NovelToon NovelToon
Air Mata Seorang Istri: Kakakku, Perebut Suamiku

Air Mata Seorang Istri: Kakakku, Perebut Suamiku

Status: tamat
Genre:Pelakor / Penyesalan Suami / Selingkuh / Teman lama bertemu kembali / Romansa / Konflik etika / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Berawal dari selembar struk pembayaran sebuah tas branded yang harganya mahal, Kirana mencurigai Rafka sudah berselingkuh di belakangnya. Dia pun mulai memantau suaminya secara diam-diam.

Sampai suatu hari Kirana sadar Rafka lebih mengutamakan Kinanti dan putrinya, Ara, dibandingkan dengan dirinya dan Gita, putri kandungnya sendiri.

"Bukannya Mas sudah janji sama Gita, lalu kenapa Mas malah pergi ke wahana bermain sama Ara? Sungguh, Mas tega menyakiti perasaan anak sendiri dan membahagiakan anak orang lain!" ucap Kirana dengan berderai air mata.

"Ma, Papa sudah tidak sayang lagi sama aku, ya?" tanya Gita lirih, menahan isak tangis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Sejak hari itu, ada sesuatu yang berubah pada Kirana. Bukan amarah yang meledak-ledak, bukan tangisan histeris karena sudah disakiti, bukan pertanyaan penuh tudingan kepada Rafka. Justru sebaliknya, dia menjadi pendiam dan lebih tenang.

Walau begitu Kirana tetap bangun paling pagi. Tetap memasak. Tetap menyapu rumah hingga bersih. Tetap menyetrika baju Rafka dengan rapi, melipatnya dengan teliti seperti biasa. Namun, ada jarak tak kasatmata yang kini mengisi setiap ruang di antara mereka dan Rafka merasakannya.

Pagi itu Kirana bangun seperti biasa. Jam lima. Menyapu halaman. Menyeduh kopi untuk Rafka. Menanak nasi. Menyiapkan bekal Gita. Semua dilakukan dengan gerakan yang terukur, nyaris mekanis. Tidak ada gumaman, tidak ada senandung kecil seperti biasanya.

Rafka memperhatikan dari balik pintu. Biasanya Kirana akan menoleh, tersenyum kecil, lalu bertanya, “Mas sudah bangun?”

Sekarang sudah tidak lagi. Tentu saja dia semakin merasa heran.

“Sayang, kamu capek?” tanya Rafka akhirnya, berusaha terdengar biasa.

Kirana mengangguk tipis. “Sedikit.”

“Apa ada yang perlu aku bantu?”

“Tidak ada.”

“Katanya capek.”

“Iya, capek mikir.”

Jawaban itu membuat Rafka diam. Ia ingin bertanya lebih jauh, tetapi sesuatu dalam nada suara Kirana membuatnya mengurungkan niat. Terlalu datar. Terlalu terkendali.

Saat sarapan, suasana terasa berbeda. Gita cerewet seperti biasa, bercerita tentang temannya di TK, tentang guru yang memujinya bisa menulis banyak huruf besar dan kecil. Kirana menanggapi dengan senyum tipis dan menimpali dengan memberi pujian seperlunya.

Rafka mencoba bercanda. “Papa juga dulu pintar nulis, loh.”

Gita menatapnya dengan penuh rasa kagum. Karena dia merasa mewarisi kepandaian ayahnya.

“Papa,” Gita mengangkat sendoknya. “Hari ini Papa pulang cepat, ya, ajarin aku biar pintar seperti Papa.”

Rafka tersenyum kaku. “Lihat saja nanti, ya. Kalau Papa tidak sibuk.”

Kirana menyela, nadanya datar. “Sekarang orang-orang memang sibuk, Gita. Banyak yang pulang malam. Alasannya kerja. Padahal belum tentu itu.”

Sendok Rafka berhenti di udara.

“Papa sedang tidak bohong, kan?” tanya Gita cepat.

Biasanya Kirana akan tertawa. Hari ini tidak. Ia hanya berkata pelan, seolah berbicara pada udara, “Sekarang orang dewasa banyak yang pintar berbohong, Gita.”

“Kamu kenapa, sih, Yang?” Rafka tertawa kaku. “Kok ngomongnya aneh-aneh?”

Kirana menatap piringnya. “Mungkin karena aku banyak baca berita.”

“Berita apa?”

“Perselingkuhan,” jawab Kirana tanpa menoleh. “Sekarang marak. Pelakunya sering orang-orang yang kelihatan paling baik. Makanya aku sangat kesal.”

Udara di meja makan terasa menipis. Suasana pun terasa tegang.

