NovelToon NovelToon
I Love You, Miss!!!

I Love You, Miss!!!

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong / Beda Usia / Teen School/College
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Purnamanisa

Dawai Asmara, seorang fresh graduate sekaligus guru Bahasa Inggris baru di SMA Bina Bangsa, sekolah menengah atas yang terkenal elite.

Perawakan Dawai yang imut membuatnya menjadi target sasaran permainan dari Rendra, siswa kelas dua belas, ketua dari geng the Fantastic Four, geng yang terdiri dari siswa-siswa paling keren di sekolah, yang merupakan putra dari dewan komite sekolah.

Suatu ketika, Rendra mengatakan "I love you, Miss," pada Dawai. Dawai yang sering menjadi sasaran keanehan sikap Rendra, tak menghiraukan pernyataan cinta Rendra.

Apakah Rendra hanya becanda mengatakan itu? Atau serius? Temukan jawabannya hanya di I Love You, Miss!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Purnamanisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rendra vs Disa

"Es krim seember?" tanya Disa pada Dawai.

"Kamu kira aku bisa ngabisin seember sendiri?" Dawai balik bertanya dengan nada kesal.

"Ya udaaah... Seember berdua biar romantis," kata Disa dengan nada meledek.

"Disaaaa!"

"Apaaaa?!"

Dawai menekuk mukanya. Kesal.

"Iya iya... Sorry," kata Disa yang sudah tak tahan melihat wajah Dawai yang semakin kusut.

"Trus?" tanya Disa.

"Apa?"

"Katanya ditembak bocil?"

Dawai memutar bola matanya, jengah mengingat kejadian pagi tadi di lobi sekolah.

"Mana diliatin banyak orang," kata Dawai kesal tapi dengan pipi yang memerah, malu. Disa tertawa kecil.

"Eh, temen kamu tuh baru dikerjain bocil. Kamu kegirangan banget sih?" protes Dawai.

"Sorry, sorry. Trus? Katanya nggak lu jawab?" tanya Disa.

"Iyalah. Ngapain juga dijawab? Udah jelas-jelas that was a prank!" kata Dawai meluapkan emosinya yang sedari pagi dia tahan.

"And then?"

"Then... Parahnya lagi, ada satu guru, guru baru juga, cowok, awalnya dia muji sikap aku yang nyuekin Rendra," kata Dawai.

"Awalnya... Selanjutnya?"

"Selanjutnya, dia kek yang nanya-nanya ke aku, kalo misal aku ditembak Rendra di luar sekolah, apa aku masih kasih respon yang sama," lanjut Dawai.

"Wow!" komentar Disa, tercengang mendengar cerita Dawai.

"Kan? Nyebelin banget! Dikira aku nggak punya harga diri," kata Dawai, kesal mengingat kata-kata Adit. Disa manggut-manggut.

"Pantesan lu kesel banget," kata Disa. Dawai mendengus kesal.

"Ya udah... Yang penting lu udah ngelakuin hal yang tepat. Nggak usah dipikirin asumsi orang. Yang penting lu bersikap sebagaimana guru bersikap. Jangan mudah masuk perangkap bocil!" pesan Disa pada Dawai.

"Iyaaaa..."

Disa mengacak rambut Dawai. Gemas. Dawai mendengus kesal, rambutnya diacak-acak Disa. Lalu, tersenyum tipis. Dalam hati, Dawai merasa lega.

Mobil Disa sudah tiba di Miruku Aisu, kedai es krim langganan mereka. Disa dan Dawai segera memasuki kedai. Disa memesan satu es krim Boba Jelly Brown Sugar dengan ukuran jumbo.

Tak lama, es krim pesanan sudah mendarat di meja tempat duduk Disa dan Dawai. Dawai dengan cepat menyantap es krim kesukaannya itu. Disa tersenyum melihat wajah Dawai yang sudah kembali ceria.

'Call me, and I'll fly to you,'

***

Wajah Dawai dan cowok yang bersamanya masih terlintas di pikiran Rendra. Keduanya nampak begitu serasi di mata Rendra. Rahangnya mengeras. Marah. Rendra sendiri tak mengerti mengapa dia begitu marah melihat kedekatan Dawai dengan cowok lain.

Rendra jadi begitu kesal saat mengingat bagaimana reaksi Dawai ketika mengacuhkan pernyataan cintanya yang terang-terangan. Seumur perjalanan permainan cintanya, baru kali ini dia diabaikan oleh seorang wanita.

'Menyebalkan!' umpat Rendra dalam hati.

