lewat akun EL karena salah hitung konversi mata uang, dan Kairo malah berterima kasih. Situasi ini sangat menghibur.

​"Aku senyum karena ada yang lucu," elak Elena.

​"Apa yang lucu? Sini HP-mu," Kairo mengulurkan tangan.

​"Hah? Itu privasi, Kairo."

​"Tidak ada privasi suami istri!" Kairo maju selangkah lagi, aura dominannya menguar. Cemburu buta. "Kalau tidak ada yang disembunyikan, kenapa takut? Punya simpanan?"

​"Simpanan? Otakmu isinya drama."

​"Sini!" Kairo membungkuk hendak menyambar ponsel Elena.

​Elena lebih gesit. Refleks mantan agennya bekerja. Ia menyembunyikan ponsel di balik punggung. "Jangan kasar!"

​"Aku cuma mau lihat!" Kairo mencengkeram lengan Elena, wajah mereka berdekatan. Aroma sabun Elena justru membuatnya makin gila membayangkan dinikmati pria lain. "Siapa bajingan yang bikin kamu ketawa?! Jawab! Apa dia lebih kaya dariku?"

​Elena menatap api cemburu di mata suaminya. Kairo termakan imajinasinya sendiri. Ini saat tepat memberi pelajaran.

​Elena melepaskan cengkeraman Kairo dengan tenang, tersenyum miring. "Kamu mau lihat banget?"

​"Ya. Sekarang."

​"Oke." Elena mengeluarkan ponsel. Dalam hitungan detik, jempolnya melakukan swipe kilat: menutup aplikasi Signal, membuka aplikasi belanja online yang sudah disiapkan di latar belakang.

​Ia menyodorkan layar ke hidung Kairo. "Nih. Lihat. Puas?"

​Kairo memfokuskan pandangan, siap meledak melihat chat mesra. Namun...

​Di layar terpampang foto panci logam hitam. PANCI GRANITE ANTI-LENGKET - FLASH SALE 70%. Stok sisa 3.

​Kairo mundur selangkah. Otaknya loading. "Panci?"

​"Iya, panci," kata Elena santai, menarik kembali ponselnya dengan tatapan penuh kasih sayang—akting kelas Oscar. "Ini granit Jerman. Diskon gila-gilaan. Tadi aku ketawa baca review lucu pembeli. Kenapa? Pikir aku chatting sama selingkuhan?"

​Wajah Kairo yang merah karena marah, berubah padam karena malu. Ia menuduh istrinya selingkuh, memojokkannya, bertingkah seperti orang kesurupan... gara-gara diskon panci?

​"Ta... tapi tadi kamu senyum-senyum..." gagap Kairo, wibawanya runtuh.

​"Ya senyum dong! Dapat diskon 70% plus gratis ongkir itu kebahagiaan hakiki, Kairo. Lebih bahagia daripada lihat mukamu cemberut."

​Kairo merasa sangat bodoh. Ia merapikan kerah bajunya, mencoba mengais harga diri. "Oh... begitu. Ya sudah. Silakan beli. Pakai kartuku kalau perlu. Borong sekalian."

​"Nggak perlu. Aku punya saldo sendiri. Sensasinya beda kalau 'war' sendiri," tolak Elena, pura-pura sibuk checkout.

​"Lain kali..." Elena berbicara dingin tanpa melihat Kairo. "...kalau cemburu, lihat dulu saingannya. Masak CEO Diwantara Group cemburu sama panci teflon? Malu sama saham, Pak."

​Kalimat itu adalah pukulan knockout.

1
Dayu IraKarna
🤭🤭🤣🤣samaa kakk😍😍
Dayu IraKarna
Betul kak...jadi keren ya🤭
Irawati Soetojo
Ini novel terbaik Yang saya baca Di Noveltoon. Keren banget
linanda eneste
🤣🤣🤣 bahahaaa kocak lw kai
Mami Radifa
Terlalu matre mah s bini laki nya pingin liburan, istri nya bisnis mulu sampe"buat liburan aja suami bayar buat nikmatin waktu liburan, istri terlalu matrealistis 😡😡😡Thor kurangi dong otak bisnis nya sang istri lama"nggak tega liat suami nya 😏😢
Mami Radifa
Ada aja kelakuan Papa nya Elvano
Eni Listia
Bukannya kairo di kantor ya? kok tiba-tiba di rumah
Rossa Miati
aku sampai ngakak 🤣 bacanya, tapi keren author, Krn aku suka dng cewek gigih dan berani, ga bucin dan mewek 🤭😄
Khalistata 1984
keren ceritanya,sy suka😍
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒎𝒂𝒏𝒕𝒂𝒑 𝒄𝒆𝒓𝒊𝒕𝒂𝒏𝒚𝒂 👍👍👍👏👏👏😘😘😘
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝑬𝒍𝒗𝒂𝒏𝒐 𝒕𝒉𝒆 𝒃𝒆𝒔𝒕 👍👍😘
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒃𝒊𝒌𝒊𝒏 𝒏𝒈𝒂𝒌𝒂𝒌 𝒂𝒋𝒂 𝑬𝒍𝒗𝒂𝒏𝒐 𝒊𝒏𝒊 😅😅😅
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒌𝒂𝒚𝒂𝒌𝒏𝒚𝒂 𝑯𝒂𝒎𝒊𝒍 𝒅𝒆𝒉 😏
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru merilis cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 1 replies
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝑬𝒍𝒗𝒂𝒏𝒐 𝒑𝒆𝒓𝒔𝒊𝒔 𝒃𝒂𝒏𝒈𝒆𝒕 𝑺𝒐𝒓𝒂 😅😅
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒏𝒖𝒓𝒖𝒏 𝒃𝒂𝒏𝒈𝒆𝒕 𝒏𝒊𝒉 😱😱😅
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒌𝒆𝒎𝒆𝒏𝒂𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒎𝒖𝒕𝒍𝒂𝒌 👍👍
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒕𝒉𝒆 𝒃𝒆𝒔𝒕 👍👍👍
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝑽𝒊𝒄𝒕𝒐𝒓 𝒌𝒂𝒎𝒖 𝒉𝒂𝒏𝒄𝒖𝒓 𝒔𝒌𝒓𝒏𝒈 😏😠
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒌𝒂𝒍𝒊𝒂𝒏 𝒎𝒆𝒎𝒑𝒆𝒓𝒕𝒂𝒓𝒖𝒉𝒌𝒂𝒏 𝒔𝒆𝒎𝒖𝒂𝒏𝒚𝒂
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒌𝒊𝒓𝒂𝒊𝒏 𝒔𝒂𝒚𝒂 𝑺𝒐𝒓𝒂 𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒋𝒖𝒋𝒖𝒓 𝒔𝒂𝒎𝒂 𝑲𝒂𝒊𝒓𝒐
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!