Rafka berdeham. “Kamu kebanyakan mikir.”

“Mungkin,” Kirana mengangguk. “Tapi kalau itu terjadi sama aku, aku tidak akan memaafkan.”

Nada suaranya lembut.

Namun, justru itu yang membuat Rafka merasa tenggorokannya tercekat. Saat tatapan mereka bertemu, dada Rafka berdebar keras. Ia memalingkan wajah lebih dulu.

Sejak sikap Kirana berubah, dia tidak lagi menunggu Rafka pulang dengan wajah cerah. Tidak lagi bertanya panjang lebar tentang hari suaminya. Jika Rafka pulang larut, Kirana hanya berkata, “Makanannya di dapur.”

Jika Rafka mencoba merangkulnya di malam hari, dan moodnya sedang jelek, Kirana akan bergeser halus. Bukan dengan kata-kata menolak atau marah. Hanya menjauh.

“Sayang, sekarang kamu banyak diam,” gumam Rafka suatu malam.

“Aku sedang belajar,” jawab Kirana sambil melipat baju.

“Belajar apa?”

“Belajar menjaga diri sendiri.”

Kalimat itu menancap dalam. Rafka menatap punggung istrinya lama, mencoba membaca sesuatu. Namun, Kirana sudah menutup dirinya dengan rapi.

Di balik sikapnya yang tenang, Kirana mulai menyusun sesuatu. Setiap malam, saat Rafka tertidur, ia membuka catatan kecil di ponselnya. Ia mencatat jam berangkat Rafka, jam pulang, alasan yang diberikan, nada suara saat menjawab. Ia mengingat detail-detail sekecil apapun, hal-hal yang dulu ia abaikan karena percaya kepadanya.

Kirana juga mulai mencari pekerjaan. Awalnya hanya melihat-lihat. Lalu, mulai mengirim lamaran. Tidak muluk-muluk, dia tahu posisinya yang berpendidikan SMK dan keluaran buruh pabrik. Ia tidak mencari karier, ia mencari pijakan.

“Aku tidak boleh jatuh tanpa pegangan,” bisiknya pada diri sendiri suatu malam. “Aku tidak boleh bergantung padanya. Kalau hari itu tiba aku harus siap.”

Berbeda dengan Kirana, Kinanti justru berada di puncak rasa percaya diri. Tas mahal di lengannya kini bukan lagi sekadar aksesori, melainkan simbol. Simbol bahwa ia merasa diinginkan, diperjuangkan, dan dipilih oleh Rafka, meski diam-diam.

“Kin, kamu sekarang beda,” kata Vita di kantor. “Lebih cantik dan modis.”

Kinanti tersenyum sambil membuka lipstik. “Aku tahu apa yang terbaik untukku. Lalu, menjalani kehidupan yang aku mau.”

“Kapan kamu akan menikah lagi?” bisik Vita.

“Belum bisa direncanakan. Yang penting kita sama-sama bahagia dengan hubungan ini.”

“Jangan bilang kalau pacar kamu itu suami orang?!"

“Duh, bagaimana jelasinnya, ya?" ujar Kinanti.

“Jadi, bener dia suami orang!” pekik Vita. “Ternyata kamu nekad juga jadi pelakor.”

Kinanti menutup lipstiknya perlahan. “Kalau laki-laki itu datang tiap hari ke aku, itu bukan salahku.”

Kinanti membuka ponsel. Ada pesan dari Rafka masuk.

[Aku ke kost sore ini.]

Kinanti membalas cepat.

[Jangan lupa mampir beli make up. Yang kemarin hampir habis.]

Tidak lama kemudian.

[Iya.]

Kinanti tersenyum puas. Sekarang dia tidak lagi meminta dengan malu-malu. Ia menuntut dengan halus dan Rafka selalu menurut.

Di kost-an kecil itu, Kinanti menyambut Rafka seperti seorang istri. Menyediakan minuman. Mengeluhkan hari kerjanya. Menyentuh bahu Rafka seolah itu haknya.

“Kamu kelihatan capek,” kata Kinanti sambil merapikan kerah baju Rafka. “Di rumah kamu nggak diperhatiin, ya?”

Rafka tidak menjawab. Ia duduk, membiarkan Kinanti mengatur segalanya.

“Kamu di sini aman,” lanjut Kinanti lembut. “Nggak perlu mikir. Nggak perlu pura-pura.”

Kalimat itu selalu berhasil meluruhkan pertahanan Rafka. Mereka semakin tenggelam. Kost-an itu menjadi tempat persembunyian mereka.

Kinanti selalu berpenampilan menggoda dengan memakai lingerie. Wajah dipoles makeup yang mempercantik wajahnya.