Ryan menoleh ke arah Rendra. Sedari kembali ke kelas, wajah Rendra terlihat masam. Ryan yakin pasti ada sesuatu yang terjadi saat Rendra keluar kelas tadi.

"Kriiiiiiiiing...." bel tanda pulang sekolah berbunyi. Jam pelajaran terakhir akhirnya usai.

"Tugas kalian halaman dua puluh tiga. Satu kelompok empat orang. Minggu depan presentasikan hasilnya," kata Pak Rudi, guru kimia.

"Baik, Pak," jawab seluruh siswa di kelas XII-IPA 1.

Setelah mengucap salam pada guru, satu per satu siswa berhamburan keluar dengan tertib. Rendra masih duduk di bangkunya. Dia masih terlihat masam.

"Kenapa, Ren?" tanya Rafa. Rendra menoleh ke arah Rafa. Rahangnya mengeras. Rafa bergidik.

"Keknya mulai sekarang lo kudu nyusun rencana kalo lo emang mau naklukin Miss Dawai," kata Ryan sambil menggendong tasnya lalu berlalu.

"Sial!" desis Rendra. Lalu beranjak dari duduknya dan berjalan keluar kelas menuju gerbang sekolah. Reno dan Rafa mengekor di belakang Rendra dalam diam.

Pak Iman sudah menunggu di luar sekolah. Reno dan Rafa berpisah dengan Rendra di gerbang sekolah. Ryan sudah tak kelihatan batang hidungnya.

Rendra menghempaskan tubuhnya ke dalam mobil. Dia memejamkan matanya sambil menarik nafas dalam-dalam, lalu menghembuskannya perlahan.

"Langsung pulang, Mas?" tanya Pak Iman. Rendra membuka matanya.

"Males, Pak," jawab Rendra singkat. Pak Iman tersenyum, sudah paham bahwa mood tuan mudanya sedang buruk.

"Bagaimana kalo kita jajan es krim?" saran Pak Iman sambil melirik kaca spion dalam mobil.

"Saya bukan anak kecil, Pak," gerutu Rendra.

"Mumpung saya ada voucher nih, Mas. Lumayan. Dapet murah," kata Pak Iman bersikeras.

Rendra menghela nafas panjang. Menyerah. Lagipula dia benar-benar malas pulang. Tak butuh waktu lama, kedai es krim tujuan Pak Iman sudah di depan mata. Pak Iman dengan lihai memarkir mobil di tempat parkir yang memang terbatas.

"Mas Rendra mau rasa apa?" tanya Pak Iman sambil melepas sabuk pengamannya.

"Terserah aja," jawab Rendra malas.

"Tunggu sebentar ya, Mas," pinta Pak Iman lalu berlalu memasuki kedai es krim.

Rendra menoleh, melayangkan pandangan keluar jendela, membaca plakat nama kedai es krim. Miruku Aisu. Rendra menghela nafas panjang. Mata Rendra menyapu seluruh tempat parkir yang padat oleh beberapa kendaraan roda dua dan empat mobil, termasuk mobilnya.

Mata Rendra membulat. Rendra segera mendekatkan kepalanya ke kaca jendela mobil untuk memastikan matanya tak salah lihat. Ya. Dia melihat sebuah mobil yang sama seperti yang dia lihat di depan sekolahnya tadi. Mobil yang menjemput Dawai.

"Dia pacaran disini? Di tempat kek gini?" gumam Rendra sambil tersenyum meledek.

"Nggak berkelas banget," komentar Rendra sambil menghempaskan punggungnya kembali ke sandaran kursi penumpang.

Bayangan Dawai tengah bersenda-gurau dengan cowoknya terlintas di pikiran Rendra. Rahangnya seketika mengeras.

"Ngapain gue pikirin?" umpatnya, kesal terhadap dirinya sendiri.

Rendra kembali mendekatkan kepalanya ke jendela mobil, mengamati mobil jeep milik Disa. Tak lama kemudian, Dawai dan Disa terlihat keluar dari kedai es krim sambil mengobrol. Sesekali keduanya tertawa. Bahkan sebelum masuk ke mobil, Rendra melihat pipi Dawai sempat dicubit oleh Disa. Disa terlihat gemas saat mencubit Dawai.

Rahang Rendra mengeras. Tanpa sadar, dia kini melangkah keluar dari mobil dan berjalan cepat menuju mobil Disa. Rendra mengetuk kaca jendela mobil Disa yang siap melaju. Dawai nampak terkejut. Disa terlihat mengerutkan kedua alisnya. Sedetik kemudian Dawai keluar dari mobil. Disa melakukan hal yang sama.

"Ngapain Miss disini?" tanya Rendra. Retoris.

"Saya disini ngapain bukan urusan kamu kan?" Dawai balik bertanya, bingung kenapa Rendra bisa sampai tahu dia disana.

"Ooooh! Pacaran?!" tanya Rendra dengan nada teriak yang sedikit dia tahan. Disa merangkul bahu Dawai.

"Hey, Bro! Tenang," kata Disa berusaha menenangkan Rendra yang sudah menarik perhatian orang sekitar.

"Bukan urusan lo!" desis Rendra.

Disa mendorong pelan Dawai ke belakang tubuhnya.

"Urusan Dawai, urusan gue juga," kata Disa tenang. Lagi-lagi, rahang Rendra mengeras. Disa tersenyum tipis.

"Ayo!" ajak Disa pada Dawai sambil membukakan pintu mobil. Rendra hanya terpaku melihat Dawai memasuki mobil Disa. Dawai mengabaikan Rendra. Dirinya sudah sangat jengah dengan sikap aneh Rendra.

"Mas, Mas Rendra ngapain?" tanya Pak Iman bingung, saat keluar dari kedai es krim sambil membawa es krim yang dibelinya.

Rendra mendengus kasar. Dia kembali berjalan menuju mobilnya, lalu menghempaskan tubuhnya ke kursi penumpang. Pak Iman yang bingung, mengikuti Rendra kembali ke mobil.

Rendra melihat mobil Disa sudah berlalu dari kedai Miruku Aisu. Rendra mengacak rambutnya kasar. Pak Iman yang bingung dengan sikap Rendra hanya mampu menyalakan mesin mobil dan menjalankannya perlahan menyusuri jalanan menuju rumah.

'Aaaarrrrgh! Sial! Kenapa gue nggak bisa ngelawan cowok itu?!'

***

1
Hana Agustina
hayo lohhhh... yg mepetin dawai kecil kecil cabe rawit... 🤭
Purnamanisa: mana tuan muda, pewaris tunggal, kaya raya... kumplit ya kak 😅😅🤣🤣
total 1 replies
Nur Halida
kok aku malah ngarepnya dawai ama si disa aja ya. .😄
Purnamanisa: yuuuk dukung pasangan impian kalian 🤭🤭
total 1 replies
falea sezi
disini peran utama siapa. Thor dawai sama Rendra kah
Purnamanisa: karena judulnya I Love You, Miss!!! udah pasti tokoh utamanya Dawai sama Rendra😊😊
total 1 replies
falea sezi
moga bagus ampe ending di sini belom keliatan ya hilal nya yg dawai suka siapa temen nya si berondong Rendra apa Ryan apa si pak guru adit/Scream/
falea sezi
aneh dateng2 gt dihh siapa elo rendra/Drowsy/
falea sezi
lanjut
Siti Nina
Syuka pake banget sama ceritanya thor 👍 Lanjut thor jgn lama" double up nya dong 🙏
Purnamanisa: terimakasih pengemangatnya 🙏🙏 cerita ini update dua hari sekali satu episode 🙏🙏 mungkin besok kalo Married by Accident? udah rampung bisa update dua atau tiga episode 😊😊 mohon bersabar 🙏🙏
total 1 replies
Siti Nina
Makin seru aja nih ceritanya 👍👍👍
Siti Nina
Oke ceritanya 👍👍👍
Purnamanisa: terimakasih kak 😊😊
total 1 replies
Hana Agustina
manis banget sihhhh..
Siti Nina
Thor bahasa inggris nya di terjemahin dong soal nya ga ngerti 😄
Purnamanisa: 😅😅 duuuh... maaf, author kelupaan 😅😅
total 1 replies
Siti Nina
Oke ceritanya thor 👍
Siti Nina
Mampir thor kaya nya seru
Hana Agustina
thor.. please up lagi yaa.. selesain ya cerita ini.. sy sangat mengapresiasi karya ini.. 🙏
Hana Agustina: ahhh terbaikkkkkk😍
total 2 replies
Hana Agustina
hhmmm.. sukaaaa 😍😍
Hana Agustina
gemes banget sm rendra.. gemes pen getok palanya.. 🤣
Hana Agustina
i give you my vote, my thumbs n also a rose... smp habis smp selesai ya thor.. ceritany menarik sekali n gereget.. 😍🙏
Purnamanisa: makasih kak... auto tambah semangat 😊😊
total 3 replies
senjaku
keren sih thooor..suka Hera deh cerita kalau bagus alurnya,tanda baca,bahasanya semua bagus kok sepiiii
semngaatt ya thorrr
Purnamanisa: tenggelam sama cerita yang judulnya mengandung klik bait kak 🤭🤭

btw, makasih sudah mampir😊😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!