“Aku akan buat suasana hati kamu bagus lagi, Mas,” bisik Kinanti dengan kerlingan nakal.

Rafka mengangguk. Ia sudah terlalu jauh untuk mundur.

Di rumah, Kirana semakin jarang bicara atau bercengkrama dengan Rafka seperti dahulu. Namun, ketika berbicara sesekali malah menyindir tanpa nada.

Ketika berita perselingkuhan muncul di televisi, Kirana berkata sambil melipat baju, “Kasihan istrinya. Biasanya yang dikhianati itu perempuan yang paling setia.”

Atau ketika tetangga bercerita tentang rumah tangga orang lain yang hancur, Kirana hanya berkata, “Kadang pengkhianatan datang dari orang yang paling kita percaya.”

Rafka mendengarnya. Setiap kali Kirana mengatakan hal itu, jantungnya berdebar tidak karuan.

“Kamu kenapa sering melihat berita tentang perselingkuhan?” tanya Rafka suatu malam.

Kirana menatapnya tenang. “Supaya aku ingat. Supaya aku tidak buta.”

“Aku tidak seperti itu,” Rafka berkata cepat.

Kirana tersenyum kecil. “Semua orang yang berselingkuh juga bilang begitu, Mas.”

Kalimat itu membuat Rafka terdiam.

***

Baca juga karya temanku ini, ya.

1
Sapna Anah
lgi aki"pengen daun muda sama ituma nidurin anak sendiri malukan jdinya mentang" kaya dan d hormati suka suka hati
Yuningsih Nining
Dasssar si Kinan Curut betina asyeeem masih niatnya goda suami calon anak sambung, Ngeriii Juwabpelakor mu Kinanti
Yuningsih Nining
akhirnya Alga ungkapin juga perasaan jg niat baiknya utk Kirana
Yuningsih Nining
Hugh sampe merinding jg nii
Kirana akhirnya melabuhkan Hidup kedepan ke algara
Gitaaa kaInginan mu terLaksana om Alga bakal jadi ayah sambung mu, smg kedepan hidupmu lebih berwarna jg bahagia
Yuningsih Nining
jangan salahin Kirana, itu kesahan. besar mu ogeb kinan, sukurin kena batunya jg akhir nya
Yuningsih Nining
loe sendiri kunan yang kirim. video busuk menjijikan sm si rafka , bener² picik playing victim pelakor menjijikan
Yuningsih Nining
kinara sbentar mungkin selangkah lg km dapat bukti, hari sabtu si rafka mu keluar dgn suatu alasan pastinya, dia nginep di rmhnkka mu kuntit lah dia Kirana video'in jg buat bukti ke ortu mu jg persidangan
Yuningsih Nining
kamu pasti bisa Kirana tnp si rafka asyeeemm, Kirana ada 2 tmn mu siap buat jadi spion 2 wujud manusia laku iblis rafka suamimu sm. Kka mu kinan
Sapna Anah
basib Kirana ga beda jauh dengan ku bedanya Kirana di selingkui dengan saudaranya klu aku dengan tetangga depan rmh miris bukan😭😭😭
Nova Meteng
mukanya mo taruh dmn??? anak kesayangan bumay
Nova Meteng
sp suruh kamu selingkuh,, apalagi dgn kakak ipar rrrrrrrrrt😡
Nova Meteng
yey syukurlah ketahuan,,buka aib sendiri rasakan dan nikmatilah apa yg kamu buat 😡
Nova Meteng
😡 ini sepertinya kisahku 😡🥺🥺😭?😭
🌸Santi Suki🌸: 🥺🥺🥺🥺🥺
total 1 replies
Nor Azlin
kalau mereka berdua tidak mau mendengarkan mu kamu ikut aja Kirana & tinggal lah sama nya pasti hidup mu akan bahagia biarkan Maya sama Kinati dengan angan-angan nya yang tinggi itu untuk menjadi kaya yah ...kamu akan tau nanti siapa AL yang sebenarnya 😂😂😂 sampai suatu saat nya nanti kamu akan hidup damai bersama AL juga Kirana juga Gita yah ...pokok nya kamu ikut aja Kirana sudah tentu kamu tidak dalam bahaya deh🤭🤭🤭 lanjutkan thor
Nor Azlin
itu pasti bu maya yah ibu nya kirana orang yang paling tidak becus menjadi ibu ...kenapa juga harus ketemu sama si nenek lampir deh 😂😂😂walau pun kenyataan nya dia ibu kandung kirana bagi aku dia seperti ibu angkat bagi kirana nya yah ...semoga di saat kamu bahagia lagi keluarga mu jangan ikut campur lagi deh ...terutama di saat kebahagian kecil akan di bina yah ...semoga berbahagialah Kirana Gita nya lanjutkan thor oh ya thor bagai mana khabar Kinati setelah di pindahkan yah pasti kali ini pun berilah lagi dengan gaya hidup nya yang glamor pasti akan mengait suami orang lagi tu 😏😏😏kali ini kalau dia berilah lagi bencana bagi diri nya deh kalau dia tidak berubah yah dulu adik mu cuman membongkarkan perselingkuhan nya bersama suami adik nya yah kali ini kalau dia berilah pasti kena keroyok ni🤭🤭
Nor Azlin
iya ni sekarang Kirana sudah cerai dari kamu wajar aja lah ada orang lain di samping nya ....tidak kayak kamu dulu masih suami Kirana malah jalan barang Kinati sama anak nya bukan hanya itu kamu sudah menggarap nya sampai kamu puas bersama2 nya yah ingat itu jangan sok pengertian sekarang ini ...ingat bagai mana janji2 kosong yang kamu berikan pada anak mu Gita hati dia hancur kerana kamu bohongi tau sudah nya dia juga tau kenapa kamu tidak jadi menepati janji mu kerana kamu berselingkuh bukan dengan wanita lain melainkan tante nya sendiri kakak kandung ibu nya lho ...kalau aku jadi Gita aku akan abaikan terus ni biar dia tau rasa yah 😂😂😂lanjutkan thor
Nor Azlin
kamu itu bego apa sih katanya orang pintar bukan nya kamu sendiri yang mengirim aib mu sendiri ....kamu pikir kirana akan diam gitu nah terbukti nya semua orang tau tu itu salah mu sendiri yang mengirim video nya pada Kirana kan jadi kamu sendiri yang menjual aib mu pada orang lain Tampa bersusah payah di cari tu😏😏😏berkat kamu terlalu gentel lubang & gatel Tangan jadi berkirim deh aib mu itu ...kamu ingin membuat Kirana mengamuk2 tapi tidak dia memperlihatkan pada keluarga suami nya sendiri lho🤣🤣🤣🤣ayo Kirana jangan nangis2 deh usahamu sudah mendapat rezeki menggunung tu lanjutkan dengan rasa gembira pasti rezeki mu mencanak naik bagai roket deh ...jadi lah pengusaha yang sukses yah aku dukung kamu ...biar banyak uwang & menjadi kaya raya bahagiakan Gita kalau sudah banyak uwang kamu bisa membawa Gita pergi kemana2 aja keluar negeri pun boleh aja tu😄😄lanjutkan thor
Nor Azlin
aku tuntut rumah itu yang kamu duduki sama Rafka itu biar dia memberikan & langsung kasih nama kamu di setifikat rumah nya untuk masa depan Gita yah pasti Rafka mau tu jangan kasih Kinati itu menduduki nya biar dia di tempatnya deh kalau perlu biar Rafka tau siapa yang tulus mencintai nya kan ...lanjutkan thor
Nor Azlin
sudah aku katakan pasti berilah dengan kehilangan itu semua kan ...nanti juga akan memberi alasan juga saat perselingkuhan nya terbongkar kan ...ayo kirana kamu kasih tahu aja deh biar dia terdiam atau atau tidak bukti nyata nya kamu sudah melihat mereka pergi ke hotel pandai2 lah kamu reka biar terkesan nyata kering juga kamu sudah tau lebih dalam lagi biar mati kutu tu si Rafka ...paksa aja mengaku atas nama anak mu Gita pasti mau tu 😂😂😂jangan kalah ekting dari Kinati gatel tu ...lanjutkan thor
Nor Azlin
ayo lah Ki kamu ambil semua nya jangan kasih ada uwang di tabungan nya lagi kamu simpan kan di tabungan peribadi mu itu uwang kamu juga kan namanya pun uwang bersama kamu lagi berhak atas tabungan itu dari si Kinati itu deh bahagian Rakan kan sudah habis di gunakan buat foya2 sama janda kegatalan itu deh 😂😂😂kamu berhak ambil semua pun tidak mengapa biar tau rasa ni ...apa Kinari akan mau sama Rafka lagi kalau keutuhan nya sudah tidak dipenuhi lagi ...aku percaya selagi ada uwang di rekening bersama itu Kinati menempel bagai lintah ...apa cinta nya itu tulus saat uwang tidak ada puii pasti tidak gitu kan ada uwang abang sayang tidak ada uwang abang boleh hilang deh 😂😂😂🤣🤣🤣lanjutkan thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!